Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

IDENTIFIKASI TELUR CACING ASCARIS LUMBRICOIDES PADA KEMBANG KOL (BRASSICA OLERACEA VAR. BOTRYTIS) DENGAN METODE SEDIMENTASI Choirudin, Nadia Pramesthy Choirudin; Sasongkowati, Retno; Astuti, Sri Sulami Endah
Journal of Indonesian Medical Laboratory and Science Vol 5 No 1: April 2024
Publisher : Asosiasi Institusi Pendidikan Tinggi Teknologi Laboratorium Medik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53699/joimedlabs.v5i1.178

Abstract

Background: Ascaris lumbricoides is the causative agent of a helminthic diseases known as ascariasis. According to the World Health Organization (WHO), helminthic diseases constitute more than half of the health issues in developing countries. It is caused by poor sanitation and a tropical climate that supports the development of worms. Transmission of worm eggs to humans can be through vegetables that grow near the ground, one of them is cauliflower. Objectives: The study aimed to identify the presence of Ascaris lumbricoides eggs in cauliflower sold at Krembung Market, Sidoarjo Regency. Materials and Methods: The method used is sedimentation using 0,2% NaOH reagent with the principle of centrifugal force which results in the separation of worm eggs and supernatant. This method can precipitate eggs without damaging them, making it easier to identify the type of worm eggs. Results: The research was carried out in April 2023 and the results showed that from the 12 samples sold on mats, there were 2 samples (17%) contaminated with infertile Ascaris lumbricoides eggs. Meanwhile, from 12 samples sold on table, no Ascaris lumbricoides eggs (0%) were found. Conclusions: Based on the research results, Ascaris lumbricoides eggs were found in 2 out of 12 samples of cauliflower sold on mats.
Pendampingan dan Peningkatan Pengetahuan Manfaat Infusa Bawang Putih pada Masyarakat dalam Mencegah dan Mengatasi Hipertensi pada Masyarakat di Desa Ketetang Kecamatan Kwanyar Kabupaten Bangkalan Haryanto, Edy; Astuti, Sri Sulami Endah; Sasongkowati, Retno; Anita Dwi Anggraini
ABDIKESMAS MULAWARMAN : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol.3 No.1 Mei (2023) : ABDIKESMAS MULAWARMAN
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/abdikesmasmulawarman.v3i1.152

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit degeneratif yang menjadi masalah serius saat ini. Bahaya hipertensi yang tidak dapat dikendalikan dapat menimbulkan komplikasi yang berbahaya, seperti penyakit jantung koroner, stroke, ginjal dan gangguan penglihatan. Beberapa faktor yang berperan dalam terjadinya hipertensi meliputi faktor mayor yaitu faktor risiko yang tidak dapat dikendalikan dan faktor minor yaitu faktor risiko yang masih dapat dikendalikan. Permasalahan yang terjadi pada masyarakat adalah kurangnya pengetahuan tentang pengendalian penyakit hipertensi serta faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian hipertensi dan ketidaktahuan masyarakat dalam memanfaatkan bahan herbal yang ada disekitar untuk dimanfaatkan untuk menurunkan hipertensi yaitu contohnya bawang putih. Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan pada warga di Desa Ketetang dusun kwalas berhasil dilaksanakan dan diikuti sebanyak 31 orang yang mengikuti pemeriksaan tekanan darah, kegiatan pelatihan dan penyuluhan pembuatan dan pemanfaatan infusa bawang. Masalah kesehatan yang dikeluhkan oleh warga mampu diatasi oleh tim pengabdian masyarakat dengan memberikan edusi pelatihan dan penyuluhan pembuatan infusa bawang putih sebagai terapi dari herbal untuk menurunkan tekanan darah. Selama kegiatan berlangsung peserta sangat antusias, hal ini dapat dilihat pada keaktifan peserta mengikuti dari awal sampai akhir.
Pendampingan dan Pemanfaatan Infusa Jahe untuk Meningkatkan Imunitas Tubuh pada Para Petani yang Terinfeksi Kecacingan di Desa Ketetang Kecamatan Kwanyar Kabupaten Bangkalan Astuti, Sri Sulami Endah; Haryanto, Edy; Arifin, Syamsul; Anita Dwi Anggraini
ABDIKESMAS MULAWARMAN : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol.3 No.1 Mei (2023) : ABDIKESMAS MULAWARMAN
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/abdikesmasmulawarman.v3i1.153

