Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Analysis of Students' Science Literacy Ability Profiles Viewed on Competency Aspect Indicators in Science Learning Environmental Pollution Material Dinas iriandana; Raharjo; Achmad Lutfi
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 12 No 4 (2026)
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v12i4.13345

Abstract

The twenty-first century is marked by rapid transformations driven by advances in science and technology, which significantly influence human competition and global development. In this era, science literacy has become one of the 16 essential skills identified by the World Economic Forum as crucial competencies for students. Science literacy is defined as the ability to apply scientific knowledge, identify questions, and draw conclusions based on evidence to understand natural phenomena and make informed decisions about the impact of human activities on the environment. This study employed a quantitative descriptive research method aimed at analyzing the profile of students’ science literacy skills based on competency indicators in learning environmental pollution material. The research subjects consisted of 64 students from two classes. Data collection was conducted using a test instrument based on OECD science literacy competencies, which included five indicators with a total of ten questions. The findings revealed that the highest average achievement was in identifying questions within scientific investigations, reaching 73.96%. In contrast, the lowest achievement was in transforming data between representations, with 50.45%. Overall, the average score across all indicators was 60.91%, categorized as moderate level.
Pengembangan E-Modul Interaktif Berbasis Discovery Learning Untuk Melatih Keterampilan Berpikir Kritis Materi Sistem Saraf dan Indera Aliya Nur Rachmah; Raharjo
Berkala Ilmiah Pendidikan Biologi (BioEdu) Vol. 15 No. 2 (2026)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/bioedu.v15n2.p343-354

Abstract

Keterampilan berpikir kritis menjadi keterampilan yang esensial untuk dilatihkan di abad ke-21. Namun, hasil penelitian menunjukkan implementasi keterampilan berpikir kritis peserta didik masih di bawah rata-rata. Kondisi ini dapat berdampak pada lemahnya kemampuan memecahkan masalah, khususnya pada materi Biologi yang bersifat kompleks dan abstrak seperti sistem saraf dan indera. Untuk menjawab tantangan tersebut, diperlukan media pembelajaran inovatif yang mampu memfasilitasi keterlibatan peserta didik dalam proses belajar. Salah satunya adalah e-modul interaktif yang menerapkan sintaks discovery learning, sehingga praktis mendorong peserta didik dalam menemukan konsep materi karena menekankan proses berpikir kritis dan analisis. Oleh karena itu, tujuan penelitian adalah mengembangkan e-modul interaktif berbasis discovery learning yang layak secara teoretis (valid) dan empiris (praktis) dalam melatihkan keterampilan berpikir kritis pada materi sistem saraf dan indera. Penelitian menggunakan model 4D (define, design, develop, dan disseminate) dengan subjek penelitian sebanyak 36 peserta didik kelas XI SMAN 21 Surabaya. Kelayakan teoretis diperoleh dari uji validasi oleh tiga validator, sedangkan kelayakan empiris didapatkan melalui dua uji kepraktisan, yaitu keterlaksanaan sintaks discovery learning oleh dua observer dan angket respons peserta didik. Hasil penelitian kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil uji validasi memperoleh persentase 93,83% untuk kategori sangat valid. Hasil observasi keterlaksanaan sintaks discovery learning menghasilkan persentase 91,2% tergolong kategori terlaksana, serta hasil angket respons menunjukkan persentase 96,4% termasuk kategori praktis. Dengan demikian, e-modul interaktif berbasis discovery learning dinyatakan layak secara teoretis dan empiris dalam melatihkan keenam indikator keterampilan berpikir kritis menurut Facione (interpretasi, analisis, inferensi, eksplanasi, evaluasi, dan regulasi diri) peserta didik materi sistem saraf dan indera.
Pedevelopment of Problem-Based Learning (PBL) Based E-LKPD on Respiratory System Materials to Improve Students' Critical Thinking Skills Ahmad Farkhan Arrofiqi; Raharjo; Elma Sakinatus Sajidah
EDUJAVARE: International Journal of Educational Research Vol. 4 No. 01 (2026): EDUJAVARE: International Journal of Educational Research
Publisher : CV. Edujavare Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70610/edujavare.1333

