Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

PERBEDAAN PRESTASI AKADEMIK ANTARA MAHASISWA PENDATANG DAN MAHASISWA LOKAL PADA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SOSIOLOGI UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR Muallim M Muallim
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 3 edisi 3 November 2016
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.615 KB) | DOI: 10.26858/sosialisasi.v0i0.3129

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Perbedaan pretasi akademik antara mahasiswa pendatang dan mahasiswa lokal pada Program Studi Pendidikan Sosisologi Univernsitas Negeri Makassar, 2) faktor yang menyebabkan perbedaan pretasi akademik antara mahasiswa pendatang dan mahasiswa lokal pada Program Studi Pendidikan Sosisologi Univernsitas Negeri Makassar. Jenis penelitian ini kualitatif dengan penentuan informan melalui teknik purposive sampling dengan kriteria yaitu mahasiswa pendatang dan mahasiswa lokal. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan deskriptif kualitatif dengan tahapan mereduksi data, mendisplaykan data dan penarikan kesimpulan. Teknik pengabsahan data  yaitu member chek. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) Perbedaan prestasi akademik antara mahasiswa pendatang dan mahasiswa lokal pada Program Studi Pendidikan Sosisologi Universitas Negeri Makassar dapat dilihat dari nilai pesebaran IPK. Perbedaan tersebut juga dapat dilihat melalui penilaian (a) intelektualitas (pemahaman) (b) sikap dan nilai (c) keterampilan motorik (2) faktor yang menyebabkan perbedaan pretasi akademik antara mahasiswa pendatang dan mahasiswa lokal pada Program Studi Pendidikan Sosisologi Universitas Negeri Makassar adalah: (a) faktor internal; fisiologis, minat, motivasi (b) faktor eksternal; keluarga (orangtua), dan lingkungan masyarakat (tempat tinggal)Kata Kunci:mahasiswa pendatang, mahasiswa lokal
Manajemen Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP dalam Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Pada Dinas Pendidikan Kabupaten Sinjai Muallim Muallim; Chalid Imran Musa; Ansar Ansar
Journal on Education Vol 5 No 4 (2023): Journal on Education: Volume 5 Nomor 4 Mei-Agustus 2023
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v5i4.2329

Abstract

This study examines the management of junior high school principals' work deliberations (MKKS) in continuing professional development at the Sinjai District Education Office. The purpose of this research is to find out the description of planning, implementation, supervision as well as the supporting and inhibiting factors of MKKS activities in sustainable professional development. This study used descriptive qualitative method. Research data obtained by using interviews, observation and documentation. Data analysis techniques namely data reduction, data presentation and drawing conclusions. Checking the validity of the data using triangulation techniques. The results of the research show that: (1) work program planning is carried out by analyzing the needs of continuing professional development (AKPKB) and determining PKB priorities in the work program, formulating the results to be achieved, and preparing sources and uses of funding; (2) the implementation of the work program is carried out in accordance with established procedures by taking into account the three elements of PKB, namely self-development, innovative work and scientific publications, but the implementation of the MKKS program seems monotonous and the PKB program is almost the same every year and lacks PKB implementation on elements of scientific publications; (3) supervision in MKKS includes supervision at the initial stage of planning, supervision of program implementation, supervision at the final stage of evaluating the program and financial supervision whose time is conditioned; (4) supporting factors, namely good collaboration of members due to the need to increase the same competence, support from educational institutions and independent funding, while inhibiting factors, namely being vulnerable to age which results in differences in understanding, difficulties in developing the mindset of MKKS members who are about to retire regarding PKB and meetings the discussion did not bring up new ideas or ideas for program improvement.
Kearifan Ekologi Masyarakat Adat Karampuang dalam Menjaga Kelestarian Hutan Saudi, Muammar; Saudi, Muallim
Satya Widya: Jurnal Studi Agama Vol 6 No 1 (2023): Satya Widya: Jurnal Studi Agama
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33363/swjsa.v6i1.936

