Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Analisis penentuan daerah rawan banjir di Kota Kupang terhadap kerentanan fisik dan ekonomi menggunakan Geographic Information System Amandus Jong Tallo; Lodia Semaya Amnifu; Maria Gratiana Yudith Tallo
Angkasa: Jurnal Ilmiah Bidang Teknologi Vol 15, No 1 (2023): Mei
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28989/angkasa.v15i1.1657

Abstract

Kota Kupang sebagai wakil Provinsi Nusa Tenggara Timur merupakan kota terpadat nomor satu di provinsi tersebut dengan kepadatan 63 jiwa/km. Ini adalah pusat perdagangan, pemerintahan, pendidikan, dan kegiatan khas perkotaan lainnya di provinsi ini. Namun belum terintegrasinya sistem drainase dan tingginya konversi lahan menyebabkan beberapa kecamatan di Kota Kupang rawan banjir. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan lokasi rawan banjir berdasarkan Sistem Informasi Geografis dengan mengeksplorasi peta tematik (curah hujan, perkiraan genangan air laut, riwayat banjir, jarak dari sungai, kemiringan lereng, akuifer tanah, dan penggunaan lahan) yang dapat memvisualisasikan zona banjir di wilayah tersebut. Kota Kupang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kelapa Lima merupakan kecamatan yang paling rawan banjir dibandingkan kecamatan lainnya, hal ini disebabkan oleh dominasi kepadatan pemukiman, perdagangan jasa, dan adanya akses jalan arteri primer yang tidak didukung oleh irigasi yang optimal. .
Strategi Mitigasi Banjir Di Kota Kupang Berdasarkan Analisis Penilaian Resiko Lodia Semaya Amnifu; Marthinus Alexander Bastian
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. I (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4iI.1025

Abstract

Banjir di Kota Kupang merupakan permasalahan serius yang berdampak pada ekonomi, sosial, dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan risiko banjir dan merumuskan strategi mitigasi yang tepat berdasarkan faktor penyebab dan tingkat risiko yang dihadapi oleh masing-masing kecamatan. Penelitian ini merupakan desk study yang memanfaatkan data sekunder untuk penilaian resiko banjir yang bertujuan untuk mengembangkan strategi mitigasi yang sesuai dengan resiko masing-masing kecamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kecamatan Kelapa Lima dan Kota Lama memiliki tingkat bahaya banjir tinggi, sementara Kota Raja memiliki tingkat bahaya sedang. Ketiga kecamatan memiliki tingkat kerentanan tinggi dan kemungkinan banjir yang tinggi, dengan Kelapa Lima menjadi wilayah paling terdampak dari segi konsekuensi sosial dan ekonomi. Oleh karena itu, mitigasi struktural seperti perbaikan drainase dan pembangunan kolam retensi, serta mitigasi non-struktural seperti edukasi masyarakat, peningkatan sistem peringatan dini, dan kebijakan pengelolaan sampah, diperlukan untuk mengurangi risiko banjir secara efektif di Kota Kupang.
Pengaruh Karakteristik Material Fly Ash PLTU Bolok Dan Fly Ash PLTU Timor-1 Terhadap Nilai Kuat Tekan Beton Marthinus Alexander Bastian; Anastasia Henderina Muda; Lodia Semaya Amnifu; Melkias Petrus Lily
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. I (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4iI.1137

