Basilius Redan Werang
Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Pendidikan Ganesha

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Peran dan Tanggung Jawab Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Melalui Kepemimpinan Kolaboratif Sekolah Dasar Nur Waheda; Ni Nyoman Manu Dwipayani; Andesta Ginting; Dewa Ayu Komang Cahyani; Basilius Redan Werang; I Made Hendra Sukmayasa
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.37992

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi fungsi dan tanggung jawab seorang kepala sekolah dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui kepemimpinan yang bersifat kolaboratif di tingkat sekolah dasar. Pendekatan yang diterapkan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dengan pengumpulan data melalui wawancara serta kajian literatur. Implementasi kepemimpinan kolaboratif tercermin melalui keterlibatan guru, staf, dan orang tua dalam proses pengambilan keputusan, yang berkontribusi pada peningkatan rasa tanggung jawab kolektif. Kepala sekolah juga berupaya meningkatkan kompetensi guru melalui program pelatihan dan penerapan teknologi dalam proses pembelajaran. Meskipun ada tantangan seperti keterbatasan infrastruktur dan keterampilan teknologi di kalangan beberapa guru, usaha yang dilaksanakan ternyata memberikan dampak positif terhadap kinerja guru, partisipasi siswa, dan budaya sekolah. Dengan demikian, kepemimpinan kolaboratif yang diterapkan oleh kepala sekolah terbukti memiliki kontribusi signifikan terhadap peningkatan kualitas pendidikan secara berkelanjutan.
Implementasi Supervisi Akademik dan Manajerial dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan di Sekolah Dasar Dwi Noviandari; Dea Sintawati; Dwi Putri; Dwi Wiadnyani; Basilius Redan Werang; I Made Hendra Sukmayasa
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.38067

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi supervisi akademik dan supervisi manajerial dalam meningkatkan mutu pendidikan di sekolah dasar melalui pendekatan studi kasus. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik wawancara mendalam terhadap kepala sekolah dan pihak terkait supervisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa supervisi akademik dilaksanakan secara rutin oleh kepala sekolah melalui observasi langsung dan tidak langsung terhadap proses pembelajaran, serta dilengkapi dengan tindak lanjut berupa refleksi dan pemberian solusi kepada guru. Sementara itu, supervisi manajerial dilakukan oleh yayasan secara berkala dengan fokus pada aspek keuangan, administrasi, dan tata kelola sekolah. Supervisi ini melibatkan seluruh komponen sekolah dan dilakukan secara sistematis. Kendala yang ditemukan bersifat teknis dan dapat diatasi melalui koordinasi serta persiapan yang matang. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi supervisi akademik dan manajerial berkontribusi positif terhadap peningkatan kualitas pembelajaran dan tata kelola sekolah.
Peran Kepala Sekolah dalam Implementasi Manajemen Berbasis Sekolah di SD Negeri 1 Kerobokan Putu Nadia Karista Devi; Ni Kadek Rusmita Dewi; Ni Putu Octa Karina Dewi; Komang Jeny Martin Purnamayani; Ni Kadek Novi Suandewi Putri; Basilius Redan Werang; Dewa Ayu Novi Kusumawardani
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.38781

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan mendeskripsikan dan menganalisis peranan kepala sekolah dalam implementasi Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) di SD Negeri 1 Kerobokan, Kabupaten Buleleng. Penelitian mempergunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek utamanya yakni kepala sekolah SD Negeri 1 Kerobokan. Data penelitian diperoleh melalui wawancara, pelaksanaan observasi serta dokumentasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisa dengan model Miles dan Huberman dengan tahapan reduksi data, penyajian kemudian penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah menjalankan peran sebagai manajer, pemimpin pembelajaran, inovator, supervisor dan motivator dalam implementasi MBS. Kepala sekolah mengelola program sekolah secara partisipatif dan transparan melalui penyusunan RKJM dan RKAS berbasis digital, mendorong implementasi Kurikulum Merdeka melalui pembelajaran mendalam, serta mengembangkan program Adiwiyata berbasis pengelolaan lingkungan sekolah. Kepala sekolah juga melaksanakan supervisi akademik secara kolaboratif dan membangun komunikasi terbuka dengan guru maupun orang tua siswa. Pelaksanaan MBS masih menghadapi kendala pada keterbatasan tenaga kependidikan dan fasilitas sekolah, terutama layanan perpustakaan, UKS dan sarana pembelajaran digital. Sekolah melakukan berbagai upaya melalui pemberdayaan guru, program dokter kecil dan kerja sama dengan puskesmas setempat untuk mendukung layanan pendidikan. Kepemimpinan kepala sekolah yang adaptif dan kolaboratif berpengaruh terhadap pelaksanaan program sekolah dan meningkatnya kualitas pendidikan di SD Negeri 1 Kerobokan.
Strategi Kepala Sekolah dalam Transformasi Mutu Pendidikan pada Era Digital di SD Negeri 3 Banjar Tegal Ida Ayu Komang Alit Suciastiti; Kadek Audina Salsa Dila; I Komang Agus Setiawan; Ni Made Widi Cahyani; I Gusti Ayu Elia Trisna Mahadewi; Basilius Redan Werang; Dewa Ayu Novi Kusumawardani
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.38807

