Moh Yusup Saepuloh Jamal‬
Institut Agama Islam Latifah Mubarokiyah Suryalaya

Published : 10 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

STRATEGI PEMBELAJARAN SKI DI MADRASAH IBTIDAIYAH (MI) Imelda Putri; Putri Pebriana; Reviana Ropiah; Wina Yuningsih; Moh Yusup Saepuloh Jamal‬
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 5 (2026): Juni
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i5.7816

Abstract

Strategi pembelajaran di Madrasah Ibtidaiyah (MI) merupakan pendekatan yang dirancang untuk membantu guru dalam menyampaikan materi secara efektif sesuai dengan karakteristik peserta didik usia sekolah dasar. Siswa MI memiliki sifat aktif, senang bermain, dan berpikir konkret, sehingga diperlukan strategi pembelajaran yang variatif, menarik, dan kontekstual. Pembahasan dalam tulisan ini menekankan pada berbagai strategi yang dapat diterapkan di MI, seperti pembelajaran aktif (active learning), pembelajaran kontekstual, pembelajaran berbasis cerita (storytelling), serta penggunaan media pembelajaran yang kreatif. Strategi-strategi tersebut bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa, menumbuhkan motivasi belajar, serta membentuk sikap dan karakter yang baik. Dengan demikian, pemilihan strategi pembelajaran yang tepat menjadi faktor penting dalam keberhasilan proses pembelajaran di MI. Guru diharapkan mampu menyesuaikan strategi dengan kebutuhan, kemampuan, dan lingkungan belajar peserta didik agar tujuan pembelajaran dapat tercapai secara optimal.
PERJALANAN DAKWAH NABI MUHAMMAD SAW: Dari Thaif Hingga Hijrah ke Yatsrib dan Implikasinya dalam Pembelajaran SKI Kharmelia Anjani; Tika Mustika Sari; Yusi Wulan Purbasari Putri Utami; Moh Yusup Saepuloh Jamal‬
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i4.7868

Abstract

Artikel ini mengkaji perjalanan dakwah Nabi Muhammad SAW dalam dua babak yang saling terkait: penolakan di Thaif dan hijrah ke Yatsrib. Kajian dilakukan lewat metode kepustakaan dengan pendekatan historis-analitis, sehingga tidak berhenti pada rekonstruksi peristiwa semata, melainkan melanjutkan ke analisis nilai dan relevansi pedagogis. Temuan utamanya: fase Thaif-Yatsrib adalah titik balik yang mengubah orientasi dakwah secara mendasar, dari Makkah yang tertutup menuju Madinah yang terbuka dan berbasis komunitas. Bai'at Aqabah I dan II memperlihatkan bagaimana Nabi membangun kepercayaan secara bertahap sebelum melangkah lebih jauh, sementara Piagam Madinah menegaskan bahwa Islam tidak datang untuk menyeragamkan. Dalam konteks pembelajaran SKI di Madrasah Ibtidaiyah, fase ini kaya implikasi: mulai dari pendekatan value-based learning, integrasi Kurikulum Merdeka (Fase A-C), hingga asesmen autentik yang mengukur karakter, bukan sekadar hafalan.
KETERLIBATAN PESERTA DIDIK DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM (SKI) DI MADRASAH IBTIDAIYAH Melasari; Reyna Aghnia; Lika Asiyah; Nurohmah Yanti; Moh Yusup Saepuloh Jamal‬
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i4.7879

Abstract

Penelitian ini memotret realitas keterlibatan peserta didik kelas V MI Muhara dalam pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI). Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, data dihimpun lewat observasi langsung, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil studi menunjukkan bahwa aktivitas pembelajaran sudah berjalan kondusif menggunakan kombinasi ceramah, tanya jawab, dan diskusi ringan. Meski mayoritas siswa menunjukkan antusiasme, ketidakpastian rasa percaya diri untuk bertanya dan berargumen masih menjadi catatan di kelas. Hambatan laten yang ditemukan berakar pada minimnya variasi media dan anggapan bahwa sejarah adalah materi yang menjemukan. Guru menyiasati hal ini lewat pemancing berupa pertanyaan interaktif serta kontekstualisasi materi dengan kehidupan sehari-hari. Studi ini merekomendasikan perlunya diversifikasi strategi dan media interaktif agar SKI tidak lagi sekadar menjadi mata pelajaran hafalan, melainkan ruang belajar yang hidup.
Analisis Efektifitas Model Problem Based Learning Dalam Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) Di MIN 1 Ciamis Halifah Zahra Kurnia; Muhammad Julian Syarief; Rismada Iyatussipa; Selvi Fatimaturrosidah; Moh Yusup Saepuloh Jamal‬
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i4.7880

