Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

PERANCANGAN ULANG DAN OPTIMALISASI INFRASTRUKTUR JARINGAN KOMPUTER MENGGUNAKAN METODE NDLC DI MAN 5 TASIKMALAYA Ardi Al ansori; Ghani Rizki Ferrari; Helmy Dzulfikar
Journal of Information System, Informatics and Computing Vol 10 No 1 (2026): JISICOM (June 2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Jayakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52362/jisicom.v10i1.2400

Abstract

This study redesigns the network infrastructure of MAN 5 Tasikmalaya using the NDLC method to resolve traffic congestion during peak exam hours caused by the use of HUBs in 12-15 classrooms. The primary issue of collision domains was confirmed through Wireshark analysis, which identified packet retransmissions, and nPerf testing, which showed a low browsing score of 56.43% despite a 129.21 Mbps capacity. To address this, the architecture was upgraded to an Extended Star topology by replacing HUBs with Managed Switches and implementing bandwidth management via MikroTik (Simple Queue and hotspot cookies). Validation through Cisco Packet Tracer confirmed successful connectivity across all segments, concluding that eliminating collision domains and optimizing traffic significantly improves network stability and quality of service.
Evaluasi Infrastruktur WLAN dan Redesain Jaringan Lokal Menggunakan Metode PPDIOO untuk Optimalisasi Perangkat Jaringan Lokal (Studi Kasus: Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Ciamis) Fadlilahadian; Hifzhan Abdillah Rojabi -; Helmy Dzulfikar
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 2 (2026): EduTIK : April 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67142/edutik.v6i2.346

Abstract

Efisiensi infrastruktur jaringan nirkabel menjadi aspek penting dalam mendukung operasional instansi pemerintahan di era transformasi digital. Namun, kondisi jaringan WLAN di Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Ciamis masih mengalami permasalahan berupa over-provisioning perangkat dan Co-Channel Interference (CCI) akibat penempatan Access Point (AP) yang tidak optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi jaringan yang ada serta merancang ulang infrastruktur WLAN agar lebih efisien dan optimal. Metode yang digunakan adalah PPDIOO (Prepare, Plan, Design, Implement, Operate, Optimize), dengan batasan hingga tahap Design. Proses penelitian diawali dengan analisis kondisi jaringan eksisting, dilanjutkan dengan perencanaan arsitektur berbasis controller-based WLAN, serta perancangan topologi jaringan yang terpusat menggunakan Wireless LAN Controller (WLC). Rancangan kemudian divalidasi melalui simulasi menggunakan Cisco Packet Tracer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain jaringan yang diusulkan mampu mengurangi jumlah perangkat, meminimalisasi interferensi sinyal, serta meningkatkan stabilitas koneksi antar perangkat. Dengan demikian, redesain jaringan yang diusulkan dapat menjadi solusi untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan jaringan WLAN. The efficiency of wireless network infrastructure is an important aspect in supporting the operations of government agencies in the era of digital transformation. However, the condition of the WLAN network at the Communication and Informatics Office of Ciamis Regency still experiences problems in the form of device over-provisioning and Co-Channel Interference (CCI) due to suboptimal placement of Access Points (APs). This study aims to evaluate the condition of the existing network and redesign the WLAN infrastructure to be more efficient and optimal. The method used is PPDIOO (Prepare, Plan, Design, Implement, Operate, Optimize), with limitations up to the Design stage. The research process begins with an analysis of the existing network condition, followed by planning a controller-based WLAN architecture, and designing a centralized network topology using a Wireless LAN Controller (WLC). The design is then validated through simulations using Cisco Packet Tracer. The results of the study show that the proposed network design is able to reduce the number of devices, minimize signal interference, and increase the stability of connections between devices. Thus, the proposed network redesign can be a solution to improve the efficiency and quality of WLAN network services.  
Pengembangan Jaringan Lokal SMAN 2 Singaparna Menggunakan Metode Network Development Life Cycle dan Manajemen Bandwidth Febri Gumelar; Delisa Jahro; Helmy Dzulfikar
Jurnal Nasional Komputasi dan Teknologi Informasi Vol. 9 No. 3 (2026): Juni, 2026
Publisher : Program Studi Teknik Komputer, Fakultas Teknik. Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/qfdn9f43

