Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Analisis Terjadinya Swabakar serta Penananganan Swabakar di Temporary Stockpile Pit 1 C TE-5900 HS Area Banko Barat di PT. Bukit Asam Tanjung Enim Andrawina, Andrawina; Ernawati, Rika
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2019: Menuju Penerapan Teknologi Terbarukan pada Industri 4.0: Perubahan Industri dan Transformasi P
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.726 KB)

Abstract

PT. Bukit Asam di Tanjung Enim merupakan perusahaan yang bergerak di bidang penambangan batubara.Untuk memenuhi kebutuhan para konsumen, batubara yang diproduksi harus sesuai dengan permintaan maupun prasyarat yang diinginkan konsumen. Meningkatnya permintaan batubara untuk industri menyebabkan produsen batubara terus menerus meningkatkan produksinya. Batubara yang dihasilkan dari front pada umumnya tidak langsung dikirim ke konsumen sehingga batubara tersebut harus ditumpuk sementara ditempat penumpukan yang disebut dengan istilah stockpile. Permasalahan utama yang dihadapi perusahaan dalam penumpukan batubara pada stockpile adalah swabakar.Penelitian berlokasi di temporary stockpile pit 1 C area Banko Barat. Pengukuran data di lapangan dilakukan untuk mendapatkan dimensi dan untuk mengetahui keadaan di sekitar area temporary stockpile. Pengukuran ini meliputi ketingian stockpile, panjang dan lebar timbunan, dan dimensi saluran terbuka dari stockpile. Monitoring temperatur dilakukan untuk mengetahui perubahan suhu yang terjadi di stockpile. Dari hasil kajian di lapangan didapatkan desain temporary stockpile pit 1 C memiliki, luas dimensi lantai bawah 11.840 m2, tinggi timbunan 23 meter dan sudut timbunan pada temporary stockpile adalah 68,11o. Pemadatan batubara pada stockpile ini tidak dilakukan secara berkesinambungan. Hal inilah yang menjadi salah satu pemicu terjadinya swabakar pada temporary stockpile.
Analisis Terjadinya Swabakar serta Penananganan Swabakar di Temporary Stockpile Pit 1 C TE-5900 HS Area Banko Barat di PT. Bukit Asam Tanjung Enim Andrawina Andrawina; Rika Ernawati
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2019: Menuju Penerapan Teknologi Terbarukan pada Industri 4.0: Perubahan Industri dan Transformasi P
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Bukit Asam di Tanjung Enim merupakan perusahaan yang bergerak di bidang penambangan batubara.Untuk memenuhi kebutuhan para konsumen, batubara yang diproduksi harus sesuai dengan permintaan maupun prasyarat yang diinginkan konsumen. Meningkatnya permintaan batubara untuk industri menyebabkan produsen batubara terus menerus meningkatkan produksinya. Batubara yang dihasilkan dari front pada umumnya tidak langsung dikirim ke konsumen sehingga batubara tersebut harus ditumpuk sementara ditempat penumpukan yang disebut dengan istilah stockpile. Permasalahan utama yang dihadapi perusahaan dalam penumpukan batubara pada stockpile adalah swabakar.Penelitian berlokasi di temporary stockpile pit 1 C area Banko Barat. Pengukuran data di lapangan dilakukan untuk mendapatkan dimensi dan untuk mengetahui keadaan di sekitar area temporary stockpile. Pengukuran ini meliputi ketingian stockpile, panjang dan lebar timbunan, dan dimensi saluran terbuka dari stockpile. Monitoring temperatur dilakukan untuk mengetahui perubahan suhu yang terjadi di stockpile. Dari hasil kajian di lapangan didapatkan desain temporary stockpile pit 1 C memiliki, luas dimensi lantai bawah 11.840 m2, tinggi timbunan 23 meter dan sudut timbunan pada temporary stockpile adalah 68,11o. Pemadatan batubara pada stockpile ini tidak dilakukan secara berkesinambungan. Hal inilah yang menjadi salah satu pemicu terjadinya swabakar pada temporary stockpile.
Rencana Reklamasi pada Penambangan Batu Gamping PT.Z Andrawina Andrawina
Manufaktur: Publikasi Sub Rumpun Ilmu Keteknikan Industri Vol. 3 No. 3 (2025): Manufaktur : Publikasi Sub Rumpun Ilmu Keteknikan Industri
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Teknik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/manufaktur.v3i3.1185

