Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGUATAN BUDAYA PEDULI LINGKUNGAN MELALUI PROGRAM GREEN SCHOOL DI SDN DUKUH KUPANG V SURABAYA Siti Jaro'ah; Ribka Mutiara Simatupang; Vania Ardelia; Avrisko Adam Rifa'i; Muhammad Aflah N.S. Kurniawan
PAKDEMAS : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2025): Desember
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/pakdemas.v5i1.617

Abstract

Isu kerusakan lingkungan dan perubahan iklim menuntut peran aktif institusi pendidikan dasar dalam membangun kesadaran serta perilaku ramah lingkungan sejak dini. Sekolah dasar memiliki posisi strategis dalam menanamkan nilai keberlanjutan melalui pembelajaran dan praktik nyata di lingkungan sekolah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengimplementasikan konsep Green School berbasis Program Adiwiyata di SDN Dukuh Kupang V Surabaya sebagai upaya penguatan budaya peduli lingkungan. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dan edukatif yang meliputi tahap sosialisasi, pelatihan guru dan siswa, penyediaan sarana pengelolaan lingkungan, penerapan teknologi tepat guna, serta pendampingan dan evaluasi berkelanjutan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman warga sekolah terhadap isu lingkungan, perubahan perilaku dalam pemilahan sampah, serta meningkatnya partisipasi siswa dan guru dalam kegiatan pengelolaan lingkungan sekolah. Selain itu, program ini menghasilkan tersedianya fasilitas pendukung berupa tempat sampah terpilah, komposter organik sederhana, taman edukasi, dan green corner yang dimanfaatkan sebagai media pembelajaran kontekstual. Implementasi program ini berkontribusi pada terciptanya lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan berkelanjutan, serta mendukung pencapaian indikator Program Adiwiyata. Kegiatan ini juga sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan, khususnya pendidikan berkualitas dan aksi terhadap perubahan iklim.
KECEMASAN IKLIM DAN KETIDAKPASTIAN MASA DEPAN: EKSPLORASI KUALITATIF PADA DEWASA MUDA Siti Jaro’ah; Vania Ardelia; Ribka Mutiara Simatupang; Nanda Audia Vrisaba; Ira Darmawanti
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v6i2.11191

Abstract

Climate change affects not only the environment but also the psychological well-being of young people. This study aimed to explore perceptions of climate anxiety and future outlooks among young adults in Indonesia. A descriptive qualitative approach was employed through focus group discussions involving 22 participants aged 18–25 years, selected using purposive sampling. The data were analyzed using thematic analysis. The findings show that young adults perceived climate change as a real phenomenon marked by extreme weather, seasonal uncertainty, flooding, and increased health vulnerability. Participants identified human activities and low environmental awareness as the main causes of the climate crisis. The impacts of climate change were experienced in psycho-emotional, physical, and socio-economic aspects, particularly anxiety, health concerns, work disruptions, and economic uncertainty. These findings conclude that climate anxiety among Indonesian young adults is closely linked to everyday environmental experiences and uncertain future expectations. The study implies the need for climate education, psychological support, strengthened self-efficacy, and climate policies that are responsive to young people’s vulnerabilities. ABSTRAK Perubahan iklim tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga memengaruhi kondisi psikologis generasi muda. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi climate anxiety dan pandangan masa depan pada dewasa muda di Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui focus group discussion dengan 22 partisipan berusia 18–25 tahun yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dewasa muda memahami perubahan iklim sebagai fenomena nyata yang ditandai oleh cuaca ekstrem, ketidakpastian musim, banjir, dan meningkatnya kerentanan kesehatan. Partisipan memandang aktivitas manusia dan rendahnya kesadaran lingkungan sebagai penyebab utama krisis iklim. Dampak perubahan iklim dirasakan dalam aspek psiko-emosional, fisik, dan sosial-ekonomi, terutama berupa kecemasan, kekhawatiran terhadap kesehatan, gangguan pekerjaan, dan ketidakpastian ekonomi. Temuan ini menyimpulkan bahwa climate anxiety pada dewasa muda Indonesia berkaitan erat dengan pengalaman lingkungan sehari-hari dan bayangan masa depan yang tidak pasti. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya pendidikan iklim, dukungan psikologis, penguatan efikasi diri, serta kebijakan iklim yang responsif terhadap kerentanan generasi muda.