Abstract

Abstrak - Pelaksanaan Ujian Berbasis Komputer (Computer Based Test/CBT) di SMAN 2 Singaparna mengalami kendala berupa penumpukan lalu lintas data (delay tinggi) dan ketidakefisienan operasional akibat prosedur bongkar-pasang router secara fisik untuk mengisolasi jaringan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan mengembangkan infrastruktur jaringan lokal sekolah yang lebih permanen, aman, dan stabil. Metode penelitian yang digunakan adalah Network Development Life Cycle (NDLC) yang meliputi tahap analisis, perancangan, hingga protoype. Perancangan segmentasi logik menggunakan Virtual Local Area Network (VLAN) disimulasikan melalui Cisco Packet Tracer, sementara manajemen lalu lintas data dikonfigurasi pada perangkat router MikroTik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi VLAN berhasil memisahkan broadcast domain antara siswa dan fasilitas guru. Selain itu, penerapan Simple Queue dan Firewall Filter Rules pada MikroTik mampu menjamin ketersediaan bandwidth ujian dan memblokir akses internet umum bagi siswa, sambil tetap mempertahankan koneksi lokal ke Server CBT. Pengembangan ini terbukti mampu mengeliminasi rutinitas isolasi fisik perangkat, meningkatkan proyeksi Quality of Service (QoS), serta menciptakan arsitektur jaringan yang efisien. Kata kunci : CBT; Firewall; Manajemen Bandwidth; NDLC; VLAN;   Abstract - The implementation of the Computer-Based Test (CBT) at SMAN 2 Singaparna encountered challenges such as data traffic congestion (high delay) and operational inefficiency due to the physical plugging and unplugging of routers to isolate the student network. This study aims to evaluate and develop a more permanent, secure, and stable local network infrastructure. The research methodology utilized is the Network Development Life Cycle (NDLC), covering the analysis, design, and prototyping phases. Logical segmentation using Virtual Local Area Network (VLAN) was simulated via Cisco Packet Tracer, while data traffic management was configured on a MikroTik Router. The results indicate that VLAN implementation successfully separated the broadcast domains between students and teachers. Furthermore, the application of Simple Queue and Firewall Filter Rules on MikroTik ensured bandwidth availability for exams and blocked general internet access for students, while maintaining local connections to the CBT Server. This development is proven to eliminate the routine of physical device isolation, improve the projected Quality of Service (QoS), and create an efficient network architecture Keywords: Bandwidth Management; CBT; Firewall; NDLC; VLAN;
Analisis Quality of Service dan Manajemen Bandwidth pada Jaringan Wi-Fi Madrasah Aliyah Negeri 2 Ciamis Rafli Deas Eka Putra; Syahrul Rifat Firdaus; Helmy Dzulfikar
Jurnal Nasional Komputasi dan Teknologi Informasi Vol. 9 No. 3 (2026): Juni, 2026
Publisher : Program Studi Teknik Komputer, Fakultas Teknik. Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/qdnxbt57

