Keterampilan berbicara merupakan salah satu kompetensi penting dalam pembelajaran bahasa dan seni karena berkaitan dengan kemampuan peserta didik menyampaikan gagasan, mengekspresikan perasaan, dan berinteraksi secara lisan. Namun, pembelajaran berbicara masih menghadapi berbagai kendala, seperti rendahnya kepercayaan diri, keterbatasan kelancaran, ketepatan lafal, intonasi, ekspresi, dan kurangnya kesempatan praktik komunikasi secara langsung. Penelitian ini bertujuan menganalisis kontribusi metode bermain peran (role playing) dalam pembelajaran drama terhadap pengembangan keterampilan berbicara peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi literatur. Data diperoleh melalui penelusuran artikel ilmiah yang relevan menggunakan kata kunci bermain peran, pembelajaran drama, keterampilan berbicara, dan studi literatur. Sebanyak 21 artikel dipilih berdasarkan kesesuaian topik dengan fokus penelitian, khususnya keterkaitan antara penerapan role playing, pembelajaran drama, dan pengembangan keterampilan berbicara pada berbagai jenjang pendidikan. Data kemudian dianalisis secara deskriptif melalui identifikasi, pengelompokan, perbandingan, dan sintesis temuan. Hasil sintesis menunjukkan bahwa role playing secara umum memberikan kontribusi positif terhadap keterampilan berbicara, terutama pada aspek kelancaran, artikulasi, intonasi, volume suara, ekspresi, penghayatan karakter, keberanian tampil, dan kemampuan berinteraksi. Penerapan role playing juga memberikan pengalaman komunikasi yang aktif dan kontekstual serta mendukung keterlibatan, kerja sama, dan kepercayaan diri peserta didik. Berdasarkan sintesis tersebut, role playing dapat dipandang sebagai strategi pembelajaran integratif yang menghubungkan pengembangan kompetensi linguistik, performatif, sosial, dan afektif dalam pembelajaran drama.
Copyrights © 2026