Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis kebutuhan penguatan literasi pada peserta didik di SD Negeri 5 Tigaraksa Camelia Aida Safitri; Sonya Trikandi; Citra Juliyanti Prancista; Alfahra Aishila Putri; Amalia Safitri; Ina
BEMAS: Jurnal Bermasyarakat Vol 7 No 1 (2026): BEMAS: Jurnal Bermasyarakat
Publisher : LPPMPK- Universitas Muhammadiyah Cileungsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37373/bemas.v7i1.2341

Abstract

Rendahnya tingkat literasi di sekolah dapat disebabkan oleh kurangnya kemampuan pendidik untuk menganalisis ketersediaan bahan bacaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan literasi peserta didik di SDN 5 Tigaraksa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Peneliti menganalisis kebutuhan literasi peserta didik sesuai dengan fakta yang ada di sekolah yang menerapkan program literasi. Data pada penelitian ini meliputi data primer dan data sekunder. Data primer yakni data yang diperoleh secara langsung berupa hasil observasi dan wawancara bersama kepala SDN 5 Tigaraksa, sementara data sekunder yakni data yang diperoleh berupa jurnal dan artikel yang mendukung penelitian kebutuhan literasi peserta didik. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemenuhan kebutuhan literasi membaca peserta didik melalui kolaborasi dengan pihak luar di SDN 5 Tigaraksa dapat meningkatkan kualitas literasi peserta didik, namun keterbatasan sarana dan prasarana masih menjadi faktor penghambat dalam optimalisasi pelaksanaan program literasi. Sehingga kebutuhan literasi di SDN 5 Tigaraksa masih dalam proses pengembangan.
Code Switching and Code Mixing in Workplace Communication: Implications for Educational Management and Professional Development Pramisdi Winanto Saputro; Sonya Trikandi; Diardana Prima Sintasari; Ina; Rifaatussalwa Hayati; Aziz Fauzi
Journal of Educational Management Research Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Al-Qalam Institue

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61987/jemr.v5i2.1887

Abstract

This study aims to describe the forms of code switching and code mixing that occur in workplace communication and to examine their implications from an educational management perspective. A descriptive qualitative approach was employed using observation, listening, audio recording, and documentation techniques. The data consisted of five selected speech events, which revealed two instances of code switching (internal and external) and three instances of code mixing in the form of words, phrases, and clauses. The dominant languages used were Indonesian, Sundanese, Javanese, and English. The findings indicate that code switching and code mixing are influenced by conversational context, speakers’ cultural backgrounds, habitual language use, the presence of a third participant, and the formality of workplace situations. Beyond their linguistic function, these phenomena reflect social interaction patterns, cultural identity, and communication effectiveness in multilingual professional settings. From an educational management perspective, the results highlight the importance of managing language use in workplace learning, communication training, and professional development programs to support effective collaboration and inclusive learning environments.
Bermain Peran sebagai Strategi Penguatan Keterampilan Berbicara dalam Pembelajaran Drama: Studi Literatur Indra Rasyid Julianto; Ewin Sanjaya Gajah; Pramisdi Winanto Saputro; Diardana Prima Sintasari; Ina; Hasnah Setiani
Jurnal Pembelajaran Seni dan Budaya Vol. 11 No. 2 (2026): JPSB (Jurnal Pembelajaran Seni dan Budaya) Edisi Agustus-Desember 2026
Publisher : PT. CASA CENDEKIA MEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/q3a8dj64

Abstract

Keterampilan berbicara merupakan salah satu kompetensi penting dalam pembelajaran bahasa dan seni karena berkaitan dengan kemampuan peserta didik menyampaikan gagasan, mengekspresikan perasaan, dan berinteraksi secara lisan. Namun, pembelajaran berbicara masih menghadapi berbagai kendala, seperti rendahnya kepercayaan diri, keterbatasan kelancaran, ketepatan lafal, intonasi, ekspresi, dan kurangnya kesempatan praktik komunikasi secara langsung. Penelitian ini bertujuan menganalisis kontribusi metode bermain peran (role playing) dalam pembelajaran drama terhadap pengembangan keterampilan berbicara peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi literatur. Data diperoleh melalui penelusuran artikel ilmiah yang relevan menggunakan kata kunci bermain peran, pembelajaran drama, keterampilan berbicara, dan studi literatur. Sebanyak 21 artikel dipilih berdasarkan kesesuaian topik dengan fokus penelitian, khususnya keterkaitan antara penerapan role playing, pembelajaran drama, dan pengembangan keterampilan berbicara pada berbagai jenjang pendidikan. Data kemudian dianalisis secara deskriptif melalui identifikasi, pengelompokan, perbandingan, dan sintesis temuan. Hasil sintesis menunjukkan bahwa role playing secara umum memberikan kontribusi positif terhadap keterampilan berbicara, terutama pada aspek kelancaran, artikulasi, intonasi, volume suara, ekspresi, penghayatan karakter, keberanian tampil, dan kemampuan berinteraksi. Penerapan role playing juga memberikan pengalaman komunikasi yang aktif dan kontekstual serta mendukung keterlibatan, kerja sama, dan kepercayaan diri peserta didik. Berdasarkan sintesis tersebut, role playing dapat dipandang sebagai strategi pembelajaran integratif yang menghubungkan pengembangan kompetensi linguistik, performatif, sosial, dan afektif dalam pembelajaran drama.