Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

RESPON TITER ANTIBODI PADA AYAM BROILER YANG DIVAKSINASI ND DAN DIBERI HERBAL REMPAH Ni Sri Yuliani; Gerson Y.I. Sakan
Partner Vol 23, No 2 (2018): Edisi November
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35726/jp.v23i2.312

Abstract

This study aims is to find the response of antibody titers in chickens vaccinated with ND and given herbal remedies. The chickens used which were one day broiler (DOC) strain of CP 707. This extract groups were given to chickens from 7 days until 28 days in three treatment groups and one control group (drinking water). Serum samples were taken from chickens aged 7, 14, and 21 days after ND vaccination, followed by serological tests. The average that of antibody titers before were giventreatmentand 7 days post vaccination showed that the highest titers and the average antibody titers after vaccination at day 14, 21 and 28 days and post were given treatment with herbs and decoction of curry leaves were decrease. ANOVA analysis revealed that all treatments had no significant effect (P> 0.05) toward the number of antibody titers in tested broiler chickens. In the treatment of herbal medicine, a combination of herbs and decoction of curry leaves, and decoction of curry leaves whichwere given to chickens showed that there were the same number of antibody titers as the control of only drinking water. But the platelet values in the treatment group were higher than control (drinking water).
PEMANFAATAN EUPATORIUM ODORATUM SEBAGAI INSEKTISIDA ALAMI PENGENDALI LALAT Ni Sri Yuliani; Aven B. Oematan; Viktor Lenda; Gerson Y.I. Sakan
Partner Vol 23, No 1 (2018): Edisi Juli
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35726/jp.v23i1.290

Abstract

Flies are vectors of various diseases in livestock. Eupatorium odoratum plants are bush plants that thrive and have antibacterial, antifungal and insecticidal activity. The purpose of this research is to know the effectiveness of Eupatorium odoratum extract as a natural insecticide, easy to get and safe. Flies were taken from the farmyard location, then grouped into 4 of 40 each per group. Flies were treated with Eupatorium odoratum extract at concentrations of 25%, 50% and 75%, while the controls were not treated. Observation of extract activity on flies mortality was taken within 3 hours, 6 hours to 12 hours after treatment. The data were analyzed descriptively and showed that the treatment result was not effective. Flies adapted in experimental cages do not get food (blood sucking activity at the host), so flies will die or flies can not survive outside the host's body.
SKRINING FITOKIMIA JAMU YANG DIFERMENTASI DAN YANG TIDAK FERMENTASI Ni Sri Yuliani; Gerson Y.I. Sakan; . Sirajudin
Partner Vol 24, No 2 (2019): Edisi November 2019
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35726/jp.v24i2.356

Abstract

Herbal medicine has been used an empirical prevention and treatment of diseases in livestocck. Herbal medicine contains several active compounds that can act as antimicobials, anthelmintics, antifungals, immunostimulant, and growth promoter. The herbs that are widely used are tuumeric, ginger, temulawak, and garlic as the basic ingredients of herbal medicine. Based on phytochemical screening test unfermented herbs containing positive Flavonoid compounds (+), negative Saponins (-), nagative Triterpenoids (-), Positive Alkaloids (+++), and positive tannins (+++). And fermented contains negative Flavonoids (-), positive Saponins (++), negative Triterpenoids (-), positive Alkaloids (+++), and negative tannins (-).
PKM-PRODI KESWAN PEDULI PETERNAK BABI TERDAMPAK WABAH AFRICAN SWINE FEVER DAN PANDEMI COVID-19 Gerson Yohanis Imanuel Sakan; Yanse Yane Rumlaklak; Ewaldus Wera
Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan Vol 6, No 1 (2021): Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan
Publisher : Jurusan Peternakan Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (763.173 KB) | DOI: 10.35726/jpmp.v6i1.494

