Kualitas pascapanen kakao masih menjadi permasalahan utama yang dihadapi petani kakao di Indonesia, khususnya pada proses pengeringan yang masih bergantung pada kondisi cuaca. Permasalahan tersebut juga dialami oleh Kelompok Tani Lagenrang di Desa Watu Toa, Kecamatan Marioriwawo, Kabupaten Soppeng, yang masih menerapkan metode penjemuran terbuka sehingga menyebabkan mutu biji kakao kurang konsisten, risiko pertumbuhan jamur meningkat, dan harga jual produk relatif rendah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan menerapkan teknologi Box Dryer Hybrid Solar serta meningkatkan kapasitas petani dalam pengelolaan pascapanen kakao. Metode pelaksanaan meliputi identifikasi kebutuhan, koordinasi dengan mitra, pembuatan dan implementasi teknologi, pelatihan, pendampingan, monitoring, serta evaluasi program. Sasaran kegiatan adalah 14 anggota Kelompok Tani Lagenrang. Evaluasi dilakukan melalui observasi, kuesioner, wawancara, dan dokumentasi dengan analisis deskriptif kuantitatif menggunakan persentase. Hasil kegiatan menunjukkan tingkat partisipasi peserta mencapai 100%, keterampilan penggunaan dan perawatan alat sebesar 88,64%, kemandirian mitra dalam pemanfaatan teknologi sebesar 85,24%, mutu fisik biji kakao sebesar 90,76%, dan tingkat kepuasan peserta sebesar 98,57%. Teknologi Box Dryer Hybrid Solar berfungsi dengan baik dan dimanfaatkan secara mandiri oleh mitra untuk mendukung proses pengeringan kakao yang lebih terkendali.