Andi Nuzul Akbar
Universitas Negeri Makassar

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kondangan Akademik: Pertukaran Simbolik Dalam Budaya Ucapan Selamat Mahasiswa Pascaujian A. Octamaya Tenri Awaru; Abdul Rahman; Andi Nuzul Akbar
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 13, Nomor 1 Maret 2026
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/sosialisasi.v1i1.85753

Abstract

Fenomena budaya kampus sering kali merefleksikan dinamika sosial yang unik sekaligus kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana bentuk pemberian ucapan selamat yang dilakukan mahasiswa setelah menyelesaikan seminar proposal, seminar hasil, maupun ujian skripsi, serta memahami alasan di balik praktik tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif terhadap mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Makassar. Informan sebanyak 15 orang yang dipilih dengan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik “kondangan akademik” mahasiswa diekspresikan melalui beberapa bentuk utama: 1) ucapan selamat langsung di depan ruang ujian; 2) pemberian simbol material seperti karangan bunga, selempang, buket, atau hadiah kecil; 3) unggahan digital di media sosial (Instagram, WhatsApp, TikTok) yang dilengkapi foto bersama. Praktik ini memperlihatkan bahwa ucapan selamat tidak hanya hadir dalam ruang fisik, tetapi juga meluas ke ranah simbolik dan digital. Alasan di balik praktik tersebut dapat dipahami melalui empat dimensi: 1) emosional sebagai ekspresi kebahagiaan dan apresiasi; 2) sosial untuk memperkuat ikatan pertemanan dan identitas kolektif; 3) simbolik sebagai pengakuan atas status akademik baru; 4) serta pertukaran sosial berupa timbal balik yang menjadikan praktik ini terus berulang dan mengakar sebagai tradisi. Kondangan akademik dengan demikian dapat dipahami sebagai fenomena budaya akademik kontemporer.