Abstract

Critical thinking skills are higher-order thinking skills that are essential to be developed in biology learning. This development research aimed to produce a Problem-Based Learning (PBL)-based electronic student worksheet (E-LKPD) on the respiratory system topic to improve students’ critical thinking skills, which is feasible in terms of validity, practicality, and effectiveness. The development of the E-LKPD employed the 4D model consisting of define, design, develop, and disseminate stages. The product trial was conducted on 36 eleventh-grade students of SMAN 14 Surabaya. The parameters measured in this study included validity assessed by experts, practicality based on the implementation of learning activities and students’ responses, and effectiveness based on the improvement of students’ critical thinking skills from pretest and post-test results. The data were analyzed using descriptive quantitative methods. The results showed that the developed E-LKPD obtained a validity score of 98.75%, categorized as very valid. The practicality of the E-LKPD based on the implementation of learning activities reached 98.5%, while students’ responses reached 97.8%, both categorized as very practical. The effectiveness of the E-LKPD was indicated by the improvement of students’ critical thinking skills with an N-Gain score of 0.74 which falls into the moderate category.
Pengembangan Media Flashcard Berbasis Discovery Learning pada Materi Ekosistem untuk Meningkatkan Literasi Sains Siswa SMA Kelas X Ikhlasul Amal; Raharjo; Elma Sakinatus Sajidah
Berkala Ilmiah Pendidikan Biologi (BioEdu) Vol. 15 No. 3 (2026)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/bioedu.v15n3.p674-683

Abstract

Literasi sains merupakan salah satu keterampilan berpikir tingkat tinggi yang perlu dikembangkan dalam bidang pendidikan abad ke-21. Kompleksitas dan cakupan materi yang luas menjadi faktor rendahnya kemampuan literasi sains siswa, salah satunya materi Ekosistem. Flashcard menjadi salah satu media pembelajaran visual yang memiliki potensi untuk dikembangkan guna meningkatkan literasi sains siswa. Penelitian ini bertujuan pada pengembangan media flashcard berbasis discovery learning berfokus pada materi Ekosistem guna meningkatkan literasi sains khususnya siswa kelas X yang valid, praktis dan efektif. Model 4D dipilih dalam pengembangan flashcard dan dievaluasi berdasarkan validitas, kepraktisan, serta keefektifan. Validitas diperoleh dari penilaian ahli, kepraktisan dari observasi keterlaksanaan pembelajaran dan respon siswa, serta keefektifan dari hasil tes dan ketercapaian indikator literasi sains. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif. Flashcard dinyatakan sangat layak berdasarkan hasil (skor validitas 88%), sangat praktis (observasi keterlaksanaan pembelajaran 100% dan respon positif siswa 98%), serta sangat efektif (nilai N- Gain yakni 0,83 tergolong kategori tinggi dan ketercapaian indikator literasi sains meningkat dari 52% pada pre-test menjadi 92% pada post-test). Dengan demikian, media flashcard berbasis discovery learning pada materi Ekosistem dinyatakan layak digunakan dalam proses pembelajaran serta efektif dalam meningkatkan literasi sains siswa. Kata Kunci: Literasi Sains, Flashcard, Ekosistem, Discovery Learning. Scientific literacy is one of the higher-order thinking skills that needs to be developed in 21st-century scientific literacy skills, including in the Ecosystem topic. Flashcards are a type of visual learning media develop discovery learning-based flashcards focusing on the Ecosystem topic to enhance scientific literacy, particularly for tenth-grade students, by ensuring that the product is valid, practical, and effective. The 4D model was selected for the flashcard development and the product was evaluated in terms of validity, practicality, and effectiveness. Validity was obtained through expert judgment, practicality was measured through classroom implementation observations and student responses, while effectiveness was determined based on test results and the achievement of scientific literacy indicators. Data were analyzed using descriptive quantitative methods. The developed flashcards were considered highly feasible (validity score of 88%), very practical (100% implementation observation and 98% positive student responses), and highly effective (N-Gain score of 0.83 categorized as high, and scientific literacy indicator achievement increased from 52% in the pre-test to 92% in the post-test). Thus, the discovery learning-based flashcard media on Ecosystem material is declared suitable for use in the learning process and effective in improving students' scientific literacy. Keywords: Scientific Literacy, Flashcards, Ecosystem, Discovery Learning.
Pengembangan Buku Saku Interaktif Berbasis Problem Based Learning Berbantuan Augmented Reality pada Materi Sistem Pencernaan Manusia untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa anggun ekawati; Raharjo
Berkala Ilmiah Pendidikan Biologi (BioEdu) Vol. 15 No. 3 (2026)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/bioedu.v15n3.p684-695

