Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Edukasi Penyakit dan Penggunaan Obat Dispepsia pada Lansia Prolanis Rejosari Dawe Kudus Istianatus Sunnah; Muhammad Khudzaifi; Indriati Hapsari; Fadli Akbar Faizin; Sofiana Nur Mardhiyah; Titis Yunita Erditia; Faizal Ardiansyah
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 8 No. 1 (2026): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei 2026
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v8i1.5149

Abstract

Dyspepsia is a digestive tract disorder that almost everyone experiences, but some people still do not understand the symptoms that arise. Therapies used are generally over-the-counter and restricted-prescription drugs. Some drugs for dyspepsia disorders have specific uses such as being taken before meals, chewed. The lack of information on the use of dyspepsia drugs will result in less than optimal dyspepsia recovery. The purpose of this activity is to provide education and evaluate the level of understanding of the Rejosari elderly regarding the disease, use and storage of dyspepsia drugs. The initial stages of the activity include observation, licensing, implementation of activities and evaluation. This Community Service activity was attended by 30 Prolanis Rejosari elderly, who completed a questionnaire about dyspepsia, then delivered material and evaluated understanding of the material with a post-test. The questionnaire results showed that the Community Service activity was dominated by elderly women aged 76.7%, housewives (60%), and the highest education level was elementary school (40%). The level of understanding of dyspepsia among the elderly was good (63.3%), and their understanding of the use and storage of dyspepsia medication was good (93.33%). There was no significant relationship between age, gender, and education levels and understanding of dyspepsia (p>0.05). Education through PPT and poster media can improve knowledge and understanding of dyspepsia (p<0.05).   ABSTRAK Dispepsia merupakan gangguan saluran cerna yang hampir dialami oleh semua orang, tetapi beberapa masyarakat masih belum memahami gejala-gejala yang timbul. Terapi yang digunakan umumnya obat-obat golongan bebas dan bebas terbatas. Beberapa obat untuk gangguan dispepsia memiliki penggunaan secara khusus seperti diminum sebelum makan, dikunyah. Minimnya informasi penggunaan obat-obatan dispepsia akan menyebabkan tidak optimalnya kesembuhan dispepsia. Tujuan kegiatan ini untuk memberikan edukasi serta mengevaluasi tingkat pemahaman lansia Rejosari terhadap penyakit, penggunaan dan penyimpanan obat dispepsia. Tahapan awal kegiatan dengan melakukan observasi, perizinan, pelaksanaan kegiatan serta evaluasi. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini diikuti 30 lansia Prolanis Rejosari, dengan pengisian kuesioner tentang dyspepsia , kemudian penyampaian materi dan evaluasi pemahaman materi dengan postes. Hasil kuesioner menunjukkan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat didominasi lansia perempuan usia (76,7%), status pekerjaan ibu rumah tangga (60%), tingkat pendidikan paling banyak SD (40%). Tingkat pemahaman lansia terhadap penyakit dispepsia kategori baik (63,3%) dan pemahaman tentang penggunaa dan penyimpanan obat dispepsia kategori baik (93,33%). Tidak terdapat hubungan signifikan antara usia, jenis kelamin, pendidikan terhadap pemahaman tentang dispepsia (p>0,05). Edukasi melalui media ppt dan poster dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang penyakit dispepsia (p<0,05).
Analisis Daya Hambat Minyak Atsiri Getah Pinus Merkusi (Pinus merkusii Jungh. et de Vriese) Terhadap Bakteri Streptococcus mutans Menggunakan Metode Difusi Sumuran: Inhibitory Activity Analysis of Merkusi Pine Resin Essential Oil (Pinus merkusii Jungh. et de Vriese) Against Streptococcus mutans Using the Well Diffusion Method Merli Puja Lestari; Hasriyani; Istianatus Sunnah
Journal of Holistics and Health Sciences Vol. 8 No. 1 (2026): Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS), Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jhhs.v8i1.724

