Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

The Relationship Between Nutritional Status, Physical Activity and Menstrual Duration with the Incidence of Anemia in Adolescent Girls at SMA Negeri 1 Boliyohuto Nikmawati Palilati; Sunarto Kadir; Ayu Rofia Nurfadillah
International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) Vol. 7 No. 2: April 2025 - International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/ijhess.v7i2.7037

Abstract

Anemia occurs due to various causes, such as iron deficiency, folic acid deficiency, vitamin B12 and protein. Anemia is directly caused by insufficient production/quality of red blood cells and blood loss either acutely or chronically. The formulation of the problem is whether there is a relationship between nutritional status, physical activity and the length of menstruation with the incidence of anemia in adolescent girls at SMA Negeri 1 Boliyohuto. This study aims to analyze the relationship between nutritional status, physical activity and menstrual duration with the incidence of anemia in adolescent girls at SMA Negeri 1 Boliyohuto. The type of research is observational analysis with a research design using Cross Sectional. The population is active students in grade XI at SMA Negeri 1 Boliyohuto with a purposive sampling technique totaling 124 students. Data analysis uses Spearman Correlation. The results of the analysis of nutritional status in adolescent girls were the most common nutritional status, which was 63 students (50.8%). The most physical activity in adolescent girls was moderate physical activity as many as 82 students (66.1%). The duration of menstruation in adolescent girls was 70 students (56.5%). The results of Spearman's Correlation analysis for nutritional status were obtained with a p-value of 0.000 (p value < 0.005) with a value of r = 0.437, a physical activity p-value of 0.010 (p value < 0.005) with a value of r = -0.230 and a duration of menstruation with a p-value of 0.020 (p value < 0.005) with a value of r = 0.209. The conclusion was that there was a relationship between nutritional status, physical activity, and the duration of menstruation with the incidence of anemia in adolescent girls at SMA Negeri 1 Boliyohuto. It is hoped that this research can increase the knowledge of adolescent girls about the relationship between nutritional status, physical activity and menstrual duration and have a positive impact.
Analysis Of Protein, Fat and Carbohydrate Nutrients in F100-Based Processed Cookies with Corn Flour Substitution for Malnourished Toddlers Shannaz Dea Puspita Lengkong; Sunarto Kadir; Ayu Rofia Nurfadillah
International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) (Special Issue) - International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) April 202
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/ijhess.v8i2.10518

Abstract

Nutrient intake is an important factor for the growth and development of toddlers, one of the causes of malnutrition in toddlers is a suboptimal feeding pattern. Problem formulation, what is the content of protein, fat, and carbohydrates and how the panelists received based on organoleptic tests on processed F100-based cookies with 10%, 20%, and 30% corn flour substitution for malnourished toddlers. The purpose of the study was to determine the content of protein, fat, and carbohydrates as well as the acceptance of panelists based on organoleptic tests on processed F100-based cookies with 10%, 20% and 30% corn flour substitution for malnourished toddlers. This type of research is quantitative by using laboratory experiments to analyze protein, fat, and carbohydrate levels. The research design used was a 1-factorial Complete Random Design (RAL) with 3 treatments (10%, 20%, and 30%). The research panelists consisted of 20 students of Public Health specializing in nutrition to determine the level of organoleptic acceptance of cookies. Data were analyzed using univariate analysis. The results of the nutrient analysis research obtained protein content of 8.29%, 9.12%, and 9.58% for each treatment, fat content of 10.10%, 11.15%, and 12.25% for each treatment and carbohydrate content of 76.12%, 73.82%, and 71.83% for each treatment. The results of organoleptic tests showed that the entire cookie formulation was well received by the panelists, especially at 30% substitution.In conclusion, the nutritional content of corn flour substitution cookies can be an alternative in meeting the nutritional needs of toddlers per day. The suggestion for the next researcher is to conduct several follow-up tests to determine the content of micronutrients (vitamins and minerals).
Gambaran Konsumsi Makanan Siap Saji, Minuman Siap Saji, Dan Kecukupan Zat Besi Pada Anak Obesitas Di SDN 56 Kota Timur Kota Gorontalo : Overview of Consumption of Ready-to-Eat Food, Ready-to-Eat Drinks, and Iron Adequacy in Obese Children at SDN 56 Kota Timur, Gorontalo City Nuryaningsih Yusup; Sunarto Kadir; Laksmyn Kadir
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Februari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i2.10619

