Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

SILICA FUME SEBAGAI BAHAN PENGIKAT TAMBAHAN BETON: TINJAUAN SISTEMASTIS PENINGKATAN KINERJA DAN KEBERLAJUTAN Ahmad Ridhani Noorfauzi; Septia Rona Puspita Gaby; Taufik Abdullah Attamimi
Jurnal Rekayasa Konstruksi Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Rekayasa Konstruksi (Mei)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/jrk.v4i1.47

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji efektivitas silica fume sebagai bahan pengikat tambahan (SCMs) melalui pendekatan systematic literature review dengan metode PRISMA. Sebanyak 12 artikel dari rentang tahun 2020–2024 dianalisis setelah disaring dari total 50 artikel yang teridentifikasi pada database Google Scholar, ScienceDirect, Springer, dan IEEE Xplore. Ditemukan bahwa penggunaan silica fume dalam proporsi 10–15% terhadap berat semen secara konsisten meningkatkan performa beton pada berbagai aplikasi. Peningkatan kuat tekan tertinggi tercatat sebesar 20,14%, sedangkan kuat tarik belah dan kuat lentur masing-masing meningkat hingga 12,73% dan 13,74%. Efektivitas ini dijelaskan melalui reaksi pozzolan yang menghasilkan gel C-S-H sekunder serta efek pengisi fisik yang memperhalus pori dan memperkuat mikrostruktur. Mayoritas studi berfokus pada beton berpori, menandakan urgensi dalam pengembangan infrastruktur ramah lingkungan, khususnya dalam manajemen air permukaan. Selain itu, permeabilitas berkurang secara signifikan dan durabilitas terhadap siklus beku-cair meningkat. Penggunaan silica fume sebagai produk sampingan industri ferrosilikon dinilai relevan untuk mendukung reduksi limbah dan emisi karbon. Disarankan pemanfaatan silica fume 10–15% disertai superplasticizer untuk mencapai performa optimal dalam praktik konstruksi berkelanjutan.
PENGARUH KEAHLIAN DAN PENGALAMAN KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS TUKANG KONSTRUKSI: SUATU TINJAUAN NARATIF Ahmad Ridhani Noorfauzi; Muya Ryan Hidayat
Jurnal Rekayasa Konstruksi Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Rekayasa Konstruksi (November)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/jrk.v4i2.73

