Nuri Ramadhan
Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Nahdlatul Ulama Sumatera Utara

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Pengembangan Buku Saku Teka-Teki Silang Bagian Tumbuhan Menggunakan Aplikasi Canva Kelas IV SD Negeri 106796 Bulucina Cindyawati Cindyawati; Nuri Ramadhan; Leni Malinda
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.38701

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan buku saku teka-teki silang bagian tumbuhan menggunakan aplikasi Canva untuk siswa kelas IV SD Negeri 106796 Bulucina. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang meliputi tahap analisis, perancangan, pengembangan, penerapan, dan evaluasi. Produk yang dikembangkan berupa buku saku berisi materi bagian tumbuhan dan fungsinya yang dilengkapi soal teka-teki silang untuk meningkatkan minat dan motivasi belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku saku yang dikembangkan memperoleh persentase kelayakan dari ahli materi sebesar 100%, ahli media sebesar 100%, dan ahli praktisi sebesar 96% dengan kategori sangat layak. Hasil angket respon siswa memperoleh rata-rata persentase sebesar 91,19% dengan kategori sangat praktis. Dengan demikian, buku saku teka-teki silang layak dan praktis digunakan sebagai media pembelajaran IPA kelas IV SD.
Pengaruh Integrasi STEM Berbasis Eksperimen Sederhana Terhadap Kreativitas Siswa Kelas IV SD Swasta Harapan Paya Bakung Putri Wulan Insani; Nuri Ramadhan; Nizmi Putri
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.38960

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas belajar pada siswa sekolah dasar mata pelajaran IPA bagian kearifan lokal di masyarakat menggunakan eksperimen sederhana. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain peneitian Quasi-Eksperimental Nonequivalent Control Group Design dengan melibatkan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol yang tidak dipilih secara acak, namun kedua kelompok tersebut menjalani pretest dan postte. Media yang digunkan pada kelas eksperimen adalah saringan daur ulang air, sedangkan pada kelas kontrol hanya dengan pembelajaran konvensional. Hasil analisis data, kreativitas siswa pada kelompok eksperimen memperoleh nilai rata-rata uji t sebesar 40,5% dengan nilai tertinggi 52 dan nilai terendah 28. Sementara itu pada kelompok kontrol yang menggunakan metode konvensional mencapai nilai rata-rata uji t sebesar 34,6% dengan nilai tertinggi 50 dan terendah 26. Dengan demikian penggunaan eksperimen sangat diperlukan untuk meningkatkan kreativitas siswa.
Pengaruh Media Roller Televisi terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas III dalam Pembelajaran Pendidikan Pancasila di SDN 106156 Klumpang Kebun Tita Syahderina; Nizmi Putri; Nuri Ramadhan
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.39701

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rata-rata hasil belajar siswa pada kelas kontrol, rata-rata hasil belajar siswa pada kelas eksperimen, serta pengaruh penggunaan media Roller Televisi terhadap hasil belajar siswa kelas III pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila di SDN 106156 Klumpang Kebun. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa yang disebabkan oleh pembelajaran yang masih berpusat pada guru dan kurangnya penggunaan media pembelajaran yang menarik.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi experiment menggunakan desain Non-Equivalent Control Group Design. Populasi penelitian berjumlah 40 siswa kelas III yang terdiri atas kelas III-A dan III-B. Sampel penelitian sebanyak 20 siswa kelas eksperimen dan 20 siswa kelas kontrol yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes pretest dan posttest. Analisis data menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji Independent Sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata hasil belajar siswa pada kelas kontrol meningkat dari 43,75 menjadi 63,75, sedangkan rata-rata hasil belajar siswa pada kelas eksperimen meningkat dari 54,75 menjadi 79,00. Persentase ketuntasan belajar pada kelas eksperimen meningkat dari 25% menjadi 80%, sementara pada kelas kontrol meningkat dari 10% menjadi 30%. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,001 < 0,05 sehingga H₀ ditolak dan Hₐ diterima. Dengan demikian, penggunaan media Roller Televisi berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar siswa kelas III pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila di SDN 106156 Klumpang Kebun.
Pengembangan Media Sliding Puzzle Berbantuan Flash Card dalam Pembelajaran Pendidikan Pancasila pada Siswa Kelas III SDIT Al-Azhar Galang Nia Paradita; Nizmi Putri; Nuri Ramadhan
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.39702

