Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN PAPAN PERKALIAN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PERKALIAN SISWA KELAS III Aliya Ningsi Lasimpala; Rifda Mardian Arif; Andi Marshanawiah; Nur Sakinah Aries; Hadi Yamin Assel
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 02, Juni 2026 Produce
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.47824

Abstract

The problem formulation in this study was: “Can the multiplication calculation skills of third-grade students at SDN 56 Kota Timur be improved through the implementation of the Problem-Based Learning model assisted by multiplication board media?” This study aimed to improve students’ multiplication calculation skills through the application of a Problem-Based Learning (PBL) model supported by multiplication board media among third-grade students at SDN 56 Kota Timur. The research employed a Classroom Action Research (CAR) design. The findings involving 19 students indicated that in Cycle I, 11 students achieved the learning mastery criteria, representing 58% of the total participants. This result had not yet met the predetermined performance indicator target of 80%; therefore, the study was continued to Cycle II. In Cycle II, 16 students successfully achieved the learning mastery criteria, accounting for 84% of the participants, thereby fulfilling the established performance indicator target. Based on the results and discussion conducted in each cycle, it can be concluded that the implementation of the Problem-Based Learning model assisted by multiplication board media was effective in improving the multiplication calculation skills of third-grade students at SDN 56 Kota Timur.
Meningkatkan Hasil Belajar Murid Pada Materi Bangun Datar Dengan Penerapan Model Discovery Learning Berbantuan Geogebra Kelas IV Sekolah Dasar Feby Anggriani Husain; Irvin Novita Arifin; Nur Sakinah Aries; Andi Marshanawiah; Hadi Yamin Assel
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.664

Abstract

Rendahnya hasil belajar matematika pada materi bangun datar di kelas IV SDN 03 Suwawa Selatan dipengaruhi oleh kurang bervariasinya model pembelajaran dan terbatasnya penggunaan media yang mendukung visualisasi konsep geometri. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik melalui penerapan model Discovery Learning berbantuan GeoGebra. Subjek penelitian terdiri atas 27 peserta didik kelas IV. Data dikumpulkan melalui observasi, tes tertulis, dan dokumentasi, lalu dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan ketuntasan klasikal yang signifikan, dari data awal sebesar 30,4% (7 siswa) meningkat menjadi 33,3% (9 siswa) pada siklus I, dan mencapai 81,5% (22 siswa) pada siklus II. Peningkatan ini juga diikuti oleh penguatan aktivitas guru dan siswa yang semakin interaktif dan berpusat pada peserta didik di setiap siklusnya. Kesimpulan penelitian ini adalah penerapan model Discovery Learning berbantuan GeoGebra secara efektif mampu meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar bangun datar siswa sekolah dasar melalui aktivitas eksplorasi konseptual secara mandiri.
Pendidikan Lingkungan Hidup “Eco-Art: Peduli Lingkungan Melalui Daur Ulang Sampah” Meylan Saleh; Nurfadliah; Hadi Yamin Assel; Meyiska Naysilla Nadine
Educivilia: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026): Educivilia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/ejpm.v7i2.25257

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk workshop edukasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kepedulian murid SDN 5 Kabila terhadap lingkungan melalui kegiatan Eco Art berbasis daur ulang sampah. Permasalahan sampah yang terus meningkat memerlukan upaya edukatif yang mampu menanamkan perilaku peduli lingkungan sejak usia dini. Kegiatan dilaksanakan menggunakan metode ceramah, demonstrasi, diskusi, dan pendampingan praktik pembuatan karya dari bahan bekas. Peserta kegiatan merupakan siswa sekolah dasar yang terlibat secara aktif dalam proses pengolahan sampah anorganik menjadi produk kreatif dan bernilai guna. Tahapan kegiatan meliputi penyampaian materi mengenai pentingnya menjaga lingkungan, pengenalan jenis sampah, demonstrasi pembuatan karya Eco Art, serta praktik langsung secara berkelompok. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa murid memiliki antusiasme tinggi selama kegiatan berlangsung dan mampu menghasilkan berbagai karya kreatif dari bahan daur ulang. Selain meningkatkan kreativitas, kegiatan ini juga membantu menumbuhkan sikap tanggung jawab, kerja sama, dan kesadaran murid terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekolah. Dengan demikian, kegiatan Eco Art dapat menjadi alternatif pembelajaran lingkungan hidup yang inovatif, menyenangkan, dan aplikatif untuk diterapkan pada jenjang sekolah dasar.
Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Murid Sekolah Dasar pada Materi Pengukuran Panjang Dan Berat Fauzia Suleman; Abdul Haris Panai; Andi Marshanawiah; Nur Sakinah Aries; Hadi Yamin Assel
Cokroaminoto Journal of Primary Education Vol. 9 No. 3 (2026): Juli - September 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/cjpe.9.3.2026.9171

