Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pembuatan Sensor SnO₂ untuk Memantau Multi-Parameter dalam Proses Pembusukan Makanan Moh. Toifur; Indra Budi Setiawan; Ishafit; Ridlo Hajatulloh; Okimustava; Eko Susanto
JIPFRI (Jurnal Inovasi Pendidikan Fisika dan Riset Ilmiah) Vol. 9 No. 2 (2025): November Edition
Publisher : Universitas Nurul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30599/jipfri.v9i2.4440

Abstract

This study reports the development of a tin dioxide (SnO₂)-based gas sensor fabricated via the electroplating method for monitoring food spoilage. Urap vegetables were used as test samples to investigate variations in temperature, CO₂ concentration, humidity, and sensor resistance during the spoilage process. The results revealed that the SnO₂ sensor exhibited a clear response to temperature and CO₂ concentration, both of which showed a consistent decrease in resistance with increasing values. In contrast, no definitive correlation between resistance and humidity was observed. These findings highlight the potential of electroplated SnO₂ sensors as multi-parameter devices for real-time food spoilage monitoring. Such an approach could be further optimized for practical applications in smart packaging and food quality control, thereby supporting food safety and waste reduction.
Inovasi Budidaya Ayam KUB Janaka: Model Transformasi Pertanian Berbasis Komunitas di KWT Mekar Jannah, Argodadi, Sedayu Hani Irawati; Okimustava; Dian Artha Kusumaningtyas; Arief Kurniawan; Bambang Sudarsono; Eko Susanto
JURPIKAT Vol 6 No 4 (2025)
Publisher : Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/jurpikat.v6i4.2706

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan bersama Kelompok Wanita Tani (KWT) Mekar Jannah, Argodadi, Sedayu, Bantul, dengan fokus pada pengembangan budi daya ayam KUB (Kampung Unggul Balitbang) Janaka sebagai alternatif peningkatan ekonomi keluarga sekaligus pemberdayaan perempuan. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah keterbatasan pengetahuan teknis tentang budi daya ayam secara modern serta minimnya dukungan sarana dan prasarana. Solusi yang ditawarkan meliputi pelatihan teknis budi daya ayam KUB, pembangunan kandang percontohan, pendampingan intensif, pelatihan pembuatan pakan mandiri, serta monitoring dan evaluasi berkelanjutan dengan pendekatan Participatory Learning and Action (PLA). Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman anggota terhadap teknik budi daya ayam, dengan rata-rata skor pemahaman meningkat dari 52% (pre-test) menjadi 86% (post-test). Selain itu, KWT Mekar Jannah berhasil membangun dua unit kandang representatif, memperoleh keterampilan baru dalam manajemen pemeliharaan ayam, serta mampu memproduksi pakan mandiri yang menekan biaya produksi hingga 20% lebih hemat dibanding pakan komersial. Dampak program ini tidak hanya meningkatkan kapasitas dan keterampilan anggota KWT, tetapi juga membuka peluang peningkatan ekonomi rumah tangga dan ketahanan pangan lokal, sehingga budi daya ayam KUB Janaka terbukti menjadi strategi efektif dalam mendorong transformasi pertanian berbasis komunitas dan pemberdayaan perempuan di pedesaan.
Lebih Cepat, Lebih Hemat, Lebih Untung: Efektivitas Teknologi Ultrasonik pada Budidaya Nila Red Bangkok di Pokdakan Rejoayu Okimustava; Moh. Toifur; Destri Ratna Ma’Rifah; Hendro Setyono; Bambang Sudarsono; Eko Susanto
JURPIKAT Vol 6 No 4 (2025)
Publisher : Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/jurpikat.v6i4.2735

