Representasi visual geometri merupakan kompetensi penting dalam pembelajaran matematika untuk mendukung pemahaman bentuk dan ruang. Namun, banyak mahasiswa calon guru sekolah dasar mengalami kesulitan memahami konsep geometri akibat lemahnya kemampuan spasial mereka. Pengalaman sensorimotor masa kanak-kanak melalui eksplorasi ruang diduga kuat memengaruhi kemampuan ini. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran pengalaman sensorimotor masa kecil terhadap kemampuan representasi visual geometri mahasiswa PGSD Universitas Lampung. Menggunakan pendekatan kualitatif, subjek penelitian terdiri dari 68 mahasiswa PGSD yang telah menempuh mata kuliah geometri. Data dikumpulkan melalui angket terbuka pengalaman sensorimotor dan tes representasi visual geometri, lalu dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar mahasiswa memiliki pengalaman sensorimotor yang beragam. Kemampuan representasi visual geometri mereka cenderung lebih baik pada tugas konkret dibandingkan visual-spasial kompleks. Analisis data menunjukkan adanya pola keterkaitan: mahasiswa dengan pengalaman manipulatif, eksploratif, dan aktivitas fisik yang kaya cenderung memiliki kemampuan representasi visual-spasial yang lebih baik. Temuan ini menegaskan bahwa perkembangan kemampuan geometri tidak hanya dipengaruhi pembelajaran formal, melainkan juga fondasi pengalaman sensorimotor sejak masa kanak-kanak.