Abstract

Obesitas pada anak merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang semakin meningkat dan dapat berdampak terhadap risiko penyakit kronis di masa mendatang. Salah satu faktor penyebabnya adalah pola konsumsi makanan dan minuman siap saji yang tinggi, disertai rendahnya asupan zat gizi mikro seperti zat besi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran konsumsi makanan siap saji, minuman siap saji, dan kecukupan zat besi pada anak obesitas di SDN 56 Kota Timur Kota Gorontalo. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan pendekatan food recall 1x24 jam selama tiga hari terhadap 30 responden anak obesitas kelas III–V SDN 56 Kota Timur. Data dianalisis secara univariat dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar anak obesitas memiliki frekuensi konsumsi makanan siap saji yang tinggi, seperti ayam goreng cepat saji, mie bakso, burger, donat, dan jajanan gorengan. Konsumsi minuman siap saji juga tergolong tinggi, dengan jenis minuman seperti teh kemasan, Pop Ice, Nutrisari, dan es coklat yang mengandung gula sederhana tinggi. Berdasarkan hasil food recall, diperoleh bahwa kecukupan zat besi sebagian besar anak masih kurang, yaitu pada hari pertama 66,7% anak belum memenuhi Angka Kecukupan Gizi (AKG), hari kedua 63,3%, dan hari ketiga 56,7%. Anak obesitas di SDN 56 Kota Timur Kota Gorontalo memiliki konsumsi makanan dan minuman siap saji yang tinggi serta kecukupan zat besi yang sebagian besar belum memenuhi AKG, sehingga diperlukan edukasi gizi bagi siswa dan orang tua, pengawasan jajanan sekolah, serta pembiasaan konsumsi makanan sehat untuk mencegah kekurangan zat gizi mikro dan menurunkan risiko obesitas.
Hubungan Asupan Zat Gizi Makro dengan Kejadian Wasting pada Remaja Kelas VII di SMP Negeri 1 Kota Gorontalo: The Relationship between Macronutrient Intake and Wasting Incidents in Class VII Adolescents at SMP Negeri 1, Gorontalo City Karmila Sadik; Sunarto Kadir; Yasir Mokodompis
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 1: Januari 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i1.6658

Abstract

Wasting tidak hanya terjadi pada balita tetapi juga dapat terjadi pada remaja. Wasting dapat disebabkan oleh dua faktor yaitu faktor penyebab langsung berupa kurangnya asupan zat gizi makro yang dibutuhkan oleh tubuh. Sedangkan faktor penyebab tidak langsung yaitu kurangnya ketersediaan pangan, body image serta tingkat pengetahuan. Dampak wasting membuat seseorang menjadi kurang bersosialisasi, kurang ceria, serta mengurangi kepedulian terhadap lingkungan. Dampak jangka panjang dari wasting yaitu masalah perilaku, menurunnya prestasi dalam belajar dan gangguan kognitif Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan asupan zat gizi makro dengan kejadian wasting pada remaja kelas VII di SMP Negeri 1 Kota Gorontalo. Penelitian ini menggunakan pendekatan Cross Sectional. Sampel penelitian adalah siswa kelas VII yang berjumlah 165 orang, teknik pengambilan sampel yaitu Simple Random Sampling. Data dalam penelitian ini diambil dengan pengukuran antropometri, wawancara Food Recall. Data dianalisis menggunakan uji Chi Square dengan tingkat kemaknaan p <0,05. Hasil penelitian menunjukkan responden memiliki status gizi wasting 53,9%, responden memiliki asupan protein kurang 54,5%, responden memiliki asupan karbohidrat kurang 50,9% dan responden memiliki asupan lemak kurang 53,3%. Berdasarkan hasil uji Chi Square menunjukkan bahwa nilai p-value asupan protein (p-value 0,003), asupan karbohidrat (p-value 0,016) dan asupan lemak (p-value 0,001). Simpulan ada hubungan antara asupan zat gizi makro dengan kejadian wasting pada remaja kelas VII, disarankan siswa lebih memperhatikan asupan makanan yang dikonsumsi setiap hari agar asupan zat gizi yang dibutuhkan tubuh dapat terpenuhi dengan baik.
Hubungan Durasi Penggunaan Alat Elektronik (Gadget), Aktivitas Fisik dan Pola Makan dengan Status Gizi Pada Remaja Di SMP Negeri 1 Kota Gorontalo: Relationship Between Duration Of Electronic Device (Gadget) Use, Physical Activity And Diet Patterns With Nutrition Status Of Adolescents In SMP Negeri 1 Kota Gorontalo Ilmin Nusi; Sunarto Kadir; Ulfa Aulia
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 1: Januari 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i1.6686

