Nuraedhi Apriyanto
Universitas Ivet

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENGARUH MINAT BELAJAR DAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA KOMPETENSI PEMELIHARAAN SISTEM AIR CONDITIONER (AC) TERSTANDAR SKKNI DI SMK NU LASEM KABUPATEN REMBANG Alfian Nurfiyanto; Nuraedhi Apriyanto; Muhammad Rizky Rochmawan
Journal of Vocational Education and Automotive Technology Vol 8 No 1 (2026): Journal of Vocational Education and Automotive Technology
Publisher : Ivet University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31331/joveat.v8i1.4453

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh minat belajar dan prestasi belajar siswa pada kompetensi pemeliharaan sistem air conditioner (AC) terstandar SKKNI di SMK NU Lasem. Adapun hal yang diteliti adalah pengaruh minat belajar dan prestasi belajar terhadap kompetensi pemeliharaan sistem AC terstandar SKKNI. Objek penelitian ini adalah pengaruh minat belajar dan prestasi belajar terhadap kompetensi pemeliharaan sistem AC terstandar SKKNI. Data dalam penelitian ini berupa angket minat belajar siswa, nilai ulangan, dan praktik siswa. Adapun jenis data yang dihasilkan adalah data kuantitatif dan disajikan dalam bentuk analisis kuantitatif. Hasil uji koefisien determinasi antara minat belajar dan prestasi belajar siswa dengan kompetensi pemeliharaan sistem AC terstandar SKKNI didapatkan nilai R square sebesar 0.100. Hal tersebut mengindikasikan besarnya minat belajar dan prestasi belajar terhadap Kompetensi Pemeliharaan Sistem Air Conditioner (AC) terstandar SKKNI (Y) sebesar 10,0%. Nilai ini menunjukkan adanya hubungan positif antarvariabel. Korelasi antara minat belajar dengan kompetensi pemeliharaan sistem AC sebesar 0.037 dan korelasi antara prestasi belajar dengan kompetensi pemeliharaan sistem AC sebesar 0.000. Artinya X1 terhadap Y < 0.05> X2 terhadap Y, sehingga dapat disimpulkan bahwa antarvariabel berkorelasi dengan baik. Sedangkan uji hipoteses menunjukkan nilai Fhitung > nilai Ftabel (7.482 > 3.06) yang menyatakan hipotesis utama diterima.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR ELEKTRONIC FUEL INJECTION MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA UNIT SEPEDA MOTOR SUPRA X 125 PADA SISWA KELAS XI TBSM 1 SMK PGRI BATANG Abdul Sahur; Toni Setiawan; Nuraedhi Apriyanto; Muhammad Rizky Rochmawan
Journal of Vocational Education and Automotive Technology Vol 7 No 2 (2025): Journal of Vocational Education and Automotive Technology
Publisher : Ivet University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31331/joveat.v7i2.4320

Abstract

ANALISIS PENGARUH LINGKUNGAN BELAJAR VIRTUAL DAN MOTIVASI PESERTA TERHADAP PEMAHAMAN PESERTA TRAINING Agnes Syifa’ Aulia; Nuraedhi Apriyanto; Bayu Ariwibowo; Rangga Dino Alfian
Journal of Vocational Education and Automotive Technology Vol 7 No 2 (2025): Journal of Vocational Education and Automotive Technology
Publisher : Ivet University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31331/joveat.v7i2.4316