Abstract

Dental caries is a highly prevalent infectious disease closely associated with the activity of Streptococcus mutans. The use of synthetic antibacterial agents such as chlorhexidine and topical antibiotics is common; however, prolonged use may lead to adverse effects and bacterial resistance. This has prompted the development of natural-based antibacterial alternatives, including pine resin essential oil (Pinus merkusii Jungh. et de Vriese). This study aimed to evaluate the in vitro antibacterial activity of pine resin essential oil against S. mutans. Antibacterial activity was assessed using the well diffusion method at concentrations of 10%, 15%, and 20%. Ampicillin and 10% DMSO served as positive and negative controls, respectively. Inhibition zone diameters were measured after 24 hours of incubation at 37°C and analyzed using one-way ANOVA followed by Tukey’s HSD test. Phytochemical screening revealed the presence of terpenoids (α-pinene and δ-3-carene), alkaloids, and flavonoids. The results demonstrated that the inhibition zone diameters against S. mutans at concentrations of 10%, 15%, and 20% were 13,65 ± 2,15 mm; 15,92 ± 1,75 mm; and 20,37 ± 3,46 mm, respectively. These findings indicate that antibacterial activity increased significantly with increasing concentration (p<0.05).   ABSTRAK Karies gigi merupakan penyakit infeksi dengan prevalensi tinggi yang berkaitan erat dengan aktivitas bakteri Streptococcus mutans. Upaya pencegahan umumnya dilakukan melalui penggunaan agen antibakteri sintetis seperti chlorhexidine dan antibiotik topikal, namun penggunaan jangka panjang dapat menimbulkan efek samping serta resistensi bakteri. Kondisi ini mendorong pengembangan alternatif antibakteri berbasis bahan alam, salah satunya minyak atsiri getah pinus merkusi (Pinus merkusii Jungh. et de Vriese). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aktivitas antibakteri minyak atsiri getah pinus merkusi terhadap S. mutans secara in vitro. Uji antibakteri menggunakan metode difusi sumuran dengan variasi konsentrasi minyak atsiri sebesar 10%, 15%, dan 20%. Ampicilin digunakan sebagai kontrol positif dan DMSO10% sebagai kontrol negatif. Diameter zona hambat diukur setelah inkubasi 24 jam pada suhu 37°C dan dianalisis menggunakan One Way ANOVA dilanjutkan uji Tukey HSD. Skrining fitokimia menunjukkan adanya kandungan terpenoid (α-pinene dan δ-3-carene), alkaloid dan flavonoid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diameter zona hambat terhadap S. mutans pada konsentrasi 10%, 15%, dan 20% masing-masing sebesar 13,65 ± 2,15 mm; 15,92 ± 1,75 mm; dan 20,37 ± 3,46 mm. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan signifikan daya hambat bakteri seiring kenaikan konsentrasi (p<0,05).  
EVALUASI PENERAPAN PENGADAAN OBAT DENGAN e-PURCHASING MELALUI e-KATALOG DI DINAS KESEHATAN KABUPATEN X Dyah Giarti; Ria Etikasari; Istianatus Sunnah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57842

Abstract

Pelaksanaan pengadaan obat di Instalasi Farmasi Dinas Kesehatan mengalami kendala antara lain kurangnya koordinasi antara perencana dengan pejabat pengadaan dalam pemesanan obat sehingga pemasokan obat untuk FKTP menjadi terhambat. Perlu adanya  efektifitas, efisiensi, transparansi dan akuntabilitas pada proses pengadaan obat untuk menunjang kelancaran pengadaan obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi proses pengadaan obat dengan e-Purchasing melalui e-Katalog di Dinas Kesehatan Kabupaten X Tahun 2025 diperoleh dari wawancara, observasi dan telaah dokumen. Diperoleh 3 responden yang meliputi Pejabat Pembuat Komitmen, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan dan Bendahara. Kuesioner dinilai berdasarkan skoring menggunakan skala likert 1-5. Data hasil kuesioner dan wawancara disajikan secara deskriptif. Berdasarkan hasil kuesioner diperoleh data bahwa proses pengadaan menurut PPK dan PPTK sangat transparan (4,4) sedangkan  menurut bendahara  termasuk kategori netral (3,2). Proses pengadaan menurut kuesioner dari PPK, PPTK dan bendahara sudah akuntabel (4), sangat efisien (80%), sangat efisien (85%) serta efektif (80%) dan sangat efektif (92%). Hasil wawancara menunjukkan hasil bahwa e-Purchasing melalui e-Katalog lebih transparan, akuntabel, efisien dan efektif mulai dari perencanaan sampai pembayaran. E-katalog menyajikan secara terperinci,jumlah stok barang, kadaluarsa, harga bahkan surat pesanan sampai pembayaran tersimpan dalam jejak digital.Hasil penelitian dilakukan dapat disimpulkan bahwa adanya  transparansi, akuntabilitas, efisiensi dan efektifitas pada proses pengadaan obat dengan e-Purchasing melalui e-Katalog di Dinas Kesehatan Kabupaten X.
Aktivitas Antibakteri Gel Ekstrak Daun Kelengkeng (Dimocarpus Longan L.) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus Aureus dengan Metode Difusi Sumuran Anggi Lisa Talia; Riana Putri Rahmawati; Istianatus Sunnah
KOLONI Vol. 5 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/koloni.v5i2.883