Abstract

Kelompok Tani Sehati dan Kelompok Tani Syalom adalah dua dari kelompok tani ternak yang ada di Kelurahan Tuatuka, dengan berfokus pada usaha ternak babi dan sapi sebagai sumber mata pencaharian, selain bertani mengolah sawah. Selama menjadi kelompok tani ternak binaan Jurusan Peternakan Politani Kupang, usaha ternak babi dengan sistem pro-mitra yang dikembangkan berjalan dengan baik dan menguntungkan bagi peternak. Masuknya wabah penyakit demam babi Afrika (African swine fever/ASF) di Pulau Timor sejak akhir Tahun 2019 menjadi masalah besar bagi peternak babi. Penularan penyakit ini semakin meluas dan banyak ternak babi yang ditemukan mati dalam waktu singkat. Kerugian ekonomi akibat kematian ternak babi sudah tentu menjadi masalah utama bagi petani ternak, termasuk dalam Kelompok Tani Sehati dan Kelompok Tani Syalom. Ternak babi yang biasanya dijadikan tabungan untuk kebutuhan keluarga menjadi hilang seketika. Kondisi ini terus diperparah dengan adanya pandemi Covid-19, yang semakin menyulitkan perkonomian peternak. Kehadiran Program Studi Kesehatan Hewan Politani Negeri Kupang dalam memberikan sedikit kepedulian berupa pembagian bingkisan sembako bagi kedua kelompok ini dirasakan sangat bermanfaat.  Selain itu, kegiatan penyuluhan peternakan dan kesehatan hewan serta pendampingan yang diberikan juga menjadi penyemangat tersendiri bagi kedua kelompok ini untuk terus melanjutkan usaha peternakan selain ternak babi sebagai peluang usaha baru dan menghasilkan, walaupun masih dalam suasana pandemi Covid-19.Kata Kunci : African Swine Fever, Babi, Pandemi Covid-19, Peternak.
PEMANFAATAN TANAMAN HERBAL UNTUK MENCEGAH PENYAKIT AYAM BROILER DI KELOMPOK PETERNAK DESA NOELBAKI Ni Sri Yuliani; Gerson Yohanes Imanuel Sakan; Melkianus Dedimus Same Randu
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2020)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.4.2.347-355.2020

Abstract

Penanganan penyakit hewan menggunakan obat sintetik dalam jangka waktu yang lama dapat menimbulkan residu dan mempengaruhi kualitas produk. Pengabdian bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota kelompok tani ternak "Veto Mone dan Kutulak" dalam melakukan pencegahan penyakit melalui penerapan sistem pemeliharaan ayam broiler yang ramah lingkungan dan pembuatan jamu yang bersumber dari tanaman herbal. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian meliputi penyuluhan, demonstrasi plot, dan pendampingan. Hasil yang diperoleh dari kegiatan pengabdian, antara lain: 1) panduan pemeliharaan ayam broiler ramah lingkungan sebanyak 8 eksemplar; dan 2) jamu herbal yang difermentasi sebanyak 5 liter. Kegiatan pengabdian telah memberikan manfaat positif bagi anggota kelompok tani ternak terutama dalam mengetahui teknik pembuatan dan aplikasi jamu herbal dalam pemeliharaan ayam broiler. Kata kunci: Broiler, Herbal, Jamu, Pencegahan, Penyakit ABSTRACT Handling of animal diseases using synthetic drugs in the long term can use residues and affect product quality. The service aims to increase the knowledge and skills of members of the farmer group "Veto Mone and Kutulak" in preventing disease through the application of an environmentally friendly broiler chicken maintenance system and making herbal medicine sourced from herbal plants. The methods used in community service activities include counseling, demonstration plots, and mentoring. The results obtained from the community service activities include: 1) environmentally friendly broiler chickens maintenance guidelines of 8 copies, and 2) fermented herbal medicine as much as 5 liters. The service has given a positive impact on the farmers especially in knowing the technique of making an application of herbal medicine in the maintenance of broiler chickens. Keywords: Broiler, Herbs, Herbal, Prevention, Disease
SENSITIVITY OF Microsporum canis ISOLATED FROM DOGS TOWARDS ANTIFUNGALS Gerson Yohanes I Sakan; Soedarmanto Indarjulianto; Alfarisa Nururrozi; Yanuartono Yanuartono; Slamet Raharjo
Jurnal Kedokteran Hewan Vol 14, No 4 (2020): December
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.704 KB) | DOI: 10.21157/j.ked.hewan.v14i4.17617