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan menganalisis strategi kepala sekolah dalam mentransformasi mutu pendidikan pada era digital di SD Negeri 3 Banjar Tegal. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas kepala sekolah dan guru yang terlibat dalam pengelolaan sekolah dan pelaksanaan program pendidikan. Data yang dipergunakan dihimpun melalui observasi, wawancara semi terstruktur serta dokumentasi, yang selanjutnya dianalisa melalui tahapan reduksi data, penyajian data serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi sekolah dilakukan melalui strategi pengelolaan berbasis analisis kebutuhan sekolah dan penerapan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS). Kepala sekolah mengembangkan berbagai program pendidikan, seperti penguatan literasi sekolah, Social Emotional Learning (SEL), kegiatan kokurikuler berbasis STEM, ekstrakurikuler berbasis kecerdasan majemuk, serta digitalisasi manajemen sekolah melalui sistem Microcite. Pelaksanaan program tersebut memberikan dampak terhadap peningkatan kualitas pembelajaran, pengembangan karakter dan kompetensi siswa, penguatan literasi digital, serta meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap sekolah. Penerapan nilai Tri Hita Karana juga mendukung terbentuknya budaya sekolah yang lebih harmonis dan kondusif. Penelitian ini menemukan bahwa strategi kepala sekolah memiliki pengaruh dalam proses transformasi mutu pendidikan, terutama pada sekolah dasar yang menghadapi keterbatasan sumber daya pada era digital.
Tanggung Jawab Kepala Sekolah dalam Pengelolaan Sumber Daya Manusia dan Pengembangan Profesional Guru di SDN 3 Banjar Tegal I Kadek Bayu Sikmay Rihal; Ni Komang Novayanti; Ketut Indah Dian Ayu Lestari; Ni Made Yulia Priyandewi; Basilius Redan Werang
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.38857

Abstract

Penelitian ini memberikan sebuah gambaran tentang tanggung jawab seorang pemimpin dalam melaksanakan tugas sebagai kepala sekolah. Pemimpin harus memberikan sebuah gagasan dan inovasi yang kreatif kepada rekan-rekan dalam melaksanakan tugas, supaya dalam tugas-tugas tersebut memberikan tujuan yang bermakna dan keberlanjutan bagi warga sekolah khususnya di Sekolah Dasar Negeri 3 Banjar Tegal. Kepala sekolah sangat memiliki peran yang krusial dalam menentukan kemajuan dan keberlanjutan sekolah, maka dari itu penelitian ini memberikan Gambaran jelas terhadap peran kepala sekolah dalam meningkatkan sumber daya manusia dan professional guru. Penggunaan metode wawancara langsung kepada kepala sekolah Sekolah Dasar Negeri 3 Banjar Tegal. Kepala sekolah Sekolah Dasar Negeri 3 Banjar Tegal menjadi salah satu pemimpin yang memiliki karakter yang kuat dalam memajukan sumber daya manusia dan professional guru, dengan memberikan dorongan, inovasi-inovasi, dan dukungan yang nyata demi keberlanjutan untuk mendukung khususnya meningkatkan sumber daya manusia dan professional guru.
Dari Ketersediaan ke Pemanfaatan: Analisis Manajemen Sarana dan Prasarana dalam Mendukung Pembelajaran Efektif di SD Negeri 3 Senganan Ni Kadek Ayu Nia Sumiati; Ni Luh Gek Dewi Paramitha Asih; Ni Ketut Okta Mariyanti; Erin Pebina Br Ginting; Basilius Redan Werang; Dewa Ayu Novi Kusumawardani
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.38892

Abstract

Sarana dan prasarana pendidikan memiliki fungsi penting dalam membentuk suasana belajar yang baik dan mendukung di sekolah dasar. Studi ini diarahkan untuk menelaah pengelolaan sarana dan prasarana, mulai dari ketersediaan hingga penggunaannya dalam rangka mendukung proses pembelajaran yang efisien di SD Negeri 3 Senganan. Studi ini menerapkan pendekatan deskriptif dalam kerangka kualitatif. Informasi diperoleh melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi dari kepala sekolah dan pendidik. Proses pengolahan data mencakup pengumpulan, seleksi, pemaparan, serta penarikan kesimpulan. Temuan mengindikasikan SD Negeri 3 Senganan telah memiliki berbagai macam fasilitas yang mendukung proses pembelajaran, namun terdapat kesenjangan antara apa yang tersedia dan kebutuhan sebenarnya, seperti kekurangan proyektor, chromebook, dan perlengkapan olahraga. Pengelolaan aset diurus oleh petugas tertentu yang bertanggung jawab untuk mendata dan merawat fasilitas secara berkala. Meskipun menghadapi masalah seperti meja dan kursi yang dalam kondisi rusak, fasilitas tersebut telah dimanfaatkan secara optimal dalam kegiatan belajar. Hal ini dapat dilihat dari pemanfaatan LCD dan smart TV yang rutin serta keterlibatan aktif siswa dengan media interaktif. Kesimpulan studi ini menegaskan keberhasilan belajar tidak hanya terkait fasilitas, melainkan kualitas pengelolaan dan cara penggunaanya yang efisien.