Abstract

Abstrak - Akses internet yang stabil telah menjadi tulang punggung yang sangat penting bagi operasional pendidikan modern. Di MAN 2 Ciamis, infrastruktur Wi-Fi 100 Mbps sering mengalami ketidakstabilan yang signifikan selama jam-jam puncak penggunaan (jam sibuk). Penelitian ini mengevaluasi kondisi jaringan eksisting dan mengusulkan pendekatan struktural untuk memastikan distribusi bandwidth yang adil. Mengikuti kerangka kerja Network Development Life Cycle (NDLC), studi ini berfokus pada tahap analisis dan desain. Data primer diperoleh melalui observasi dan perekaman lalu lintas jaringan menggunakan perangkat lunak Wireshark di tiga titik lokasi utama. Metrik kinerja dievaluasi melalui kriteria Quality of Service (QoS) yaitu throughput, delay, jitter, dan packet loss berdasarkan standar TIPHON. Hasil analisis menunjukkan bahwa meskipun delay (3,86 - 15,58 ms), jitter (< 0,01 ms), dan packet loss (0,009% - 0,33%) berada dalam rentang Sangat Bagus, throughput jatuh secara signifikan di bawah 1 Mbps akibat dominasi pengguna tertentu. Sebagai dampaknya, penelitian ini menghasilkan usulan desain manajemen lalu lintas data yang menggabungkan Hierarchical Token Bucket (HTB) untuk prioritas jalur dan Per Connection Queue (PCQ) guna menerapkan batas adil 2 Mbps per siswa. Implementasi rancangan ini diproyeksikan mampu menghilangkan monopoli bandwidth, sehingga menyediakan lingkungan jaringan yang andal dan merata untuk mendukung kegiatan akademik secara efektif. Kata kunci : Manajemen Bandwidth; Wi-Fi; QoS; NDLC; HTB;   Abstract - Stable internet access has become a highly critical backbone for modern educational operations. At MAN 2 Ciamis, the 100 Mbps Wi-Fi infrastructure frequently experiences significant instability during peak usage hours. This research evaluates the existing network conditions and proposes a structural approach to ensure fair bandwidth distribution. Following the Network Development Life Cycle (NDLC) framework, this study focuses on the analysis and design stages. Primary data was obtained through observation and network traffic recording using Wireshark software at three main location points. Performance metrics were evaluated using Quality of Service (QoS) criteria, namely throughput, delay, jitter, and packet loss, based on TIPHON standards. The analysis results show that although delay (3.86 - 15.58 ms), jitter (< 0.01 ms), and packet loss (0.009% - 0.33%) are in the Excellent range, throughput drops significantly below 1 Mbps due to bandwidth dominance by specific users. As a result, this research produces a proposed data traffic management design combining Hierarchical Token Bucket (HTB) for route prioritization and Per Connection Queue (PCQ) to enforce a fair limit of 2 Mbps per student. The implementation of this design is projected to eliminate bandwidth monopoly, thereby providing a reliable and equitable network environment to effectively support academic activities. Keywords: Bandwidth Management; Wi-Fi; QoS; NDLC; HTB;
Rancang Bangun Manajemen Jaringan Komputer Berbasis VLAN dan Quality of Service Menggunakan Metode HTB pada SMAN 11 Tasikmalaya Muhammad Nur Robbany; Amman Abdullah Rosyid; Helmy Dzulfikar
Jurnal Nasional Komputasi dan Teknologi Informasi Vol. 9 No. 3 (2026): Juni, 2026
Publisher : Program Studi Teknik Komputer, Fakultas Teknik. Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/abcwm554