Abstract

Produktivitas tenaga kerja konstruksi merupakan faktor kunci yang menentukan keberhasilan proyek dari aspek waktu, biaya, dan kualitas. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa faktor manusia, khususnya keahlian dan pengalaman kerja tukang, memiliki pengaruh signifikan terhadap tingkat produktivitas. Namun, pemahaman yang komprehensif mengenai mekanisme pengaruh keahlian dan pengalaman kerja dalam berbagai konteks proyek konstruksi masih terbatas, terutama di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan mensintesis temuan-temuan ilmiah terkait pengaruh keahlian dan pengalaman kerja terhadap produktivitas tenaga kerja konstruksi melalui pendekatan narrative review. Penelusuran literatur dilakukan terhadap publikasi nasional dan internasional yang relevan dengan produktivitas tenaga kerja konstruksi, faktor manusia, keahlian, dan pengalaman kerja. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengalaman kerja berperan dominan dalam meningkatkan produktivitas melalui peningkatan penguasaan teknis, pemahaman alur kerja, serta kemampuan menyelesaikan permasalahan di lapangan. Selain itu, keahlian tenaga kerja dipengaruhi tidak hanya oleh lamanya pengalaman, tetapi juga oleh kualitas pengalaman yang didukung pelatihan, supervisi, dan komunikasi yang efektif. Studi ini menegaskan pentingnya pengembangan kompetensi berbasis pengalaman sebagai strategi peningkatan produktivitas tenaga kerja konstruksi yang berkelanjutan.
Assessment Risiko Keselamatan Bangunan Pendidikan Vokasi Berdasarkan Inspeksi K3: (Studi Kasus Gedung Jurusan Rekayasa Dan Industri POLITALA) Hendra Putra; Jerry Christian Poli; Muhammad Rizan Adam; Ahmad Ridhani Noorfauzi; Muya Ryan Hidayat
Jurnal Rekayasa Konstruksi Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Rekayasa Konstruksi (Mei)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis potensi bahaya keselamatan di Gedung Jurusan Rekayasa dan Industri Politeknik Negeri Tanah Laut (Politala) lewat inspeksi K3. Asesmen ini penting untuk menjamin keamanan aktivitas praktikum vokasi yang memiliki risiko fisik tinggi. Pendekatan deskriptif dengan metode campuran (mixed methods) digunakan dalam studi ini. Pengumpulan data lapangan memakai lembar periksa berbasis Permenkes No. 48 Tahun 2016, sementara evaluasi tingkat bahaya dianalisis melalui metode Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control (HIRARC). Hasil investigasi menunjukkan prasarana gedung secara umum aman dan memadai untuk perkuliahan. Fasilitas utama seperti tata cahaya, ventilasi, toilet, laboratorium, dan alat pemadam api (APAR) berfungsi dengan baik. Namun, ditemukan beberapa ancaman minor berisiko sedang, meliputi kerusakan ringan pada plafon dan keramik tangga, jaringan kabel listrik yang tidak rapi, gangguan pendingin ruangan, serta mebeler yang kurang ergonomis. Secara menyeluruh, sistem K3 telah diterapkan dengan baik. Pihak kampus direkomendasikan meningkatkan intensitas pemeliharaan fasilitas secara berkala dan membenahi kenyamanan ergonomis ruang kelas demi mendukung keselamatan operasional secara optimal.
UJI KUALITAS AIR BERSIH PADA SARANA (PAMSIMAS) DI DESA TAMBAK PADI Jihan Alya Nabillah; Ahmad Ridhani Noorfauzi; Dhia Alfa Della
Jurnal Rekayasa Konstruksi Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Rekayasa Konstruksi (November)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini. untuk mengetahui. kualitas air Program Pamsimas. berdasarkan sifat fisika, kimia dan mikrobiologi di Desa Tambak Padi Kecamatan Beruntung Baru Kabupaten Banjar. Metode yang digunakan adalah observasional deskriptifi yang bertujuan untuk memperoleh hasil uji kualitas air pada sarana air bersih Program Pamsimas. Total sampling menggunakan 1 sumber air Pamsimasa. Kualitas fisik air di sesuaikan dengan Permenkes No. 2 Tahun 2023. Hasil uji parameter fisika. air yang diperoleh yaitu warna 10 TCU, suhu 22,7°C, dan TDs sebesar 76 mg/L. Hasil uji parameter kimia diperoleh Nitrit 0,2886 mg/L, Besi <0,138 mg/L, Mangan <0,046 mg/L, pH 7,71, Nitrat 1,15 mg/L, Krom Valensi <0,0017 mg/L, Arsen <0,007 mg/L, Kadmium <0,001 mg/L, Timbal 0,0022 mg/L, Flourida <0,0242 mg/L. Hasil parameter uji mikrobiologi diperoleh hasil untuk pemeriksaan coliform sebesar 110 CFU/100 ml. Kata Kunci: Sifat Fisika, Kimia, Mikrobiologi, Pamsimas, Pengujian air
A Multivocal Literature Review of Green Election Political Education Based on Pancasila Values to Achieve Sustainability Pratama Yoga Wica; Farid Fadillah; Novi Eka Saputri; Arif Subowo; Nurul Fajariah; Ahmad Ridhani Noorfauzi
Entita: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : IAIN Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ejpis.v7i2.21427

Abstract

Pancasila-based green election reform is positioned as a strategy to strengthen democracy with integrity while simultaneously orienting toward sustainability and environmental awareness. Using the Multivocal Literature Review method, this study examined 69 secondary documents from regulations, journals, proceedings, reports, and books. This international and national literature review utilized large databases such as Scopus and Web of Science. Government documents, such as laws, regulations, and other supporting documents, were retrieved from Indonesian legal web sources. Two concepts were used: environmental and political education. These two concepts were used solely for conceptual understanding. The analysis was then conducted based on existing regulations in Indonesia, then integrated with the values ​​of Pancasila. The results show that although regulations on environmental political education exist, their implementation remains weak, and the values ​​of divinity, humanity, unity, deliberation, and justice have not been reflected in environmental election performance indicators. Key recommendations include green compliance indicators in the evaluation and ethics of organizers, low emission campaigns that are inclusive of all groups including people with disabilities, the establishment of a green election task force, the development of a green election deliberation module, and the management of campaign material waste to promote a just and sovereign green democracy in line with Pancasila.