Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

RANCANG BANGUN TURBIN ANGIN SAVONIUS UNTUK PENERANGAN DI DAERAH PEDESAAN Laka, Agustinus; Mangngi, Frans; Rokhyadi
JURNAL FLYWHEEL Vol 8 No 1 (2017): Jurnal Flywheel
Publisher : Teknik Mesin S1 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/flywheel.v8i1.666

Abstract

Listrik merupakan suatu kebutuhan yang sangat penting dalam menunjang berbagai kegiatan atau aktifitas baik pada skala rumah tangga maupun pada skala perkantoran atau industri. Namun pada kenyataannya masih banyak daerah pedesaan yang belum dapat menikmati listrik dari Perusahaan Listrik Negara (PLN). Salah satu contoh daerah pedesaan yang belum menikmati listrik dari PLN hingga saat ini adalah dusun Muli. Dimana secara adminitrative dusun Muli ini terletak di desa Raekore, Kecamatan Sabu Barat, Kabupaten Sabu Raijua, Propinsi Nusa Tenggara Timur. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode eksperimental nyata (true experimental) yaitu melakukan pengamatan langsung di lapangan untuk mencari data sebab akibat dalam suatu proses melalui eksperimen sehingga dapat ditahui berapa besar daya listrik yang dapat dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecepatan angin sangat berpengaruh terhadap besarnya tegangan dan arus listrik (BHP) yang dihasilkan oleh turbin angin Savonius. BHP tertinggi terjadi pada kecepatan angin 8,25 m/s dengan nilai BHP sebesar 83,183 Watt, sedangkan BHP terendah terjadi pada kecepatan angin 3,26 m/s dengan nilai BHP 4,146 Watt. Rancangan turbin angin Savonius ini juga dapat menghasilkan efisiensi tertinggi pada kecepatan angin 5,46 m/s dengan nilai efisiensi yaitu sebesar 21,35 % dan pada kecepatan angin 6,46 m/s dengan nilai efisiensi yaitu sebesar 21,46 %, sedangkan efisiensi terendah terjadi pada kecepatan angin 3,26 m/s yaitu sebesar 13,59 %.
RANCANG BANGUN MESIN PENCAMPUR PAKAN TERNAK BABI TYPE SCREW CONVEYOR Made Indra Aryana; Frans Mangngi; Aris Aris
Jurnal Teknik Mesin Vol 4 No 1 (2021): Jurnal Teknik Mesin
Publisher : P3M- Politeknik Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32511/jtm.v4i1.809

Abstract

Salah satu persoalan yang dihadapi para peternak babi di daerah kabupaten kupang adalah masalah pengelolaan pakan khususnya pada saat melakukan pencampuran bahan mentah yang masih dilaksanakan secara manual. Penelitian ini bertujuan untuk mendesain, merencanakan serta membuat mesin pencampur pakan ternak type screw conveyor yang dapat digunakan dalam mempermudah proses pencampuran pakan babi baik dari pemanfaatan waktu kerja dan tenaga kerja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini diawali dengan melakukan survey dan observasi tentang persoalan yang ada, dilanjutkan dengan identifikasi masalah dan kajian pustaka. Langkah selanjutnya adalah perencanaan alat dan pembuatan gambar kerja. Setelah gambar kerja selesai langkah berikutnya berturut turut adalah penyediaan alat dan bahan, pembuatan komponen dan konstruksi alat, perakitan, kemudian uji coba fungsional alat dan terakhir melakukan uji co­ba kinerja alat. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah : 1) Mesin pencampur pakan type screw conveyor ini dapat membantu perkembangan di sektor peternakan, terutama dalam bidang pengadaan pangan yaitu pencampuran pakan ternak babi; 2) Persentase efesiensi campuran pakan dengan putaran mesin pertama 1850 Rpm sebesar 80,86 %, putaran kedua 2342 Rpm sebesar 78,26 %, sedangkan putaran yang ketiga 2440 Rpm sebesar 71,73 %, sehingga dari data tersebut, direkomendasikan dalam penggunaan mesin pencampur pakan ternak ini dapat menggunakan kecepatan putaran sebesar 1850 Rpm yang telah diberi tanda pada tuas gas motor penggerak; 3) Pencampuran pakan ternak menggunakan putaran tinggi akan mengakibatkan efesiensi hasil campuran pakan yang tidak baik, dikarenakan kecepatan putaran screw conveyor dan bilah pencampur yang tinggi sehingga banyak campuran yang terbuang keluar melalui celah-celah pada penutup tabung pencampur. Hasil ini berbanding terbalik dengan pencampuran pakan ternak menggunakan putaran rendah yang memiliki efesiensi yang baik dikarenakan jumlah pakan yang terbuang jauh lebih sedikit. Untuk penyempurnaan alat tersebut, ada beberapa komponen yang harus diperhatikan seperti tabung pencampur bagian belakang dan penutup saluran pencampur yang memiliki kekurangan yaitu adanya sedikit celah yang membuat campuran pakan masih keluar walaupun hanya sedikit. Diharapkan dengan adanya alat ini dapat membantu dan mempermudah para peternak babi di wilayah kabupaten kupang dalam proses pencampuran pakan ternak babi.
RANCANG BANGUN MESIN PENCAMPUR PAKAN TERNAK BABI TYPE SCREW CONVEYOR Made Indra Aryana; Frans Mangngi; Aris Aris
Jurnal Teknik Mesin Vol 4 No 1 (2021): Jurnal Teknik Mesin
Publisher : P3M- Politeknik Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32511/jtm.v4i1.809

