Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PENGARUH PENAMBAHAN RAGI TAPE (SACCHAROMYCES CEREVISIAE) DAN EM-4 (EFFECTIVE MICROORGANISME – 4) TERHADAP KUALITAS ECO ENZYME DARI SAMPAH DAUN KERING DAN LIMBAH AMPAS JAMU Ahda Sabilla Situmorang; Fikri Hasfita; Eddy Kurniawan; Syamsul Bahri; Jalaluddin -
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 6 No. 03 (2026): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-Juni 2026
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v6i03.22401

Abstract

Eco enzyme merupakan hasil fermentasi sampah organik yang memiliki potensi sebagai produk ramah lingkungan, seperti pupuk cair, pembersih alami, dan pengusir hama. Pemanfaatan sampah daun kering dan ampas jamu berpotensi untuk dikembangkan guna mendukung upaya pengurangan limbah dan pencemaran lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa potensi sampah daun kering dan ampas jamu terhadap kualitas eco- enzyme yang dihasilkan dengan mengkaji pengaruh waktu fermentasi dan penambahan EM-4 dan ragi tape terhadap yield, karakteristik, dan uji aktifitas eco enzyme dalam menurunkan TSS (Total Suspended Solids) dalam air sungai. Hasil penelitian menunjukkan pada waktu 5 hari diperoleh yield sebesar 99,01% pada sampel ampas jamu sedangkan pada sampel daun kering diperoleh yield sebesar 99,54% dalam waktu 10 hari. Hasil uji karakteristik menunjukkan eco- enzyme berbahan ampas jamu dengan penambahan ragi tape dan EM-4 memiliki nilai pH 3, berwarna coklat muda dengan kadar asam asetat berkisar 0,15% - 0,48% sedangkan eco-enzyme berbahan sampah daun kering dengan penambahan ragi tape dan EM-4 memiliki nilai pH 4, berwarna coklat pekat dengan kadar asam asetat berkisar 0,18% - 0,31%. Hasil uji aktifasi menunjukkan bahwa eco- enzyme berbahan ampas jamu dan sampah daun kering dapat menurunkan TSS dari air sungai sebesar ± 64 mg/L.
Sosialisasi Pembuatan Media Pembelajaran Berbasis Magic School AI untuk Meningkatkan Kualitas Pengajaran di Sekolah Kuttab Al Firdaus Lhokseumawe Raihan Putri; Rosdiana Rosdiana; Annisa Tishana; Fikri Hasfita; Muthmainnah Muthmainnah
Jurnal Solusi Masyarakat Dikara Vol 6, No 1 (2026): April 2026
Publisher : Yayasan Lembaga Riset dan Inovasi Dikara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi telah mendorong transformasi di berbagai bidang kehidupan, termasuk dunia pendidikan. Salah satu inovasi yang berkembang pesat saat ini adalah Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang mulai dimanfaatkan untuk mendukung efektivitas proses pembelajaran. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkenalkan platform Magic School AI kepada para guru di Sekolah Kuttab Al Firdaus sebagai media inovatif dalam penyusunan materi, pengembangan media pembelajaran, serta pelaksanaan evaluasi pembelajaran secara lebih efektif dan efisien. Kegiatan dilaksanakan oleh Tim Dosen Teknik Universitas Malikussaleh pada Sabtu, 20 Desember 2025 di Aula Utama Kuttab Al Firdaus Pilar Peradaban selama e jam, mulai pukul 09.00–11.00 WIB. Metode pelaksanaan dilakukan melalui penyampaian materi secara interaktif yang dipadukan dengan sesi diskusi dan tanya jawab bersama peserta. Setelah pembukaan oleh Kepala Kuttab, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi dan demonstrasi penggunaan fitur-fitur Magic School AI. Selama kegiatan berlangsung, para guru menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam memahami pemanfaatan teknologi AI untuk mendukung proses pembelajaran. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai manfaat AI dalam dunia pendidikan, khususnya dalam penyusunan kurikulum, pengembangan modul pembelajaran, dan evaluasi pembelajaran berbasis teknologi. Selain itu, kegiatan ini juga menumbuhkan minat guru untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis animasi serta harapan agar pelatihan lanjutan mengenai penggunaan Magic School AI dapat dilaksanakan secara lebih mendalam pada kegiatan berikutnya.
Pembuatan Bioetanol dari Air Limbah Cucian Beras Menggunakan Metode Hidrolisis Enzimatik dan Fermentasi Damayanti; Syamsul Bahri; Eddy Kurniawan; Fikri Hasfita; Ishak Ibrahim
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 6 No. 02 (2026): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-April 2026
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v6i02.23721

Abstract

Bioetanol adalah etanol yang dibuat dengan fermentasi bahan baku nabati. Penggunaan bioetanol tidak hanya dapat mengurangi tingkat polusi tetapi juga dapat menghemat lebih banyak bahan bakar fosil. Air limbah cucian beras yang mengandung karbohidrat dapat diubah menjadi etanol. Jika dikelola dengan baik, air limbah cucian beras ini dapat menjadi salah satu sumber bahan baku potensial untuk produksi bioetanol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui waktu fermentasi, densitas, dan tingkat bioetanol tertinggi, melihat bagaimana volume enzim glukoamilase meningkatkan kadar glukosa, dan menghitung jumlah bioetanol yang dihasilkan. Dalam penelitian ini, air cucian beras 300 mililiter digunakan dengan enzim glukoamilase 6 gram, 9 gram, dan 12 gram, serta massa ragi 4 gram dengan waktu fermentasi 2, 4 dan 6 hari. Metode yang digunakan adalah hidrolisis, fermentasi dan distilasi. Pada penelitian ini dilakukan pengujian kadar glukosa, densitas dan kadar bioetanol. Hasil penelitian ini didapatkan kadar glukosa pada enzim glukoamilase 12 gram sebanyak 22% , densitas terbaik yaitu pada waktu fermentasi 144 jam sebesar 0,7893 %. Dan kadar bioetanol tertinggi dicapai pada lama fermentasi yang sama yaitu 144 jam sebesar 15,7633 %. peningkatan enzim glukoamilase dengan adanya penambahan massa ragi dan durasi fermentasi akan mempercepat proses fermentasi.
Formulasi Sediaan Sabun Transparan dari Minyak Zaitun (Olive Oil) dengan Penambahan Minyak Atsiri Bunga Kenanga (Cananga Odorata) Sebagai Antibakteri Nia; Zulnazri; Fikri Hasfita; Wusnah; Leni Maulinda
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 6 No. 02 (2026): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-April 2026
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v6i02.23814