Abstract

The paradigm of world religions strongly influences insights about religion in Indonesia. The world's religious paradigm has placed indigenous people in discrimination, and they have difficulty carrying out the religious practices they have been doing for generations. This paper is a critical study of previous studies on the Karampuang Indigenous people, who still view traditions, community and nature relations, and local wisdom through the paradigms of world religions. This article will be examined through a traditional religious approach. This article aims to explain the relationship between the Karampuang Indigenous people and nature, the ecological wisdom of the Karampuang Indigenous people in preserving nature, and the traditions of the Indigenous people in maintaining this ecological wisdom. This study used a qualitative descriptive method with data collection techniques through interviews with key informants supported by the literature. First, it was found that the Karampuang Indigenous people see nature as a subject or person. This relationship is interpreted as Mapakalebbi Ale Hanua (respect for nature. Relationships are built because of the awareness that humans are integral to the forest itself. Second, ecological wisdom in the Karampuang community is passed down from generation to generation through Paseng (messages) of indigenous through Lontara and oral speech such as Makkamase Ale (loving the forest), Mappakatuo Ale (humanizing the forest) and Tuo Kamase-mase (living equal and in harmony with nature). Rituals of the Mappogau Sihanua are a reminder of the importance of preserving nature.
Efektivitas Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Heads Together terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Sekolah Dasar Firdaus, Firdaus; Asriadi, Asriadi; Muallim, Muallim
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 5 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i5.15629

Abstract

This study looks at how well the NHT cooperative learning method helps elementary school students do better in math. The study is inspired by noticing that students don't participate much and don’t learn well in math. Classes are often boring and mostly focus on the teacher. This study uses a simple method where a single group is tested before and after an experiment. It includes 22 sixth-grade students from UPT SD Negeri 41 Mallari. Information was gathered using tests to check learning progress (before and after lessons), student feedback forms, and observation sheets for how lessons were carried out. We analyzed the data using two main approaches: looking at it in a straightforward way and making inferences. This included checking for normal distribution, testing for consistency across groups, and testing our hypotheses with a Paired Samples Test. The study is expected to show that using the NHT cooperative learning model helps students learn math better and makes them more involved in the learning process.
Praktik Manajemen Kolaboratif melalui Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Kabupaten Sinjai sebagai Model Penguatan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Guru Muallim; Fahmi Surya Abdi
Jurnal Manajemen Pendidikan : Jurnal Ilmiah Administrasi, Manajemen dan Kepemimpinan Pendidikan Vol. 7 No. 2 (2025): October Issue
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jump.v7i2.89998

