Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

INTEGRASI ARTIFICIAL INTELLIGENCE DALAM PENGEMBANGAN STORYBOOK DIGITAL: PELATIHAN BAGI GURU BAHASA INGGRIS DAN BAHASA INDONESIA DI UPT SPF SMPN 5 MAKASSAR Muhammad Rifqi Syamsuddin; Suci Pole Mappaita; Nur Mutmainna Halim; Rizki Fauzi; Ismi; Winda Karunia Nurmutia Ningsih; Nuralisyah; Andi Aeyni Yuniar Pekasi; Savina Anindya Melanie; Erlangga Candra Arosokhi Gulo
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2026): AXIOLOGY: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Jurusan Bahasa Inggris

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelatihan dengan tema “Integrasi Artificial Intelligence dalam Pengembangan Storybook Digital: Pelatihan bagi Guru Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia di UPT SPF SMP Negeri 5 Makassar” diadakan sebagai upaya untuk mengatasi keterbatasan penggunaan teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam pembuatan media pembelajaran bahasa. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kreatif, pemahaman tentang teknologi digital, serta keahlian para guru dalam menciptakan buku cerita digital yang berbasis AI, sebagai alat pembelajaran yang kreatif dan bisa beradaptasi dengan perkembangan teknologi pendidikan. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif yang dilaksanakan melalui workshop partisipatif yang diintegrasikan dengan praktik langsung. Peserta kegiatan tersebut berjumlah 11 orang, terdiri dari 5 orang guru Bahasa Inggris dan 6 orang guru Bahasa Indonesia. Pelatihan ini menggunakan beberapa platform AI, seperti ChatGPT untuk membuat alur cerita, Gemini AI untuk membuat ilustrasi visual, dan Canva untuk desain buku cerita digital. Data kegiatan tersebut diperoleh melalui pengamatan dan pencatatan yang dilakukan sepanjang proses pelatihan berlangsung. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta berhasil memahami konsep dasar penggunaan AI dalam pembelajaran bahasa dan mampu menerapkannya dalam membuat storybook digital yang kreatif, sesuai dengan konteks, dan menarik. Dari 11 peserta, sebanyak 9 di antaranya berhasil menyelesaikan storybook digital secara mandiri, sementara peserta lainnya masih memerlukan bantuan dalam membuat prompt visual dan mengatur desain pada tahap penyusunan. Pelatihan ini tidak hanya meningkatkan kemampuan teknologi guru, tetapi juga membangun rasa percaya diri mereka dalam menggunakan AI sebagai alat pembelajaran yang inovatif. Dengan demikian, pelatihan ini memberi dampak positif dalam mendorong pembelajaran bahasa yang lebih kreatif, interaktif, serta sesuai dengan perkembangan teknologi pendidikan di masa digital saat ini.
Optimalisasi PHBS melalui Edukasi Interaktif Terintegrasi pada Siswa SD di Desa Sengka, Gowa Irfan Kurniawan; Haeril; Dian Angraeni Rachman; Salwah Suardi; Ismi
Jurnal Pengabdian Masyarakat - PIMAS Vol. 5 No. 2 (2026): Mei
Publisher : LPPM Universitas Harapan Bangsa Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/pimas.v5i2.2434

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan upaya penting dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya pada anak usia sekolah dasar yang berada pada fase pembentukan kebiasaan. Namun, penerapan PHBS di lingkungan sekolah masih belum optimal akibat keterbatasan pemahaman dan metode edukasi yang kurang variatif. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan penerapan PHBS melalui pendekatan edukasi interaktif terintegrasi pada siswa sekolah dasar di Desa Sengka, Kabupaten Gowa. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan interaktif, storytelling berbasis media elektronik, simulasi dan praktik langsung enam langkah mencuci tangan, pemasangan poster edukatif, serta evaluasi melalui tanya jawab dan permainan edukatif. Kegiatan dilaksanakan dalam satu sesi selama 60 menit dengan melibatkan 30 siswa kelas I. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan siswa dalam menerapkan PHBS, yang ditunjukkan melalui partisipasi aktif serta kemampuan mempraktikkan cuci tangan dengan benar. Pendekatan ini juga meningkatkan motivasi dan daya ingat siswa terhadap materi yang diberikan. Dengan demikian, edukasi interaktif terintegrasi efektif dalam membentuk perilaku hidup bersih dan sehat pada siswa serta berpotensi untuk diterapkan secara berkelanjutan di lingkungan sekolah.