Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PERANCANGAN ULANG TATA LETAK FASILITAS PRODUKSI UMKM ABC MENGGUNAKAN METODE SYSTEMATIC LAYOUT PLANNING Fitra Fitra; Della Puspita; Gracesiya Gracesiya; Novita Sari; Siti Najwa Syuhada
Jambura Industrial Review (JIREV) VOL. 6 NO. 1, MEI 2026
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jirev.v6i1.38746

Abstract

Tata letak fasilitas berperan penting dalam kelancaran alur produksi dan efisiensi perpindahan material. UMKM Kerupuk Cabe masih memiliki tata letak yang belum optimal yaitu sebesar 440,8 meter, sehingga menyebabkan jarak perpindahan material cukup panjang dan alur produksi kurang efisien. Penelitian ini bertujuan untuk merancang ulang tata letak fasilitas serta membandingkan metode Systematic Layout Planning (SLP) yang meliputi analisis aliran produksi, From-To Chart (FTC), Activity Relationship Chart (ARC), Activity Relationship Diagram (ARD), dan metode Grafik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jarak perpindahan awal sebesar 440,8 meter, sementara metode SLP menghasilkan jarak sebesar 240,6 meter, dan metode grafik menghasilkan jarak sebesar 306,4 meter. Sehingga metode SLP menjadi alternatif tata letak terbaik untuk meningkatkan efisiensi alur produksi dan pemanfaatan ruang pada UMKM Kerupuk Cabe.
PERANCANGAN ULANG TATA LETAK FASILITAS PRODUKSI UMKM CV XYZ MENGGUNAKAN METODE SYSTEMATIC LAYOUT PLANNING Fitra Fitra; Rafiq Ananda; Muhammad Iqbal; Muhammad Arif; Arfiansyah Putra
Jambura Industrial Review (JIREV) VOL. 6 NO. 1, MEI 2026
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jirev.v6i1.38719

Abstract

Tata letak fasilitas berperan penting dalam efisiensi aliran proses dan produktivitas. CV XYZ masih memiliki tata letak yang kurang optimal yaitu sebesar 1.527,00 meter, sehingga menyebabkan jarak perpindahan panjang dan proses kurang efisien. Penelitian ini merancang ulang tata letak menggunakan metode Systematic Layout Planning (SLP) dan Grafik melalui analisis From To Chart (FTC), Activity Relationship Chart (ARC), dan Activity Relationship Diagram (ARD). Hasilnya menunjukkan jarak perpindahan awal sebesar 1.527,00 meter, sementara metode grafik menghasilkan jarak  608,00 meter dan metode SLP menghasilkan jarak sebesar 604,20 meter. Berdasarkan hasil perbandingan tersebut, metode SLP menghasilkan tata letak yang paling efektif, sehingga penelitian ini mampu meningkatkan keteraturan aliran proses produksi serta efisiensi operasional secara keseluruhan.
PENGUATAN JIWA KREATIF DAN PEDULI LINGKUNGAN MELALUI KERAJINAN LAMPU HIAS BERBAHAN STIK ES KRIM DAN BAMBU Trisna Mesra; Fitra Fitra; Melliana Melliana; Azmi Azmi; Nuryasin Abdillah
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 6 (2026): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i6.2339-2346

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas siswa sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan melalui pelatihan pembuatan lampu hias berbahan dasar stik es krim, bambu dan sendok plastik. Limbah stik es krim dan sendok plastik sering dianggap tidak bernilai dan menjadi salah satu penyumbang sampah domestik, sedangkan bambu tersedia melimpah sebagai bahan ramah lingkungan. Melalui kegiatan ini, siswa SMP Muhammadiyah diperkenalkan pada konsep daur ulang kreatif (upcycling) untuk mengolah material sederhana menjadi produk kerajinan yang artistik dan bermanfaat. Metode kegiatan meliputi sosialisasi, demonstrasi pembuatan lampu hias, pendampingan praktik, hingga evaluasi hasil karya. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan bahwa siswa mampu menghasilkan lampu hias dengan berbagai desain inovatif dan fungsional. Kegiatan ini efektif dalam mengembangkan kreativitas, keterampilan motorik, serta meningkatkan kesadaran siswa akan pentingnya pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan. Program PKM ini diharapkan dapat diterapkan secara berkelanjutan dan dikembangkan menjadi produk kewirausahaan sekolah
Re-Layout Tata Letak Fasilitas Industri Kecil Menengah Iwan Batako Menggunakan Metode Systematic Layout Planning dan Grafik Faredo Shaputra; Fitra; Fathaniah Hashifah; M Zaruhul Khalish
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 1 No. 4 (2022): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/ef2nma03

