Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Teacher Induction: Pelatihan Asesmen Hasil Belajar Siswa Berbasis Platform Digital Wayground dan Blooket di Sekolah Lentera Kasih Makassar Ainun Najib Alfatih; Abdul Majid; Iyan Iyan; Miftahul Jannah; Nur Ilmi
PENGABDI PENGABDI: VOL. 7, NO.1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pengabdi.v7i1.86040

Abstract

Abstrak. Pendidikan abad ke-21 menuntut transformasi dalam praktik asesmen hasil belajar, dari yang bersifat konvensional menjadi asesmen digital yang lebih efisien, adaptif, dan memberikan umpan balik secara instan. Untuk menjawab tantangan tersebut, program Teacher Induction dilaksanakan di Sekolah Lentera Kasih Makassar pada awal tahun ajaran baru, dengan tujuan meningkatkan kompetensi guru dalam merancang dan melaksanakan asesmen digital berbasis platform Wayground dan Blooket. Kegiatan ini diikuti oleh 24 guru jenjang sekolah dasar dan berlangsung dalam format pelatihan satu hari penuh yang melibatkan lima tahapan: ceramah interaktif mengenai konsep asesmen formatif dan digital, studi kasus konversi asesmen kertas ke digital, simulasi pembuatan kuis dan flashcards menggunakan Wayground, kerja kelompok dalam merancang game edukatif melalui Blooket, serta presentasi dan umpan balik langsung atas hasil kerja. Selama pelatihan, peserta menunjukkan partisipasi aktif dan antusias dalam mencoba berbagai fitur teknologi, seperti AI quiz builder dan video interaktif. Hasil evaluasi melalui survei pascapelatihan menunjukkan bahwa 90 % peserta merasa lebih percaya diri dalam menggunakan platform digital untuk asesmen, 85 % menyatakan bahwa waktu persiapan soal menjadi lebih efisien, dan 80 % menyatakan siap mengintegrasikan platform ini ke dalam praktik pembelajaran rutin. Selain peningkatan teknis, peserta juga melaporkan bahwa pengalaman kolaboratif selama pelatihan memperkuat pemahaman mereka tentang pentingnya asesmen sebagai bagian integral dari proses pembelajaran. Pelatihan ini membuktikan bahwa pendekatan aktif, kontekstual, dan berbasis teknologi dapat mendorong transformasi asesmen di lingkungan sekolah dasar. Kata Kunci: asesmen digital; Wayground; Blooket; pelatihan guru 
Pelatihan Komunikasi Positif sebagai Upaya Pencegahan Perilaku Bullying Yusri Yusri; Arlian Fachrul Syaputra; Muhammad Anwar; Femmy Angreany; Ainun Najib Alfatih
IPTEK: Jurnal Hasil Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5, No 3 (2026): IPTEK: Jurnal Hasil Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Univeristas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/iptek.v5i3.85598

Abstract

Abstrak. Perilaku bullying masih menjadi salah satu permasalahan yang sering terjadi di lingkungan sekolah dan dapat memberikan dampak negatif terhadap kondisi psikologis maupun sosial siswa. Salah satu faktor yang memengaruhi munculnya perilaku bullying adalah rendahnya kemampuan komunikasi positif dalam interaksi antarsiswa. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai bullying serta meningkatkan kesadaran pentingnya komunikasi positif sebagai upaya pencegahan bullying pada siswa MA Al-Ishlah Maros. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan dalam bentuk pelatihan selama satu hari melalui penyampaian materi, diskusi interaktif, simulasi, dan role play. Evaluasi kegiatan dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman dan kesadaran siswa setelah mengikuti pelatihan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa mengenai bullying dengan rata-rata nilai meningkat dari 57,8% pada pre-test menjadi 90,6% pada post-test. Selain itu, kesadaran siswa mengenai pentingnya komunikasi positif juga mengalami peningkatan dari 62,4% menjadi 92,0%. Pelatihan komunikasi positif membantu siswa memahami dampak komunikasi negatif, meningkatkan empati, serta membangun interaksi sosial yang lebih sehat di lingkungan sekolah. Dengan demikian, kegiatan ini dapat menjadi salah satu strategi preventif dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari perilaku bullying.Kata Kunci: komunikasi positif, bullying, siswa, pelatihan, pengabdian masyarakat.
Penguatan Kompetensi Guru Melalui Integrasi TPACK‑STEAM dalam Program Capacity Building di Sekolah Dasar Islam Celebes Ainun Najib Alfatih; Usman Usman; Muhammad Amran; Imron Burhan; Naufal Qadri Syarif
IPTEK: Jurnal Hasil Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5, No 3 (2026): IPTEK: Jurnal Hasil Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Univeristas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/iptek.v5i3.86033