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah murid pada materi pengukuran panjang dan berat melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL) di kelas III SDN 2 Telaga. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 16 murid kelas III SDN 2 Telaga. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, tes, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah murid. Pada siklus I, jumlah murid yang mencapai ketuntasan belajar sebanyak 9 murid atau 56,25%. Setelah dilakukan perbaikan pembelajaran pada siklus II, jumlah murid yang mencapai ketuntasan meningkat menjadi 14 murid atau 87,5%. Selain itu, aktivitas guru dan aktivitas murid selama proses pembelajaran juga mengalami peningkatan dan berada pada kategori sangat baik. Dengan demikian, model Problem Based Learning (PBL) terbukti dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah murid pada materi pengukuran panjang dan berat kelas III SDN 2 Telaga.
Pengembangan Media SIBILAH Materi Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Cacah pada Pembelajaran Matematika Siswa Sekolah Dasar Siti Nur Fadila Y. Kasim; Isnanto Isnanto; Andi Marshanawiah; Nur Sakinah Aries; Hadi Yamin Assel
Cokroaminoto Journal of Primary Education Vol. 9 No. 3 (2026): Juli - September 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/cjpe.9.3.2026.9184

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat, motivasi, dan hasil belajar siswa pada materi penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah, serta kurang optimalnya penggunaan media pembelajaran yang variatif dan interaktif dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran SIBILAH (Spinner Bilangan Cacah) yang memenuhi kriteria kelayakan, kepraktisan, dan keefektifan. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang terdiri atas tahap Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Subjek penelitian adalah 21 siswa kelas IV SDN 2 Kota Barat Kota Gorontalo. Data dikumpulkan melalui observasi, angket, tes, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media SIBILAH memperoleh rata-rata validasi sebesar 91,9% dengan kategori sangat layak. Hasil uji kepraktisan menunjukkan persentase respon guru sebesar 97,5% dan respon siswa sebesar 95,1% dengan kategori sangat praktis. Hasil uji keefektifan menunjukkan peningkatan nilai rata-rata pre-test dari 50 menjadi 90 pada post-test dengan nilai N-Gain sebesar 0,80 berkategori tinggi dan tingkat efektivitas sebesar 80%. Dengan demikian, media SIBILAH dinyatakan layak, praktis, dan efektif digunakan dalam pembelajaran matematika pada materi penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah di sekolah dasar.
Kenali Otakmu, Kendalikan Masa Depanmu: Edukasi Neurosains Untuk Pembelajaran Efektif Di Sekolah Dasar Meylan Saleh; Hadi Yamin Assel; Iskawati Haridji
Rengganis Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Mei 2026
Publisher : Pendidikan Matematika, FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/rengganis.v6i1.1144

Abstract

Neurosains menjadi pendekatan penting dalam pendidikan modern karena mampu menjelaskan hubungan antara fungsi otak dan proses pembelajaran. Pemahaman ini membantu pendidik menciptakan lingkungan belajar yang efektif, menyenangkan, dan sesuai dengan perkembangan peserta didik. Penelitian ini bertujuan mengkaji pentingnya edukasi neurosains dalam mendukung pembelajaran efektif melalui studi literatur. Metode yang digunakan meliputi workshop edukatif berbasis learning by doing serta kajian literatur terhadap artikel ilmiah relevan dalam sepuluh tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan prinsip neurosains di sekolah dasar mampu meningkatkan perhatian, motivasi, retensi memori, kemampuan berpikir kritis, serta pengendalian emosi peserta didik. Selain itu, strategi pembelajaran berbasis neurosains seperti pendekatan multisensori, pembelajaran aktif, penguatan emosi positif, dan pengulangan berkala terbukti mengoptimalkan fungsi otak dalam menerima informasi. Oleh karena itu, edukasi neurosains penting diterapkan untuk mendukung pembelajaran yang efektif.