Abstract

Iwan Batako merupakan salah satu industri kecil menengah yang bergerak di bidang produksi bahan galian bukan logam yang memproduksi batu batako dan gorong-gorong. Ditemukan beberapa jarak antar fasilitas yang berjauhan sehingga waktu pemindahan proses produksi menjadi lama. Berdasarkan permasalahan tersebut, Penulis melakukan penelitian untuk mengetahui bagaimana tata letak usulan untuk Iwan Batako dengan menggunakan metode Systematic Layout Planning (SLP) dan Grafik untuk mengoptimalkan proses produksi. Berdasarkan hasil evaluasi, alternatif layout yang terpilih adalah layout dengan metode SLP yang memiliki jarak perpindahan sebesar 2429 dibandingkan dengan metode Grafik sebesar 2569,3. Pengurangan jarak dari metode SLP sebesar 1,05 % dari metode Grafik. Untuk luas kebutuhan area produksi layout usulan Iwan Batako didapatkan sebesar 999,1 m2 dari luas area layout awal sebesar 964 m2. Sehingga dengan re-layout tata letak fasilitas tersebut, Iwan Batako dapat lebih memperhatikan tata letak untuk ruang produksi di pabrik agar lebih efektif dan efisien sesuai dengan hasil penelitian yang telah dilakukan.
Perbaikan Tata Letak Industri Kecil Menengah (IKM) Menggunakan Metode Systematic Layout Planning (SLP dan Metode Grafik): (Studi Kasus: UD Batu Batako Bukit Kapur Kota Dumai) Ahmadi Rifa’i; Fitra; Wildatul Amalia; Yohandri Dwi Rama
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 1 No. 4 (2022): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/9zgb1h81

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh UD Batu Batako Bukit Kapur merupakan salah satu Industri Kecil Menengah (IKM) yang bergerak di bidang produksi material bangunan, khususnya batako, dan berlokasi di Kecamatan Bukit Kapur, Kota Dumai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis desain layout yang optimal dalam mendukung proses produksi dan distribusi usaha Batu Batako Bukit Kapur menggunakan pendekatan SLP. Sehingga  judul penelitian ini yaitu, Perbaikan Tata Letak IKM UD Batako Bukit Kapur Dumai menggunakan Metode SLP dan Grafik. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Layout Planning (SLP) dan metode berbasis grafik. Tahapannya meliputi pengumpulan data lapangan, penyusunan operation process chart, from-to chart, activity relationship chart, serta pembuatan relationship diagram. Evaluasi jarak perpindahan antar stasiun kerja dilakukan menggunakan metode grafik untuk menentukan layout terbaik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tata letak usulan dengan metode SLP mampu menurunkan jarak perpindahan material dari 424,7 menjadi 274, atau berkurang 35,47%. Sementara itu, metode grafik menghasilkan jarak 304,3. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa dari hasil perbandingan metode SLP dan metode Grafik dalam perancangan tata letak IKM UD Batu Batako Bukit Kapur, diperoleh bahwa layout usulan dengan metode SLP adalah yang paling efisien. Hal ini karena metode SLP menghasilkan jarak perpindahan material paling kecil, yaitu 274, dibandingkan dengan metode Grafik sebesar 304,3. Selain itu, kebutuhan luas area produksi pada layout usulan tersebut adalah 95,91 m² sehingga metode SLP dinilai paling efisien karena memperbaiki alur produksi, mengoptimalkan ruang, dan meningkatkan efektivitas operasional. Tata letak ini menjadi solusi strategis bagi peningkatan kinerja IKM UD Batu Batako Bukit Kapur.
IDENTIFIKASI TINGKAT RISIKO ERGONOMI PADA PEKERJA UMKM DI KOTA DUMAI MENGGUNAKAN PENDEKATAN GOTRAK Fitra Fitra; Trisna Mesra; Nuryasin Abdillah; Qomarotun Nurlaila; Hanifatul Rahmi
SIGMA TEKNIKA Vol 9, No 1 (2026): SIGMATEKNIKA, VOL.9, N0. 1, JUNI 2026
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sigmateknika.v9i1.8967