Abstract

Status gizi adalah kondisi yang dipengaruhi oleh kebutuhan fisik terhadap energi dan zat gizi yang diperoleh melalui asupan makanan, dengan dampak fisik yang dapat diukur. Rumusan masalah penelitian adalah durasi penggunaan gadget, aktivitas fisik, dan pola makan pada remaja, serta apakah terdapat hubungan antara ketiga faktor tersebut dengan status gizi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan durasi penggunaan alat elektronik (gadget), aktivitas fisik, dan pola makan dengan status gizi pada remaja di SMP Negeri 1 Kota Gorontalo. Penelitian ini menggunakan metode obeservasional dengan desain cross sectional, yang dilakukan pada siswa kelas VII di SMP Negeri 1 Kota Gorontalo. Sampel diambil dengan metode simple random sampling, melibatkan 208 responden. Status gizi ditentukan berdasarkan z-score indeks masa tubuh terhadap umur (IMT/U). Data durasi penggunaan gadget diperoleh dari kuesioner yang telah divalidasi. Data aktivitas fisik diperoleh dari kuesioner tingkat aktivitas fisik (PAL). Dan data pola makan diperoleh dari kuesioner Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ). Analisis data menggunakan uji Fisher Exact dan uji Spearman dengan tingkat kemaknaan p <0,05. Hasil analisis menunjukkan bahwa durasi penggunaan alat elektronik (gadget) dengan status gizi (p=0,035), aktivitas fisik dengan status gizi (p=0,037) dengan nilai korelasi spearman 0,144 dan pola makan dengan status gizi (p=0,040) dengan nilai korelasi spearman 0,143. Hal ini menunjukan bahwa ada hubungan antara durasi penggunaan alat elektronik (gadget), aktivitas fisik, dan pola makan dengan status gizi pada remaja di SMP Negeri 1 Kota Gorontalo. Remaja disarankan untuk menjaga pola makan, mengurangi durasi penggunaan gadget, dan meningkatkan aktivitas fisik agar tidak mempengaruhi status gizi.
Faktor - Faktor yang Berhubungan Dengan Tingkat Ketahanan Pangan Rumah Tangga Nelayan Tradisional di Desa Lobuto Timur Kecamatan Biluhu: Factors Related to the Level of Food Security of Traditional Fishermen's Households in East Lobuto Village, Biluhu District Deis Yunus; Sunarto Kadir; Laksmyn Kadir
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 3: Maret 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i3.7046