Abstract

Limbah Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) seperti fly ash sebagai material pengganti semen merupakan inovasi yang berdampak positif pada lingkungan sebab dapat mengurangi emisi karbon dioksida yang dihasilkan dari produksi semen. Fly ash sendiri merupakan material pozzolan yang tidak memiliki sifat seperti semen namun dengan ukuran yang halus dan mengandung silika (Si) serta alumina (Al) mampu bereaksi dengan kapur dan air sehingga menghasilkan suatu massa yang padat. Selain itu pemanfaatan limbah fly ash menjadi pilihan yang baik guna mengurangi biaya produksi beton karena ketergantungan pada semen portland yang cenderung lebih mahal. Kupang memiliki dua PLTU aktif yakni PLTU Bolok dan PLTU Timor-1. Penelitian ini bertujuan untuk pemeriksaan kualitas fly ash di daerah Kupang yang bersumber dari kedua PLTU tersebut. Pemeriksaan kualitas fly ash meliputi pengujian fisik yakni kehalusan, konsistensi normal, dan pengujian berat jenis. Pemeriksaan terhadap kekentalan dilakukan dengan pengujian slump untuk setiap variasi campuran fly ash Bolok dan Timor-1 dalam beton sebesar 3%, 6%, 9%, 12%, dan 15%. Hasil pengujian slump untuk spesimen kontrol adalah 8.83 cm dan penggunaan fly ash Bolok sebagai pengganti semen didapatkan nilai slump untuk setiap variasi yakni 6.5 cm, 4.63 cm, 4.57 cm, 4.53 cm, dan 3.90 cm. Sedangkan hasil pengujian nilai slump fly ash Timor-1 sebagai bahan pengganti semen untuk setiap variasi didapatkan 8.5 cm, 7.83 cm, 6.5 cm, 5.5 cm, dan 5 cm. Hasil ini menunjukan nilai slump semakin menurun seiring dengan penambahan variasi fly ash dalam beton. Pemeriksaan terhadap kuat tekan beton untuk spesimen kontrol adalah 27.35 MPa dan penggunaan fly ash Bolok sebagai pengganti semen untuk setiap variasi mendapatkan 26.75 MPa, 25.68 MPa, 24.41 MPa, 22.9 MPa, 21.9 MPa. Sedangkan hasil pengujian kuat tekan beton untuk penggunaan fly ash Timor-1 sebagai sebagai pengganti semen untuk setiap variasi mendapatkan 26.33 MPa, 25.78 MPa, 25.47 MPa, 24.99 MPa, 22.19 MPa. Hasil ini menunjukan peningkatan kadar fly ash Bolok dan Timor-1 dalam beton dapat menurunkan kuat tekan beton.
Colony Cage Systems with Tunnel Ventilation and Automatic Feeding: A Review of Innovations and Their Effects on Productivity and Health of Laying Hens Mangngi, Frans; Y.I. Sakan, Gerson; Hanmina, Marsianus Mario Fredirikus; Pono, Viky George Lettu Radja; Amnifu, Lodia Semaya; Nafi, Sulche Ifone
Riwayat: Educational Journal of History and Humanities Vol 8, No 4 (2025): Oktober, Social Issues and Problems in Society
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jr.v8i4.49001

Abstract

The poultry industry has experienced significant transformation driven by innovations in housing systems aimed at improving productivity and animal welfare. This study focuses on the integration of colony cage systems with tunnel ventilation and automatic feeding technologies as a comprehensive approach to optimize laying hen performance. The objective is to review existing literature to assess the impacts of these innovations on productivity indicatorssuch as egg production rate, feed conversion ratio, and resource efficiencyand on health outcomes including stress markers, plumage condition, and mortality rates. A qualitative literature review method was applied, synthesizing data from peer-reviewed journals, conference proceedings, and credible academic sources published between 2020 and 2025. Content analysis was employed to categorize findings into themes of productivity, health, feed efficiency, and welfare. Results indicate that colony cage systems enriched with perches and nesting areas allow hens to perform natural behaviors while maintaining production efficiency. Tunnel ventilation contributes to environmental stability, reducing heat stress and supporting consistent feed intake, whereas automatic feeding systems minimize feed wastage, ensure precise ration delivery, and lower stress associated with competition. When integrated, these technologies synergistically improve egg production rates, enhance feed efficiency, reduce stress markers, and decrease mortality. Nevertheless, outcomes remain highly dependent on system design, strain adaptation, and management practices. Overall, integrated colony cage systems with tunnel ventilation and automated feeding offer a promising direction for sustainable and welfare-oriented poultry farming.
Strategi Mitigasi Banjir Di Kota Kupang Berdasarkan Analisis Penilaian Resiko Lodia Semaya Amnifu; Marthinus Alexander Bastian
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. I (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4iI.1025