Abstract

Abstrak. Perubahan paradigma pendidikan menuju era digital dan Kurikulum Merdeka menuntut guru mengintegrasikan teknologi, pedagogi, konten, dan kreativitas dalam pembelajaran. Urgensi tersebut semakin terasa ketika hasil Program for International Student Assessment (PISA) 2022 menunjukkan bahwa hanya sekitar 18 % siswa Indonesia mencapai minimal level 2 matematika (rata‑rata OECD 69 %), 25 % mencapai level 2 membaca (rata‑rata 74 %), dan 34 % mencapai level 2 sains (rata‑rata 76 %); hampir tidak ada siswa yang tergolong top performer (Organisation for Economic Co‑operation and Development (OECD), 2023). Untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di Sekolah Dasar Islam Celebes (CIS), kami melaksanakan program Capacity Building selama dua hari (6‑7 Juli 2025) dengan fokus integrasi Technological, Pedagogical and Content Knowledge (TPACK) serta Science, Technology, Engineering, Arts, Mathematics (STEAM). Peserta berjumlah 52 guru jenjang Pendidikan Anak Usia Dini dan sekolah dasar. Program dirancang interaktif dengan pemaparan konsep, studi kasus, simulasi, curah pendapat, praktik mandiri, serta demonstrasi penggunaan kecerdasan buatan (AI), pengeditan video, dan Metode Ummi untuk pengajaran Al‑Qur’an. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman TPACK‑STEAM serta kepercayaan diri peserta dalam merancang Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) berbasis teknologi; lebih dari 90 % peserta menyatakan mampu membuat materi ajar baru dengan bantuan AI dan video. Temuan ini sejalan dengan berbagai studi yang menunjukkan bahwa pelatihan profesional berbasis TPACK‑STEAM dapat meningkatkan kompetensi guru (Martins & Baptista, 2024; Wahono dkk., 2025). Kesimpulannya, integrasi TPACK‑STEAM dalam program capacity building efektif meningkatkan kapasitas guru; keberlanjutan program perlu didukung melalui pendampingan dan komunitas belajar.Kata kunci: Capacity Building; TPACK‑STEAM; Kecerdasan Buatan
Penerapan Model Pembelajaran Learning Cycle Berbantuan Video Animasi Interaktif Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Kelas V Pada Mata Pelajaran IPAS di UPTD SD Negeri 65 Parepare Ila Israwaty; Ainun Najib Alfatih; Salwa Aliah
JPPSD: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol 5, No 4 (2026): April
Publisher : Universtas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jppsd.v5i4.83073

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya tingkat motivasi belajar siswa dalam proses pembelajaran IPAS, yang ditandai oleh siswa terlihat cepat merasa bosan dalam kegiatan pembelajaran, kurang memperhatikan proses pembelajaran, serta minimnya keberanian dalam mengeluarkan pendapat maupun bertanya. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa kelas V pada mata pelajaran IPAS melalui penerapan model pembelajaran Learning Cycle berbantuan video animasi interaktif. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas V UPTD SD Negeri 65 Parepare dengan jumlah 17 siswa. Data dikumpulkan melalui observasi, angket, dan juga dokumentasi, kemudian dianalisis secara mix methods. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengintegrasian antara penerapan model Learning Cycle dengan bantuan video animasi interaktif mampu meningkatkan motivasi belajar siswa secara signifikan. Terlihat dari terciptanya lingkungan belajar yang kondusif, seperti siswa belajar dengan suasana yang tertib dan disiplin. Dengan demikian, penerapan model Learning Cycle berbantuan video animasi interaktif terbukti efektif dalam meningkatkan motivasi belajar siswa pada pembelajaran IPAS.