Abstract

Abstrak - SMAN 11 Tasikmalaya masih menggunakan jaringan Wi-Fi dasar tanpa segmentasi pengguna dan tanpa pengaturan bandwidth yang terstruktur. Kondisi aktual yang ditemukan adalah koneksi Wi-Fi ruang guru terasa lambat, access point ruang BK belum memperoleh akses internet, serta belum tersedia pemisahan akses untuk siswa, guru, kepala sekolah, staf, dan tamu. Penelitian ini bertujuan merancang segmentasi akses dan manajemen bandwidth jaringan sekolah berbasis Virtual Local Area Network (VLAN) dan Quality of Service (QoS) menggunakan metode Hierarchical Token Bucket (HTB). Metode penelitian menggunakan Network Development Life Cycle (NDLC), meliputi analisis kebutuhan, perancangan, simulasi, pengujian, evaluasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian berupa blueprint topologi jaringan, pembagian VLAN, skema IP, dan rancangan queue tree HTB yang divalidasi melalui simulasi GNS3. Pengujian menunjukkan setiap VLAN dapat terhubung ke gateway dan jaringan luar simulasi, sedangkan validasi HTB menunjukkan alokasi bandwidth dan prioritas pengguna telah diterapkan sesuai rancangan. Rancangan ini menjadi dasar implementasi jaringan sekolah yang lebih terstruktur, terkontrol, dan sesuai kebutuhan operasional pembelajaran maupun administrasi. Kata kunci : VLAN; QoS; HTB; Manajemen Jaringan; Sekolah;   Abstract - SMAN 11 Tasikmalaya still uses a basic Wi-Fi network without user segmentation and structured bandwidth control. The actual conditions identified include slow Wi-Fi access in the teachers room, an access point in the counseling room that is not yet connected to the internet, and the absence of access separation for students, teachers, the principal, staff, and guests. This study aims to design school network access segmentation and bandwidth management based on Virtual Local Area Network (VLAN) and Quality of Service (QoS) using the Hierarchical Token Bucket (HTB) method. The research method follows the Network Development Life Cycle (NDLC), consisting of needs analysis, design, simulation, testing, evaluation, and documentation. The results include a network topology blueprint, VLAN segmentation, IP addressing scheme, and HTB queue tree design validated through GNS3 simulation. The testing results show that each VLAN can reach its gateway and the external simulated network, while HTB validation shows that bandwidth allocation and user priority have been applied according to the design. This design can be used as a basis for implementing a more structured, controlled, and operationally suitable school network. Keywords: VLAN; QoS; HTB; Network Management; School;
Evaluasi Performa Jaringan Wireless Berdasarkan Parameter Quality of Services dan Persebaran Sinyal Wi-Fi di SMAN 8 Tasikmalaya Menggunakan Wireshark Muhammad Hiraki Aufa Islamapasha; Imam Budiansyah; Helmy Dzulfikar
Jurnal Nasional Komputasi dan Teknologi Informasi Vol. 9 No. 3 (2026): Juni, 2026
Publisher : Program Studi Teknik Komputer, Fakultas Teknik. Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/5jbsbh91

Abstract

Pemanfaatan jaringan internet telah menjadi elemen krusial dalam mendukung aktivitas akademik dan administratif di SMAN 8 Tasikmalaya. Namun, pembatasan jumlah access point dan fluktuasi sinyal ISP di kawasan tersebut berpotensi menghambat kelancaran operasional sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja jaringan wireless menggunakan parameter Quality of Service (QoS) yang meliputi throughput, packet loss, delay, dan jitter berdasarkan standar TIPHON. Metode penelitian yang digunakan adalah action research dengan tahapan diagnosing, action planning, action taking, evaluating, dan learning. Pengambilan data dilakukan menggunakan aplikasi Wireshark di tiga lokasi utama, yaitu Lab TIK, Ruang Tata Usaha (TU), dan Lab Bahasa. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa parameter packet loss, delay, dan jitter di seluruh lokasi berada pada kategori "Sangat Baik". Namun, pada parameter throughput, ditemukan ketidakmerataan distribusi sinyal di mana Lab Bahasa hanya memperoleh nilai 398 Kbps (kategori "Buruk"), sementara Lab TIK (7.481 Kbps) dan Ruang TU (3.255 Kbps) masuk kategori "Sangat Baik". Temuan ini mengindikasikan adanya area dengan jangkauan sinyal yang lemah. Penelitian ini merekomendasikan penambahan atau penataan ulang titik akses, khususnya di area Lab Bahasa, guna mengoptimalkan layanan jaringan secara menyeluruh.
Optimalisasi Jaringan Nirkabel Melalui Integrasi Portal Autentikasi dan Manajemen Bandwidth Berbasis Mikrotik pada SMAN 1 Manonjaya Qori Naza Abdillah; Rifza Hamdalah Putra; Helmy Dzulfikar
Jurnal Nasional Komputasi dan Teknologi Informasi Vol. 9 No. 3 (2026): Juni, 2026
Publisher : Program Studi Teknik Komputer, Fakultas Teknik. Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/1mtj0t94