Abstract

Longan leaves (Dimocarpus longan L.) contain secondary metabolite compounds flavonoids, tannins, saponins, alkaloids that can be used as antibacterials in making gel preparations. Longan leaf extract gel preparations can be used as a substitute for gel preparations with excess conventional ingredients, safe for the skin and long-term use. The purpose of this study was to analyze the antibacterial activity of longan leaf extract gel preparations against Staphylococcus aureus. Longan leaf extract was extracted using 96% ethanol solvent by Ultrasound Assisted Extraction (UAE) method at 40 ℃ for 20 minutes. Qualitative testing of metabolite compounds includes flavonoids, tannins, saponins and alkaloids. Longan leaf extract gel preparations were formulated with concentrations of F1 (2%), F2 (4%), F3 (6%). Antibacterial activity was tested using the well diffusion method by forming wells on the surface of the agar medium. The data obtained were analyzed using the One-Way ANOVA test to obtain the average value and showed significant differences. The results of the longan leaf extract gel preparation formulation study showed that the physical quality of the preparation met the requirements. In the antibacterial activity test of the gel preparation, the inhibition zone value F0 was found to be no inhibition zone; F1 (2%) 6.56 ± 1.338 mm (moderate); F2 (4%) 8.45 ± 1.131 mm (moderate); F3 (6%) 9.29 ± 1.130 mm (moderate); positive control gel clindamycin phosphate 1% 26.73 ± 0.335 mm (very strong) and negative control distilled water had no inhibition zone. Based on the results of the study, it can be concluded that longan leaf extract gel has potential as an antibacterial against Staphylococcus aureus which is significantly different (<0.05).
Analisis Need Assessment Pengembangan Aplikasi Digital Self-Monitoring Efek Samping Kemoterapi pada Pasien Kanker Payudara Ila Aisyi Uliyati Noor; Eko Retnowati; Istianatus Sunnah
Generics: Journal of Research in Pharmacy Vol 6, No 2 (2026): Generics : Journal of Research in Pharmacy
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/genres.v6i2.31795

Abstract

Kanker payudara merupakan tumor ganas yang menjadi salah satu penyebab utama kematian wanita di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Tingginya angka kejadian dan dampak signifikan efek samping kemoterapi terhadap kualitas hidup pasien menyoroti urgensi self monitoring yang efektif melalui aplikasi digital. Penelitian bertujuan menganalisis kebutuhan dan preferensi pasien kanker payudara terhadap penggunaan aplikasi digital. Metode penilitian menggunakan metode cross sectional dengan pendekatan prospektif melibatkan 65 pasien yang ditentukan melalui rumus slovin. Kriteria inklusi meliputi perempuan (20-80 tahun) dalam masa kemoterapi 2024-2025, pengguna smartphone, komunikatif, stabil secara psikologis, komorbid, serta bersedia menandatangani informed consent. Sedangkan kriteria eksklusi yaitu pasien hamil dan menyusui. Pengumpulan data menggunakan data primer dari hasil pengisian kuesioner dan data sekunder dari rekam medis pasien. Pengolahan data dilakukan menggunakan Microsoft Office Excel dan dianalisis dengan program SPSS versi 27, melalui uji validitas, uji reliabilitas, dan analisis univariat. Hasil penelitian menunjukkan 53,8% pasien memiliki kebutuhan tinggi terhadap aplikasi digital self monitoring, diikuti kategori sedang 41,5%, dan rendah 4,6%. Pasien memiliki preferensi positif terhadap fitur aplikasi yaitu pencatatan gejala, pengingat jadwal minum obat dan kemoterapi, edukasi kesehatan, serta konsultasi dengan tenaga kesehatan. Penelitian menyimpulkan bahwa pasien memiliki kebutuhan yang tinggi terhadap aplikasi digital self monitoring untuk memantau efek samping secara mandiri.
Analisis Need Assessment Pengembangan Aplikasi Digital Self-Monitoring Efek Samping Kemoterapi pada Pasien Kanker Payudara Ila Aisyi Uliyati Noor; Eko Retnowati; Istianatus Sunnah
Generics: Journal of Research in Pharmacy Vol 6, No 2 (2026): Generics : Journal of Research in Pharmacy
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/genres.v6i2.31795

