Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Masyarakat Dalam Fase Tanggap Darurat: Studi Kasus Pada Banjir Gresik Risma Dwiyana Arianty; Ahmad Zaki; Sagita Happy Arida; Aliyah Rifdatul Nabilah; Talitha Rifqi Risqulloh; Muhammad Naufal Firzatulloh; Nuh Krama Hadianto; M. Noer Falaq Al Amin
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.8731

Abstract

Bencana banjir merupakan fenomena berulang yang memiliki dampak signifikan terhadap kehidupan masyarakat, khususnya di wilayah yang secara geografis rentan terhadap luapan sungai. Kabupaten Gresik, Jawa Timur, menjadi salah satu daerah yang konsisten mengalami peningkatan frekuensi akibat banjir dari tahun ke tahun, terutama akibat meluapnya Kali Lamong. Artikel ini dimaksudkan untuk mengkaji dan menggambarkan peran masyarakat dalam fase tanggap darurat bencana banjir di Kabupaten Gresik sebagai respons komunitas sebelum ada intervensi formal dari pemerintah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian kepustakaan (library reserach) melalui analisis terhadap berbagai sumber data sekunder, mencakup laporan resmi, peraturan perundang-undangan, artikel ilmiah, dan referensi akademik yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa masyarakat berperan sebagai aktor utama dalam fase tanggap darurat, meliputi: (1) pelaksanaan evakuasi mandiri memprioritaskan kelompok rentan; (2) pembentukan pola inisiatif melalui pendirian posko darurat dan dapur umum; serta (3) penguatan kerjasama antara tokoh masyarakat dengan organisasi lokal. Meskipun demikian respons masyarakat masih mengalami beberapa kendala, antara lain keterbatasan sarana evakuasi, distribusi logistik yang tidak merata, hambatan komunikasi dan koordinasi, serta terbatasnya akses fisik akibat genangan. Artikel ini menyimpulkan bahwa penguatan kemampuan kelembagaan masyarakat melalui pembentukan kelompok siaga bencana, simulasi evakuasi, dan kolaborasi multi aktor merupakan strategi yang tepat dalam meningkatkan efektivitas respons darurat berbasis komunitas.
Evaluasi Program Bus Wisata Heritage Bandar Grissee Dalam Mendukung Pengembangan Wisata Heritage Gresik Nurhayati Nurhayati; Ahmad Zaki; Oktavia Kurnia Ramadhani; Nia Nur Qur’any Agustin; Tauran Tauran; Wilda Sumarsyah
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.9212

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi Program Bus Wisata Heritage Bandar Grissee dalam mendukung pengembangan destinasi wisata warisan di Kabupaten Gresik. Program ini disusun sebagai inovasi dalam layanan publik untuk meningkatkan aksesibilitas di antara destinasi wisata heritage yang terdapat di wilayah Bandar Grissee. Penelitian ini menggunakan pendekatan evaluasi resmi dengan jenis evaluasi formatif serta merujuk pada enam kriteria evaluasi kebijakan yang diajukan oleh William N. Dunn, yaitu efektivitas, efisiensi, kecukupan, pemerataan, responsivitas, dan akurasi. Metode penelitian yang diterapkan adalah kualitatif deskriptif dengan menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa program tersebut telah membawa dampak positif terhadap kenaikan jumlah pengunjung dan kemudahan akses layanan wisata. Namun, pelaksanaan program masih mengalami berbagai tantangan, seperti jumlah armada yang terbatas, digitalisasi layanan yang belum maksimal, efisiensi operasional yang rendah, serta aksesibilitas yang belum merata untuk kelompok rentan dan lokasi dengan infrastruktur jalan yang sempit. Secara keseluruhan, Program Bus Wisata Heritage Bandar Grissee dianggap efektif dan relevan sebagai solusi transportasi wisata heritage, namun masih membutuhkan pengembangan dalam aspek integrasi layanan, peningkatan kapasitas armada, penerapan sistem digital, dan penguatan konsep mobilitas wisata yang inklusif serta berkelanjutan agar tujuan pengembangan pariwisata lokal dapat dicapai secara optimal.