Abstract

This study examines the reclamation plan of PT. Z for the 2023–2027 period with the aim of assessing the technical feasibility, ecological effectiveness, and alignment with national reclamation regulations. A descriptive-quantitative approach was employed through field observations, analysis of geomorphological conditions, evaluation of topsoil management, assessment of revegetation performance, and review of key environmental documents. The planned land disturbance reaches 138.53 ha, with reclamation focused on the disposal and topsoil areas covering 29.67 ha, as the mining pit remains active. Reclamation activities include land recontouring, topsoil spreading, erosion control, establishment of Legume Cover Crops (LCC), and planting of local species such as Rukam. The results indicate that the implemented strategies effectively enhance soil stability, improve vegetation cover, and support ecosystem recovery. Furthermore, the reclamation program meets the key performance criteria set by the Ministry of Energy and Mineral Resources, with vegetation cover exceeding 90% and stable slope conditions. Challenges remain, particularly related to sedimentation management and the absence of pit reclamation during the active mining phase. Overall, the study concludes that PT. Z has developed and executed a reclamation plan that reflects good mining practices and environmental stewardship, contributing to the long-term sustainability of post-mining land use.
Pengelolaan Limbah B3 IUP Banko Barat PT. Bukit Asam Tbk. Site Tanjung Enim Astrid Fadhilah; Putra Putra; Nanda Fathurrahman; Andrawina Andrawina
Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains Vol. 3 No. 2 (2025): Desember: Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains (JITS)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat AKIPBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62278/jits.v3i2.76

Abstract

Kegiatan penambangan batubara di PT. Bukit Asam Tbk. IUP Banko Barat, menghasilkan berbagai jenis limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) yang berpotensi mencemari lingkungan dan membahayakan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sumber dan jenis limbah B3, menganalisis mekanisme pengelolaan di Tempat Penyimpanan Sementara Terpadu (TPST) Blok Timur, serta mengkaji pemanfaatan oli bekas sebagai bahan bakar Ammonium Nitrate Fuel Oil (ANFO) dan kesiapsiagaan sistem tanggap darurat. Metode yang digunakan meliputi studi literatur, observasi lapangan, wawancara, dan dokumentasi data primer serta sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa limbah B3 didominasi oleh oli bekas, aki bekas, dan limbah padat terkontaminasi, yang dikelola melalui proses pengumpulan, pengemasan, pelabelan, penyimpanan, transportasi, dan penyerahan ke pihak ketiga. Pemanfaatan oli bekas sebagai bahan bakar ANFO terbukti mengurangi volume limbah sekaligus menekan biaya operasional, namun memerlukan proses penyaringan dan izin lingkungan. Sistem tanggap darurat di TPST telah dilengkapi sarana keselamatan, prosedur evakuasi, dan peralatan penanggulangan insiden. Temuan ini menegaskan pentingnya pengelolaan limbah B3 yang terencana dan sesuai regulasi untuk mendukung keselamatan kerja dan kelestarian lingkungan.
Penanganan Swabakar Batubara dengan Menggunakan Metode Injeksi Kimia dan Metode Konvensional di PT. X Andrawina Andrawina
Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains Vol. 3 No. 2 (2025): Desember: Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains (JITS)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat AKIPBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62278/jits.v3i2.78

Abstract

Fenomena swabakar (spontaneous combustion) pada batubara merupakan salah satu permasalahan utama yang sering terjadi pada area stockpile, terutama akibat pengelolaan yang kurang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab terjadinya swabakar serta mengevaluasi efektivitas penanganan menggunakan dua metode berbeda, yaitu metode injeksi kimia dan metode konvensional di PT. X. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi lapangan dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor utama penyebab swabakar di stockpile adalah ketinggian timbunan yang melebihi standar (23 meter), sistem drainage yang tidak berfungsi dengan baik, serta kurangnya pengawasan terhadap suhu dan ukuran partikel batubara. Metode injeksi kimia terbukti lebih efektif dalam menurunkan suhu dan menghambat reaksi oksidasi batubara dibandingkan metode konvensional, karena bahan kimia dapat menembus hingga ke titik panas batubara. Sementara itu, metode konvensional seperti pembongkaran dan pemadatan ulang hanya bersifat sementara dan tidak mampu mencegah terulangnya swabakar. Dengan demikian, penerapan metode injeksi kimia yang terencana, disertai manajemen stockpile yang baik dan pemantauan suhu secara berkala, dapat menjadi solusi efektif dalam upaya pencegahan dan penanganan swabakar pada batubara di PT. X.
Analisis Kinerja Produksi dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Produktivitas Tambang Batubara di PT. XYZ Andrawina, Andrawina
Konstruksi: Publikasi Ilmu Teknik, Perencanaan Tata Ruang dan Teknik Sipil Vol. 3 No. 4 (2025): Oktober : Konstruksi: Publikasi Ilmu Teknik, Perencanaan Tata Ruang dan Teknik
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Teknik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/konstruksi.v3i4.1183