Abstract

Abstrak - Perkembangan teknologi jaringan menuntut institusi pendidikan untuk memiliki infrastruktur Wireless Local Area Network (WLAN) yang optimal guna mendukung pembelajaran berbasis digital. SMAN 1 Manonjaya masih menghadapi berbagai permasalahan jaringan, seperti adanya blank spot, ketidakstabilan koneksi, serta ketimpangan distribusi bandwidth. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan infrastruktur jaringan melalui integrasi captive portal dan manajemen bandwidth berbasis Mikrotik. Metode yang digunakan adalah Network Development Life Cycle (NDLC) yang meliputi tahapan analisis, desain, simulasi, implementasi, monitoring, dan manajemen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) penerapan captive portal mampu meningkatkan keamanan akses pengguna; (2) manajemen bandwidth menggunakan Simple Queue dan Per Connection Queue (PCQ) berhasil mendistribusikan bandwidth secara merata; dan (3) terjadi peningkatan signifikan pada parameter QoS, yaitu throughput WLAN guru meningkat dari 9,13 Mbps menjadi 78,5 Mbps, delay berkurang dari 342 ms menjadi 18 ms, serta packet loss turun dari 4% menjadi 0%. Dengan demikian, sistem yang dirancang mampu meningkatkan performa jaringan serta mendukung kegiatan pembelajaran secara lebih efektif. Kata kunci: WLAN; Mikrotik; Captive Portal; Manajemen Bandwidth; QoS;   Abstract - The development of network technology requires educational institutions to provide optimal Wireless Local Area Network (WLAN) infrastructure to support digital learning activities. SMAN 1 Manonjaya still faces several network issues, including blank spots, unstable connections, and uneven bandwidth distribution. This study aims to optimize network infrastructure through the integration of a captive portal and bandwidth management based on Mikrotik. The method used is the Network Development Life Cycle (NDLC), which includes analysis, design, simulation, implementation, monitoring, and management stages. The results indicate that: (1) the implementation of a captive portal significantly improves user access security; (2) bandwidth management using Simple Queue and Per Connection Queue (PCQ) effectively distributes bandwidth evenly; and (3) QoS parameters improved significantly, with teacher WLAN throughput increasing from 9.13 Mbps to 78.5 Mbps, delay reduced from 342 ms to 18 ms, and packet loss decreased from 4% to 0%. Therefore, the proposed system enhances network performance and supports learning activities more effectively. Keywords: WLAN; Mikrotik RouterOS; Captive Portal; Bandwidth Management; Quality of Service (QoS);
Evaluasi Kinerja Jaringan Komputer Menggunakan QoS di Cabang Dinas ESDM Tasikmalaya Fauzan Iffat Chairullah; Syahlaa A’aqilah Effendi; Helmy Dzulfikar
Jurnal Nasional Komputasi dan Teknologi Informasi Vol. 9 No. 3 (2026): Juni, 2026
Publisher : Program Studi Teknik Komputer, Fakultas Teknik. Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/cvzbq181