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media Sliding Puzzle berbantuan Flash Card dalam pembelajaran pendidikan pancasila pada siswa kelas III SDIT Al-Azhar Galang. Media ini dikembangkan untuk untuk meningkatkan keaktifan dan memudahkan siswa dalam memahami materi. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE, yang meliputi lima tahapan: Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Subjek uji coba adalah 26 siswa kelas III. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media Sliding Puzzle berbantuan Flash Card memperoleh nilai kelayakan dari ahli materi sebesar 95,38% dan ahli media sebesar 94,66 %dengan kategori sangat layak. Uji coba lapangan menunjukkan respon siswa dengan rata-rata 89,05% dan berada pada kategori sangat praktis. Media ini dinilai menarik, mudah digunakan, serta membantu siswa memahami materi keberagaman budaya melalui pengalaman belajar langsung yang bermakna. Berdasarkan hasil tersebut, media Sliding Puzzle berbantuan Flash Card Dalam Pembelajaran Pendidikan Pancasila pada Siswa Kelas III SDIT Al-Azhar Galang sangat layak dan sangat praktis digunakan sebagai media pembelajaran sekolah dasar untuk menarik perhatian, serta meningkatkan keaktifan siswa selama proses pembelajaran.
Meningkatkan Hasil Belajar IPAS Siswa melalui Model Discovery Learning Materi Sistem Pernapasan Kelas 5 SD Tri Dharma Sei Semayang Elza Angraini; Syarifah Ainun Harahap; Nuri Ramadhan
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.41071

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya hasil belajar IPAS materi Sistem Pernapasan Manusia siswa kelas 5 SD Tri Dharma Sei Semayang. Kondisi awal menunjukkan proses pembelajaran masih konvensional, dengan rata-rata nilai siswa 67 dan ketuntasan klasikal hanya 25,71% (9 dari 35 siswa) di bawah KKM (75). Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart ini bertujuan meningkatkan aktivitas guru, siswa, serta hasil belajar melalui model Discovery Learning dalam dua siklus. Data dikumpulkan melalui observasi, tes, dokumentasi, dan wawancara, lalu dianalisis secara deskriptif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kualitas pembelajaran yang signifikan. Aktivitas guru meningkat dari kategori "Kurang" (43,33%) pada pra-tindakan, menjadi "Baik" (70%) pada Siklus I, dan "Sangat Baik" (93,33%) pada Siklus II. Sejalan dengan itu, rata-rata nilai kognitif siswa meningkat bertahap dari 67 (pra-tindakan) menjadi 74,28 (Siklus I), dan mencapai 83,42 (Siklus II). Ketuntasan klasikal juga melonjak dari 25,71% menjadi 65,71% pada Siklus I, hingga mencapai 88,57% (31 siswa) pada Siklus II. Hasil wawancara mengonfirmasi bahwa perbaikan manajemen kelompok dan bimbingan intensif membuat siswa lebih proaktif dan mandiri memahami konsep. Disimpulkan bahwa model Discovery Learning efektif meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPAS siswa.
Hubungan Pengelolaan Kelas dengan Keaktifan Belajar Peserta Didik Kelas IV di UPT SPF SD Negeri 105337 Pantai Labu Pekan Syafrida Yani; Nuri Ramadhan; Thessa Herdyana
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.41958