Abstract

The dermatophytosis treatment in dogs can fail due to dermatophyte resistance to antifungals. The purpose of this study is to determine the antifungal sensitivity of dermatophyte Microsporum canis (M. canis) isolated from dogs with dermatophyte. A total of 17 M. canis dog isolateswere tested for sensitivity to 25 µg fluconazole, 25 µg griseofulvin, 15 µg ketoconazole and 30 µg terbinafine, using the disc diffusion method.The M. canis isolates were cultured on Sabouraud's Dextrose Agar media, placed an antifungal disc, and then incubated at 28 C for 7 days. Thediameter of inhibition zone was measured, then compared with the standard, to determine whether they were sensitive, intermediate or resistant.The results of this study indicate that 16 isolates were sensitive to fluconazole; 17 isolates were sensitive to griseofulvin, ketoconazole andterbinafine; and one isolate was intermediate to fluconazole. Based on these results, it is concluded that all 17 (100%) isolates are sensitive to theantifungals griseofulvin, ketoconazole, terbinafine, and 16 (94%) isolates are sensitive to fluconazole. Thus, the four antifungals can be selectedto treat dermatophytes in dogs.
STUDI KERAGAMAN JENIS DAN POLA AKTIVITAS HARIAN LALAT DI PETERNAKAN SAPI SEMI EKSTENSIF DI KELURAHAN TUATUKA KECAMATAN KUPANG TIMUR KABUPATEN KUPANG Oematan, Aven B.; Sakan, Gerson Y. I.; Moenek, Devi Y. J. A.; Koten, Bernadette B.; Lenda, Victor
JURNAL KAJIAN VETERINER Vol 7 No 2 (2019): Jurnal Kajian Veteriner
Publisher : FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN UNIVERSITAS NUSA CENDANA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jkv.v7i2.1980

Abstract

Tujuan Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui keragaman jenis, pola aktivitas lalat dan hubungannya dikaitkan dengan suhu, musim, serta jenis kelamin. Penelitian di peternakan sapi semi ektensif kelurahan tuatuka Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur. Sampel lalat dikoleksi menggunakan New Zealand 1 trap di peternakan sapi. Perangkap dipasang secara random langsung di lokasi padang penggembalaan, sedangkan di kandang, perangkap ditempatkan pada jarak 3-5 meter dari pagar pembatas kandang. Perangkap dipasang pada jarak kurang lebih 10-15 cm di atas permukaan tanah. Pengumpulan sampel lalat dilakukan dalam interval waktu satu jam sejak pemasangan, yaitu pukul 09;00, 10;00, 11;00, 12;00, 14;00 dan pukul 15;00. Lalat dikumpulkan dan dieuthanasia dengan alkohol 70%, kemudian di identifikasi menurut spesies dengan kunci identifikasi menurut Scott et al (1967) dan Dodge (1967), selanjutnya data dianalisa secara deskriptif.
EFEK ESKTRAK TANAMAN YANG BERBEDA TERHADAP MORTALITAS LARVA INSTAR III Musca domestica Sakan, Gerson Yohanis Imanuel; Yuliani, Ni Sri
JURNAL KAJIAN VETERINER Vol 9 No 3 (2021): Jurnal Kajian Veteriner
Publisher : FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN UNIVERSITAS NUSA CENDANA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jkv.v9i3.5553

Abstract

Chromolaena odorata and Lantana camara plants can be used as natural insecticides to control fly populations. Not only flies as vectors must be controlled but also their larvae are important for depopulation. This study aimed to examine the effect of different plant extracts on the mortality of third instar larvae of Musca domestica. A total of 36 petri dishes were used in this study, each containing 20 third instar larvae. Each extract treatment was divided into concentration levels of 15%, 30%, 45%, and 60%, and the control without extract was given. The extract was given using the feeding assay method. The larval mortality was observed for 24 hours after exposure to the extract. The results showed that concentrations of 15%, 30%, 45% C. odorata had higher mortality rates than L. camara, which was about 6.25,10.75, and 5. The average mortality of larvae by exposure to extracts of C. odorata and L. camara is almost the same value, namely 6,25, and 6 at the 60% concentration level. Both types of extracts studied had a mortality effect on larvae.
RANCANG BANGUN KANDANG AYAM COLONY PADA SISTEM CLOSED HOUSE DENGAN SISTEM TUNNEL VENTILATION Fredirikus Hanmina, Marsianus Mario; Manggi, Frans; Amnifu, Lodia Semaya; Pono, Viky G. L. R.; Nafi, Sulche I; Sakan, Gerson Y. I.
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 In Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.39015