Abstract

Pembelajaran Biologi pada Kurikulum Merdeka menekankan pendekatan deep learning untuk membentuk dimensi profil lulusan, khususnya penalaran kritis, yang selaras dengan tuntutan keterampilan abad ke-21 meliputi critical thinking, communication, collaboration, dan creativity. Namun, bahan ajar di sekolah masih terbatas dan belum optimal mendukung pembelajaran berbasis masalah serta pemanfaatan teknologi pembelajaran interaktif, khususnya pada materi Sistem Pencernaan Manusia. Penelitian ini memiliki tujuan merancang serta menilai kelayakan buku saku interaktif berbasis Problem Based Learning yang dilengkapi dengan Augmented Reality guna meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas XI SMA. Penelitian menggunakan model pengembangan 4D dengan uji coba skala terbatas dilakukan pada 25 siswa kelas XI di SMA Negeri 7 Surabaya. Instrumen meliputi validasi ahli, angket respon siswa, observasi keterlaksanaan pembelajaran, uji keterbacaan grafik Fry, serta soal pretest dan posttest. Hasil menunjukkan tingkat validitas sangat valid dengan nilai 98.38%, kepraktisan sangat praktis berdasarkan respon siswa mendapatkan nilai 98.4% dan keterlaksanaan pembelajaran mendapatkan nilai 97.47%, serta keterbacaan yang sesuai dengan tingkat kelas XI. Keefektifan ditunjukkan oleh peningkatan nilai rata-rata dari 54 menjadi 93.2 dengan nilai N-gain sebesar 0,8 yang termasuk dalam kategori tinggi serta tingkat ketuntasan belajar mencapai 100%, dan peningkatan ketercapaian indikator berpikir kritis dari 52% cukup tuntas menjadi 94.33% sangat tuntas. Dengan demikian, buku saku interaktif dinyatakan layak, praktis, dan efektif sebagai media pembelajaran Biologi untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Kata Kunci: buku saku, PBL, pembelajaran abad-21, berpikir kritis. Biology learning in the Independent Curriculum emphasizes a deep learning approach to shape graduate profile dimensions, particularly critical reasoning, which aligns with the demands of 21st-century skills including critical thinking, communication, collaboration, and creativity. However, teaching materials in schools are still limited and do not optimally support problem-based learning and the use of interactive learning technology, especially in the Human Digestive System material. This study aims to design and assess the feasibility of an interactive pocketbook based on Problem Based Learning equipped with Augmented Reality to improve the critical thinking skills of 11th-grade high school students. The study used a 4D development model with a limited-scale trial conducted on 25 11th-grade students at SMA Negeri 7 Surabaya. Instruments included expert validation, student response questionnaires, learning implementation observations, Fry graph readability tests, and pretest and posttest questions. The results showed a very valid level of validity with a value of 98.38%, very practicality based on student responses obtained a value of 98.4% and learning implementation obtained a value of 97.47%, as well as readability appropriate for the 11th-grade level. Effectiveness is demonstrated by an increase in the average score from 54 to 93.2, with an N-gain of 0.8, which is considered high. The learning completion rate reached 100%. The critical thinking indicator achievement increased from 52% (quite complete) to 94.33% (very complete). Therefore, the interactive pocketbook is deemed feasible, practical, and effective as a Biology learning medium to enhance students' critical thinking skills. Keywords: pocket books, PBL, 21st-century learning, critical thinking.
Analisis Miskonsepsi Dengan Metode Certainty of Response Index (CRI) dan Pengaruhnya Terhadap Hasil Belajar Menggunakan Metode Pembelajaran Mind Mapping Pada Materi Transportasi Tumbuhan di SMAN 9 Surabaya Nur Faizah; Raharjo
Berkala Ilmiah Pendidikan Biologi (BioEdu) Vol. 15 No. 3 (2026)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/bioedu.v15n3.p852-860

Abstract

Miskonsepsi menjadi salah satu tantangan utama memengaruhi kualitas proses pembelajaran Biologi diSMAN 9 Surabaya, terutama pada materi transportasi tumbuhan. Riset ini bermaksud guna menganalisistingkat miskonsepsi pelajar menggunakan pendekatan Certainty of Response Index (CRI) sertamemahami dampak penerapan pendekatan pembelajaran mind mapping kepada penurunan miskonsepsiserta peningkatan hasil belajar. Pendekatan yang dimanfaatkan yaitu quasi experimental design dengankelompok kontrol dan eksperimen. Instrumen riset berupa tes diagnostik berbasis CRI, angket faktorpenyebab miskonsepsi, dan tes hasil belajar kognitif. Data dianalisis memanfaatkan pengujian validitas,reliabilitas, statistik deskriptif, uji normalitas, homogenitas, uji beda, serta uji hipotesis korelasi. Capaianriset menyatakan mayoritas siswa berada pada kategori miskonsepsi "Not Sure" (84,9%) pada pretest.Faktor dominan penyebab miskonsepsi adalah buku teks yang terlalu kompleks (37,8%). Penerapan mindmapping berpengaruh negatif dan signifikan terhadap miskonsepsi (Pearson correlation -0,441; sig.0,008) dan berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar (Pearson correlation 0,491; sig.0,003). Metode mind mapping efektif menurunkan miskonsepsi dan mengembangkan capaian belajarsiswa dengan effect size 2,038 (very large).
Kontribusi Lembar Kerja Peserta Didik Elektronik (E-LKPD) melalui Model Problem Based Learning (PBL) untuk Melatih Keterampilan Berpikir Kritis Peserta Didik Kelas Xl SMA pada Materi Sistem Gerak Manusia Desinta Reninda Rokib; Raharjo; Erlix Rakhmad Purnama
Berkala Ilmiah Pendidikan Biologi (BioEdu) Vol. 15 No. 3 (2026)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/bioedu.v15n3.p832-841

