Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Rasio Neutrofil-Limfosit (NLR) sebagai Penanda Disfungsi Hati pada Pendonor Darah Sukarela di Unit Transfusi Darah Palang Merah Indonesia Qurrotu A'yuni Auliya; Ririh Jatmi Wikandari; Bambang Supriyanta; Duwi Pudjiastuti; Yunita Rusidah
Jaringan Laboratorium Medis Vol 8 No 1 (2026): May 2026
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jlm.v8i1.14587

Abstract

Background: HBsAg is a marker for hepatitis B virus, which causes liver dysfunction characterized by elevated serum glutamic pyruvic transaminase (SGPT) levels. The neutrophil-lymphocyte ratio (NLR) has a positive effect on SGPT. Objective: To describe NLR as a marker of liver dysfunction in voluntary blood donors at the PMI Blood Donation Unit (UDD). Methods: Descriptive study to determine the role of NLR as a marker of liver dysfunction in voluntary blood donors. The study population consisted of voluntary blood donors at the PMI Blood Donation Unit in Salatiga, Central Java. Primary data collected through complete blood tests and SGPT measurements. Secondary data were HBsAg results in voluntary donors. Results: All 20 respondents (100%) had an average SGPT level of 20 U/L and non-reactive HBsAg results, with an average NLR value of 1.76. The highest age group was 26-35 years old, with 8 respondents (40%). Based on gender, 15 respondents (75%) were male and 5 respondents (25%) were female. The percentage of blood types A and O was 8 respondents (40%), while blood types B and AB were represented by 2 respondents (10%). Conclusions: NLR cannot be used as a marker of liver dysfunction based on SGPT and HBsAG parameters.
EDUKASI MANFAAT DONOR SERTA PEMERIKSAAN KESEHATAN CALON DONOR Qurrotu A'yuni Auliya; Djoko Priyatno; Surati Surati; Widodo Widodo
MIMBAR INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 5 No 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Biro Administrasi dan Akademik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/mimbarintegritas.v5i1.6849

Abstract

Jumlah pendonor darah di Indonesia relatif rendah yaitu 250 ribu, hal ini tidak sebanding dengan populasi di Indonesia. Menunjukan kurangnya kesadaran pada pendonor darah sukarela di kalangan masyarakat. Pemaparan donor darah merupakan sarana penting untuk pola hidup sehat dan memiliki kontribusi yang penting bagi kesehatan. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat Kelurahan Bangetayu Wetan Kecamatan Genuk Kota Semarang Provinsi Jawa Tengah. Pengetahuan masyarakat mengenai donor darah mampu berpengaruh terhadap sikap untuk kesediaan menjadi pendonor darah. Keterbatasan jumlah pendonor disebabkan pengetahuan yaitu manfaat pentingnya donor darah yang kurang dan tidak adanya informasi tentang donor darah. Metode yang dilakukan adalah dengan cara penyuluhan edukasi dan skrining pemeriksaan kesehatan. Untuk mengetahui peningkatan pengetahuan tentang edukasi donor darah melalui pre test dan post test. Skrining kesehatan masyarakat setelah sesi penyuluhan berakhir. Hasil penyuluhan terdapat peningkatan pemahaman peserta manfaat donor darah dibuktikan dengan peningkatan pengetahuan dari 84,58 point menjadi 90 point. Skrining kesehatan calon donor yaitu pada pemeriksaan tekanan darah terdapat normal 7 responden (28%), pre hipertensi 12 responden (48%), stage 1 hipertensi 1 responden (4%), dan stage 2 hipertensi 5 responden (20%). Pemeriksaan kadar Hemoglobin terdapat kadar hemoglobin yang normal (12.5-17.0 gr/dL) sebanyak 21 responden (84%), kemudian terdapat kadar Hemoglobin yang tidak normal (<12.5 gr/dL) sebanyak 4 responden (16%).