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan positif signifikan antara pengelolaan kelas dengan keaktifan belajar peserta didik kelas IV di UPT SPF SD Negeri 105337 Pantai Labu Pekan, serta mengetahui besarnya tingkat pengelolaan kelas terhadap keaktifan belajar peserta didik kelas IV. Jenis penelitian ini ialah deskriptif korelasional yang bersifat ex post facto (pengukuran sesudah kejadian). Penelitian ini dilakukan di UPT SPF SD Negeri 105337 Pantai Labu Pekan. Populasi dalam penelitian ini seluruh peserta didik kelas IV UPT SPF SD Negeri 105337 Pantai Labu Pekan sebanyak 100 peserta didik dengan sampel penelitian menggunakan sampel jenuh, yaitu diambil dari seluruh jumlah populasi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket skala likert pada pengelolaan kelas dan keaktifan belajar peserta didik. Teknik analisis data yang digunakan ialah teknik korelasi product moment, untuk mencari adanya hubungan dan koefisien determinasi serta mengetahui kontribusi variabel pengelolaan kelas terhadap variabel keaktifan belajar peserta didik. Hasil deskripsi data pengelolaan kelas dan keaktifan belajar peserta didik keduanya memiliki kategori sedang dengan nilai presentase distribusi kategorisasi sebesar 69%. Namun demikian, terdapat hubungan yang kuat karena hasil dari perhitungan korelasi product moment memperoleh nilai sebesar 0,609 dimana memiliki tingkat hubungan yang kuat dan bernilai positif. Adapun hasil koefisien determinasi pada penelitian ini sebesar 0,37 yang berarti kontribusi variabel pengelolaan kelas sebesar 37% terhadap keaktifan belajar peserta didik.
Pengembangan Media Sensory Path sebagai Media Keaktifan Pembelajaran Matematika di Kelas 1 SD Swasta Pab 15 Klambir Lima Dinda Fitriani; Nuri Ramadhan; Syarifah Ainun Harahap
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.42044

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media sensory path sebagai media keaktifan pembelajaran matematika di kelas 1 SD Swasta PAB 15 klambir lima. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang meliputi tahap analisis, perancangan, pengembangan, penerapan, dan evaluasi. Dari hasil penelitian media Sensory Path dinyatakan sangat layak digunakan berdasarkan penilaian ahli materi dengan persentase 93 % (Sangat Valid) dan ahli media dengan persentase 100 % (Sangat Layak). Selain itu, guru juga memberikan penilaian positif terhadap penggunaan media ini dalam proses pembelajaran matematika, sehingga media dinyatakan layak untuk diimplementasikan di SD Swasta PAB 15 Klambir Lima. Media Sensory Path terbukti efektif meningkatkan keaktifan dan hasil belajar matematika siswa kelas 1 SD Swasta PAB 15 Klambir Lima. Rata- rata keaktifan siswa meningkat dari 77,5% menjadi 89,2% (naik 15,1%), sementara nilai belajar meningkat dari 61,25 (pretest) menjadi 84,25 (posttest) atau 84,25 %%. Seluruh siswa (100%) mencapai KKM (≥75), dengan peningkatan terlihat pada semua aspek yang diukur, mulai dari keaktifan mengikuti instruksi hingga kemampuan menyelesaikan soal dengan benar.
Pengaruh Pendekatan Lingkungan terhadap Hasil Belajar IPAS Siswa Kelas III di SDN 106153 Klambir Lima Kebun Vika Amanda Putri; Nuri Ramadhan; Nizmi Putri
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.42045

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan pendekatan lingkungan terhadap hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) siswa kelas III di SDN 106153 Klambir Lima Kebun Tahun Ajaran 2025/2026. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu (quasi experiment) melalui desain One Group Pretest–Posttest Design. Sampel penelitian terdiri atas 25 siswa kelas III-A yang ditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan instrumen tes berbentuk pilihan ganda sebanyak 20 butir soal yang telah dinyatakan valid dan reliabel. Analisis data dilakukan melalui statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro-Wilk, serta uji hipotesis menggunakan Paired Sample t-test dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai siswa mengalami peningkatan dari 67,48 pada saat pretest menjadi 83,32 pada saat posttest, sehingga terjadi kenaikan sebesar 15,84 poin. Berdasarkan hasil uji normalitas, data pretest dan posttest berdistribusi normal dengan nilai signifikansi masing-masing 0,180 dan 0,613 (Sig. > 0,05). Selanjutnya, hasil uji Paired Sample t-test menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (< 0,05), sehingga hipotesis nol (H₀) ditolak dan hipotesis alternatif (H₁) diterima. Temuan tersebut membuktikan bahwa penerapan pendekatan lingkungan memberikan pengaruh yang positif dan signifikan terhadap peningkatan hasil belajar IPAS siswa kelas III di SDN 106153 Klambir Lima Kebun. Selain meningkatkan capaian belajar, pendekatan ini juga mendorong siswa untuk lebih aktif, termotivasi, serta mampu memahami materi melalui pengalaman belajar yang nyata dan sesuai dengan konteks kehidupan sehari-hari.