Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL DAN SENSITIVITAS PRODUK PEMPEK BANDENG FORTIFIKASI LIMBAH UDANG Amelia Dwi Nugrahaini; Julia Agustina; Rahmat Dhandy; Elis Rahmawati Mar’atus Sholihah; Andi Muhammad Ismail; Hisyam Dwi Suryana; Warda Rohmatul Jannah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Vol 13, No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v13i2.23920

Abstract

Bandeng dan limbah kulit udang merupakan dua bahan baku yang dapat diolah menjadi produk pempek. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan finansial usaha pempek ikan bandeng dengan fortifikasi tepung limbah kulit udang sebagai inovasi produk agroindustri berbasis pemanfaatan limbah perikanan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode studi kelayakan usaha (feasibility study) berbasis analisis arus kas (cash flow). Data yang digunakan terdiri dari data primer yang diperoleh melalui observasi dan praktik produksi, serta data sekunder dari literatur dan harga pasar. Analisis dilakukan menggunakan beberapa indikator kelayakan finansial, yaitu Net Present Value (NPV), Net Benefit-Cost Ratio (Net B/C), Payback Period (PP), Break Even Point (BEP), serta analisis sensitivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha ini layak untuk dikembangkan dengan nilai NPV sebesar Rp 58.292.000, Net B/C sebesar 13,48, dan Payback Period selama 3,37 bulan. Selain itu, BEP tercapai pada produksi sekitar 49 kg per bulan, yang berada di bawah kapasitas produksi, sehingga usaha memiliki margin keamanan yang baik. Hasil analisis sensitivitas menunjukkan bahwa usaha tetap menguntungkan meskipun terjadi penurunan harga jual, penurunan volume produksi, maupun kenaikan biaya bahan baku. Dengan demikian, usaha pempek ikan bandeng dengan fortifikasi limbah kulit udang tidak hanya layak secara finansial, tetapi juga memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai usaha agroindustri yang berkelanjutan dan bernilai tambah melalui pemanfaatan limbah perikanan.
Analisis Pengendalian Kualitas Produk Pentol Cilok Menggunakan Metode Statistical Process Control di Kabupaten Sidoarjo (Studi Kasus Pada UMKM Pentol Cilok Mitra Kabupaten Sidoarjo) Gizzeo Ogjha Bimma Subekti; Rahmat Dhandy; Septine Brillyantina; Julia Agustina
JURNAL ILMIAH EKONOMI, MANAJEMEN, BISNIS DAN AKUNTANSI Vol. 3 No. 4 (2026): JULI
Publisher : CV. KAMPUSA AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jemba.v3i4.2774

Abstract

Quality control is an essential aspect of food production to ensure product consistency, minimize defects, and improve customer satisfaction. However, many Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) still experience quality variations due to the absence of systematic quality control practices. This study aimed to analyze the quality control process of Pentol Cilok Mitra MSME in Sidoarjo Regency using the Statistical Process Control (SPC) method, identify the dominant types and causes of product defects, and formulate improvement recommendations. This research employed a quantitative descriptive approach. Data were collected through observation, interviews, documentation, and check sheets during 20 production observations with 400 samples in each observation, resulting in a total of 8,000 observed products. The data were analyzed using SPC tools, including check sheets, p-control charts, Pareto diagrams, process capability analysis, and Ishikawa diagrams. The results showed that 998 products (12.48%) were defective. The dominant defects consisted of non-uniform shape (42%), texture defects (26%), inappropriate product temperature (21%), and non-uniform color (11%). The p-control chart indicated that the production process was generally under statistical control, although several observations of shape defects approached the upper control limit. The Ishikawa analysis revealed that defects were mainly caused by human, material, equipment, method, and environmental factors. The study recommends implementing standard operating procedures, standardizing raw materials, improving production equipment, conducting routine quality inspections, and enhancing workplace conditions to improve process consistency and product quality.
PENGENDALIAN KUALITAS PROSES PRODUKSI KERUPUK IKAN BANDENG DENGAN METODE SPC (STATISTICAL PROCCES CONTROL) PADA UMKM QONJAMADU SIDOARJO Arifudin Bahtiar Hidayat; Rahmat Dhandy; Dini Nafisatul Mutmainah; Julia Agustina
JURNAL RUMPUN MANAJEMEN DAN EKONOMI Vol. 3 No. 4 (2026): Juli
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jrme.v3i4.12038