Abstract

This study aims to analyze production performance and the factors influencing the productivity of mining operations at PT. XYZ during August 2025. The evaluation covers production achievement against the corporate work plan (RKAP) and the owner’s operational plan, equipment availability (Physical Availability), the productivity of loading and hauling units, and various types of loss time that reduce effective working hours. The results indicate that production realization reached only 65% of the RKAP target, while achieving 102% of the owner’s plan for total material. Low equipment availability, high loss time such as no hauler, wait operator, and front preparation, as well as the underperformance of 80-ton and 100-ton units, were identified as the main contributors to production deviation. Additional influencing factors include unit reassignment, suboptimal haul road conditions, and insufficient operational fleet numbers. The study recommends optimizing fleet management, enhancing preventive and predictive maintenance programs, reorganizing hauling workflows, and controlling dominant loss time sources to improve operational efficiency and production target achievement in future periods.
Analisis Pascatambang terhadap Dampak Penambangan Batu Gamping pada Kualitas Lingkungan di PT Semen Baturaja Tbk Qurratul A’yun; Hisni Rahmi; Andrawina Andrawina; Restu Juniah
Blend Sains Jurnal Teknik Vol. 4 No. 4 (2026): Edisi April
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/blendsains.v4i4.1652

Abstract

Kegiatan pascatambang merupakan bagian penting untuk memastikan kegiatan pertambangan batugamping akan berdampak paling minimal terhadap lingkungan. Untuk itu PT Semen Baturaja Tbk sebagai salah satu perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan batugamping mencoba untuk merencanakan kegiatan pasca tambang dengan luas bukaan lahan yang direncanakan seluas  341 hektar mulai dari area penambangan, jalan hantar, disposal area, soil storage dan fasilitas penunjang tambang lainnya selama tahap operasi produksi tahun  2022-2042 Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan reklamasi telah mencapai luas 207,16 ha atau sekitar 60,75% dari total lahan terganggu. Tingkat keberhasilan tumbuh vegetasi berkisar antara 60–80%, dengan kondisi lereng yang relatif stabil pada kemiringan 25–35° serta didukung sistem drainase yang berfungsi baik. Analisis efektivitas dilakukan menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan komparatif terhadap standar Kepmen ESDM No. 1827 K/30/MEM/2018, yang menunjukkan bahwa kegiatan reklamasi tergolong cukup efektif, meskipun masih memerlukan peningkatan dalam pengelolaan kesuburan tanah dan pemantauan jangka panjang. Kegiatan reklamasi ini dilakukan dengan tahapan penataan lahan, penyebaran top soil, dan revegetasi dengan spesies tanaman local. Sehingga dapat disimpulkan bahwa reklamasi menunjukkan keberhasilan dibidang stabilotas lahan dan penutupan vegetasi, tetapi masih perlunya peningkatan dalam menkontrol serta memonitoring dalam jangka waktu yang panjang serta dalam pengelolaan kualitas tanah. 
Pemanfaatan Limbah Pertambangan dan Industri Mineral sebagai Material Geopolimer untuk Aplikasi Konstruksi Tambang Berkelanjutan: Kajian Literatur Berbasis Studi Eksperimental Venty Lestari; Andrawina Andrawina
Konstruksi: Publikasi Ilmu Teknik, Perencanaan Tata Ruang dan Teknik Sipil Vol. 4 No. 3 (2026): Juli: Konstruksi: Publikasi Ilmu Teknik, Perencanaan Tata Ruang dan Teknik Sipi
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Teknik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/konstruksi.v4i3.1467