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan sabun padat transparan berbasis minyak zaitun dengan penambahan minyak atsiri bunga kenanga (Cananga odorata) sebagai antibakteri alami, serta menganalisis pengaruh variasi perbandingan minyak dan sukrosa terhadap karakteristik sabun. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan lima variasi rasio minyak zaitun terhadap minyak atsiri (10:1, 20:3, 30:5, 40:7, 50:9) dan empat variasi konsentrasi sukrosa (5 g, 10 g, 15 g, 20 g). Parameter uji meliputi pH, kadar udara, tinggi dan stabilitas busa, kadar asam lemak bebas, basa bebas, bilangan penyabunan, uji organoleptik, dan aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dan Staphylococcus epidermidis . Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi minyak atsiri dan sukrosa mempengaruhi karakteristik sabun, baik dari segi kejernihan, kualitas fisik, maupun efektivitas antibakterinya. Formula terbaik diperoleh pada perbandingan minyak zaitun:kenanga 30:5 dengan penambahan sukrosa 15 g yang menghasilkan sabun dengan pH optimal, busa stabil, kadar udara sesuai, serta daya hambat antibakteri yang efektif. Penelitian ini menunjukkan potensi sabun alami dengan bahan aktif nabati sebagai alternatif produk higienis yang ramah kulit dan lingkungan.
Compositional Engineering of Chitosan–Potato Starch–Kaolin Biocomposites: Tuning Physicochemical Properties for Wound Dressing Applications Suryati Suryati; Rizka Mulyawan; Meriatna Meriatna; Cut Khairunnisa; Leni Maulinda; Fikri Hasfita
International Journal of Engineering, Science and Information Technology Vol 5, No 3 (2025)
Publisher : Malikussaleh University, Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52088/ijesty.v5i3.1001

Abstract

An investigation has been made to predict the effects of various Kaolin fillers with different concentrations from 4 to 10 percent on the properties of Chitosan and Potato Starch Bio-composite for wound dressing applications. The procedure was to prepare the chitosan and starch in equal proportions, apply the filler to the hydrogel, dry it, and characterize it. The characterizations of the synthesized bio-composite were its absorption percentage, mechanical test, presented functional groups, and antibacterial test. It was found out that the bio-composite with the highest swelling percentage 6% Kaolin, showed 128.65% swelling. Moreover, the highest percentage of bio-composite absorption was 65.62% with 8% Kaolin added. In addition to that, adding 4% Kaolin produced the highest tensile strength with the value of 75.6 MPa. Besides, the most significant elongation percentage was 151.60% in the addition of 4% Kaolin. Qualitatively, the synthesized bio-composites exhibited functional groups of OH, alkynes, and carboxylic acid. Finally, the bio-composite with Kaolin filler significantly performed in antibacterial activities.
Optimization Study Of Time And Mass Of Ketapang Fruit Shell Biosorbent in the Methylene Blue Batch Adsorption Process Meriatna Meriatna; Zulmiardi Zulmiardi; Rizka Nurlaila; Suryati Suryati; Fikri Hasfita; Faisal Faisal
International Journal of Engineering, Science and Information Technology Vol 5, No 3 (2025)
Publisher : Malikussaleh University, Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52088/ijesty.v5i3.1000

Abstract

Ketapang fruit shell (Terminalia catappa) has shown potential as a low-cost, eco-friendly biosorbent for removing synthetic dyes from aqueous solutions. This study aimed to determine the optimum conditions for contact time and adsorbent mass of ketapang fruit shell in the adsorption of methylene blue dye. The research involved several stages: preparation and chemical activation of the fruit shells, batch adsorption experiments, analysis of adsorption capacity and efficiency, and optimization using the Response Surface Methodology (RSM). Characterization of the adsorbent was conducted using UV-Visible spectroscopy, Fourier Transform Infrared (FTIR) spectrosco-py, and Scanning Electron Microscopy (SEM) to analyze functional groups and surface morphology. The RSM approach was employed to evaluate the interaction effects of contact time and adsorbent mass, as well as to predict the optimal conditions for maximum dye re-moval. The optimum adsorption conditions were achieved at a contact time of 39.15 minutes and adsorbent mass of 0.416 g, resulting in an adsorption capacity of 1.935 mg/g and 100% removal efficiency. The regression model obtained from RSM was: Y= 35.13437  + 334.35597A – 1.67299B + 0.088354AB – 402.98656A² + 0.018207B², with  a coefficient of determination R² = 0.7857 (78.57%), indi-cating a good model fit. Furthermore, the adsorption behavior followed the Freundlich isotherm model, supported by an R² value of 0.787 (78.7%), suggesting multilayer adsorption on a heterogeneous surface. These findings confirm the effectiveness of ketapang fruit shell as a promising adsorbent for methylene blue removal in wastewater treatment applications.