Muhammad Arief Setiawan
Universitas Singaperbangsa Karawang, Jawa barat, Indonesia

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Korelasi Indeks Massa Tubuh dengan Power Otot Tungkai pada Atlet Bola Voli Ajri Nurli Almuhtadi; Elias Sandy; Reza Rizki Fahlevi; Muhammad Arief Setiawan; Miftahudin Sigit
Jurnal Olahraga dan Kesehatan Indonesia (JOKI) Vol 6 No 3 (2026): Jurnal Olahraga dan Kesehatan Indonesia (JOKI)
Publisher : Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/joki.v6i3.5124

Abstract

Kemampuan vertical jump merupakan komponen penting dalam performa atlet bola voli karena berperan langsung dalam gerakan smash, block, dan serve. Salah satu faktor yang diduga memengaruhi kemampuan lompatan vertikal adalah Indeks Massa Tubuh (IMT), yang mencerminkan komposisi tubuh atlet. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara IMT dan kemampuan vertical jump pada atlet bola voli putra SMAN 1 Karawang. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan korelasional, melibatkan 15 atlet yang dipilih secara purposive sampling. Pengukuran meliputi tinggi badan, berat badan untuk perhitungan IMT, serta tes vertical jump. Analisis data diawali dengan uji normalitas Shapiro–Wilk dan dilanjutkan dengan uji korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data berdistribusi normal dan terdapat hubungan negatif yang sangat kuat dan signifikan antara IMT dan vertical jump (r = –0,847; p < 0,01). Nilai koefisien determinasi (R² = 0,717) menunjukkan bahwa 71,7% variasi penurunan kemampuan vertical jump dipengaruhi oleh IMT. Atlet dengan IMT normal cenderung memiliki kemampuan lompatan yang lebih baik dibandingkan atlet dengan IMT gemuk dan obesitas. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa IMT memiliki pengaruh besar terhadap kemampuan eksplosif tungkai, sehingga pengelolaan komposisi tubuh menjadi faktor penting dalam pembinaan atlet bola voli.
Analisis Perbandingan Kontribusi Metode Sport Massage dan Foam Rolling terhadap Pemulihan pada Kelelahan Otot Muhammad Rifky Arifin; Rafa Dinnantra Limastyningrum; Sheva Naufal Fadillah; Muhammad Arief Setiawan; Miftahudin Sigit
Jurnal Olahraga dan Kesehatan Indonesia (JOKI) Vol 6 No 4 (2026): Jurnal Olahraga dan Kesehatan Indonesia (JOKI)
Publisher : Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/joki.v6i4.5162

Abstract

Aktivitas fisik intensitas tinggi dapat menyebabkan kelelahan otot, penurunan performa, dan risiko cedera. Penelitian literature review ini bertujuan membandingkan efektivitas sports massage dan foam rolling dalam pemulihan kelelahan otot. Sebanyak 15 artikel ilmiah dari berbagai database (Google Scholar, PubMed, ScienceDirect, DOAJ, Garuda, dan SINTA) dianalisis menggunakan pendekatan content analysis. Hasil kajian menunjukkan 8 artikel melaporkan efektivitas foam rolling dalam mengurangi delayed onset muscle soreness (DOMS), meningkatkan fleksibilitas, dan mempertahankan range of motion (ROM). Sementara itu, 5 artikel menunjukkan sports massage efektif mempercepat pemulihan akut melalui peningkatan sirkulasi darah dan relaksasi neuromuskular. Dua artikel lainnya menyatakan kedua metode dapat saling melengkapi. Kesimpulannya, sports massage lebih unggul untuk pemulihan segera setelah aktivitas fisik, sedangkan foam rolling lebih konsisten dalam mengurangi DOMS dan meningkatkan fungsi gerak. Kedua metode efektif diintegrasikan sesuai kebutuhan atlet.
Efektivitas Metode RICE dalam Penanganan Cedera Akut pada Atlet Bola Voli Sigit Nugroho; Wisnu Hadi; Muhammad Adrian Maulana; Muhammad Arief Setiawan; Miftahudin Sigit
Jurnal Olahraga dan Kesehatan Indonesia (JOKI) Vol 6 No 3 (2026): Jurnal Olahraga dan Kesehatan Indonesia (JOKI)
Publisher : Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/joki.v6i3.5106

