Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pelatihan Public Speaking pada Siswa SMA Cengkareng 1 Inna Hanarti; Nur Haris Ependi; Darmawan Darmawan; Giyanto Giyanto; Purnomo Purnomo; Wahyu Agus Ramadhani
PUBLICA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): PUBLICA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, April 2026
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/publica.v4i2.94

Abstract

Ketakutan berbicara di depan umum sering kali memuncak saat seseorang diminta berbicara secara mendadak (off-the-cuff). Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk "Think Fast, Think Smart" yang dilaksanakan pada 20 April 2026 ini bertujuan melatih siswa SMA 1 Cengkareng mengelola kecemasan dan menyusun gagasan secara spontan namun terstruktur. Metode yang digunakan adalah pelatihan intensif dengan fokus pada teknik PREP (Point, Reason, Example, Point). Hasil kegiatan menunjukkan transformasi signifikan pada kemampuan siswa dalam merespons topik secara instan. Melalui praktik langsung, siswa tidak hanya memahami teori, tetapi mampu mempraktikkannya dengan percaya diri. Analisis berbasis Taksonomi Bloom menunjukkan peningkatan kompetensi pada ranah kognitif (pemahaman struktur), psikomotorik (ketangkasan bicara), dan afektif (keberanian mental).
Pelatihan Bahasa Inggris untuk Menciptakan English Day di SMKN 31 Jakarta Nur Haris Ependi; Sudirman Sudirman; Giyanto Giyanto; D Purnomo Purnomo
PUBLICA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2025): PUBLICA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Desember 2025
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/publica.v4i1.85

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilaksanakan oleh dosen Politeknik LP3I Jakarta dalam bentuk pelatihan pembelajaran Bahasa Inggris komunikasi sehari-hari bagi civitas akademika SMK Negeri 31 Jakarta. Kegiatan berlangsung selama dua hari, yaitu pada tanggal 20 Oktober 2025 dan 22 Oktober 2025, dengan jumlah peserta sebanyak 25 orang guru. Program ini dilatarbelakangi oleh rencana sekolah untuk menerapkan program English Day, namun masih menghadapi kendala pada kemampuan komunikasi Bahasa Inggris dan tingkat kepercayaan diri sebagian guru. Pelatihan dirancang secara interaktif dan aplikatif dengan fokus pada komunikasi sehari-hari di lingkungan sekolah. Metode yang digunakan meliputi penyampaian materi, role play, diskusi kelompok, simulasi English Day, serta praktik langsung dengan umpan balik dari narasumber. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan motivasi, kepercayaan diri, dan pemahaman peserta dalam menggunakan ungkapan Bahasa Inggris praktis. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun budaya komunikasi Bahasa Inggris secara berkelanjutan di lingkungan sekolah.
FLUENT & FEARLESS: DEVELOPING REAL-LIFE ENGLISH COMMUNICATION COMPETENCE Sudirman Sudirman; Supadi Bambang Sutrisno; Susi Oktafiani; Giyanto Giyanto; Desi Anggraini
JOLADU: Journal of Language Education Vol. 4 No. 2 (2025): JOLADU: Journal of Language and Education, Desember 2025
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/joladu.v4i2.1338

Abstract

This study aims to develop students’ real-life English communication competence through communicative, multimodal, and practice-oriented instructional strategies. The research addresses the persistent challenges faced by Indonesian EFL learners, particularly low speaking confidence, high anxiety, and limited willingness to communicate. A mixed-method classroom-based research design was employed involving 32 undergraduate EFL students. Data were collected through pre- and post-speaking tests, communicative competence rubrics, questionnaires on Willingness to Communicate (WTC), classroom observation, and semi-structured interviews. The intervention integrated role-play, multimodal tasks, gamified communicative projects, and structured real-life speaking simulations over eight weeks. Findings indicate significant improvement in students’ fluency, pronunciation accuracy, sociolinguistic appropriateness, and strategic competence. Students demonstrated increased confidence and reduced speaking anxiety. Quantitative results show a 28% increase in speaking performance scores and a 35% rise in WTC indicators. Qualitative findings reveal that contextualized speaking tasks and authentic interaction fostered greater engagement and communicative risk-taking. The study confirms that communicative competence development requires integration of linguistic knowledge, sociocultural awareness, and emotional readiness. The results suggest that real-life simulation and multimodal communication tasks effectively promote “fluent and fearless” English use. Pedagogical implications highlight the importance of structured communicative environments that prioritize authentic use rather than grammatical accuracy alone.