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam perekonomian Kota Dumai, namun kondisi kerja yang masih didominasi aktivitas manual dan fasilitas kerja yang belum ergonomis berpotensi menimbulkan gangguan otot rangka akibat kerja (GOTRAK). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat risiko ergonomi pada pekerja UMKM berdasarkan Standar Nasional Indonesia SNI 9011:2021 serta merumuskan rekomendasi perbaikan ergonomi. Penelitian dilakukan pada 175 responden yang tersebar di berbagai kecamatan dan jenis industri UMKM di Kota Dumai dengan menggunakan metode survei GOTRAK dan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar keluhan berada pada tingkat risiko rendah, namun terdapat proporsi signifikan pada tingkat risiko sedang dan tinggi, terutama pada bagian tangan kanan (21,14%), punggung bawah (17,71%), kaki kanan dan kiri (masing-masing 17,14%), serta bahu kanan (16,00%). Tingginya risiko ini umumnya ditemukan pada UMKM sektor manufaktur seperti industri kayu, logam, dan makanan, dengan durasi kerja mencapai 8 jam atau lebih per hari. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh postur kerja tidak ergonomis, aktivitas berulang, serta beban kerja fisik yang tinggi. Penelitian ini merekomendasikan perbaikan desain stasiun kerja, pengaturan waktu kerja dan istirahat, serta peningkatan pemahaman ergonomi bagi pelaku UMKM sebagai upaya menurunkan risiko GOTRAK dan meningkatkan produktivitas kerja
Sistim Penanganan Rantai Pasok Untuk Meningkatkan Omzet UMKM XYZ di Dumai Melliana; Azmi; Fitra; Novri Jenita Marbun; Noto Wiroto; M. Agus Rinaldy; Trisna Mesra; Syifa Salsabila; Risha Audira Susanti
Jurnal Sains dan Teknologi: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknologi Industri Vol. 26 No. 1 (2026): Regular Issue
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36275/9xd60n73

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam perekonomian Indonesia melalui penciptaan lapangan kerja dan peningkatan pendapatan masyarakat. Salah satu jenis UMKM yang menjanjikan adalah usaha kuliner. Namun, seiring meningkatnya persaingan serta berubahnya preferensi konsumen, banyak pelaku UMKM mengalami penurunan omzet. Kondisi ini menuntut UMKM untuk meningkatkan kinerja melalui beberapa faktor yang relevan, seperti kualitas pelayanan, inovasi, fasilitas dan teknologi, strategi pemasaran dan distribusi, serta pengelolaan penanganan rantai pasok. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan antarvariabel tersebut serta melihat pengaruh penanganan rantai pasok terhadap omzet pada UMKM kuliner. Penelitian dilakukan dengan metode random sampling dengan jumlah 150 responden. Analisis data menggunakan Smart-PLS untuk menguji hubungan struktural antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang berpengaruh signifikan terhadap penanganan rantai pasok adalah fasilitas dengan teknologi serta strategi pemasaran dan distribusi, sehingga hipotesis terkait diterima. Selanjutnya, hubungan penanganan rantai pasok terhadap omzet dinyatakan signifikan dengan nilai t-statistic 3,550 (> 1,96) dan p-value 0,000 (< 0,05). Dengan demikian, penelitian menyimpulkan bahwa peningkatan penanganan rantai pasok berkontribusi secara signifikan terhadap peningkatan omzet UMKM kuliner
Facility Layout Redesign for Tire Vulcanization SMEs Using Systemic Layout Planning and Graphical Methods (Case Study: IKM Tirta Kencana) Wahyu Prayoga; Fitra Fitra; Reyhan Januasril Putra Pratama; Rama Sariantika
JTI: Jurnal Teknik Industri Vol 11 No 2 (2025): December 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jti.v11i2.38052

