Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Pengalaman Sensorimotor Masa Kecil terhadap Kemampuan Representasi Visual Geometri Mahasiswa Kartika Eka Pertiwi; Ulfa Nurfitria Ardilla; Ramadhani Dewi Purwanti; Frida Destini; Oktari Pradina Anggi
JGK (Jurnal Guru Kita) Vol. 10 No. 3: Juni 2026
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jgk.v10.i3.74053

Abstract

Representasi visual geometri merupakan kompetensi penting dalam pembelajaran matematika untuk mendukung pemahaman bentuk dan ruang. Namun, banyak mahasiswa calon guru sekolah dasar mengalami kesulitan memahami konsep geometri akibat lemahnya kemampuan spasial mereka. Pengalaman sensorimotor masa kanak-kanak melalui eksplorasi ruang diduga kuat memengaruhi kemampuan ini. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran pengalaman sensorimotor masa kecil terhadap kemampuan representasi visual geometri mahasiswa PGSD Universitas Lampung. Menggunakan pendekatan kualitatif, subjek penelitian terdiri dari 68 mahasiswa PGSD yang telah menempuh mata kuliah geometri. Data dikumpulkan melalui angket terbuka pengalaman sensorimotor dan tes representasi visual geometri, lalu dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar mahasiswa memiliki pengalaman sensorimotor yang beragam. Kemampuan representasi visual geometri mereka cenderung lebih baik pada tugas konkret dibandingkan visual-spasial kompleks. Analisis data menunjukkan adanya pola keterkaitan: mahasiswa dengan pengalaman manipulatif, eksploratif, dan aktivitas fisik yang kaya cenderung memiliki kemampuan representasi visual-spasial yang lebih baik. Temuan ini menegaskan bahwa perkembangan kemampuan geometri tidak hanya dipengaruhi pembelajaran formal, melainkan juga fondasi pengalaman sensorimotor sejak masa kanak-kanak.
Penguatan digital civility dan positive social interaction dalam edukasi anti-bullying di UPTD SD Negeri 5 Metro Utara Dayu Rika Perdana; Deviyanti Pangestu; Siti Nuraini; Miranda Abung; Kartika Eka Pertiwi; Anisa Nur Sabila
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 4 (2026): August (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v%vi%i.40305

Abstract

Abstrak Maraknya fenomena perundungan (bullying) di kalangan peserta didik sekolah dasar, baik yang terjadi secara langsung maupun melalui media digital, menjadi permasalahan serius yang berdampak pada kondisi psikologis, sosial, dan akademik siswa. UPTD SD Negeri 5 Metro Utara sebagai mitra kegiatan ini menghadapi tantangan minimnya pemahaman siswa terhadap etika berinternet (digital civility) serta rendahnya kemampuan interaksi sosial yang positif antarwarga sekolah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menguatkan pemahaman dan keterampilan digital civility serta positive social interaction sebagai upaya pencegahan perilaku bullying di lingkungan sekolah dasar. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Maret hingga Mei 2026 di UPTD SD Negeri 5 Metro Utara, Kota Metro, Lampung, dengan melibatkan 68 siswa kelas IV, V, dan VI, serta 12 guru dan tenaga kependidikan. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, workshop interaktif, praktik bermain peran (role play), dan monitoring berkala. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test serta observasi langsung. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa tentang digital civility sebesar 72%, peningkatan kemampuan positive social interaction sebesar 68%, dan penurunan kasus bullying yang terlaporkan sebesar 55% selama periode evaluasi. Guru juga menunjukkan peningkatan kapasitas dalam mendeteksi dan menangani kasus bullying secara lebih terstruktur. Kegiatan ini berhasil menciptakan ekosistem sekolah yang lebih aman, inklusif, dan ramah anak berbasis penguatan karakter digital. Kata kunci: anti-bullying; digital civility; pengabdian masyarakat; positive social interaction; sekolah dasar Abstract The phenomenon of bullying among elementary school students, both in direct and digital forms, has become a serious problem affecting the psychological, social, and academic well-being of students. UPTD SD Negeri 5 Metro Utara, as the partner of this activity, faces the challenge of limited student understanding of internet ethics (digital civility) and low capacity for positive social interaction among school community members. This community service activity aims to strengthen the understanding and skills related to digital civility and positive social interaction as a preventive measure against bullying behavior in elementary school settings. The activity was conducted from March to May 2026 at UPTD SD Negeri 5 Metro Utara, Metro City, Lampung, involving 68 students from grades IV, V, and VI, as well as 12 teachers and education staff. Implementation methods included socialization, interactive workshops, role-playing activities, and periodic monitoring. Evaluation was conducted through pre-tests and post-tests as well as direct observation. The results showed a 72% increase in students's understanding of digital civility, a 68% improvement in positive social interaction skills, and a 55% decrease in reported bullying cases during the evaluation period. Teachers also demonstrated enhanced capacity in detecting and handling bullying cases more systematically. This activity successfully created a safer, more inclusive, and child-friendly school ecosystem grounded in digital character development. Keywords: anti-bullying; digital civility; community service; positive social interaction; elementary school