Ahmad Munir Saifulloh
Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang, Indonesia

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Telaah Korelasi Sains dan Agama dalam Paradigma Islam Ahmad Munir Saifulloh
Tarbiyatuna: Jurnal Pendidikan Islam Vol 10 No 2 (2017): AGUSTUS
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wacana sains dan agama sudah cukup lama bergulir . Pertemuan sains dan agama terwujud dalam situasi persahabatan kurang lebih pada abad ke-17. Memasuki abad ke-20 hubungan sains dan agama mengambil beragam bentuk. Temuan-temuan baru sains nyata-nyata menantang doktrin dan gagasan-gagasan keagamaan klasik. Sehingga, responsnya pun beraneka rupa. Misalnya, beberapa kalangan mempertahankan doktrin-doktrin tradisional, beberapa yang lain meninggalkan tradisi, dan beberapa lagi yang merumuskan kembali konsep keagamaan secara ilmiah. Ian G. Barbour mengusulkan empat hubungan yaitu konflik [conflict], perpisahan [independence], dialog - perbincangan [dialogue], dan integrasi-perpaduan [integration]. Sedangkan John F. Haught membagi pendekatan sains dan agama, menjadi pendekatan konflik, pendekatan kontras, pendekatan kontak, dan pendekatan konfirmasi. Agama dan sains, merupakan dua bagian penting dalam kehidupan sejarah umat manusia. Bahkan pertentangan antara agama dan sains tak perlu terjadi jika kita mau belajar mempertemukan ide-ide spiritualitas [agama] dengan sains. Para sarjana Muslim, menekankan bahwa sains dan agama memiliki dasar metafisik yang sama, dan tujuan pengetahuan yang diwahyukan maupun pengetahuan yang di upayakan adalah mengungkapkan ayat-ayat Tuhan dan sifat-sifat-Nya kepada umat manusia. kegiatan ilmiah sebagai bagian dari kewajiban agama, dengan catatan bahwa ia memiliki metodologi dan bahasanya sendiri. Motivasi di balik upaya pencarian ilmu-ilmu kealaman dan ilmu-ilmu matematis adalah upaya untuk mengetahui ayat-ayat Tuhan di alam semesta.
Manajemen Pembelajaran dalam Meningkatkan Efektivitas Proses Belajar Mengajar di Masa Pandemi Covid-19 Ahmad Munir Saifulloh; Mohammad Darwis
Bidayatuna Vol 3 No 2 (2020): Oktober
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat - Islamic Institute of Syarifuddin Lumajang, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/bidayatuna.v3i2.638

Abstract

Menajemen pembelajaran sangat penting kedudukannya dalam rangka meningkatkan efektivitas proses belajar mengajar, apalagi di masa darurat penyebaran Corona Virus Disease 19 (COVID-19) seperti yang kita alami saat ini. Berbagai usaha dilakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dengan tetap mempertimbangkan protokol kesehatan sesuai dengan SKB 4 Mentri. Berbagai hambatan, kesulitan, dan keterbatasan dihadapi dalam proses belajar mengajar, mulai dari faktor peserta didik, keluarga peserta didik, maupun sarana dan prasarana yang kurang representatif, namun kementrian pendidikan dan kebudayaan (kemendikbud) tetap menginstruksikan seluruh pendidik di semua jenjang pendidikan agar dapat menciptakan pembelajaran yang menyenangkan dari rumah baik siswa maupun mahasiswa. Oleh karena itu, peran guru sangat dibutuhkan dalam memanage atau mengelola pembelajaran mulai dari perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pelaksanaan (actuating) dan evaluasi (evaluating) dalam rangka meningkatkan efektivitas proses belajar mengajar di masa pandemi covid 19 saat ini, baik implementasi pembelajaran jarak jauh (PJJ) dalam jaringan (daring) maupun luar jaringan (luring).manajemen pembelajaran
Manajemen Pembelajaran dalam Meningkatkan Efektivitas Proses Belajar Mengajar di Masa Pandemi Covid-19 Ahmad Munir Saifulloh; Mohammad Darwis
Bidayatuna Vol 3 No 2 (2020): Oktober
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat - Islamic Institute of Syarifuddin Lumajang, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/bidayatuna.v3i2.638

Abstract

Menajemen pembelajaran sangat penting kedudukannya dalam rangka meningkatkan efektivitas proses belajar mengajar, apalagi di masa darurat penyebaran Corona Virus Disease 19 (COVID-19) seperti yang kita alami saat ini. Berbagai usaha dilakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dengan tetap mempertimbangkan protokol kesehatan sesuai dengan SKB 4 Mentri. Berbagai hambatan, kesulitan, dan keterbatasan dihadapi dalam proses belajar mengajar, mulai dari faktor peserta didik, keluarga peserta didik, maupun sarana dan prasarana yang kurang representatif, namun kementrian pendidikan dan kebudayaan (kemendikbud) tetap menginstruksikan seluruh pendidik di semua jenjang pendidikan agar dapat menciptakan pembelajaran yang menyenangkan dari rumah baik siswa maupun mahasiswa. Oleh karena itu, peran guru sangat dibutuhkan dalam memanage atau mengelola pembelajaran mulai dari perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pelaksanaan (actuating) dan evaluasi (evaluating) dalam rangka meningkatkan efektivitas proses belajar mengajar di masa pandemi covid 19 saat ini, baik implementasi pembelajaran jarak jauh (PJJ) dalam jaringan (daring) maupun luar jaringan (luring).manajemen pembelajaran
Pendampingan Membaca Al-Qur’an Metode Iqra’ untuk Anak Migran di PKBM PNF KBRI Kuala Lumpur Azzudy, Muhammad Saifuddin; Syamsul Arifin; Eva Maghfiroh; Suwari; Zainul Arifin; Syuhud; Akhmad Saifullah Azzamzuri; Layyinatul Afidah; Berly Wijayanti; Ahmad Munir Saifulloh
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Abdi Putra Vol. 5 No. 3 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Nusa Putra & Persatuan Insinyur Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52005/d9pcvj07

Abstract

Program pengabdian ini menggunakan pendekatan Service Learning untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an anak-anak migran Indonesia di Kuala Lumpur melalui metode Iqra’. Selama 20 sesi dalam satu bulan, program ini ditujukan kepada anak-anak usia 7–12 tahun di PKBM PNF KBRI Kuala Lumpur. Kegiatan meliputi pendampingan kelompok kecil, jurnal reflektif, dan metode pengajaran adaptif. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengenalan huruf hijaiyah dan kelancaran membaca. Program ini juga menumbuhkan empati dan keterampilan pedagogis pada mahasiswa. Inisiatif ini memperkuat peran pendidikan Islam di komunitas diaspora dan menegaskan pentingnya intervensi pendidikan yang kolaboratif dan kontekstual.