Abstract

Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) merupakan instrumen strategis dalam peningkatan mutu guru, namun pelaksanaannya di daerah masih menghadapi berbagai kendala. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi praktik manajemen kolaboratif Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) di Kabupaten Sinjai sebagai model penguatan PKB bagi guru SMP. Dengan menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman dengan triangulasi untuk menjamin keabsahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan program dilakukan secara kolaboratif berbasis analisis kebutuhan, pelaksanaan lebih berfokus pada pengembangan diri guru dibanding karya inovatif dan publikasi ilmiah, serta pengawasan masih bersifat administratif. Faktor pendukung utama adalah kolaborasi yang solid, dukungan fasilitatif dari dinas pendidikan, dan pendanaan mandiri; sedangkan hambatannya berupa perbedaan generasi dan rendahnya inovasi program. Kesimpulan penelitian ini menegaskan MKKS Sinjai sebagai model praktik baik yang partisipatif, akuntabel, dan berpotensi direplikasi di daerah lain.
Pembuatan Media Video Pembelajaran untuk Meningkatkan Pemahaman Praktik Pelipatan Surat Rahmatia, A.; Alimiah, Hukaima; Muallim, Muallim; Afina, Nur; Nurhalisa, Nurhalisa
Pinisi Journal of Community Service Volume 2, Nomor 2, 2025
Publisher : Pendidikan Administrasi Perkantoran, Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengembangkan media video pembelajaran mengenai keterampilan melipat surat yang baik dan benar sebagai upaya mendukung pembelajaran administrasi perkantoran. Kegiatan diawali dengan observasi kebutuhan di sekolah mitra untuk mengetahui kondisi pembelajaran dan kendala yang dihadapi guru maupun siswa. Hasil observasi menunjukkan bahwa media yang digunakan guru masih terbatas pada buku teks, sehingga pemahaman siswa terhadap langkah-langkah pelipatan surat belum optimal. Sebagian siswa juga menunjukkan keraguan dalam mengikuti pembelajaran karena kurangnya fasilitas pendukung dan media visual yang memadai. Berdasarkan temuan tersebut, dikembangkan media video pembelajaran melalui tahapan identifikasi jenis media, penyusunan storyline, konsultasi dengan tiga ahli media, proses produksi, dan distribusi ke sekolah mitra. Media yang dihasilkan diharapkan mampu memberikan demonstrasi visual yang lebih jelas, mudah diikuti, dan dapat diakses secara mandiri oleh siswa. Evaluasi awal menunjukkan bahwa media video memiliki potensi untuk meningkatkan pemahaman keterampilan prosedural dan mendukung kelancaran proses pembelajaran. Pengembangan media ini menjadi salah satu alternatif solusi dalam mengatasi keterbatasan sarana pembelajaran dan meningkatkan kualitas pembelajaran praktik di bidang administrasi perkantoran.
Pengaruh Diferensiasi Produk Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen Pada Rumah Makan Lesehan Asri Kota Palopo Komang Putra Narayana; Elda Elda; Muallim Muallim; Yuda Satria Nugraha; Nurjannah Nurjannah
Astina: Jurnal Ekonomi Utama Vol 4 No 2 (2025): Jurnal Ekonomi Utama (Juria)
Publisher : CV. Astina Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55903/juria.v4i2.293

Abstract

-
MANAJEMEN STRATEGIK KEPALA TATA USAHA DALAM MENINGKATKAN MUTU LAYANAN ADMINISTRASI DI SMK BONTOASA KABUPATEN SINJAI Muallim Muallim; Fahmi Surya Abdi; Sri Yunita Simanjuntak
Jurnal Manajemen Pendidikan Al Hadi Vol 6, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jmpd.v6i1.22520

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kepala tata usaha dalam meningkatkan kualitas layanan administrasi sekolah di SMK Bontoasa melalui manajemen strategik. Fokus utama penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi manajemen strategik dalam meningkatkan layanan administrasi yang mendukung pencapaian tujuan pendidikan. Dengan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan kepala tata usaha, staf administrasi, kepala sekolah, dan siswa, serta observasi langsung terhadap proses administrasi. Dokumentasi kebijakan dan prosedur administrasi digunakan untuk memperkuat temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan manajemen strategik di SMK Bontoasa melibatkan rekrutmen staf berdasarkan kompetensi, pembagian tugas yang jelas, dan peningkatan sarana prasarana. Pelaksanaan manajemen strategik di bidang kepegawaian, kurikulum, keuangan, dan administrasi siswa berjalan efektif, dengan solusi terhadap hambatan seperti keterlambatan pengumpulan dokumen siswa dan masalah koneksi internet. Evaluasi rutin dilakukan untuk memastikan kelancaran administrasi dan perbaikan berkelanjutan. Penelitian ini menyoroti peran penting kepala tata usaha dalam mengelola dan memotivasi staf untuk mencapai tujuan pendidikan.
Analisis Kualitas Layanan Pendidikan Berdasarkan Model Servqual: Studi Kasus di SMA Negeri 12 Sinjai Muallim, Muallim; Muallim
Merdeka Belajar Kampus Merdeka Vol 3 No 1 (2026): Merdeka Belajar Kampus Merdeka
Publisher : LPPM UNUSIDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55732/0a1fzh44

