Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Interaksionisme Simbolik dan Teori Postmodernisme dalam Memahami Realitas Sosial Masyarakat Modern Dhea Novitasari; Adinda Salsabila Rizki O; Lisa Lorensa; Martika Suci Ristyawati; Chaca Alfarica Cahyani; Febra Anjar Kusuma; Fitra Endi Fernanda
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 2 (2026): APRIL-JUNI 2026
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/kz3d3g90

Abstract

Teori dalam bidang sosial sangat penting sebagai dasar untuk memahami berbagai fenomena yang terjadi dalam kehidupan masyarakat, meliputi perilaku individu, proses interaksi sosial, serta pembentukan makna sosial. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis dua pendekatan teoritis yang memiliki pengaruh dalam sosiologi, yakni interaksionisme simbolik dan postmodernisme. Interaksionisme simbolik menegaskan bahwa individu adalah aktor aktif yang menciptakan makna melalui interaksi sosial dengan menggunakan simbol-simbol dalam komunikasi sehari-hari. Di sisi lain, postmodernisme muncul sebagai kritik terhadap modernisme dengan menolak adanya kebenaran tunggal dan menekankan bahwa realitas sosial bersifat beragam, dinamis, serta dibentuk dari berbagai perspektif yang dipengaruhi oleh budaya, media, dan hubungan kekuasaan. Metodologi yang diterapkan dalam artikel ini adalah dengan studi literatur yang menganalisis berbagai sumber yang relevan terkait kedua teori tersebut. Hasil analisis menunjukkan bahwa interaksionisme simbolik berkontribusi dalam memahami pembentukan makna di tingkat mikro, sementara postmodernisme memberikan kerangka untuk memahami kerumitan dan keberagaman realitas sosial di tingkat makro. Oleh karena itu, kedua teori ini saling melengkapi dalam menjelaskan kompleksitas dinamika kehidupan masyarakat modern.  
Resiliensi Digital Siswa Smp Terhadap Hoax Dan Cyberbullying: Kajian TentangKesadaran Hukum Dan Literasi Digital Nadya Mahamida; Qitallya Adinda Zahrani; Wilda Efendi Ruslan; Marsela Marsela; Lisa Lorensa; Anisa Dwi Lestari; Dhea Novitasi; Dina Ramadhani; Izwah Marhamah; Dea Azahra; Febra Anjar Kusuma
Jurnal Ilmu Pendidikan Pancasila, Kewarganegaraan, dan Hukum Vol. 3 No. 1 (2026): PAKEHUM- April
Publisher : CV. SINAR HOWUHOWU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70134/pakehum.v2i3.1589

Abstract

The development of digital technology has increased adolescents' access to the internet while also exposing them to various digital risks, such as misinformation, cyberbullying, and privacy violations. This condition highlights the importance of digital resilience as the ability to cope with and manage challenges in the digital environment. Digital literacy and legal awareness are essential factors in strengthening digital resilience, enabling adolescents to use technology critically, safely, and responsibly. Therefore, strengthening these aspects is necessary to develop a resilient young generation in the digital era.