Abstract

Penelitian ini dirancang guna menganalisis kontribusi Lembar Kerja Peserta Didik Elektronik (E-LKPD) diintegrasikan dengan pendekatan Problem Based Learning (PBL) guna melatihkan keterampilan berpikir kritis siswa kelas XI SMA, khususnya pada topik Sistem Gerak Manusia. Penilaian terhadap E-LKPD mencakup tiga dimensi utama ialah validitas, kemudahan (kepraktisan), serta efektivitas. Aspek validitas dievaluasi melalui kualitas penyajian materi, kelengkapan isi, serta ketepatan penggunaan bahasa. Dimensi kepraktisan ditinjau dari tingkat keterlaksanaan proses pembelajaran serta tanggapan siswa. Dimensi efektivitas diukur berdasarkan peningkatan prestasi belajar melalui instrumen pretest dan post-test. Penelitian ini menerapkan model pengembangan 4-D yang mencakup empat fase yakni pendefinisian, perancangan, pengembangan, serta penyebaran. Partisipan penelitian terdiri atas 20 siswa dari kelas XI-1 SMA Negeri 2 Sidoarjo. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa E-LKPD melalui pendekatan PBL memberikan kontribusi terhadap keterampilan berpikir kritis siswa. E-LKPD tersebut termasuk kategori sangat valid dengan perolehan skor 98,93%, sangat praktis ditinjau dari aspek keterlaksanaan pembelajaran mencapai 100% serta respon siswa mencapai 98,70%, efektif dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis dengan nilai N-Gain sebesar 0,80 termasuk kategori tinggi serta keseluruhan siswa mencapai standar ketuntasan. Dengan demikian, implementasi E-LKPD berbasis PBL terbukti secara empiris dan teoritis memberikan dampak positif serta signifikan dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa kelas XI SMA topik Sistem Gerak Manusia.
Desain E-LKPD Interaktif Berbasis Problem Based Learning melalui Pembelajaran Mendalam untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa SMA pada Materi Sistem Ekskresi Friska Agustina Kusuma Putri; Raharjo
Berkala Ilmiah Pendidikan Biologi (BioEdu) Vol. 15 No. 3 (2026)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/bioedu.v15n3.p819-831

Abstract

Pembelajaran Biologi dalam kurikulum yang mengintegrasikan pendekatan Pembelajaran Mendalam menekankan penguatan penalaran kritis yang selaras dengan tuntutan keterampilan abad ke-21. Namun, bahan ajar di sekolah masih didominasi LKPD konvensional dan belum secara sistematis melatihkan indikator kemampuan berpikir kritis dalam topik Sistem Ekskresi yang abstrak dan kompleks. Fokus utama penelitian ini adalah mendesain dan menguji kelayakan E-LKPD interaktif berbasis Problem Based Learning (PBL) melalui Pembelajaran Mendalam untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa kelas XI SMA. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah model pengembangan 4D yang dibatasi hingga tahap develop dengan uji coba terbatas pada siswa kelas XI SMAN 7 Surabaya. Data dikumpulkan melalui instrumen yang meliputi lembar uji validitas dari ahli, lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, lembar angket respons siswa, dan tes pretest serta posttest berbasis indikator berpikir kritis. Hasil menunjukkan E-LKPD memperoleh validitas 95,6% (sangat valid), kepraktisan sangat praktis dengan keterlaksanaan 96,7% dan respons siswa 99,22%, serta peningkatan skor rata-rata dari 48,83% menjadi 90,67% dengan skor N-Gain 0,81 yang termasuk ke dalam kategori tinggi. Sehingga dapat disimpulkan bahwa E-LKPD interaktif berbasis PBL melalui Pembelajaran Mendalam terbukti memenuhi kriteria kevalidan, kepraktisan, serta keefektifan dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis pada materi Sistem Ekskresi.