Abstract

UMKM Qonjamadu merupakan salah satu produsen kerupuk ikan bandeng di Kabupaten Sidoarjo yang menghadapi tantangan dalam menjaga konsistensi kualitas produk, seperti adanya produk cacat berupa bentuk yang remuk, warna terlalu coklat (gosong), dan ketidakseragaman kerenyahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pelaksanaan pengendalian kualitas, mengetahui kriteria utama atribut cacat, serta menganalisis penerapan metode Statistical Process Control (SPC) pada proses produksi kerupuk ikan bandeng di UMKM Qonjamadu. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan pengamatan langsung. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah simple random sampling dengan ukuran sampel sebesar 10% dari total sekali produksi (5,5 kg dari total 55 kg per produksi) selama 20 hari pengamatan. Alat analisis SPC yang digunakan meliputi check sheet, peta kendali p (p-chart), diagram Pareto, diagram Ishikawa, dan analisis kapabilitas proses. Hasil analisis lembar periksa (check sheet) menunjukkan total produk cacat mencapai 7.816 gram (7,11%) dari total keseluruhan sampel 110.000 gram, dengan rincian cacat keutuhan bentuk sebesar 3.366 gram (43,06%), kerenyahan kerupuk sebesar 2.474 gram (43,06%), dan keseragaman warna sebesar 1.976 gram (25,29%). Analisis peta kendali p untuk atribut keutuhan bentuk menghasilkan nilai garis tengah (CL) sebesar 0,0306, batas kendali atas (UCL) sebesar 0,0376, dan batas kendali bawah (LCL) sebesar 0,0236. Hasil peta kendali menunjukkan proses secara umum terkendali, namun terdapat dua titik yang berada di luar batas kendali atas (UCL), yaitu pada pengamatan ke-4 (0,0445) dan pengamatan ke-14 (0,0473), yang mengindikasikan adanya penyimpangan proses akibat faktor penyebab khusus (assignable cause).
Optimalisasi Keterampilan Usaha Mikro Rumah Tangga Melalui Pelatihan Desain Kemasan dan Pemasaran Digital pada Ibu-Ibu PKK Julia Agustina; Sekar Ayu Wulandari; Cindiah Syahnaz; Taufiq Rahman Humaidi; Reivansyah Arya Gumilang; Wandilon Wandilon
INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 10 No 1 (2026): JANUARI - JULI
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/integritas.v10i1.7366

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan keterampilan usaha mikro rumah tangga melalui pelatihan desain kemasan dan pemasaran digital bagi ibu-ibu PKK. Pelaku usaha mikro berbasis rumah tangga umumnya menghadapi kendala dalam aspek pengemasan produk dan strategi pemasaran, sehingga daya saing dan nilai tambah produk relatif rendah. Padahal, kemasan yang menarik dapat meningkatkan persepsi konsumen terhadap kualitas produk, sementara pemasaran digital memungkinkan jangkauan pasar lebih luas dengan biaya yang efisien. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi sosialisasi kebutuhan, pelatihan teori, dan praktik langsung. Materi yang diberikan mencakup prinsip desain kemasan, penyusunan label sesuai standar PIRT, serta strategi pemasaran digital melalui media sosial seperti Instagram, Facebook, dan WhatsApp Business. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu menghasilkan desain kemasan sederhana namun menarik, memahami pentingnya informasi label produk, serta mulai memanfaatkan media sosial untuk promosi dan penjualan produk. Evaluasi melalui kuesioner kepuasan menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta. Kegiatan ini memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kapasitas ibu-ibu PKK dalam mengembangkan usaha mikro berbasis rumah tangga dan diharapkan berlanjut dengan program pendampingan branding serta penguatan jejaring pemasaran.