Abstract

Salah satu persoalan yang dihadapi para peternak babi di daerah kabupaten kupang adalah masalah pengelolaan pakan khususnya pada saat melakukan pencampuran bahan mentah yang masih dilaksanakan secara manual. Penelitian ini bertujuan untuk mendesain, merencanakan serta membuat mesin pencampur pakan ternak type screw conveyor yang dapat digunakan dalam mempermudah proses pencampuran pakan babi baik dari pemanfaatan waktu kerja dan tenaga kerja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini diawali dengan melakukan survey dan observasi tentang persoalan yang ada, dilanjutkan dengan identifikasi masalah dan kajian pustaka. Langkah selanjutnya adalah perencanaan alat dan pembuatan gambar kerja. Setelah gambar kerja selesai langkah berikutnya berturut turut adalah penyediaan alat dan bahan, pembuatan komponen dan konstruksi alat, perakitan, kemudian uji coba fungsional alat dan terakhir melakukan uji co­ba kinerja alat. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah : 1) Mesin pencampur pakan type screw conveyor ini dapat membantu perkembangan di sektor peternakan, terutama dalam bidang pengadaan pangan yaitu pencampuran pakan ternak babi; 2) Persentase efesiensi campuran pakan dengan putaran mesin pertama 1850 Rpm sebesar 80,86 %, putaran kedua 2342 Rpm sebesar 78,26 %, sedangkan putaran yang ketiga 2440 Rpm sebesar 71,73 %, sehingga dari data tersebut, direkomendasikan dalam penggunaan mesin pencampur pakan ternak ini dapat menggunakan kecepatan putaran sebesar 1850 Rpm yang telah diberi tanda pada tuas gas motor penggerak; 3) Pencampuran pakan ternak menggunakan putaran tinggi akan mengakibatkan efesiensi hasil campuran pakan yang tidak baik, dikarenakan kecepatan putaran screw conveyor dan bilah pencampur yang tinggi sehingga banyak campuran yang terbuang keluar melalui celah-celah pada penutup tabung pencampur. Hasil ini berbanding terbalik dengan pencampuran pakan ternak menggunakan putaran rendah yang memiliki efesiensi yang baik dikarenakan jumlah pakan yang terbuang jauh lebih sedikit. Untuk penyempurnaan alat tersebut, ada beberapa komponen yang harus diperhatikan seperti tabung pencampur bagian belakang dan penutup saluran pencampur yang memiliki kekurangan yaitu adanya sedikit celah yang membuat campuran pakan masih keluar walaupun hanya sedikit. Diharapkan dengan adanya alat ini dapat membantu dan mempermudah para peternak babi di wilayah kabupaten kupang dalam proses pencampuran pakan ternak babi.
PERANCANGAN ALAT BANTU PEMBENTUK PASAK KAPAL KAYU SISTEM PRES Frans Mangngi; Ody Aty
Jurnal Teknik Mesin Vol 1 No 2 (2018): Jurnal Teknik Mesin
Publisher : P3M- Politeknik Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.313 KB)

