Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PENENTUAN INDEKS KESUBURAN TANAH PADA BEBERAPA PENGGUNAAN LAHAN DI SUB DAS JENELATA, KABUPATEN GOWA Aqidah, Nur; Ibrahim, Bakhtiar; Saida, Saida
AGROTEK: Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 8, No 1 (2024): Maret
Publisher : Percetakan Umi Toaha Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/agrotek.v8i1.627

Abstract

The absence of data regarding soil fertility within a watershed leads to the selection of land use that does not align with the appropriate level of land capability and suitability. The objective of this study is to assess the soil fertility index in different land uses within the Jenelata sub-watershed and identify the land map unit with the highest soil fertility. The study was conducted from February 2024 until May 2024. The study is a soil survey investigation that has been validated by laboratory analysis. The survey area comprises 23 Land Map Units (SPL) derived from the integration of soil type maps, slope maps, and land use maps. Each SPL is represented by three composite soil samples, corresponding to each land use category. Soil sampling was conducted at a depth of 0-30 cm. The observed characteristics include Cation Exchange Capacity (CEC), Organic Carbon (C-Organic), total Nitrogen (N), accessible Phosphorus (P), exchangeable Potassium (K), exchangeable Magnesium (Mg), exchangeable Calcium (Ca), and exchangeable Aluminum (Al). The soil analysis data are utilized to evaluate the soil fertility index. The study revealed that the soil fertility index value in the Jenelata sub-watershed ranged from 195 to 215, indicating a moderate to relatively high level. The maximum soil fertility index value of 215 was seen in the utilization of secondary dryland forest land.
Penguatan Soft Skill Leadership bagi Ibu – Ibu Penggerak Usaha Mikro di Ponrang Selatan Risda Mustakim; Muh Fitra Nur Asri; Nur Aqidah; Ariani Amri; Nur Azizah Jaya; Nabila Febriyanti; Chalik Mawardi; Erin Savitri Gawing
Abdimas Singkerru Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Akademi Teknologi Industri Dewantara Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59563/singkerru.v5i1.263

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kepemimpinan ibu-ibu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kecamatan Ponrang Selatan melalui penguatan soft skill leadership. Permasalahan utama yang diidentifikasi adalah rendahnya keterampilan komunikasi, pengambilan keputusan, dan manajemen waktu yang menjadi penghambat berkembangnya usaha mikro secara berkelanjutan. Metode pelaksanaan mencakup pelatihan interaktif, diskusi kelompok, simulasi kasus, serta pendampingan praktik usaha. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan signifikan dalam kepercayaan diri, kemampuan berbicara di depan umum, dan kemampuan manajerial peserta, yang diukur melalui evaluasi pre dan post-test serta observasi lapangan. Program ini berhasil membentuk embrio komunitas wirausaha perempuan yang solid dan kolaboratif. Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan pelatihan soft skill sebagai fondasi dalam pemberdayaan ekonomi perempuan berbasis komunitas.
Pemanfaatan Smartphone untuk Strategi Pemasaran Digital yang Efektif bagi Pelaku UMKM di Lembang Angin-Angin Risda Mustakim; M. Ishak Ishak; Tenri Ampareng; Nabila Febriyanti; Nur Aqidah; Erin Savitri Gawing; Erin Savitri Gawing Jaya; Nur Azizah Jaya; Ariani Amri; Ricky Gazali
Abdimas Singkerru Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Teknologi Industri Dewantara Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59563/singkerru.v5i2.315

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas pelaku UMKM—khususnya ibu-ibu pelaku usaha mikro - dalam memanfaatkan smartphone sebagai strategi pemasaran digital yang lebih efektif di Lembang Angin-Angin, Kabupaten Toraja Utara. Permasalahan awal yang ditemukan meliputi promosi yang masih dominan dari mulut ke mulut, penggunaan WhatsApp pribadi dan Facebook secara terbatas, belum tersedianya katalog produk, kualitas dokumentasi foto/video yang kurang menarik, caption promosi yang belum persuasif, serta pengelolaan respons pelanggan yang belum sistematis. Metode pelaksanaan dilakukan secara partisipatif melalui observasi awal dan audit sederhana kanal digital, pelatihan berbasis praktik (hands-on) terkait penguatan identitas usaha, optimalisasi WhatsApp Business (profil, katalog, label pelanggan, balasan cepat), pembuatan konten foto/video menggunakan smartphone, penyusunan caption dengan call-to-action, serta pendampingan (coaching clinic) dan monitoring–evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya perbaikan kesiapan kanal digital UMKM, peningkatan kualitas konten promosi, dan komunikasi pelanggan yang lebih tertata. Peserta mulai lebih rutin melakukan promosi melalui status WhatsApp dan media sosial, serta menunjukkan peningkatan interaksi pelanggan berupa bertambahnya pesan masuk/pertanyaan produk. Temuan ini menegaskan bahwa pelatihan praktis berbasis smartphone disertai pendampingan efektif sebagai langkah awal memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan daya saing UMKM di Toraja Utara.
Optimasi Penggunaan Lahan di Sub DAS Jenelata melalui Analisis Erosi dan Indeks Kesuburan Tanah Nur Aqidah; Erin Savitri Gawing; Nur Azizah Jaya
Dewantara Journal of Technology Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Teknologi Industri Dewantara Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59563/djtech.v5i2.269