Abstract

This study aims to redesign the layout of facilities at Tirta Kencana Ban Vulkanisir SME to improve production efficiency. The initial layout had problems in the form of unclear workstation boundaries, which caused workflow disruptions, inefficient operator movements, and the risk of musculoskeletal problems. To overcome these problems, this study applied and compared two methods, namely Systematic Layout Planning (SLP) and the Graphic Method. The research gap was addressed by focusing on the application of SLP in the tire vulcanizing SME sector, which has been rarely studied. The analysis was conducted in several stages, namely data collection, evaluation of the initial layout, and mapping of material movements using the Activity Relationship Diagram (ARD) and From-To Chart (FTC). The dual-method comparison showed that the Graphic Method was the most effective, reducing the total initial material movement distance from 421.5 meters to 349.3 meters, or a reduction of 15.73%. In addition, this new layout improves production flow, space utilization efficiency, and provides practical contributions in the form of reducing unnecessary operator movement, supporting improved ergonomics in the workplace, and minimizing the risk of musculoskeletal problems. Thus, redesigning the layout using the Graphic Method is a strategic solution to improve the operational efficiency and productivity of IKM Tirta Kencana Ban Vulkanisir. Keywords: Layout, Systematic Layout Planning, Tire Vulcanization
Facility Layout Redesign of Goat Leather Kompang SME in Dumai Using Systemic Layout Planning dan Graph Method Reza lesmana; Fitra Fitra; Wahyu Prayogi; Marzuki Marzuki
JTI: Jurnal Teknik Industri Vol 11 No 2 (2025): December 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jti.v11i2.38053

Abstract

The traditional instrument manufacturer IKM Kompang Kulit Kambing Medan Kampai experienced major problems with inefficient facility layout. This resulted in losses for the company due to high material handling costs, long production times, and decreased productivity. Systemic Layout Planning (SLP) was the method used in this study, supported by data collection and analysis through the use of relationship diagrams and process flow diagrams. Several new layouts were created to reduce transfer distances and material management costs. This study recently focused on traditional instrument SMEs using structured industrial techniques. In addition, comparing SLP with graphical methods provides a culture-based industrial perspective. The evaluation results show that the SLP approach is the best layout method, resulting in the shortest distance of 78. Meanwhile, the Graph Method resulted in a distance of 184.8. Thus, the Kompang Kulit Kambing Medan Kampai SME must reorganize its production space to be more efficient and effective. This will increase the competitiveness of SMEs and help preserve cultural heritage through sustainable production. Keywords: Facility Layout, Systematic Layout Planning (SLP), Graph Method, Production Efficiency, Culture-Based Industry.
Facility Layout Redesign for an SME Printing Industry Using Systematic Layout Planning: A Case Study in Dumai Dwi Julianti; Fitra Fitra; Muhammad Haikal; Rona Uli Sitinjak
JTI: Jurnal Teknik Industri Vol 11 No 2 (2025): December 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jti.v11i2.38058

Abstract

The printing SME sector often encounters inefficient facility layouts, leading to extended material flow, low productivity, and increased operational costs. This study aims to redesign the facility layout of Jasatama Computer SME in Dumai City to enhance spatial efficiency and workflow. The methods applied are Systematic Layout Planning (SLP) and a graph-based approach, using the rectilinear distance, activity relationship chart, and from-to chart to map the interrelationships among workstations. The practical implications of this study include improved spatial utilization, smoother material flow, and potential enhancement of productivity and workplace ergonomics in printing SME. From a scientific perspective, this research contributes by providing a comparative analysis of two layout design methods, SLP and the graph-based approach, in the SME printing sector, which has been rarely explored in prior studies. The findings highlight that adopting quantitative and systematic methods in facility layout redesign can be an effective solution to support SME sustainability and competitiveness. The analysis results indicate that the initial layout generated a total material transfer distance of 205.85 meters. The proposed SLP-based layout reduced the distance to 168.43 meters, while the graph-based approach produced 180.91 meters. Consequently, the SLP method achieved an 18.16% reduction in material handling distance, making it a more optimal alternative compared to the other method.