Abstract

This research aims to analyze the influence of the virtual learning environment and participant motivation on their understanding of the New Model Training material at the Astra Motor Training Center Semarang. After the global Covid-19 pandemic occurred, many training and education shifted to virtual learning methods. However, challenges such as lack of face-to-face interaction and potential distractions in the home or work environment can affect participant motivation. This research method is quantitative using surveys of training participants. The results of the analysis show that the virtual learning environment, especially through the Zoom application, has a positive influence on participants' understanding of the training material. Apart from that, participants' motivation also had a significant positive correlation with their understanding. The combination of an effective virtual learning environment and high levels of motivation provides a significant positive impact on understanding the training material. Based on the results of the t test, the following data was obtained: the virtual learning environment variable obtained a significant value of 0.037, which is smaller than 0.05. So these results show the influence of the virtual learning environment on the understanding of New Model Training participants at the Astra Motor Training Center Semarang and the learning motivation variable obtained a significant value of 0.002, which is smaller than 0.05. So these results show the influence of learning motivation on the understanding of New Model Training participants at AMTC Semarang. In conclusion, in the context of the New Model Training at AMTC Semarang, the virtual learning environment has a presentation of 3.8% and participant motivation has a presentation of 9.3% are important factors that are interrelated in increasing participants' understanding of the New Model Training material.
PENGEMBANGAN MODEL ASESMEN OUTCAME BASED EDUCATION (OBE) DAN TEKNIK PERHITUNGAN KETERCAPAIAN CPL PADA MATA KULIAH METODOLOGI PENELITIAN KUALITATIF DAN PTK Fahmy Fatra; Herry Sulendro Mangiri; Nuraedhi Apriyanto; Akmal Bahtiar
Journal of Automotive Technology Vocational Education Vol. 5 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Pendidikan Vokasional Teknologi Otomotif, Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jatve.v5i2.7316

Abstract

Penelitian ini tentang pengembangan model asesmen dan teknik perhitungan yang di lakukan terhadap ketercapaian CPL. Pelaksanaan Kurikulum Outcome Base Education (OBE) telah di terapkan di berbagai perguruan tinggi, termasuk pada Program Studi Pendidikan Vokasi Teknik Mesin. Seiring dengan pelaksanaannya diiringi dengan model pengukuran yang dapat mengetahui keterlaksanaan kurikulum tersebut sampai sejauh mana dapat menghasilkan lulusan yang berkualitas. Pengembangan model asesmen adalah salah satu cara untuk mengukur dan menghitung ketercaapaian CPL di Program Studi Pendidikan Vokasi Teknik Mesin. Model pengembangan asesmen harus di lihat dari hasil tracer studi kepada lulusan yang baru saju lulus dalam kurun waktu satu tahun. Hasil Tracer Studi tersebut dapat di pergunakan untuk memperbaiki proses pelaksanaan Kurikulum Outcome Base Education sehingga produk atau lulusan telah sesuai dengan profil lulusan yang telah di tetapkan. Proses asesmen dilakukan secara terus menerus agar supaya ada perbaikan secara berkelanjutan, yang dalam hal ini sering kita sebut sebagai countinues Improvement dari proses aplakisi Kurikulum Outcame Base Edukasstion (OBE). Selain perbaikan juga di lakukan peningkatan lulusan sesuai dengan kebutuhan Dunia Usaha dan Dunia Indistri (DUDI). Untuk Kurikulum Outcome Base Educatian di pergunakan juga untuk membantu mengukur kesesuaian kompetensi lulusan yang nantinya dapat di terapkan pada Program Studi Pendidikan Vokasi Teknik Mesin. Kata kunci : Kurikulum, Outcome Base Education, CPL.
Pelatihan Teknik Pencampuran Cat untuk Siswa Sekolah Menengah Kejuruan Program Keahlian Teknik Otomotif Fahmy Zuhda Bahtiar; Nuraedhi Apriyanto; Joko Suwignyo; Budiyanto
TEMATIK Vol. 6 No. 2 (2026): Juli
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/tematik.v6i2.14675

Abstract

Siswa SMK yang telah melakukan magang di PT. Triangle Motorindo (VIAR) belum memiliki pengetahuan dan keterampilan tentang perbandingan campuran cat, thinner dan hardener yang tepat  sehingga mengalami kesulitan adaptasi saat magang di industri. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan 10 siswa SMK melalui p elatihan teknik pengecatan dengan metode pre-test dan post-test. Pelatihan dilaksanakan selama 2 hari di Laboratorium Teknik Universitas Ivet meliputi teori komponen cat dan praktik tiga variasi rasio campuran (1:1,1:0,25; 1:1,2:0,25; 1:1,3:0,5). Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan dari 43,5% menjadi 83,0% dengan seluruh peserta (100%) mencapai kriteria >80%, dan seluruh peserta dinyatakan kompeten dalam pencampuran cat. Rasio 1:1,3:0,5 memberikan hasil terbaik. Kegiatan ini penting karena dapat menjadi model pelatihan pra-magang bagi siswa SMK sebelum terjun ke industri.