Abstract

Banjir di Kota Kupang merupakan permasalahan serius yang berdampak pada ekonomi, sosial, dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan risiko banjir dan merumuskan strategi mitigasi yang tepat berdasarkan faktor penyebab dan tingkat risiko yang dihadapi oleh masing-masing kecamatan. Penelitian ini merupakan desk study yang memanfaatkan data sekunder untuk penilaian resiko banjir yang bertujuan untuk mengembangkan strategi mitigasi yang sesuai dengan resiko masing-masing kecamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kecamatan Kelapa Lima dan Kota Lama memiliki tingkat bahaya banjir tinggi, sementara Kota Raja memiliki tingkat bahaya sedang. Ketiga kecamatan memiliki tingkat kerentanan tinggi dan kemungkinan banjir yang tinggi, dengan Kelapa Lima menjadi wilayah paling terdampak dari segi konsekuensi sosial dan ekonomi. Oleh karena itu, mitigasi struktural seperti perbaikan drainase dan pembangunan kolam retensi, serta mitigasi non-struktural seperti edukasi masyarakat, peningkatan sistem peringatan dini, dan kebijakan pengelolaan sampah, diperlukan untuk mengurangi risiko banjir secara efektif di Kota Kupang.
Pengaruh Karakteristik Material Fly Ash PLTU Bolok Dan Fly Ash PLTU Timor-1 Terhadap Nilai Kuat Tekan Beton Marthinus Alexander Bastian; Anastasia Henderina Muda; Lodia Semaya Amnifu; Melkias Petrus Lily
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. I (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4iI.1137

Abstract

Limbah Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) seperti fly ash sebagai material pengganti semen merupakan inovasi yang berdampak positif pada lingkungan sebab dapat mengurangi emisi karbon dioksida yang dihasilkan dari produksi semen. Fly ash sendiri merupakan material pozzolan yang tidak memiliki sifat seperti semen namun dengan ukuran yang halus dan mengandung silika (Si) serta alumina (Al) mampu bereaksi dengan kapur dan air sehingga menghasilkan suatu massa yang padat. Selain itu pemanfaatan limbah fly ash menjadi pilihan yang baik guna mengurangi biaya produksi beton karena ketergantungan pada semen portland yang cenderung lebih mahal. Kupang memiliki dua PLTU aktif yakni PLTU Bolok dan PLTU Timor-1. Penelitian ini bertujuan untuk pemeriksaan kualitas fly ash di daerah Kupang yang bersumber dari kedua PLTU tersebut. Pemeriksaan kualitas fly ash meliputi pengujian fisik yakni kehalusan, konsistensi normal, dan pengujian berat jenis. Pemeriksaan terhadap kekentalan dilakukan dengan pengujian slump untuk setiap variasi campuran fly ash Bolok dan Timor-1 dalam beton sebesar 3%, 6%, 9%, 12%, dan 15%. Hasil pengujian slump untuk spesimen kontrol adalah 8.83 cm dan penggunaan fly ash Bolok sebagai pengganti semen didapatkan nilai slump untuk setiap variasi yakni 6.5 cm, 4.63 cm, 4.57 cm, 4.53 cm, dan 3.90 cm. Sedangkan hasil pengujian nilai slump fly ash Timor-1 sebagai bahan pengganti semen untuk setiap variasi didapatkan 8.5 cm, 7.83 cm, 6.5 cm, 5.5 cm, dan 5 cm. Hasil ini menunjukan nilai slump semakin menurun seiring dengan penambahan variasi fly ash dalam beton. Pemeriksaan terhadap kuat tekan beton untuk spesimen kontrol adalah 27.35 MPa dan penggunaan fly ash Bolok sebagai pengganti semen untuk setiap variasi mendapatkan 26.75 MPa, 25.68 MPa, 24.41 MPa, 22.9 MPa, 21.9 MPa. Sedangkan hasil pengujian kuat tekan beton untuk penggunaan fly ash Timor-1 sebagai sebagai pengganti semen untuk setiap variasi mendapatkan 26.33 MPa, 25.78 MPa, 25.47 MPa, 24.99 MPa, 22.19 MPa. Hasil ini menunjukan peningkatan kadar fly ash Bolok dan Timor-1 dalam beton dapat menurunkan kuat tekan beton.
Analisis Kinerja Proyek Konstruksi Menggunakan Earned Value Management dan Microsoft Project Amnifu, Lodia Semaya; Bria, Theresia Avila; Liem, Ferdinan Nikson; Kore, Desri Marfenita Hale; Banoet, Yusril Melkisedek
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i11.62585