Abstract

The community service program on red Bangkok tilapia farming at Pokdakan Rejoayu aims to enhance members’ skills, production efficiency, and pest control through the application of ultrasonic technology. The main challenges faced by the partner group are limited technical knowledge, high feed costs, and frequent attacks from otters and herons. The program activities included socialization, training, application of ultrasonic devices, and continuous assistance. Preliminary results show an increase in members’ skills from 25% to 80%, representing a 55% improvement. The use of ultrasonic devices reduced pest attacks by 50–60% and increased the survival rate of fish from 60–65% to 75–80%. Growth performance also improved, with the harvest period shortened by approximately one month. In addition, the use of locally based self-produced feed reduced dependence on commercial feed by 20–30%, saving around IDR 1.5–2 million per cycle. Potential yields increased by 30–40%, while profits rose from IDR 3–4 million to IDR 5–6 million per cycle. These findings confirm that the program is effective and has the potential to deliver sustainable impacts on the welfare of the partner community.
Pemberdayaan Lansia melalui Kampung Ramah Lansia: Peningkatan Aspek Manajemen dan Sosial Kemasyarakatan di Argorejo, Sedayu Nur Kholis; Okimustava; Dody Hartanto; Ulaya Ahdiani; Yusutria; Bambang Sudarsono; Nani Aprilia; Eko Susanto
JURPIKAT Vol 7 No 1 (2026): 7.1 2026
Publisher : Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/jurpikat.v7i1.3000

Abstract

The Age‑Friendly Village program in Argorejo, Sedayu aims to enhance older adults’ managerial and socio‑communal capacities through non‑formal learning and community‑based participatory activities. The service used a one‑group pre–post participatory design with 30 older adults, accompanied by structured mentoring (preparation– socialization–implementation– evaluation- sustainment). The instrument was a Likert 1–5 questionnaire with two subscales: management (10 items) and socio‑communal (10 items). Data analysis comprised descriptive statistics (means & percentages), normality testing of difference scores, followed by paired t‑test or Wilcoxon (p<0.05) and effect sizes (Cohen’s d/r). Results showed significant gains: management increased from 2.76 (55.2%) to 4.14 (82.8%) (+27.6%), and the socio‑communal aspect rose from 2.72 (54.4%) to 4.26 (85.2%) (+30.8%). These findings confirm the effectiveness of a participatory approach in strengthening older adults’ autonomy, align with SDGs 3, 4, 10, and 11, and support IKU 2 and IKU 5. Replication with multi‑stakeholder support is recommended.
Pemanfaatan Teknologi Solar System dan Eduwisata Kolam Nila Larasati sebagai Strategi Peningkatan Ekonomi Pokdakan Rejoayu Argorejo Bantul Okimustava; Moh. Toifur; Dian Artha Kusumaningtyas; R. Oktova; Yahya Hanafi; Hadi Sasongko; Bambang Sudarsono; Eko Susanto
JURPIKAT Vol 7 No 2 (2026)
Publisher : Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/jurpikat.v7i2.3045

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kapasitas ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan teknologi solar system serta pengembangan eduwisata kolam nila larasati di Pokdakan Rejoayu, Argorejo, Sedayu, Bantul. Permasalahan mitra meliputi keterbatasan penerangan kolam pada malam hari, belum optimalnya pemanfaatan energi ramah lingkungan, dan belum berkembangnya potensi kolam sebagai destinasi edukatif. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui sosialisasi, pelatihan teknis, instalasi lampu tenaga surya, dan pendampingan pengelolaan eduwisata. Evaluasi terhadap 25 responden menggunakan angket skala Likert menunjukkan peningkatan signifikan pada aspek pengetahuan (42,7%), keterampilan (41,6%), dan persepsi ekonomi (36,1%), dengan nilai N-Gain 0,63 kategori sedang–tinggi. Sebanyak 88% responden menyatakan program meningkatkan kapasitas teknis dan membuka peluang ekonomi baru. Integrasi energi terbarukan dan eduwisata berbasis komunitas terbukti mendukung keberlanjutan budidaya serta penguatan ekonomi lokal.