Abstract

Mining and mineral processing wastes, such as tailings, fly ash, red mud, slag, and coal gangue, have the potential to be utilized as geopolymer materials to support sustainable mine construction. This article aims to review the utilization of mining and mineral processing wastes as geopolymer materials based on experimental research articles. The review was conducted by searching and analyzing 15 research articles that discuss material characteristics, compressive strength, microstructure, reaction products, heavy metal leaching, and the applications of waste-based geopolymers. The findings show that aluminosilicate-based wastes can be used as precursors, substitution materials, fillers, or supporting components in geopolymer systems. Reaction products such as N-A-S-H, C-S-H, and C-A-S-H play an important role in forming the binding matrix, increasing microstructural density, and improving material strength. Waste-based geopolymers also have potential applications as building materials, mortars, road subgrade materials, cemented paste backfill, and hazardous waste stabilization materials. In addition, the geopolymerization process can support heavy metal immobilization through physical encapsulation, chemical binding, adsorption, precipitation, and ion substitution mechanisms. However, its application in Indonesia still requires further studies related to local waste characterization, mix optimization, long-term durability, leaching behavior, technical standards, and economic and environmental feasibility.
MODFLOW-Based Evaluation of Mine Drainage and Environmental Risks in the Kulon Progo Iron Sand Mining Area Andrawina; Luliana; Venty Lestari
Indonesian Journal of Environmental Management and Sustainability Vol. 10 No. 3 (2026): September
Publisher : Magister Program of Material Science, Graduate School of Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26554/ijems.2026.10.3.189-203

Abstract

This study investigates the hydrogeological characteristics and mine drainage challenges of the iron sand mining area along the southern coast of Kulon Progo, Special Region of Yogyakarta, Indonesia. The region is characterized by a shallow unconfined aquifer with high hydraulic conductivity (10?²–10?³ m/s), a groundwater table depth of only 0.5–3.0 m below ground surface, and close proximity to the Indian Ocean, all of which strongly influence mine drainage design and dewatering requirements. Hydrological analysis using the Gumbel Type I distribution estimated a 3-year return period rainfall of 153.30 mm/day with a rainfall intensity of 53.71 mm/h based on 10 years of rainfall data, although the relatively short dataset remains a limitation for extreme-value prediction accuracy. The required mine dewatering capacity was calculated at 55 m³/s with a 95% confidence interval of ±5.8 m³/s, including approximately 10 m³/s contributed by groundwater seepage. Dewatering operations pose several environmental risks, including groundwater table drawdown of 1.5–3.0 m, potential seawater intrusion, elevated total suspended solids (TSS) in runoff reaching 2.0 mg/L, and disruption of surrounding mangrove ecosystems. To support sustainable mining operations, this study recommends implementing targeted dewatering strategies supported by MODFLOW hydrogeological modeling, establishing real-time groundwater monitoring systems, conducting progressive reclamation, and ensuring compliance with Government Regulation No. 22/2021 concerning environmental quality standards.
Penaksiran Cadangan Batu Gamping Menggunakan Metode Cross Section di Kalirejo, Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta Andrawina Andrawina; Venty Lestari
Jurnal Kendali Teknik dan Sains Vol. 4 No. 2 (2026): April: Jurnal Kendali Teknik dan Sains
Publisher : International Forum of Researchers and Lecturers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59581/jkts-widyakarya.v4i2.6251

Abstract

Reserve estimation is a critical stage in mine planning that determines the economic feasibility of a mining project. This study aims to estimate the volume and tonnage of limestone reserves in Kalirejo Village, Kulon Progo District, Special Region of Yogyakarta, using the cross section method within a 5 hectare concession area. Primary data were collected through theodolite and GPS measurements, resulting in 29 coordinate points. Three cross sections, namely the red, blue, and pink cross sections, were created based on topographic data processed using ArcGIS. The area of each cross section was calculated using the graphical square method at a scale of 1:2000, where one grid square represents 100 m². The calculated areas were 33,940 m² for the red cross section, 36,645 m² for the blue cross section, and 31,947 m² for the pink cross section. The total reserve volume was calculated using the prismoidal formula, yielding 6,862,853 m³, with an error rate of 0.28% compared to the ArcScene calculation. With a limestone density of 2.5 tons/m³, the total reserve tonnage that can be produced over a 10-year mine life is 17,157,132.625 tons. The stripping ratio value of 0.00305 indicates highly favorable conditions for open-pit mining operations. The production target is set at 1,039,596.65 tons/year, equivalent to 193 tons/hour. This study validates the accuracy of the manual cross-section method combined with GIS software for limestone reserve estimation at the exploration scale.