Abstract

Pekerjaan yang sangat erat kaitannya dengan infeksi STH yang berhubungan dengan tanah yaitu petani. Dusun Ketetang merupakan desa terpencil yang mayoritas penduduknya bekerja sebagai petani. Petani yang dalam kesehariannya bekerja tidak menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan alas kaki, yang secara langsung kontak dengan tanah, selain itu para petani juga mengonsumsi makanan tanpa mencuci tangan dengan bersih terlebih dahulu. Petani dapat terinfeksi cacing baik melalui oral yaitu melalui makanan dan minuman yang tercemar dan melalui penetrasi kulit dengan adanya kontak langsung dengan kotoran hewan yang digunakan sebagai pupuk tanaman . Penelitian angka kecacingan tahun 2019 yang dilakukan oleh Lisma mahasiswa D3 Jurusan Analis Kesehatan menunjukkan hasil yaitu terd apat 40 responden (80%) yang infeksi Soil Transmitted Helminths dan 10 responden (20%) yang tidak terinfeksi Soil Transmitted Helminths pada petani di Koalas Bangkalan Madura. Ang ka kecacingan yang tinggi ini juga diikuti oleh penurunan kadar hemoglobin yang merupakan dampak akibat infeksi kecacingan. Hasil ini menunjukkan angka kecacingan yang tinggi disertai anemia sehingga masyarakat di Desa Ketetang masih memerlukan edukasi tentang pentingnya Pola Hidup Bersih dan sehat dan penggunaan Alat Pelindung diri untuk mencegah penyakit kecacingan STH, serta mengetahui dan mengkonsumsi jenis makanan sehat yang mampu meningkatkan kadar hemoglobin. Masalah ini terjadi karena kurangnya para petani dalam menjaga sistem imun tubuh sehingga mudah terinfeksi parasit, serta kurangnya pengetahuan tentang pemanfaatan herbal khususnya jahe merah dalam menjaga kesehatan diri oleh para petani. Solusi yang ditawarkan adalah menggerakkan para petani untuk mengkonsumsu infusa jahe dan mengedukasi pentingnya menjaga sistem imun, pembuatan infusa jahe yang benar sehingga nilai gizi dan manfaatnya tidak hilang.
Pap Smear Diagnostic Test Towards Gold Standard Histopathology In Cervic Cancer: Uji Diagnostik Pap Smear Terhadap Gold Standard Histopatologi Pada Kanker Serviks Anik Handayati; Putri, Tiara Dewanti; Sri Sulami Endah Astuti
Medicra (Journal of Medical Laboratory Science/Technology) Vol. 7 No. 2 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/medicra.v7i2.1655

Abstract

Cervical cancer is the second most common cancer in the world. Screening examination plays an important role in early detection of cervical cancer so that it can reduce mortality. Pap smear is an initial examination to detect the presence of abnormal cells in the cervix. This study aims to determine the sensitivity, specificity, accuracy, positive predictive value, and negative predictive value of pap smear examination by comparing them to histopathological examination as the gold standard. The design of this study was an observational study with secondary data obtained from the medical records of cervical cancer patients who had performed pap smears as well as histopathological examinations at the Anatomical Pathology Laboratory Installation, RSPAL dr. Ramelan Surabaya for the period January 2020 to March 2022. The data will be sorted based on inclusion and exclusion criteria. Data that pass the inclusion criteria will be tested using crosstabulation and then proceed to the diagnostic test. The sensitivity value is 97%, specificity value is 88%, accuracy value is 96%, positive predictive value is 98%, and negative predictive value is 79%. Pap smears have a fairly good diagnostic value for diagnosing cervical cancer.
Pemanfaatan Teri Jengki (Stolephorus indicus) Dan Layang Deles (Decapterus macrosoma) Sebagai Media Alternatif Pertumbuhan Escherichia coli Nurhasanah, Armelia Gitasari; Pestariati, Pestariati; Anggraini, Anita Dwi; Astuti, Sri Sulami Endah
THE JOURNAL OF MUHAMMADIYAH MEDICAL LABORATORY TECHNOLOGIST Vol 6 No 1 (2023): The Journal Of Muhammadiyah Medical Laboratory Technologist
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jmlt.v6i1.14452

