Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Suhu dan Kecepatan Pengadukan Terhadap Efisiensi Adsorpsi Ion Fe(III) Menggunakan Biosorben Biji Durian Hasrul Anwar; Miftahul Djana; Devi Kurnia Sari; Rosalia Dwi Werena; Amril Ma’ruf Siregar
Jurnal Redoks Vol. 11 No. 1 (2026): REDOKS JANUARI - JUNI
Publisher : Universitass PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/4wfmpp54

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu dan kecepatan pengadukan terhadap kapasitas dan efisiensi adsorpsi ion Fe(III) menggunakan biosorben dalam sistem batch. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental laboratorium dengan pendekatan kuantitatif. Variasi suhu yang digunakan adalah 30 °C, 40 °C, 50 °C, dan 60 °C, sedangkan kecepatan pengadukan divariasikan pada 30 rpm, 60 rpm, 90 rpm, dan 120 rpm. Konsentrasi awal larutan Fe(III) sebesar 500 mg/L dengan massa biosorben 1 gram dan volume larutan 0,05 L. Konsentrasi akhir ion logam Fe(III) setelah proses adsorpsi dianalisis secara kuantitatif menggunakan instrumen Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS) untuk menghitung efisiensi dan kapasitas penyerapan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan suhu memberikan pengaruh signifikan terhadap efisiensi adsorpsi, dari 82,92% pada suhu 30 °C menjadi 96,14% pada suhu 60 °C, dengan kapasitas adsorpsi maksimum sebesar 24,03 mg/g. Demikian pula, peningkatan kecepatan pengadukan dari 30 rpm ke 120 rpm meningkatkan efisiensi adsorpsi dari 77,50% menjadi 96,62% dan kapasitas adsorpsi dari 19,38 mg/g menjadi 24,16 mg/g. Suhu tinggi mempercepat difusi ion ke dalam pori biosorben, sedangkan pengadukan yang cepat meningkatkan perpindahan massa melalui pengurangan ketebalan lapisan film. Suhu optimum ditetapkan pada 60 °C dan kecepatan pengadukan optimum pada 120 rpm. Hasil ini menunjukkan pentingnya kontrol suhu dan pengadukan dalam proses adsorpsi untuk meningkatkan efisiensi penyerapan logam Fe(III).  
Pengurangan Limbah Tekstil melalui Edukasi Mode Berkelanjutan dan Program Berbagi Sandang Layak Pakai Mia Erpinda; Suci Wulandari; Nur Faizaturrohmah; Irhamni Irhamni; Yuni Lisafitri; Aulia Annas Mufti; Erlina Kurnianingtyas; Rifka Noor Azizah; Dion Awfa; Devi Kurnia Sari
IKRA-ITH ABDIMAS Vol. 10 No. 1 (2026): IKRAITH-ABDIMAS Vol 10 No 1 Maret 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikra-ithabdimas.v10i1.7174

Abstract

Permasalahan limbah tekstil dan konsumsi pakaian berlebihan merupakan isu lingkungan yang semakin mendapat perhatian karena berkontribusi terhadap peningkatan timbulan sampah serta penggunaan sumber daya alam yang tidak berkelanjutan. Perkembangan tren fesyen yang cepat mendorong masyarakat untuk membeli pakaian secara berulang, sementara pakaian yang masih layak pakai sering kali tidak dimanfaatkan kembali. Rendahnya kesadaran mengenai konsumsi sandang yang bertanggung jawab turut meningkatkan potensi limbah tekstil yang berdampak pada lingkungan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai konsep mode berkelanjutan (sustainable fashion) serta menumbuhkan kepedulian sosial melalui Program Berbagi Sandang Layak Pakai. Kegiatan ini dilakukan dengan pendekatan edukatif dan partisipatif melalui sosialisasi mengenai dampak lingkungan dari limbah tekstil, prinsip mode berkelanjutan, konsumsi pakaian yang bijak, serta praktik penggunaan kembali (reuse) pakaian layak pakai. Selain edukasi, kegiatan ini mencakup pengumpulan, penyortiran, pengemasan, dan penyaluran pakaian layak pakai kepada mahasiswa yang membutuhkan. Kegiatan ini memanfaatkan momentum bulan Ramadhan sebagai sarana untuk memperkuat nilai empati, solidaritas, dan kepedulian sosial. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai pentingnya memperpanjang usia pakai produk pakaian melalui praktik penggunaan kembali dan donasi pakaian yang masih layak pakai. Edukasi ini dapat mendorong partisipasi masyarakat dalam kegiatan sosial sekaligus mengurangi potensi limbah tekstil. Integrasi edukasi mode berkelanjutan dan kegiatan berbagi sandang layak pakai dapat menjadi pendekatan yang efektif dalam menanamkan nilai keberlanjutan serta mendukung implementasi SDG 12 (Responsible Consumption and Production) dan SDG 13 (Climate Action).