Abstract

Abstrak - Kualitas jaringan komputer pada instansi pemerintahan memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas administrasi, komunikasi data, dan layanan digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja jaringan komputer pada Cabang Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Wilayah VI Tasikmalaya menggunakan metode Quality of Service (QoS). Parameter yang dianalisis meliputi throughput, delay, jitter, dan packet loss berdasarkan standar TIPHON. Pengambilan data dilakukan menggunakan Wireshark melalui proses packet capture pada empat skenario pengujian, yaitu jaringan LAN pada kondisi trafik tinggi, jaringan LAN pada kondisi trafik rendah, jaringan WiFi pada kondisi trafik tinggi, dan jaringan WiFi pada kondisi trafik rendah. Proses capture dilakukan dalam periode pengamatan singkat dan seragam pada setiap skenario agar hasil pengukuran dapat dibandingkan secara objektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jaringan WiFi memiliki performa lebih baik dibandingkan jaringan LAN, terutama pada parameter throughput dan delay. Nilai throughput tertinggi diperoleh pada jaringan WiFi saat kondisi trafik rendah sebesar 2250,41 Kbps, sedangkan nilai delay tertinggi terjadi pada jaringan LAN saat kondisi trafik tinggi sebesar 52,89 ms. Nilai jitter dan packet loss pada seluruh skenario berada pada kategori sangat baik, sedangkan throughput LAN pada trafik rendah berada pada kategori sedang. Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar evaluasi bagi pengelola jaringan dalam melakukan pemantauan, pengelolaan bandwidth, dan optimalisasi layanan jaringan pada instansi pemerintahan. Kata kunci : Quality of Service; Jaringan Komputer; TIPHON; Wireshark;   Abstract - The quality of computer networks in government institutions plays an important role in supporting administrative activities, data communication, and digital services. This study aims to evaluate the performance of computer networks at the Regional Office of Energy and Mineral Resources (ESDM) Region VI Tasikmalaya using the Quality of Service (QoS) method. The analyzed parameters include throughput, delay, jitter, and packet loss based on the TIPHON standard. Data were collected using Wireshark through packet capture in four testing scenarios, namely LAN under high-traffic conditions, LAN under low-traffic conditions, WiFi under high-traffic conditions, and WiFi under low-traffic conditions. The capture process was conducted within a short and consistent observation period for each scenario to enable objective comparison of the measurement results. The results show that the WiFi network performed better than the LAN network, particularly in throughput and delay parameters. The highest throughput value was obtained on the WiFi network under low-traffic conditions at 2250.41 Kbps, while the highest delay occurred on the LAN network under high-traffic conditions at 52.89 ms. The jitter and packet loss values in all scenarios were categorized as very good, while LAN throughput under low-traffic conditions was categorized as moderate. These findings can serve as an evaluation basis for network administrators in monitoring, managing bandwidth, and optimizing network services in government institutions. Keywords: Quality of Service; Computer Network;  TIPHON; Wireshark;
Analisis dan Evaluasi Jaringan Lokal Menggunakan Metode Network Development Life Cycle pada Laboratorium Komputer MAN 2 Tasikmalaya Maitsa Washfa Syahira; Adinda Adzra Athiyyatsaqib; Helmy Dzulfikar
Jurnal Nasional Komputasi dan Teknologi Informasi Vol. 9 No. 3 (2026): Juni, 2026
Publisher : Program Studi Teknik Komputer, Fakultas Teknik. Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/zmk05g34

Abstract

Abstrak - Transformasi digital di sektor pendidikan menjadikan infrastruktur jaringan elemen kritis dalam mendukung pembelajaran berbasis teknologi. Laboratorium Komputer MAN 2 Tasikmalaya menggunakan LAN kabel topologi star, namun mengalami gangguan file sharing setelah migrasi ke Windows 11, di mana distribusi file materi dari guru ke siswa tidak dapat dilakukan meskipun berbagai solusi telah dicoba. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi performa jaringan, kondisi infrastruktur fisik, dan mengidentifikasi penyebab gangguan file sharing tersebut. Metode yang digunakan adalah Network Development Life Cycle (NDLC) dengan pendekatan kuantitatif deskriptif. Pengujian dilakukan pada 5 komputer client menggunakan ping untuk mengukur delay, packet loss, dan jitter, serta iPerf3 berbasis Docker untuk throughput. Hasil menunjukkan jaringan dalam kategori sangat baik sesuai standar TIPHON dengan delay 0–3 ms, packet loss 0%, dan jitter 0,3–1,6 ms. Pengujian throughput menggunakan Windows 10 sebagai pembanding menghasilkan nilai 89,57–106,85 Mbps, membuktikan infrastruktur jaringan dalam kondisi optimal. Tidak ditemukan kerusakan signifikan pada infrastruktur fisik. Gangguan file sharing disebabkan konfigurasi default Windows 11 yang membatasi protokol SMB, bukan kualitas jaringan. Penelitian ini berkontribusi sebagai referensi evaluasi jaringan LAN berbasis NDLC di lingkungan laboratorium pendidikan, khususnya dalam mengidentifikasi pengaruh konfigurasi sistem operasi terhadap layanan jaringan lokal. Kata kunci : LAN; QoS; throughput; iperf3; Windows 11;   Abstract - Digital transformation in the education sector makes network infrastructure a critical element in supporting technology-based learning. The Computer Laboratory of MAN 2 Tasikmalaya uses a cable-based LAN with a star topology but experienced file sharing disruptions after migration to Windows 11, where distribution of learning materials from teacher to students could not be performed despite various solutions having been attempted. This study aims to evaluate network performance, physical infrastructure conditions, and identify the causes of file sharing disruptions. The method uses the Network Development Life Cycle (NDLC) with a descriptive quantitative approach. Testing was conducted on 5 client computers using ping to measure delay, packet loss, and jitter, and iperf3 based on Docker for throughput measurement. The results show the network is in a very good category according to the TIPHON standard with delay of 0–3 ms, packet loss of 0%, and jitter of 0.3–1.6 ms. Throughput testing using Windows 10 as a comparison yielded values of 89.57–106.85 Mbps, proving the network infrastructure is in optimal condition. No significant damage was found in the physical network infrastructure. File sharing disruption is caused by the default Windows 11 configuration that restricts SMB protocol communication, not network quality. This study contributes as a reference for NDLC-based LAN network evaluation in educational laboratory environments, particularly in identifying the influence of operating system configuration on local network services. Keywords: LAN; QoS; throughput; iperf3; Windows 11;
Evaluasi Jaringan Komputer di MAN 2 Kota Tasikmalaya Menggunakan Metode Quality of Service Sindi Susanti; Adilla Maulida Aripin; Helmy Dzulfikar
Jurnal Nasional Komputasi dan Teknologi Informasi Vol. 9 No. 3 (2026): Juni, 2026
Publisher : Program Studi Teknik Komputer, Fakultas Teknik. Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/5y3dq189