Abstract

ABSTRAK Nutrient agar merupakan jenis media umum yang sering digunakan pada laboratorium, harga media ini relatif mahal. Nutrient agar berbentuk padat, terdiri atas campuran ekstrak daging, pepton serta agar. Ikan teri jengki dan ikan layang deles jumlahnya melimpah di Indonesia. Ikan teri jengki (Stolephorus indicus) mengandung protein 51.54%, sementara ikan layang deles (Decapterus Macrosoma) mengandung protein sebesar 57,89%. Escherichia coli digunakan sebab bakteri ini merupakan salah satu jenis mikroorganisme kontrol positif yang direkomendasikan berdasarkan Data Sheet Nutrient Agar OXOID. Penelitian ini bersifat eksperimental dengan tiga perlakuan pada masing-masing bahan yaitu variasi massa 3 gram, 4 gram dan 5 gram yang dilakukan di Laboratorium Bakteriologi Jurusan Teknologi Laboratorium Medis Poltekkes Kemenkes Surabaya. Hasil penelitian menunjukkan jumlah koloni rata-rata Escherichia coli yang tumbuh pada kontrol positif sebanyak 118 x 1013, sementara pada media ikan teri jengki variasi massa 3 gram adalah 72 x 1013 CFU/mL, 4 gram sebanyak 85 x 1013 CFU/mL, 5 gram sebanyak 94 x 1013 CFU/mL. Pada media ikan layang deles variasi 3 gram sebanyak 88 x 1013 CFU/mL, 4 gram sebanyak 96 x 1013 CFU/mL, 5 gram 108 x 1013 CFU/mL. Variasi massa yang paling baik dan mendekati hasil kontrol positif (nutriet agar) pada ikan teri jengki dan ikan layang deles adalah variasi massa 5 gram.Kata kunci: ikan teri jengki, ikan layang deles, Escherichia coli, nutrient agar
Detection of The Blaz Gene as a Penicillin Resistance Marker in Staphylococcus Aureus From Diabetic Ulcer Swabs Indrayani, Salsabila Anggia; Pestariati, Pestariati; Astuti, Sri Sulami Endah
Jurnal Riset Kesehatan Vol 14 No 2 (2025): NOVEMBER 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrk.v14i2.13592

Abstract

Diabetic ulcer is the most common complication in patients with diabetes mellitus, and Staphylococcus aureus is the predominant bacterial cause of infection. The aim of this study was to detect the presence of the blaZ gene as a penicillin-resistance marker in S. aureus isolated from diabetic ulcer swabs. This research was a descriptive quantitative study. The study population consisted of patients with diabetic ulcers treated at the Diabetes Wound Care Center Branch in Surabaya. Respondents (samples) were selected using purposive sampling, with inclusion criteria being patients diagnosed with diabetic ulcers and eligible for swab collection. A total of 30 ulcer swab samples were obtained between April and May 2025. Isolation and identification were conducted at the Bacteriology Laboratory of Poltekkes Surabaya, resulting in 16 isolates (54%) identified as S. aureus. Among these, 10 isolates (62.5%) were resistant to penicillin G. Detection of the blaZ gene using Real-Time PCR at the Molecular Biology Laboratory of Poltekkes Surabaya showed that 8 isolates (80%) were positive for the gene. These findings indicate that most penicillin-resistant S. aureus isolates carry the blaZ gene, suggesting high potential for β-lactamase production. Future studies are recommended to include larger sample sizes, analyze additional resistance genes, and investigate clinical factors influencing the emergence of antibiotic resistance in diabetic ulcers.