Yusfa Lestari
Universitas Sulawesi Barat

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISIS MISKONSEPSI MAHASISWA DALAM MEMECAHKAN MASALAH DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF Adi Herdiansyah; Yusfa Lestari
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol. 17 No. 2: Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/1sz97459

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan miskonsepsi mahasiswa S1 Pendidikan Matematika di universitas yang berada di Malang ditinjau dari gaya kognitif intuitif dan sistematis. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data penelitian ini dilakukan melalui pemberian tes Cognitive-Style Inventory (CSI), tes pemecahan masalah, wawancara dan dokumentasi. Analisis data miskonsepsi mahasiswa dilakukan dalam beberapa tahap yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa dengan gaya kognitif sistematis tidak mengalami miskonsepsi ketika memecahkan masalah. Mahasiswa menggunakan langkah-langkah secara sistematis ketika mencari solusi dari permasalahan, mulai dari menganalisis atau memahami masalah, merencanakan, melaksanakan rencana dan menafsirkan kembali. Mahasiswa dengan gaya kognitif intuitif masih banyak mengalami miskonsepsi dalam memecahkan masalah. Individu degan gaya kognitif intuitif juga menggunakan langkah-langkah tertentu dalam mencari solusi suatu pemasalahan, namun cenderung tidak runtut. Harapannya dalam pembelajaran matematika, pengajar dapat menekankan pembelajaran yang dapat membantu mahasiswa untuk memahami konsep seperti mengajarkan dengan menunjukkan bagaimana kegunaan matematika dalam kehidupan sehari-hari atau bidang lain.
Kemampuan Literasi Matematika Siswa dalam Menyelesaikan Soal Matematika Tipe HOTS Berdasarkan Gender Sri Rahayu; Aprisal Aprisal; Fauziah Hakim; Yusfa Lestari
Mandalika Mathematics and Educations Journal Vol 7 No 4 (2025): Desember
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jm.v7i4.10190

Abstract

Mathematical literacy is a fundamental cognitive competency that enables students to analyze mathematical situations and communicate their reasoning effectively. Although numerous studies have investigated mathematical literacy, research that specifically examines students’ performance on HOTS-type mathematical tasks from a gender perspective remains scarce. This study aims to describe students’ mathematical literacy skills in solving HOTS problems based on gender differences. Employing a descriptive qualitative design, the study involved 35 students from class XII IPA 1, consisting of 7 males and 28 females. Data were collected through tests and semi-structured interviews, then analyzed using data reduction, data display, and conclusion drawing techniques. The findings indicate that in analyzing-type HOTS items (C4), male students generally met only the communication indicator, with one male student demonstrating mastery of all indicators. Conversely, female students consistently fulfilled all mathematical literacy indicators. A similar pattern emerged in evaluating-type HOTS items (C5), where most male students achieved only the communication indicator, while female students met all indicators. In creating-type HOTS items (C6), both male and female students demonstrated achievement solely on the communication indicator.
Edukasi Perencanaan Karier dan Pemilihan Jurusan melalui Jalur SNBP dan SNBT Wahyuni Adam; A. Mutmainnah Taslim; Yusfa Lestari; Nurqadriyanti Hasanuddin; Nurfadilah Nadjib
SOCIETY: Jurnal Pengabdian Kepada Madyarakat Vol. 1 No. 3 (2026): Peningkatan Kreatifitas
Publisher : CV. Intake Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.68195/society.v1i3.23

Abstract

Abstract: standardized interest and aptitude assessment using the Holland occupational themes framework, and reflective group discussion. Effectiveness was measured through a one-group pretest-posttest design analyzed with the Wilcoxon signed-rank test and normalized gain score. Results showed a highly significant knowledge increase, with average scores rising from 44.70 to 79.38, producing a normalized gain score of 0.614 in the medium-to-high category. A total of 82.2 percent of participants aligned their study program choices with their dominant interest profile, the average satisfaction score reached 4.35 out of 5.00, and 91.1 percent of participants were actively engaged. The activity concludes that a structured one-day career education intervention can significantly improve students’ readiness for the university selection process and promote more informed, self-directed decision-making. Abstrak: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan perencanaan karier dan kemampuan memilih program studi siswa kelas dua belas di sebuah sekolah menengah atas negeri di Polewali Mandar, Sulawesi Barat, melalui edukasi tentang jalur seleksi penerimaan mahasiswa baru berbasis prestasi dan berbasis tes. Kegiatan dilaksanakan dalam satu sesi penuh sehari dengan melibatkan 45 siswa yang dipilih melalui pengambilan sampel bertujuan. Metode yang digunakan mencakup sosialisasi terstruktur, asesmen minat dan bakat terstandar menggunakan kerangka tema pekerjaan Holland, serta diskusi kelompok reflektif. Keberhasilan diukur menggunakan desain uji satu kelompok sebelum dan sesudah intervensi yang dianalisis dengan uji peringkat bertanda Wilcoxon dan perhitungan skor gain ternormalisasi. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan yang sangat signifikan, dengan rata-rata skor naik dari 44,70 sebelum kegiatan menjadi 79,38 sesudahnya, menghasilkan skor gain ternormalisasi sebesar 0,614 yang termasuk kategori sedang hingga tinggi. Sebanyak 82,2 persen peserta berhasil menyelaraskan pilihan program studi tentatif mereka dengan profil minat dominannya. Rata-rata kepuasan peserta mencapai 4,35 dari skala 5,00, dan 91,1 persen peserta terlibat aktif sepanjang sesi berlangsung. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa intervensi edukasi karier terstruktur yang dilaksanakan dalam satu hari mampu meningkatkan kesiapan siswa dalam menghadapi proses seleksi perguruan tinggi dan mendorong pengambilan keputusan yang lebih terinformasi dan mandiri.