Abstract

Pasak adalah salah satu komponen yang berfungsi sebagai penyambung kayu antara satu dengan yang lain. Penyambungan papan pada pembuatan kapal kayu sangat dibutuhkan pasak untuk menyatuhkan papan kayu satu dengan yang lainnya. Untuk itu, Marfudin Ratu, 2015, telah mengembangkan alat ini dengan nama, “Alat Pembentuk Pasak Kapal Kayu’’. Alat ini memiliki keterbatasan yakni pada hasil, engkol pemutar, poros serta pisau pembentuk pasak. Maka perlu dilakukan modifikasi, dengan mengganti poros ulir daya dengan menggunakan rack dan pinyon beserta lubang keluar pada pisau pembentuk. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode tindakan dan uji coba. Hasil modifikasi alat sistem pres untuk pembuatan pasak mampu memproduksi pasak, dengan waktu pembentukan untuk 1 batang pasak selama 3,6 detik, waktu ini relatif lebih baik bilah dibandingkan dengan penilitian sebelumnya. Alat bantu pembentukan pasak kapal kayu ini, memiliki spesifikasi alat sebagai berikut tinggi 990 mm, Panjang 500 mm, Lebar 200 mm. Setelah dirakit dilanjutkan dengan uji coba, untuk waktu produksi pasak lebih cepat dari alat sebelumnya dan pasak yang dihasilkan memiliki diukuran tepat sesuai yang direncanakan
EVALUASI KONDISI MESIN BUBUT HARIZON T300 MENURUT METODE SCHLESINGER SEBAGAI ACUAN DALAM MELAKUKAN TINDAKAN PERAWATAN Frans Mangngi
SINTEK JURNAL: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 12, No 2 (2018): SINTEK JURNAL
Publisher : University of Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

To ensure that a lathe still has a high performance and accuracy, it is necessary to evaluate the condition of the machine. The results of the evaluation are not only used to determine the performance and accuracy of the machine but more than that can be used to determine the maintenances and repairs actions more precisely, therefore the condition of the machine can be returned to a better state. The aims of the reserach was to evaluate the condition of lathe machine Harizon T300 brand that exists in the Laboratory of Maintenance and repair of Mechanical Engineering Department of State Polytechnic of Kupang; The results of this evaluation will serve as a reference in performing appropriate maintenance actions against the machine. The evaluation method and procedure used is based on standard test chart according to Schlesinger method. It was found that, from the 8 test components of Harizon T300 lathes, only two test components that still met the standards of geometric accuracy are: (1). Centre sleave for true running, and (2). Centre point for true running; While the other 6 components of testing have not met the required standards, namely: (1). The flatness of the bed, (2). Work spindle parallel with the bed in a vertical and horizontal plane, (3). Work spindle parallel with the bed in the vertical and horizontal plane, (4). the axis of centers parallel with the bed in the vertical plane, (5). Tailstock sleeve parallel with bed vertical and horizontal plane, and (6). Tailstock guide ways parallel with the movement of the carriage; Thus the conclusion of this research is the Harizon T300 lathes that used as a sample of this research was not standard anymore and needs to be reconditioned.
Dynamic System Modeling of Concentrated Electrical Energy Provision with Reducing CO2 Emissions in East Nusa Tenggara Rusman Sinaga; Frans Mangngi; Purnawarman Ginting
Frontier Energy System and Power Engineering Vol 5, No 2 (2023): July
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um049v5i2p41-49