Abstract

Penelitian ini menganalisis efektivitas metode RICE (Rest, Ice, Compression, Elevation) dalam menangani cedera akut seperti ankle sprain dan trauma lutut pada atlet bola voli melalui kajian literatur sistematis terhadap artikel terindeks Google Scholar dan SINTA. Hasil analisis kritis terhadap enam artikel relevan menunjukkan bahwa metode RICE terbukti efektif dalam mengurangi edema, mempercepat penurunan nyeri, serta memperbaiki fungsi awal jaringan lunak pasca-cedera. Meskipun tingkat pemahaman atlet terhadap komponen Ice dan Compression tergolong baik, aspek Elevation sering kali masih menjadi kelemahan dalam praktik di lapangan. Penelitian ini juga menyoroti bahwa pelatihan berbasis simulasi mampu meningkatkan keterampilan penerapan metode ini secara signifikan. Secara keseluruhan, RICE merupakan intervensi awal yang krusial bagi atlet, namun keberhasilannya sangat bergantung pada ketepatan pengetahuan dan teknik implementasi. Oleh karena itu, edukasi serta pelatihan terstruktur bagi atlet dan pelatih sangat diperlukan guna memastikan penanganan cedera berjalan optimal dan meminimalkan risiko komplikasi lanjutan.
Efektivitas Pemanasan dan Pendinginan terhadap Pencegahan Cedera pada Atlet Taekwondo Willdan Demexsi Rahmat; Muhammad Amar; Naswa Affrillia; Muhammad Arief Setiawan
Jurnal Olahraga dan Kesehatan Indonesia (JOKI) Vol 6 No 1 (2025): Jurnal Olahraga dan Kesehatan Indonesia (JOKI)
Publisher : Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/joki.v6i1.4012

Abstract

Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pemanasan dan pendinginan dalam mencegah risiko terjadinya luka pada atlet Taekwondo di Klub Taekwondo Persada Karawang. Pemanasan dan pendinginan dianggap sebagai bagian penting dalam dunia olahraga terutama Taekwondo; ini berfungsi untuk mempersiapkan tubuh sebelum beraktivitas fisik dan juga membantu dalam pemulihan setelah melakukan latihan rutin. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain analisis deskriptif; melibatkan 30 atlet sebagai populasi serta sampel penelitian yang digunakan. Data dikumpulkan melalui survei yang dibuat menggunakan Google Form yang terdiri dari 25 pertanyaan dengan skala penilaian Likert (1-4). Studi menunjukkan bahwa pemanasan yang dinamis sangat bermanfaat untuk meningkatkan kelenturan otot dan sirkulasi darah serta mempersiapkan secara mental; mayoritas peserta penelitian memberikan penilaian tinggi pada kategori “Sangat Efektif.” Sementara pendinginan juga dianggap penting dalam meredakan detak jantung yang tidak normal dan mengurangi kekakuan otot serta mempercepat pemulihan setelah latihan fisik intensif. Secara umumnya pemanasan dan pendinginan dinyatakan sebagai metode yang efektif dalam mencegah cedera dan mendukung penampilan para atlet Taekwondo dengan 66.7 % peserta menilai sangat efektif dan 26.2 % menilai sebagai efektif. Para pelatih disarankan untuk terus meningkatkan kualitas program pemanasan dan pendinginan, serta memberikan lebih banyak pengetahuan kepada para atlet untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya kedua kegiatan tersebut.
Analisis Kontribusi Teknologi Sepatu terhadap Risiko Cedera pada Atlet Lari Rona Agil Pratama; Dias Patut Pradana; Abdulah Dimastiar; Muhammad Arief Setiawan; Dany Aulia
Jurnal Olahraga dan Kesehatan Indonesia (JOKI) Vol 6 No 1 (2025): Jurnal Olahraga dan Kesehatan Indonesia (JOKI)
Publisher : Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/joki.v6i1.4046

