Nurhikmah Pohan
Institut Agama Islam Daar Al Uluum Asahan

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Kebutuhan Psikologis Anak Berbakat dalam Pembelajaran Tahfidz di Taman Kanak-Kanak Islam Terpadu Harvysah Nurhikmah Pohan; Reni Khaerany Nisfiary; Armanila Armanila
HIBRUL ULAMA Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Hibrul’ulama
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47662/hibrululama.v7i2.1199

Abstract

Anak berbakat memiliki karakteristik kognitif, afektif, dan psikososial yang unik yang memerlukan perhatian khusus dalam proses pembelajaran, termasuk dalam program tahfidz Al-Qur'an di Taman Kanak-Kanak Islam Terpadu Harvysah. Penelitian ini menganalisis kebutuhan psikologis anak berbakat usia 5-6 tahun dalam konteks pembelajaran tahfidz, dengan mengintegrasikan perspektif psikologi pendidikan dan pendidikan anak usia dini. Melalui metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun teknik analisa data berupa reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan Untuk menjamin keabsahan temuan, peneliti menerapkan trianggulasi teknik dan sumber guna memastikan bahwa data yang diperoleh objektif dan kredibel dalam menggambarkan dinamika psikologis anak berbakat di lapangan.
PENANAMAN NILAI MORAL DAN AGAMA MELALUI METODE BERCERITA PADA ANAK USIA DINI DI RA AL MUKHLISIN Hanifah Syahputri; Susanti Nirmalasari; Nurhikmah Pohan; Armanila Armanila
HIBRUL ULAMA Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Hibrul’ulama
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47662/hibrululama.v7i1.974

Abstract

Early childhood education plays a crucial role in developing children's potential to prepare them for various life changes. One of the early childhood education institutions is Raudhatul Athfal (RA), which nurtures children aged 4-6 years in social-emotional, cognitive, language, physical-motor, religious, and artistic aspects. Moral and religious values are the primary focus before other developmental aspects, as children with noble character are more important than intelligence without morality. One of the teaching methods used to internalize moral and religious values is the storytelling method, which aims to encourage and guide children through questions that explore their ideas. Observations at RA Al Mukhlisin indicate that this method has successfully improved some children's moral and religious values, such as greeting others, apologizing, advising friends, and waiting in line. However, some children have yet to develop optimally despite receiving the same teaching methods.
Integrasi Teori Perkembangan Moral Berbasis Psikologi Pendidikan dalam Asesmen Pembelajaran PAI pada Anak Usia Dini di RA Zulhijah Medan Nurhikmah Pohan; Wartomo
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.8902

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep, implementasi, implikasi, serta faktor pendukung dan penghambat integrasi teori perkembangan moral berbasis psikologi pendidikan dalam asesmen pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) anak usia dini di RA Zulhijjah Medan. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dihimpun melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis secara interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep integrasi diwujudkan melalui reorientasi radikal dari model penilaian konvensional yang kaku menuju model evaluasi autentik yang ramah anak (age-appropriate). Pengkondisian asesmen disandarkan pada teori moralitas heteronom Jean Piaget dan penalaran moral prekonvensional Lawrence Kohlberg, yang memosisikan asesmen PAI sebagai instrumen diagnostik berkelanjutan (assessment for learning). Implementasi di lapangan bertumpu pada penggunaan catatan anekdot, lembar observasi skala capaian perkembangan, serta portofolio dokumentasi digital melalui gawai. Implikasi dari model ini berhasil meminimalkan malpraktik asesmen kognitif-sentris dan mendorong komunikasi naratif-kualitatif yang humanis dengan orang tua. Namun, tantangan teknis berupa tingginya beban kerja administratif guru menyebabkan penundaan pencatatan yang rentan memicu bias ingatan (recall bias). Selain itu, terdapat hambatan eksternal berupa resistensi orang tua urban yang masih menuntut capaian hafalan instan. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya digitalisasi instrumen non-tes dan optimalisasi program parenting berkala untuk menyelaraskan pola asuh dan mencegah standar moral ganda pada anak.