Abstract

Ketahanan pangan merupakan kondisi terpenuhinya pangan bagi negara sampai dengan perseorangan, yang tercermin dari tersedianya pangan yang cukup. Rumusan masalah yaitu faktor apa saja yang berhubung dengan tingkat ketahanan pangan rumah tangga nelayan tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat ketahanan pangan rumah tangga nelayan tradisional. Metode penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan Cross Sectional. Sampel penelitian adalah rumah tangga nelayan tradisional di Desa Lobuto Timur Kecamatan Biluhu yang berjumlah 114 rumah tangga nelayan, pengambilan sampel yaitu dengan teknik Total Sampling. Data dalam penelitian ini diambil dengan kuesioner, dan formulir Food Recall. Data dianalisis menggunakan uji Chi Square dengan tingkat kemaknaan p<0,05. Hasil penelitian menunjukkan responden memiliki pendapatan rumah tangga yang kurang 56,1%. Responden memiliki pengeluaran pangan rumah tangga kurang 57,0%. Responden dengan konsumsi energi kurang 39,5%. Responden tidak menerima bantuan sosial 57,9%. Berdasarkan hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p-value pendapatan rumah tangga (p=0,001), faktor pengeluaran pangan rumah tangga (rep=0,002), faktor konsumsi energi (p=0,000), dan faktor bantuan sosial (p=0,002). Simpulan terdapat hubungan antara faktor pendapatan, pengeluaran pangan rumah tangga, konsumsi energi, dan bantuan sosial terhadap tingkat ketahanan pangan rumah tangga nelayan tradisional. Saran bagi peneliti selanjutnya agar meneliti faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat ketahanan pangan lainnya yang belum diteliti.
Hubungan Body Image Dan Pola Makan Dengan Status Gizi Pada Remaja Putri Di Smp Negeri 1 Bulango Selatan Kabupaten Bone Bolango: The Relationship Between Body Image and Eating Patterns with Nutritional Status in Adolescent Girls at SMP Negeri 1 Bulango Selatan, Bone Bolango Regency Faradilla Valencia Sinandaka; Sunarto Kadir; Yasir Mokodompis
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Juli 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i7.8285

Abstract

Body image mengacu pada persepsi menyeluruh mengenai bentuk tubuh, perasaan tidak puas menyebabkan tidak percaya diri terhadap penampilan. Pola kebiasaan makan yang buruk mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan. Masalah gizi pada remaja salah satunya disebabkan pola konsumsi tidak baik. Rumusan masalah apakah ada hubungan body image dan pola makan dengan status gizi pada remaja putri di SMP Negeri 1 Bulango Selatan. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan body image dan pola makan dengan status gizi pada remaja putri di SMP Negeri 1 Bulango Selatan Kabupaten Bone Bolango. Jenis penelitian ini observasional analitik dengan pendekatan cross sectional study. Populasi dan sampel adalah siswa remaja putri kelas IX di SMP Negeri 1 Bulango Selatan sebanyak 55 orang. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner, formulir food recall 24 jam, pengukuran berat badan menggunakan timbangan digital, pengukuran tinggi badan menggunakan microtoise. Analisis data menggunakan uji statistic Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 42 orang (76.4%) memiliki body image positif sedangkan sebanyak 13 orang (23.6%) memiliki body image negatif, hasil analisis ada hubungan body image dengan dengan status gizi remaja putri (p = 0.000). Sebanyak 21 orang (38.2%) pola makan kurang, 28 orang (50.9%) pola makan baik dan 6 orang (10.9%) pola makan lebih, hasil analisis ada hubungan pola makan dengan status gizi remaja putri (p = 0.000). Diharapkan remaja putri mempunyai kepercayaan diri lebih baik lagi sehingga terciptanya persepsi positif terhadap citra tubuh serta menjaga pola makan dengan tidak mengkonsumsi sembarang makanan yang dapat mempengaruhi berat badan.
Gambaran Pemilihan Makanan Dengan Menggunakan Toys Food Pada Anak TK Beringin 2 Kecamatan Tilango Kabupaten Gorontalo: An Overview of Food Selection Using Toy Food for Children at Beringin 2 Kindergarten, Tilango District, Gorontalo Regency Sartika Nusi; Sunarto Kadir; Yasir Mokodompis
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Juli 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i7.8323