Abstract

Teknologi sepatu lari modern dikembangkan untuk meningkatkan performa atlet dan mengurangi risiko cedera, namun efektivitasnya bervariasi antar individu akibat perbedaan morfologi kaki, teknik berlari, dan adaptasi terhadap struktur sepatu. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh teknologi sepatu berteknologi tinggi terhadap risiko cedera pada atlet lari. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif, dilakukan wawancara semi-terstruktur mendalam terhadap 10 atlet lari yang menggunakan sepatu berpelat karbon dan superfoam. Analisis tematik menunjukkan bahwa sepatu teknologi tinggi dapat meningkatkan efisiensi dan performa lari, namun juga berpotensi menimbulkan cedera baru akibat perubahan biomekanika jika tidak disertai adaptasi yang tepat. Selain itu, penyesuaian sepatu secara individual sangat penting untuk meminimalkan risiko cedera. Temuan ini menegaskan perlunya edukasi bagi atlet dan pelatih mengenai pemilihan sepatu berbasis biomekanika serta pentingnya fase adaptasi bertahap. Kolaborasi antara atlet, pelatih, dan analis performa menjadi kunci dalam optimasi penggunaan sepatu. Penelitian lebih lanjut dianjurkan untuk mengeksplorasi efek jangka panjang penggunaan sepatu teknologi tinggi serta integrasi teknologi wearable untuk pemantauan biomekanika secara real-time. Implikasi praktis penelitian ini adalah pentingnya pendekatan personal dalam pemilihan sepatu untuk mencegah cedera dan meningkatkan performa atlet.
Optimalisasi Upaya Pencegahan Cedera pada Atlet Tenis Meja David Ramadan Ananda Putra Yudhistira; Wiyogo Dwi Septiaji; Wisnu Romdhoni Nugraha; Muhammad Arief Setiawan; Dany Aulia
Jurnal Olahraga dan Kesehatan Indonesia (JOKI) Vol 6 No 1 (2025): Jurnal Olahraga dan Kesehatan Indonesia (JOKI)
Publisher : Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/joki.v6i1.4057

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis cedera yang paling dominan serta strategi pencegahan cedera yang diterapkan oleh atlet tenis meja di Klub Putra 99 Karawang. Metode yang digunakan adalah survei deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif melalui kuesioner tertutup, wawancara terstruktur, dan observasi langsung selama latihan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 72% atlet pernah mengalami cedera, dengan cedera otot (48%) dan ligamen (28%) sebagai yang paling dominan. Cedera otot terjadi akibat gerakan berulang dan intensitas latihan yang tinggi, sedangkan cedera ligamen disebabkan oleh gerakan mendadak dan teknik yang kurang tepat. Sebagian besar atlet (80%) telah rutin melakukan pemanasan, namun hanya 60% yang konsisten melakukan pendinginan, dan hanya 44% yang menjalankan latihan penguatan otot dan peregangan. Pemanasan dan pendinginan terbukti membantu mengurangi risiko cedera, namun minimnya latihan penguatan dan peregangan meningkatkan risiko cedera lanjutan. Teknik latihan yang kurang tepat juga turut memperbesar potensi cedera. Oleh karena itu, dibutuhkan pendekatan pencegahan yang lebih komprehensif, termasuk edukasi, pembinaan teknik yang benar, serta penguatan dan peregangan terstruktur agar performa atlet tetap optimal dan risiko cedera dapat diminimalkan secara signifikan.
Tinjauan Pustaka Sistematis: Dampak Active Recovery terhadap Penurunan Denyut Nadi Pasca Aktivitas Olahraga Syahrul Darmawan; Muhammad Irsyad; Syifa Fauzia; Muhammad Arief Setiawan
Jurnal Olahraga dan Kesehatan Indonesia (JOKI) Vol 6 No 1 (2025): Jurnal Olahraga dan Kesehatan Indonesia (JOKI)
Publisher : Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/joki.v6i1.4209

Abstract

Pemulihan pasca-latihan yang optimal sangat penting untuk menjaga performa atletik dan kesehatan jangka panjang, dengan detak jantung sebagai indikator utama respons kardiovaskular. Pemulihan aktif, yang melibatkan aktivitas fisik intensitas rendah, dianggap lebih efektif daripada pemulihan pasif. Studi ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pemulihan aktif dalam menurunkan detak jantung setelah aktivitas fisik intens. Metode tinjauan literatur digunakan, menganalisis sumber primer dari tahun 2015 hingga 2024 yang diakses melalui Google Scholar. Empat studi kunci dianalisis secara tematis. Hasil menunjukkan bahwa metode pemulihan aktif seperti joging ringan, berenang perlahan, dan pijat olahraga secara konsisten lebih efektif daripada pemulihan pasif dalam mempercepat penurunan detak jantung. Efektivitas ini dikaitkan dengan peningkatan sirkulasi darah, pembersihan laktat yang lebih cepat, peningkatan aktivitas parasimpatis, dan penurunan ketegangan otot. Temuan ini mendukung integrasi strategi pemulihan aktif yang terstruktur ke dalam program latihan atletik untuk mengoptimalkan pemulihan dan mempertahankan performa puncak.