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dan variasi metode yang digunakan guru dalam pembelajaran SKI materi "Meneladani Sahabat Ali bin Abi Thalib r.a." di kelas V MIN 1 Ciamis. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model PBL yang dipadukan dengan media audio-visual mampu meningkatkan keaktifan dan minat belajar siswa. Mayoritas siswa memberikan respon positif terhadap variasi metode yang digunakan, meskipun diperlukan penguatan manajemen kelas dan motivasi bagi siswa yang masih kurang percaya diri dalam berinteraksi.
Implementasi Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) oleh Guru Kelas pada Peserta Didik Kelas IV di MI Swasta Islamiyah Cihampang Siti Irna Munawaroh; Nati Merisa; Huliyati Nupusari; Dela Sanita; Ade Aris Risyandi; Moh Yusup Saepuloh Jamal‬
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i4.7883

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) pada kelas IV di MI Swasta Islamiyah Cihampang yang diampu oleh guru kelas, mengidentifikasi hambatan yang dihadapi, serta menganalisis upaya solutif yang diterapkan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif analitis dengan teknik pengumpulan data berupa observasi langsung, wawancara semi-terstruktur, pengisian LKPD oleh siswa, dan dokumentasi. Penelitian dilaksanakan pada 12 Mei 2026 dengan subjek penelitian guru kelas IV, kepala madrasah, dan 11 siswa yang hadir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran SKI di madrasah tersebut dilaksanakan oleh guru kelas karena ketiadaan guru khusus SKI, dengan metode yang dominan berupa ceramah dan tanya jawab berbasis buku paket dan LKS. Hambatan utama meliputi keterbatasan media pembelajaran berbasis teknologi, beban kerja guru yang tinggi, serta perbedaan keaktifan siswa. Adapun kelebihan dari sistem ini adalah adanya kedekatan emosional antara guru dan siswa yang mendukung pengelolaan kelas secara efektif. Upaya solutif yang dilakukan guru mencakup penggunaan metode bercerita, mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari, serta pemberian tugas mandiri. Penelitian ini merekomendasikan perlunya pengadaan guru khusus SKI, pengembangan media pembelajaran inovatif, serta pelatihan metodologi pembelajaran bagi guru kelas.
IMPLEMENTASI METODE STORYTELLING DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM DI MADRASAH IBTIDAIYAH: STUDI KASUS KELAS 4 MI AL-IKHLAS Padilatunnisa Salsa Bila; Susi Irmayanti; Risma Mardiana; Nadia Khoerunnisa; Moh Yusup Saepuloh Jamal‬
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i4.7888

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji implementasi metode storytelling dalam pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) di kelas 4 MI Al-Ikhlas serta menganalisis strategi guru dalam mengelola kelas heterogen dengan keterbatasan fasilitas pembelajaran. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi langsung, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah wali kelas 4 dan 13 peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) metode storytelling terbukti efektif meningkatkan motivasi dan antusiasme belajar siswa pada materi SKI yang bersifat abstrak; (2) strategi tutor sebaya berhasil menjembatani kesenjangan pemahaman antar siswa; (3) pemberian soal pengayaan mencegah kejenuhan siswa berkemampuan tinggi; dan (4) kreativitas guru dalam menyusun Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) cetak yang menarik mampu mengompensasi keterbatasan fasilitas proyektor. Temuan ini diharapkan dapat menjadi referensi praktis bagi pendidik di Madrasah Ibtidaiyah dalam merancang pembelajaran SKI yang efektif, interaktif, dan bermakna meskipun dengan keterbatasan sarana dan prasarana.
STRATEGI INTERNALISASI NILAI KARAKTER MASA KANAK-KANAK NABI MUHAMMAD SAW PADA SISWA SEKOLAH DASAR MELALUI METODE PROPHETIC STORYTELLING Haikal Zaenal Muttaqin; Cantika Agustin; Sipa Wahdatul Umam A; Yunita Saadaturrohmah; Moh Yusup Saepuloh Jamal‬
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i4.7889

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pembelajaran yang efektif dalam menginternalisasikan nilai-nilai karakter dari fase masa kanak-kanak Nabi Muhammad SAW pada siswa Sekolah Dasar (SD) melalui metode prophetic storytelling (penceritaan kisah kenabian). Banyaknya materi Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) di SD yang disampaikan secara monoton-deskriptif membuat siswa jenuh dan gagal menangkap esensi keteladanan tokoh. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research). Sumber data primer diambil dari kitab-kitab sirah nabawiyah klasik dan kontemporer yang valid, sementara data sekunder diperoleh dari literatur jika psikologi perkembangan anak dan jurnal pendidikan dasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi karakter kemandirian, ketangguhan (resilience), kejujuran, dan tanggung jawab dari masa kecil Nabi Muhammad SAW dapat diserap dengan baik oleh siswa SD jika dikemas melalui metode storytelling yang interaktif, menggunakan media visual/multimedia, serta diikuti dengan aktivitas refleksi personal (meaning-making). Implikasi dari penelitian ini memberikan alternatif model pembelajaran afektif yang menarik dan kontekstual bagi guru SD/MI dalam membentuk karakter siswa di era modern.
STRATEGI PEMBELAJARAN SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM (SKI) DI KELAS V MI HEGARMANAH: KAJIAN METODE STORYTELLING, PENGGUNAAN MEDIA AUDIOVISUAL, DAN SISTEM EVALUASI BERBASIS INKLUSIVITAS Sabila Aprilia U.P.; Alifia Febriany; Selsa Mei Prisca; Moh Yusup Saepuloh Jamal‬
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i4.7892