Abstract

Sub DAS Jenelata, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, mengalami degradasi lahan yang mempengaruhi keberlanjutan sumber daya alam dan pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis erosi dan kesuburan tanah di Sub DAS Jenelata serta memberikan rekomendasi pengelolaan lahan yang berkelanjutan. Analisis erosi menggunakan model Universal Soil Loss Equation (USLE) untuk menghitung erosi aktual dan potensial, sedangkan Soil Fertility Index (SFI) digunakan untuk menilai kesuburan tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lahan pertanian kering, terutama di lereng curam, memiliki erosi yang sangat tinggi, mencapai 1791,06 ton/ha/tahun, yang memerlukan konservasi tanah intensif seperti teras bangku dan rotasi tanaman. Lahan sawah dan hutan lahan kering sekunder menunjukkan tingkat erosi yang lebih rendah, masing-masing 29,03 ton/ha/tahun dan 17,50 ton/ha/tahun. Indeks kesuburan tanah di Sub DAS Jenelata berada dalam kategori agak tinggi, dengan skor SFI untuk hutan lahan kering sekunder (210), pertanian lahan kering (207,86), dan sawah (204,5). Meskipun kesuburan tanah cukup baik, pengelolaan yang tepat diperlukan untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas tanah, terutama di lahan pertanian yang terolah intensif. Rekomendasi pengelolaan lahan mencakup penerapan konservasi tanah, pemupukan organik, rotasi tanaman, dan pengelolaan air yang optimal. Dengan penerapan teknik ini, diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian dan keberlanjutan penggunaan lahan di Sub DAS Jenelata.
Optimalisasi Kalender Tanam dan Mitigasi Risiko Iklim Berbasis Analisis Curah Hujan di Kota Palopo Nur Azizah Jaya; Erin Savitri Gawing; Nur Aqidah; Nabila Febriyanti
Dewantara Journal of Technology Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Teknologi Industri Dewantara Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59563/djtech.v5i2.283

Abstract

Curah hujan merupakan salah satu faktor penentu dalam keberhasilan usaha pertanian, khususnya dalam pengaturan kalender tanam dan mitigasi risiko iklim lokal. Kota Palopo sebagai salah satu wilayah agraris di Sulawesi Selatan mengalami fluktuasi curah hujan yang cukup signifikan dalam lima tahun terakhir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola curah hujan Kota Palopo periode 2020–2024 dan menyusun kalender tanam berbasis iklim. Fluktuasi curah hujan di Kota Palopo selama lima tahun terakhir (2020–2024) memengaruhi pertanian dan adaptasi iklim lokal. Metode yang digunakan meliputi pengumpulan data curah hujan bulanan, analisis tren tahunan dan bulanan, klasifikasi iklim berdasarkan standar BMKG, serta penyusunan rekomendasi teknis untuk penjadwalan tanam. Hasil analisis menunjukkan bahwa tahun 2020, 2021, dan 2024 tergolong sebagai tahun basah, sementara tahun 2023 termasuk tahun sedang. Kalender tanam menunjukkan bulan-bulan optimal untuk menanam padi berada pada Februari hingga Mei dan November, sementara musim kering ideal untuk tanaman palawija terjadi pada Agustus hingga Oktober. Penelitian ini memberikan kontribusi nyata terhadap perencanaan pertanian adaptif di tingkat lokal berbasis data klimatologis terkini.
Analisis Risiko Longsor Berbasis Data Tingkat Pelapukan di Kecamatan Wara Barat Erin Savitri Gawing; Nur Aqidah; Nur Azizah Jaya
Dewantara Journal of Technology Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Akademi Teknologi Industri Dewantara Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59563/djtech.v6i1.298

Abstract

Kecamatan Wara Barat merupakan salah satu wilayah dengan tingkat kerawanan longsor yang tinggi di Kota Palopo, terutama dipengaruhi oleh kondisi geomorfologi perbukitan serta tingkat pelapukan batuan yang bervariasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara derajat pelapukan batuan dan tingkat risiko longsor berdasarkan pengamatan lapangan pada lima lokasi, yaitu Kelurahan Battang Barat, Battang, Lebang, Tomarundung, dan Padang Lambe. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif melalui observasi visual terhadap kondisi batuan, tingkat pelapukan, kemiringan lereng, tanda-tanda kelongsoran, serta faktor pemicu alami seperti rembesan air dan erosi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lokasi dengan pelapukan lanjut hingga sangat lapuk (Grade IV–V) cenderung memiliki risiko longsor tinggi karena disintegrasi material, retakan memanjang, serta lereng yang curam. Sebaliknya, lokasi dengan pelapukan rendah (Grade I–II) memiliki stabilitas lereng lebih baik dengan indikasi longsor yang minimal. Temuan ini menegaskan bahwa tingkat pelapukan merupakan indikator dominan dalam menentukan kerentanan longsor di Wara Barat, terutama ketika berinteraksi dengan faktor geomorfologi dan kondisi hidrologi lereng. Studi ini memberikan kontribusi penting bagi upaya mitigasi berbasis kondisi geologi aktual serta dapat menjadi dasar perencanaan tata ruang aman bencana pada wilayah rawan longsor.