Abstract

Abstrak - Jaringan komputer telah menjadi infrastruktur vital dalam mendukung kegiatan belajar mengajar di era digital. Madrasah Aliyah Negeri 2 Kota Tasikmalaya sebagai salah satu instansi pendidikan telah memanfaatkan teknologi jaringan untuk mendukung kegiatan akademik maupun non-akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas jaringan komputer di MAN 2 Kota Tasikmalaya menggunakan metode Quality of Service (QoS) berdasarkan standar TIPHON. Pengukuran dilakukan pada dua titik akses WiFi (Ruang 2 dan Auditorium) pada tiga periode waktu berbeda (pagi, siang, sore) dengan parameter throughput, delay, jitter, dan packet loss menggunakan aplikasi Wireshark. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada WiFi Ruang 2, packet loss mencapai 100% pada siang dan sore hari, sementara throughput turun hingga 269 kbps (kategori buruk). Pada WiFi Auditorium, throughput pada siang hari turun drastis menjadi 87 kbps (kategori buruk), meskipun packet loss masih dalam kategori baik (0,296%). Secara keseluruhan, indeks QoS berkisar antara 2,5 hingga 3,25 yang termasuk dalam kategori cukup hingga memuaskan. Permasalahan utama yang ditemukan adalah tingginya packet loss dan ketidakstabilan throughput, terutama pada jam sibuk. Penelitian ini merekomendasikan penerapan metode QoS secara berkala, migrasi ke fiber optik, serta peremajaan perangkat jaringan untuk meningkatkan kualitas layanan. Kata kunci :  Evaluasi; Jaringan Komputer; Quality of Service; TIPHON;   Abstract - Computer networks have become a vital infrastructure in supporting teaching and learning activities in the digital era. Madrasah Aliyah Negeri 2 Tasikmalaya City as one of the educational institutions has utilized network technology to support academic and non-academic activities. This study aims to evaluate the quality of the computer network at MAN 2 Tasikmalaya City using the Quality of Service (QoS) method based on the TIPHON standard. Measurements were carried out on two WiFi access points (Room 2 and Auditorium) at three different time periods (morning, afternoon, evening) with throughput, delay, jitter, and packet loss parameters using the Wireshark application. The results showed that on WiFi Room 2, packet loss reached 100% during the day and evening, while throughput dropped to 269 kbps (poor category). On WiFi Auditorium, throughput during the day dropped drastically to 87 kbps (poor category), although packet loss was still in the good category (0.296%). Overall, the QoS index ranged from 2.5 to 3.25 which was included in the sufficient to satisfactory category. The main problems identified were high packet loss and throughput instability, especially during peak hours. This study recommends the regular implementation of QoS methods, migration to fiber optics, and network equipment upgrades to improve service quality. Keywords: Prediction; Evaluation; Computer Network; Quality of Service; TIPHON;