Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERSIAPAN MEMASUKI DUNIA KERJA YANG KOMPETITIF BAGI SISWA SISWI SMKS AL BADAR BALARAJA TANGERANG Janaka Janaka; Supadi Bambang Sutrisno; Eko Sugiyanto; Ermanuri Ermanuri; Titim Nurlia
JURNAL ABDIMAS PLJ Vol 3, No 1 (2023): JURNAL ABDIMAS PLJ, Juli 2023
Publisher : POLITEKNIK LP3I JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34127/japlj.v3i1.865

Abstract

Curriculum Vitae bukanlah hal yang baru atau asing bagi sebagian orang, Curriculum Vitae sendiri merupakan dokumen yang berisikan tentang gambaran kualifikasi seseorang mengenai data pribadi, riwayat pendidikan, pelatihan dan  kemampuan/ skills, minat yang dimiliki oleh seseorang juga meliputi pengalamannya baik dalam berorganisasi maupun bekerja. Fungsi Curriculum Vitae biasanya digunakan ketika seseorang ingin melamar pekerjaan. Curriculum Vitae merupakan pintu pertama yang akan membukakan kesempatan dalam mendapatkan pekerjaan yang diinginkan tersebut. Dalam pembuatan Curriculum Vitae tentunya perlu dibuat menarik dan informatif supaya pembaca (HRD) tertarik dan untuk selanjutnya memberikan jadwal interview. Saat ini sudah tersedia banyak template Curriculum Vitae yang bisa didapatkan baik secara gratis maupun berbayar. Namun sekalipun ada template tetap penting bagi calon pelamar untuk bisa membuat Curriculum Vitae yang sesuai dengan klasifikasinya masing-masing, supaya Curriculum Vitae bisa dipertanggungjawabkan pada saat interview. interview merupakan proses komunikasi interaksi antara dua pihak yang setidaknya satu diantara mereka memiliki tujuan serius yang telah ditetapkan dan melibatkan proses Tanya jawab tentang sesuatu. interview merupakan suatu proses interaktif, karena adanya proses pertukaran atau melibatkan pembagian peran, tanggung jawab, kepercayaan, emosi, perasaan, motif dan juga informasi. Dengan begitu, bila ada satu orang yang berbicara terus menerus, sementara yang lain hanya mendengarkan saja, maka dapat dikatakan bukan wawancara, tetapi lebih tepat sebagai ceramah atau pidato. Yang mana Pada Interview terdapat dua pihak, ada orang yang mewawancarai / pewawancara dan ada orang yang diwawancara / responden, dimana kedua pihak saling berinteraksi dalam posisi yang tidak selalu sejajar dalam proses Tanya jawab. Adakalanya pewawancara lebih banyak bicara dengan bertanya, dan sebaliknya dapat terjadi responden lebih banyak berbicara dan bercerita untuk menjelaskan sesuatu secara panjang lebar dan detail.Untuk dapat melewati interview ada beberapa hal yang harus kita persiapkan, hal tersebut merupakan persiapan secara fisik (tampil dengan rapi dan menarik), persiapan secara mental ( membuat diri kita lebih tenang dan menghilangkan rasa grogi), persiapan secara  administrasi  (  mempersiapkan  dokumen  yang  dibutuhkan)  dan  menyerahkan  usaha  kita terhadap tuhan agar diberikan hasil yang terbaik Pengabdian Masyarakat Ini Membahas bagaimana siswa siswi SMKS AL Badar Balaraja Tangerang dapat membuat Curriculum Vitae yang informatif dan mampu menghadapi interview kerja.Kata Kunci: Curriculum Vitae, Interview Kerja
FLUENT & FEARLESS: DEVELOPING REAL-LIFE ENGLISH COMMUNICATION COMPETENCE Sudirman Sudirman; Supadi Bambang Sutrisno; Susi Oktafiani; Giyanto Giyanto; Desi Anggraini
JOLADU: Journal of Language Education Vol. 4 No. 2 (2025): JOLADU: Journal of Language and Education, Desember 2025
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/joladu.v4i2.1338

Abstract

This study aims to develop students’ real-life English communication competence through communicative, multimodal, and practice-oriented instructional strategies. The research addresses the persistent challenges faced by Indonesian EFL learners, particularly low speaking confidence, high anxiety, and limited willingness to communicate. A mixed-method classroom-based research design was employed involving 32 undergraduate EFL students. Data were collected through pre- and post-speaking tests, communicative competence rubrics, questionnaires on Willingness to Communicate (WTC), classroom observation, and semi-structured interviews. The intervention integrated role-play, multimodal tasks, gamified communicative projects, and structured real-life speaking simulations over eight weeks. Findings indicate significant improvement in students’ fluency, pronunciation accuracy, sociolinguistic appropriateness, and strategic competence. Students demonstrated increased confidence and reduced speaking anxiety. Quantitative results show a 28% increase in speaking performance scores and a 35% rise in WTC indicators. Qualitative findings reveal that contextualized speaking tasks and authentic interaction fostered greater engagement and communicative risk-taking. The study confirms that communicative competence development requires integration of linguistic knowledge, sociocultural awareness, and emotional readiness. The results suggest that real-life simulation and multimodal communication tasks effectively promote “fluent and fearless” English use. Pedagogical implications highlight the importance of structured communicative environments that prioritize authentic use rather than grammatical accuracy alone.