Abstract

Kanker payudara merupakan tumor ganas yang menjadi salah satu penyebab utama kematian wanita di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Tingginya angka kejadian dan dampak signifikan efek samping kemoterapi terhadap kualitas hidup pasien menyoroti urgensi self monitoring yang efektif melalui aplikasi digital. Penelitian bertujuan menganalisis kebutuhan dan preferensi pasien kanker payudara terhadap penggunaan aplikasi digital. Metode penilitian menggunakan metode cross sectional dengan pendekatan prospektif melibatkan 65 pasien yang ditentukan melalui rumus slovin. Kriteria inklusi meliputi perempuan (20-80 tahun) dalam masa kemoterapi 2024-2025, pengguna smartphone, komunikatif, stabil secara psikologis, komorbid, serta bersedia menandatangani informed consent. Sedangkan kriteria eksklusi yaitu pasien hamil dan menyusui. Pengumpulan data menggunakan data primer dari hasil pengisian kuesioner dan data sekunder dari rekam medis pasien. Pengolahan data dilakukan menggunakan Microsoft Office Excel dan dianalisis dengan program SPSS versi 27, melalui uji validitas, uji reliabilitas, dan analisis univariat. Hasil penelitian menunjukkan 53,8% pasien memiliki kebutuhan tinggi terhadap aplikasi digital self monitoring, diikuti kategori sedang 41,5%, dan rendah 4,6%. Pasien memiliki preferensi positif terhadap fitur aplikasi yaitu pencatatan gejala, pengingat jadwal minum obat dan kemoterapi, edukasi kesehatan, serta konsultasi dengan tenaga kesehatan. Penelitian menyimpulkan bahwa pasien memiliki kebutuhan yang tinggi terhadap aplikasi digital self monitoring untuk memantau efek samping secara mandiri.
ANALISIS MANAJEMEN PERSEDIAAN OBAT DENGAN METODE ABC-VEN DI RUMAH SAKIT YASYFIN DARUSSALAM GONTOR Wiro Patabi; Zaenal Fanani; Istianatus Sunnah; Arrasyid Indra Muliawan
JOURNAL OF BAJA HEALTH SCIENCE Vol. 6 No. 02 (2026): Journal of Baja Health Science
Publisher : Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/joubahs.v6i02.4644

Abstract

  Drug inventory management is an important component in ensuring the quality of health services in hospitals. Inaccuracies in management can lead to stock vacancies or budget waste. The purpose of this study is to analyze the management of drug supplies using the ABC-VEN method at the Pharmaceutical Installation of Yasyfin Darussalam Gontor Hospital. This type of research is descriptive research of data collection carried out retrospectively using quantitative data. The data used is drug use data for the January-December 2025 period which is analyzed using the ABC, VEN, and ABC-VEN matrix combinations. The results showed that the ABC analysis based on the usage value consisted of group A as many as 59 items 8.91% with a total usage of 70.91%, group B of 88 items of 13.29% with a total usage of 20.05%, and group C of 515 items of 77.79% with a total usage of 9.04%. Based on the investment value, category A 98 items 14.80% with an investment value of 70.92%, group B 174 items 26.28% with an investment value of 20.07, group C 390 items 58.91% with an investment value of 9.02%. VEN analysis showed 87 items of 13.14% including vital, 471 items of 71.15% essential, and 104 items of 15.71% nonessential. The results of the analysis based on the combination of ABC and VEN methods showed that in the VA category as many as 25 items the number of items was 3.78%, the VB group was 23 items 3.47%, the BE group was 124 items 18.73%, the VC group was 38 items 5.74%, the group was 65 items were 9.82%, the EB group was 124 items 18.73%, the EC group was 283 items 42.75%, the NA group was 8 items 1.21%,  NB group as many as 28 items 4.23%, CN group as many as 68 items 10.27%. Keywords: ABC-VEN Analysis, Drug Supplies, Pharmaceutical Installations, Hospitals