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis kualitas layanan pendidikan di SMA Negeri 12 Sinjai berdasarkan lima dimensi Servqual: bukti fisik, keandalan, daya tanggap, jaminan, dan empati. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif evaluatif, data dihimpun melalui observasi, wawancara mendalam, dan angket terhadap 66 siswa. Hasil penelitian menunjukkan kualitas layanan berada pada kategori sangat baik. Dimensi keandalan, jaminan, dan empati menjadi keunggulan utama melalui implementasi Kurikulum Merdeka serta pendekatan guru yang humanis. Pemanfaatan WhatsApp efektif meningkatkan daya tanggap layanan informasi secara real-time. Namun, terdapat tantangan pada dimensi bukti fisik seperti keterbatasan ruang komputer, area parkir, dan kedisiplinan waktu guru. Penelitian ini merekomendasikan penataan ulang sarana prasarana dan penguatan manajemen disiplin untuk mempertahankan mutu layanan. Temuan ini menegaskan bahwa kualitas layanan pendidikan bersifat kontekstual dan bergantung pada sinergi antara kompetensi pedagogik serta ketersediaan fasilitas penunjang. This study analyzes the educational service quality at SMA Negeri 12 Sinjai based on five Servqual dimensions: tangibles, reliability, responsiveness, assurance, and empathy. Using a descriptive qualitative evaluative approach, data were gathered through observsation, in-depth interviews, and questionnaires from 66 students. The findings indicate that the service quality is categorized as excellent. Reliability, assurance, and empathy emerge as primary strengths, driven by the Merdeka Curriculum implementation and humanistic teaching approaches. Furthermore, the use of WhatsApp effectively enhances real-time responsiveness. However, challenges persist in the tangible dimension, specifically regarding limited computer labs, parking areas, and teacher time discipline. This research recommends infrastructure reorganization and strengthened discipline management to maintain service standards. The results emphasize that educational service quality is highly contextual, depending on the synergy between pedagogical competence and supporting facilities.
Analisis Kualitas Layanan Pendidikan Berdasarkan Model Servqual: Studi Kasus di SMA Negeri 12 Sinjai Muallim, Muallim; Muallim
Merdeka Belajar Kampus Merdeka Vol 3 No 1 (2026): Merdeka Belajar Kampus Merdeka
Publisher : LPPM UNUSIDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55732/0a1fzh44

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis kualitas layanan pendidikan di SMA Negeri 12 Sinjai berdasarkan lima dimensi Servqual: bukti fisik, keandalan, daya tanggap, jaminan, dan empati. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif evaluatif, data dihimpun melalui observasi, wawancara mendalam, dan angket terhadap 66 siswa. Hasil penelitian menunjukkan kualitas layanan berada pada kategori sangat baik. Dimensi keandalan, jaminan, dan empati menjadi keunggulan utama melalui implementasi Kurikulum Merdeka serta pendekatan guru yang humanis. Pemanfaatan WhatsApp efektif meningkatkan daya tanggap layanan informasi secara real-time. Namun, terdapat tantangan pada dimensi bukti fisik seperti keterbatasan ruang komputer, area parkir, dan kedisiplinan waktu guru. Penelitian ini merekomendasikan penataan ulang sarana prasarana dan penguatan manajemen disiplin untuk mempertahankan mutu layanan. Temuan ini menegaskan bahwa kualitas layanan pendidikan bersifat kontekstual dan bergantung pada sinergi antara kompetensi pedagogik serta ketersediaan fasilitas penunjang. This study analyzes the educational service quality at SMA Negeri 12 Sinjai based on five Servqual dimensions: tangibles, reliability, responsiveness, assurance, and empathy. Using a descriptive qualitative evaluative approach, data were gathered through observsation, in-depth interviews, and questionnaires from 66 students. The findings indicate that the service quality is categorized as excellent. Reliability, assurance, and empathy emerge as primary strengths, driven by the Merdeka Curriculum implementation and humanistic teaching approaches. Furthermore, the use of WhatsApp effectively enhances real-time responsiveness. However, challenges persist in the tangible dimension, specifically regarding limited computer labs, parking areas, and teacher time discipline. This research recommends infrastructure reorganization and strengthened discipline management to maintain service standards. The results emphasize that educational service quality is highly contextual, depending on the synergy between pedagogical competence and supporting facilities.