Abstract

Electric Power Generation (EPG) sourced from Fossil Energy (FE) has triggered an increase in CO_2 emissions in the atmosphere resulting in global warming which has a systemic impact on climate change. Whatever form of mechanism to reduce the increase in earth's temperature must be implemented. One way is to use a Solar Water Pump (SWP). This research aims to determine the use of EPG in East Nusa Tenggara (ENT) and find the amount of CO_2 emissions that can be reduced using SWP. This research uses dynamic modeling methods. The research results show that the production of electrical energy sourced from FE until 2030 is 2.270.656 MWh (87.77%), while the production of electrical energy sourced from RE is 316.441 MWh (12.23% ). EPG sourced from FE in ENT results in CO_2 emissions at 22.603.641 tons. According to survey results, conversion of FEPWP to SWP can reduce CO_2 emissions at 424.942 tons.
Aplikasi Metode Pengelasan Listrik Dalam Membuat Kursi dan meja Taman Out-Door Untuk Menunjang Pelayanan Usaha Kelompok UMKM di Pantai Wisata Muara Abu, dan Pantai Paradiso, Kelurahan Oesapa Barat Kecamatan Kelapa Lima Mangngi, Frans; Aris, Aris; A.W. Bowahk, Bernad; B. Yokasing, Yohanes; Nasaruddin, Nasaruddin; Rerung, Oktovianus Dharma; Susanto, Adi; Sagala, Wilmer
Mandalika Journal of Community Services Vol. 2 No. 2 (2025): Mandalika Journal of Community Services (In-Press)
Publisher : Penerbit Mandalika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59613/mjcs.v2i2.239

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana yang mendukung pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di kawasan wisata Pantai Muara Abu dan Pantai Paradiso Kelurahan Oesapa Barat Kecamatan Kelapa Lima. Fokus dari kegiatan ini adalah penerapan metode pengelasan listrik dalam pembuatan kursi dan meja taman outdoor yang kuat, tahan lama, dan memiliki nilai estetika. Diharapkan, penerapan teknologi pengelasan ini dapat memberikan solusi kreatif dan fungsional bagi pelaku UMKM dalam menyediakan fasilitas tempat duduk bagi pengunjung, sehingga dapat meningkatkan pelayanan usaha serta daya tarik kawasan wisata. Kegiatan ini melibatkan partisipasi aktif masyarakat setempat dan pelaku UMKM dalam pelatihan, perencanaan desain, serta pembuatan kursi dan meja. Hasil dari kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai teknik pengelasan dasar serta kemampuan untuk memproduksi furnitur outdoor secara mandiri. Dengan demikian, kegiatan ini memberikan dampak positif dalam penguatan kapasitas lokal dan mendukung pengembangan ekowisata berbasis masyarakat.Kegiatan ini melibatkan partisipasi aktif masyarakat setempat dan pelaku UMKM dalam proses pelatihan, perencanaan desain, serta pembuatan kursi dan meja. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai teknik pengelasan dasar serta kemampuan untuk memproduksi furnitur outdoor secara mandiri. Dengan demikian, kegiatan ini berkontribusi positif dalam penguatan kapasitas lokal dan mendukung pengembangan ekowisata berbasis masyarakat.
Colony Cage Systems with Tunnel Ventilation and Automatic Feeding: A Review of Innovations and Their Effects on Productivity and Health of Laying Hens Mangngi, Frans; Y.I. Sakan, Gerson; Hanmina, Marsianus Mario Fredirikus; Pono, Viky George Lettu Radja; Amnifu, Lodia Semaya; Nafi, Sulche Ifone
Riwayat: Educational Journal of History and Humanities Vol 8, No 4 (2025): Oktober, Social Issues and Problems in Society
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jr.v8i4.49001

Abstract

The poultry industry has experienced significant transformation driven by innovations in housing systems aimed at improving productivity and animal welfare. This study focuses on the integration of colony cage systems with tunnel ventilation and automatic feeding technologies as a comprehensive approach to optimize laying hen performance. The objective is to review existing literature to assess the impacts of these innovations on productivity indicatorssuch as egg production rate, feed conversion ratio, and resource efficiencyand on health outcomes including stress markers, plumage condition, and mortality rates. A qualitative literature review method was applied, synthesizing data from peer-reviewed journals, conference proceedings, and credible academic sources published between 2020 and 2025. Content analysis was employed to categorize findings into themes of productivity, health, feed efficiency, and welfare. Results indicate that colony cage systems enriched with perches and nesting areas allow hens to perform natural behaviors while maintaining production efficiency. Tunnel ventilation contributes to environmental stability, reducing heat stress and supporting consistent feed intake, whereas automatic feeding systems minimize feed wastage, ensure precise ration delivery, and lower stress associated with competition. When integrated, these technologies synergistically improve egg production rates, enhance feed efficiency, reduce stress markers, and decrease mortality. Nevertheless, outcomes remain highly dependent on system design, strain adaptation, and management practices. Overall, integrated colony cage systems with tunnel ventilation and automated feeding offer a promising direction for sustainable and welfare-oriented poultry farming.