Abstract

Penelitian ini berfokus pada anak-anak di Taman Kanak-Kanak (TK) Beringin 2, Kecamatan Tilango, Kabupaten Gorontalo, yang sering mengonsumsi jajanan tidak sehat di lingkungan sekolah. Jajanan tersebut umumnya rendah gizi dan mengandung bahan berbahaya, yang berisiko memengaruhi kesehatan anak. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan edukatif, seperti penggunaan Toys Food, untuk membantu anak-anak memahami dan memilih makanan sehat sejak dini. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: "Bagaimana gambaran pemilihan makanan oleh anak-anak di TK Beringin 2, Kecamatan Tilango, Kabupaten Gorontalo, dengan menggunakan media Toys Food?. Bertujuan untuk mengkaji gambaran penggunaan Toys Food dalam membentuk perilaku pemilihan makanan pada anak-anak usia dini di Taman Kanak-Kanak (TK) Beringin 2. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif observasional dengan melibatkan 30 anak usia 4 hingga 6 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makanan yang paling banyak dipilih adalah buah (30%), diikuti oleh camilan asin dan manis (masing-masing 23,3%), serta sayuran (23,3%). Sebanyak 53,3% anak lebih sering memilih makanan sehat, sementara 46,7% memilih makanan tidak sehat. Faktor utama yang mempengaruhi pemilihan makanan adalah daya tarik visual dari mainan makanan, dengan 50% anak memilih makanan berdasarkan warna yang menarik, dan 30% memilih makanan yang sudah dikenalnya. Simpulan Penggunaan Toys Food sebagai alat edukasi memperoleh respons positif, dengan 50% anak sangat menikmati proses pemilihan makanan menggunakan mainan tersebut. Saran dengan menggunakan Toys Food sebagai alat edukasi yang efektif dalam memperkenalkan pilihan makanan sehat kepada anak-anak dan membentuk kebiasaan makan yang lebih baik sejak dini.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Status Gizi Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Tilongkabila Kecamatan Tilongkabila Kabupaten Bone Bolango: Factors Affecting the Nutritional Status of Toddlers in the Working Area of the Tilongkabila Community Health Center, Tilongkabila District, Bone Bolango Regency Tiara Septiana Mohamad; Sunarto Kadir; Ayu Rofia Nurfadillah
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - November 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i11.9185

Abstract

Banyak faktor yang dapat mempengaruhi gizi balita. Ada beberapa tahapan timbulnya kurang gizi pada anak balita yang dibagi menjadi penyebab langsung dan tidak langsung, penyebab pokok, dan akar masalah. Penyebab langsung adalah penyakit infeksi, Sedangkan untuk penyebab tidak langsung adalah ketahanan pangan, pola pengasuhan, serta pelayanan kesehatan lingkungan. Ketiga faktor tidak langsung ini berkaitan dengan tingkat pendidikan, pengetahuan dan keterampilan keluarga. Ada pengaruh pengetahuan ibu dan pla asupan makanan terhadap status gizi balita, tidak ada pengaruh ketahanan pangan rumah tangga terhadap status gizi balita di wilayah kerja Puskesmas Tilongkabila, Kecamatan Tilongkabila, Kabupaten Bone Bolango. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi status gizi balita di Wilayah Kerja Puskesmas Tilongkabila, Kecamatan Tilongkabila, Kabupaten Bone Bolango Penelitian ini dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Tilongkabila, Kecamatan Tilongkabila, Kabupaten Bone Bolango. Desain penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan survei analitik dan analisis. Populasi sebanyak 260 balita dan sampel sebanyak 158 balita dengan tekhnik random sampling. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh penegtahuan ibu terhadap status gizi balita dengan nilai p 0,00 (p<0,05) di wilayah kerja Puskesmas Tilongkabila, Kecamatan Tilongkabila, Kabupaten Bone Bolango, Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh pola asupan makanan terhadap status gizi balita dengan nilai p 0,00 (p<0,05) di wilayah kerja Puskesmas Tilongkabila, Kecamatan Tilongkabila, Kabupaten Bone Bolango, Hasil penelitian menunjukkan tidak ada pengaruh ketahanan pangan rumah tangga terhadap status gizi balita dengan nilai p 0,08 (p<0,05) di wilayah kerja Puskesmas Tilongkabila, Kecamatan Tilongkabila, Kabupaten Bone Bolango. Diharapkan untuk Puskesmas Tilongkabila agar lebih meningkatkan lagi berbagai macam program tentang gizi dan untuk pembaca dapat menambah pengetahuan tentang berbagai hal tentang keseehatan dan gizi.