Abstract

Penelitian ini bertujuan merancang dan membangun prototipe kandang ayam colony pada sistem closed house dengan penerapan tunnel ventilation untuk menciptakan kondisi lingkungan yang optimal bagi ayam petelur di iklim tropis Nusa Tenggara Timur. Rancangan mencakup desain konstruksi kandang berukuran 10 m × 4 m × 1,75 m yang dibagi menjadi 20 kandang colony untuk kapasitas 200 ekor, kepadatan 10 ekor/ colony. pemilihan material baja ringan dan kawat ram ram, serta konfigurasi sistem tunnel ventilation terdiri dari cooling pad berukuran 1.8 m x 3 m dan exhaust fan aksial berdiameter 1 m dengan kapasitas sekitar 10.000 m³/jam. Metode yang digunakan meliputi pemodelan desain dengan perangkat lunak CAD, pembangunan prototipe, serta pengujian performa cooling pad dan exhaust fan pada kondisi suhu 30-36°C dan kelembapan 80% melalui pengukuran suhu, kelembapan, dan kecepatan aliran udara di dalam kandang. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem cooling pad dan exhaust fan mampu menurunkan suhu internal dari 30-36°C menjadi kisaran 25–29 °C dalam waktu sekitar 15-30 menit. Berdasarkan hasil pengujian, data lingkungan dan rujukan literatur, kondisi mikroklimat tersebut diperkirakan dapat meningkatkan produktivitas telur, kenyamanan ayam dan menurunkan mortalitas ayam dibandingkan kandang konvensional pada iklim serupa. Dengan demikian, rancang bangun kandang ayam koloni closed house dengan cooling pad dan exhaust fan yang dikembangkan dinilai berpotensi menjadi rujukan dalam pemeliharaan ayam petelur modern yang efisien, adaptif terhadap iklim tropis, dan prospektif untuk diintegrasikan dengan sistem otomasi berbasis IoT pada pengembangan penelitian selanjutnya. Rancang bangun ini diharapkan menjadi referensi pengembangan fasilitas pemeliharaan ayam petelur modern yang efisien dan adaptif terhadap kondisi iklim tropis khususnya di Nusa Tenggara Timur.
Studi Kelayakan Investasi dan Analisis Biaya Siklus Hidup (Life-Cycle Cost Analysis) Pembangunan Infrastruktur Kandang Ayam Close House (Studi Kasus: Kelompok Tani Maju Sejahtera Oelomin) Amnifu, Lodia Semaya; Mangngi, Frans; Fredirikus Hanmina, Marsianus Mario; Viky G. L. R. Pono; Nafi, Sulche I; Sakan, Gerson Y. I.
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 In Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.38782

Abstract

Proyek pembangunan infrastruktur kandang ayam Close House berbasis inovasi teknologi (PLTS, Tunnel Ventilation, otomatisasi) merupakan keputusan investasi modal tinggi (CAPEX) yang memerlukan justifikasi finansial yang ketat. Proyek yang merupakan hasil penelitian Program Katalisator Kemitraan Berdikari Skema Emas ini dilaksanakan melalui kemitraan, di mana mitra (Kelompok Tani Maju Sejahtera) berkontribusi signifikan dalam bentuk aset in-kind (bangunan eksisting dan lahan). Penelitian ini bertujuan untuk menguji kelayakan investasi proyek ini dari perspektif Ekonomi Teknik, dengan menggunakan metode kuantitatif yang menetapkan tingkat diskonto (r) sebesar 12% dan umur ekonomis 10 tahun. Total Initial Capital Cost (C0) proyek dihitung secara komprehensif, termasuk Nilai Amputasi (Imputed Value) asset in-kind mitra, sehingga total C0 yang disesuaikan adalah Rp 418.450.000,-. Hasil analisis menunjukkan bahwa proyek ini layak secara finansial, dibuktikan dengan metrik kelayakan: Net Present Value (NPV) positif, yaitu Rp 41.560.125,- (NPV > 0); Profitability Index (PI) sebesar 1,1 (PI > 1); Payback Period (PP) yang cepat, yaitu 4,5 tahun (jauh di bawah umur ekonomis 10 tahun). Kesimpulan menegaskan bahwa investasi CAPEX yang tinggi pada PLTS dan otomatisasi adalah rasional karena berhasil menekan O&M Cost secara signifikan, dan membuktikan bahwa proyek ini menguntungkan secara ekonomi total, bahkan setelah memperhitungkan biaya peluang dari asset in-kind mitra.