Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

STRUKTUR KOMUNITAS KARANG PASCA TSUNAMI DI DESA KUNJIR, KECAMATAN RAJABASA, KABUPATEN LAMPUNG SELATAN, PROVINSI LAMPUNG Anma Hari Kusuma; Amril Ma’ruf Siregar; Helvi Yanfika; Puspita Yuliandari; Muhammad Havis; Lusmeilia Afriani; Rudy Rudy
Jurnal Perikanan Unram Vol 12 No 2 (2022): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v12i2.301

Abstract

Ekosistem terumbu karang yang merupakan salah satu ekosistem wilayah pesisir yang memiliki peranan penting baik dari aspek ekologis maupun ekonomis. Namun karang sangat rentan terhadap kerusakan. Kerusakan tersebut dapat yang disebabkan faktor bencana alam seperti tsunami. Desa Kunjir merupakan salah satu desa terkena dampak dari bencana tsunami. Penelitian ini bertujuan mengukur struktur komunitas ekosistem di Desa Kunjir. Penelitian ini dilakukan dari bulan Juni-Desember 2021 menggunakan metode Line Intercept Transect (LIT). Hasil penilitian menunjukkan tutupan habitat bentik di Desa Kunjir sebagian besar berupa abiotik, dan patahan karang serta hanya sebagian kecil berupa karang hidup. Gelombang tsunami mengakibatkan ekosistem terumbu karang di perairan Desa Kunjir berada dalam kondisi rusak dengan kategori tinggi. Kegiatan rehabilitasi dan rekontruksi terhadap surnberdaya laut dan pesisir sangat dibutuhkan untuk memperbaiki ekosistem perairan dengan melibatkan partisipasi masyarakat setempat dengan pendampingan yang intensif.
SERAPAN DAN STOK KARBON DI VEGETASI MANGROVE PANTAI KETAPANG, DESA BATU MENYAN, KECAMATAN TELUK PANDAN, KABUPATEN PESAWARAN, PROVINSI LAMPUNG Anma Hari Kusuma; Andreas Albertino Hutahaean; Amril Ma’ruf Siregar; Ahmad Riza Faisal; Helvi Yanvika; Ebed Manuel Marpaung
Jurnal Perikanan Unram Vol 13 No 3 (2023): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v13i3.616

Abstract

Pemanasan global merupakan peristiwa terjadinya peningkatan karbon dioksida di bumi namun mangrove memiliki kemampuan besar dalam menyerap karbon. Tujuan penelitian adalah melakukan analisis serapan karbon di vegetasi mangrove Pantai Ketapang, Lampung. Penelitian dilakukan dari Mei-Agustus 2023 di Pantai Ketapang, Provinsi Lampung. Pengukuran karbon tegakan, nekromassa, dan serasah dengan metode non-destructive sedangkan sedimen dengann metode Walkey and Black. Serapan karbon pada tegakan 2,19 kg C/m2-30,75 kg C/m2 dengan stok karbon 25,63 Ton C/Ha-300,97 Ton C/Ha, nekromassa 0,14 kg C/m2- 0,36 kg C/m2 dengan stok karbon 0,001 Ton C/Ha-0,003 Ton C/Ha, serasah  0,005 kg C/m2- 0,010 kg C/m2 dengan stok karbon 0,5 Ton C/Ha-0,10 Ton C/Ha, dan sedimen 22,92 kg C/m2-739,62 kgC/m2 dengan stok karbon 229,2 Ton C/Ha-7396,2 Ton C/Ha. Mangrove Pantai Ketapang mempunyai peran penting dalam menyimpan karbon, sehingga membantu memitigasi kenaikan karbon dioksida di atmosfer.
Pengaruh Suhu dan Kecepatan Pengadukan Terhadap Efisiensi Adsorpsi Ion Fe(III) Menggunakan Biosorben Biji Durian Hasrul Anwar; Miftahul Djana; Devi Kurnia Sari; Rosalia Dwi Werena; Amril Ma’ruf Siregar
Jurnal Redoks Vol. 11 No. 1 (2026): REDOKS JANUARI - JUNI
Publisher : Universitass PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/4wfmpp54

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu dan kecepatan pengadukan terhadap kapasitas dan efisiensi adsorpsi ion Fe(III) menggunakan biosorben dalam sistem batch. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental laboratorium dengan pendekatan kuantitatif. Variasi suhu yang digunakan adalah 30 °C, 40 °C, 50 °C, dan 60 °C, sedangkan kecepatan pengadukan divariasikan pada 30 rpm, 60 rpm, 90 rpm, dan 120 rpm. Konsentrasi awal larutan Fe(III) sebesar 500 mg/L dengan massa biosorben 1 gram dan volume larutan 0,05 L. Konsentrasi akhir ion logam Fe(III) setelah proses adsorpsi dianalisis secara kuantitatif menggunakan instrumen Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS) untuk menghitung efisiensi dan kapasitas penyerapan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan suhu memberikan pengaruh signifikan terhadap efisiensi adsorpsi, dari 82,92% pada suhu 30 °C menjadi 96,14% pada suhu 60 °C, dengan kapasitas adsorpsi maksimum sebesar 24,03 mg/g. Demikian pula, peningkatan kecepatan pengadukan dari 30 rpm ke 120 rpm meningkatkan efisiensi adsorpsi dari 77,50% menjadi 96,62% dan kapasitas adsorpsi dari 19,38 mg/g menjadi 24,16 mg/g. Suhu tinggi mempercepat difusi ion ke dalam pori biosorben, sedangkan pengadukan yang cepat meningkatkan perpindahan massa melalui pengurangan ketebalan lapisan film. Suhu optimum ditetapkan pada 60 °C dan kecepatan pengadukan optimum pada 120 rpm. Hasil ini menunjukkan pentingnya kontrol suhu dan pengadukan dalam proses adsorpsi untuk meningkatkan efisiensi penyerapan logam Fe(III).  
JELANTAH JADI BERKAH: PENGOLAHAN MINYAK JELANTAH MENJADI LILIN AROMATERAPI DI KELURAHAN KUPANG KOTA, BANDAR LAMPUNG Amril Ma’ruf Siregar; Hazrul Anwar; M. Rizky Ismail; Muhammad Husin; Dian Sisca Fradita
BUGUH: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 6 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Badan Pelaksana Kuliah Kerja Nyata Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/buguh.v6n2.3512

Abstract

Permasalahan yang masih banyak ditemukan di Kelurahan Kupang Kota, Bandar Lampung adalah pembuangan limbah rumah tangga secara langsung ke lingkungan. Rendahnya pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan limbah rumah tangga mengakibatkan pencemaran linkungan. Artikel ini bertujuan mendeskripsikan proses pelaksanaan program kerja “Jelantah Jadi Berkah” melalui edukasi dan pelatihan pengolahan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi bernilai ekonomis. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan tahapan observasi, sosialisasi, pelatihan praktik, dan evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat, khususnya ibu rumah tangga mampu memahami bahaya pembuangan minyak jelantah sembarangan serta memperoleh keterampilan baru dalam mengolah limbah menjadi produk kreatif. Program ini juga memberikan peluang pengembangan usaha rumah tangga berbasis ekonomi kreatif dan ramah lingkungan. Dengan demikian, pengolahan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi dapat menjadi alternatif solusi dalam mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus meningkatkan pemberdayaan ekonomi masyarakat.