Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategi Interest-based bargaining dalam Mediasi Sengketa Pembagian Harta Bersama Berupa Tanah Pasca Perceraian Budi Hatono; Rabiuladawiyah; Resti Hefriyenni; Arfika Nurvita Sari; Fat Haryanto Lisda; Ramses Hutagaol
Jurnal Sakato Ekasakti Law Review Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Sakato Ekasakti Law Review (April)
Publisher : LPPM Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/k2cfkb29

Abstract

Sengketa pembagian harta bersama berupa tanah pasca perceraian merupakan salah satu konflik keluarga yang sering menimbulkan ketegangan berkepanjangan di masyarakat. Permasalahan tersebut tidak hanya berkaitan dengan aspek hukum kepemilikan, tetapi juga menyangkut hubungan emosional, kepentingan ekonomi, serta kondisi sosial para pihak setelah perceraian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan strategi interest-based bargaining dalam mediasi sengketa pembagian harta bersama berupa tanah pasca perceraian di Desa Rambah Hilir serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan mediasi. Penelitian menggunakan metode penelitian hukum empiris dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara, observasi lapangan, dan studi dokumentasi yang kemudian dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi interest-based bargaining mampu mendorong terciptanya kesepakatan yang lebih fleksibel dan berkeadilan karena mediator tidak hanya berfokus pada posisi para pihak, melainkan menggali kepentingan mendasar yang melatarbelakangi tuntutan masing-masing pihak. Keberhasilan mediasi dipengaruhi oleh kemampuan mediator membangun komunikasi, tingkat keterbukaan para pihak, kondisi sosial ekonomi, serta keberadaan hubungan kekeluargaan yang masih terjalin pasca perceraian. Penelitian ini menegaskan bahwa pendekatan interest-based bargaining dapat menjadi model penyelesaian sengketa yang efektif dalam konflik pembagian harta bersama di masyarakat.
Routine Activity Theory Dalam Memahami Konvergensi Spasial Dan Temporal Pada Layanan Transportasi Online Dan Pasar Seks Komersial Fat Haryanto Lisda; Abdul Munir; Rabiuladawiyah Rabiuladawiyah; Muhammad Fadli
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.514

Abstract

Perkembangan platform digital telah mengubah pola komunikasi, koordinasi, dan mobilitas dalam berbagai aktivitas sosial, termasuk aktivitas yang berkaitan dengan pasar seks komersial. Meskipun Routine Activity Theory menjelaskan bahwa peluang kejahatan terbentuk melalui konvergensi antara motivated offender, suitable target, dan absence of capable guardian, teori tersebut belum secara eksplisit menjelaskan bagaimana integrasi platform komunikasi dan platform mobilitas memengaruhi mekanisme konvergensi pada masyarakat digital. Penelitian ini bertujuan mengembangkan konsep Platform-Assisted Convergence sebagai perluasan analitis terhadap konsep konvergensi dalam Routine Activity Theory. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui conceptual literature review dengan metode integrative literature review. Literatur diperoleh dari berbagai basis data akademik bereputasi dan dianalisis melalui tahapan identifikasi, seleksi, analisis komparatif, serta sintesis konseptual terhadap kajian mengenai Routine Activity Theory, mobilitas digital, ekonomi platform, layanan transportasi berbasis aplikasi, dan pasar seks komersial berbasis teknologi digital. Hasil sintesis menunjukkan bahwa digitalisasi tidak menghilangkan kebutuhan akan konvergensi spasial dan temporal, tetapi mentransformasikan mekanisme pembentukannya. Komunikasi, pencarian informasi, negosiasi, dan koordinasi berlangsung melalui platform digital, sedangkan perpindahan menuju lokasi pertemuan difasilitasi oleh layanan transportasi berbasis aplikasi sehingga mempercepat terbentuknya peluang interaksi. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini mengajukan konsep Platform-Assisted Convergence, yaitu proses terbentuknya konvergensi spasial dan temporal yang dimediasi oleh integrasi platform komunikasi dan platform mobilitas. Konsep ini memperluas kapasitas eksplanatori Routine Activity Theory dalam menjelaskan mekanisme pembentukan peluang kejahatan pada masyarakat digital sekaligus memberikan kerangka konseptual bagi pengembangan kajian kriminologi digital di masa mendatang.