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) di kelas V MI Hegarmanah, dengan fokus pada metode pembelajaran, pemanfaatan media, penanganan perbedaan kemampuan siswa, serta sistem evaluasi yang diterapkan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik observasi partisipatif. Data diperoleh melalui observasi langsung dan wawancara mendalam dengan guru kelas V. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan metode storytelling (bercerita) sebagai strategi utama untuk mengatasi kejenuhan siswa terhadap teks materi yang padat. Metode ini dikombinasikan dengan media audiovisual berupa pemutaran film kisah Nabi. Dalam menangani perbedaan kemampuan belajar, guru menerapkan pendekatan inklusif dengan memberikan bimbingan individual di luar jam pelajaran tanpa melakukan pemisahan kelompok di dalam kelas. Sistem evaluasi mencakup dua mekanisme: tanya jawab lisan setiap akhir sesi dan ulangan harian setiap satu bab selesai dibahas. Temuan ini mengindikasikan bahwa kreativitas guru dalam menarasikan materi sejarah dan ketepatan sistem evaluasi merupakan faktor determinan keberhasilan pembelajaran SKI di tingkat MI.
Implementasi Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam pada Siswa Kelas IV di MIS Al-Munawaroh Anggita Rosadi; Fadila Syifa Agnia; Nadiya Kurniati; Nazwa Khareun Nisa; Moh Yusup Saepuloh Jamal‬
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i4.7893

Abstract

Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) merupakan salah satu mata pelajaran yang memiliki peran penting dalam membentuk pemahaman peserta didik mengenai sejarah perkembangan Islam sekaligus menanamkan nilai-nilai karakter dan akhlak mulia. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran SKI, metode dan media yang digunakan guru, kendala yang dihadapi selama proses pembelajaran, solusi yang diterapkan, serta bentuk evaluasi pembelajaran pada siswa kelas IV MIS Al-Munawaroh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran SKI di MIS Al-Munawaroh dilaksanakan dengan pendekatan Student Centered Learning yang menempatkan siswa sebagai pusat kegiatan belajar. Guru menggunakan berbagai metode seperti metode cerita, tanya jawab, diskusi kelompok, pemberian tugas, dan metode dikte. Media pembelajaran yang digunakan meliputi video pembelajaran, infokus, proyektor, serta kartu quartet sahabat nabi. Kendala yang dihadapi guru meliputi kemampuan membaca siswa yang belum merata, perbedaan tingkat pemahaman siswa, dan materi yang cukup panjang sehingga sebagian siswa mudah kehilangan fokus. Untuk mengatasi kendala tersebut, guru menerapkan program literasi pagi, pembelajaran kelompok, serta pendampingan khusus bagi siswa yang mengalami kesulitan membaca. Evaluasi pembelajaran dilakukan melalui aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan metode dan media pembelajaran yang bervariasi mampu meningkatkan keaktifan, motivasi, dan pemahaman siswa terhadap materi SKI. Selain itu, pembelajaran SKI juga berperan penting dalam membentuk karakter siswa melalui internalisasi nilai-nilai keteladanan para nabi dan sahabat.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM ( SKI ) DI KELAS IV MI LENGKONGRASA Ayunda Rahma Sri Handayani; Dela Mulyani; Nabil Rayana Hidayat; Tati Rosmanah; Moh Yusup Saepuloh Jamal‬
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i4.7897

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelak,sanaan pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI), metode yang digunakan guru, respon siswa, serta kendala yang dihadapi dalam proses pembelajaran di MI Lengkongrasa. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran SKI belum diajarkan secara terpisah dan masih diampu oleh wali kelas. Guru menggunakan metode ceramah, tanya jawab, permainan (game), dan ice breaking untuk meningkatkan keaktifan siswa. Respon siswa cukup baik dan antusias ketika pembelajaran berlangsung secara interaktif. Kendala yang ditemukan meliputi metode pembelajaran yang masih kurang bervariasi, keterbatasan waktu, dan perbedaan gaya belajar siswa. Oleh karena itu, diperlukan inovasi metode pembelajaran agar pembelajaran SKI lebih menarik dan tujuan pembelajaran dapat tercapai secara optimal.