Abstract

Delays and cost deviations remain common challenges in construction projects, particularly in government-funded projects where administrative and regulatory dynamics can influence implementation. This study aims to evaluate the time and cost performance of the construction of the Social Service Building of East Nusa Tenggara Province using the Earned Value Management (EVM) method integrated with Microsoft Project. The research employed a quantitative descriptive approach based on primary data from weekly progress reports and field observations, as well as secondary data such as the S-curve, Work Plan and Requirements (RKS), and unit price analyses. A total of 1,200 project activities were reconstructed in Microsoft Project to develop detailed scheduling, resource assignments, baseline estimation, and performance tracking. The results indicate that the project experienced significant delays at Week 34, with a Schedule Variance of –54.87% and a Schedule Performance Index of 0.45. However, the project remained under budget, reflected by a Cost Variance of 0.64% and a Cost Performance Index of 1.01. Projection analysis estimates that the project will be completed in Week 76, indicating substantial schedule slippage, although the cost at completion is predicted to remain below the original budget.
From Problematic Projects to Smart Solutions: A Literature Review on the Role of AI in Modern Project Management Theresia Avila Bria; Joko Suparmanto; Onisius Loden; Lodia Semaya Amnifu; Engelbertha N. Bria Seran
Asian Journal Science and Engineering Vol. 4 No. 2 (2025): Asian Journal Science and Engineering
Publisher : CV. Creative Tugu Pena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51278/ajse.v4i2.2050

Abstract

Despite extensive methodological progress, project failure rates remain persistently high across sectors such as construction, information technology, and public infrastructure. This study employs a Systematic Literature Review (SLR) based on the PRISMA framework, analyzing 78 peer-reviewed articles published between 2015 and 2025 from databases including Scopus, Web of Science, IEEE Xplore, ScienceDirect, and SpringerLink. The review identifies three primary categories of factors contributing to project failures: (i) organizational shortcomings such as weak planning, limited stakeholder engagement, and ineffective risk governance; (ii) external disruptions linked to market volatility, regulatory changes, and environmental instability; and (iii) technical and operational deficiencies, including reactive monitoring and resource mismanagement. Within this context, Artificial Intelligence (AI) emerges as a transformative enabler in project management. AI applications are grouped into four domains: early risk detection and prediction, decision support and optimization, real-time monitoring and control through IoT and analytics, and systematic learning from failed projects using knowledge-driven approaches. While the literature emphasizes AI’s role in achieving project success, this study highlights its corrective and recovery potential for failing projects. The paper proposes reframing AI not only as a success enabler but as a critical tool for failure prevention and recovery. Future research should prioritize empirical validation, hybrid human–AI decision-making models, and cross-sectoral applications to strengthen AI’s role in building adaptive and resilient project management frameworks.