Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

PENGEMBANGAN MODUL IPA BERBASIS PENDEKATAN ILMIAH (SCIENTIFIC APPROACH) DI SD NEGERI 1 KAMPUNG ANYAR Ni Luh Putu Suaniasih; I Gde Wawan Sudatha; Desak Putu Parmiti
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 6 No. 2 (2018): December
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v6i2.20291

Abstract

Permasalahan yang terjadi di kelas IV SD Negeri 1 Kampung Anyar adalah sumber materi yang digunakan hanya menggunakan buku siswa dan belum ada pengembangan bahan ajar yang bisa digunakan siswa untuk belajar mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan proses pengembangan modul berbasis pendekatan ilmiah, (2) mendeskripsikan kualitas pengembangan modul IPA berbasis pendekatan ilmiah, (3) mengetahui efektivitas modul berbasis pendekatan ilmiah. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan. Model pengembangan yang digunakan yaitu model Hannafin dan Peck. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, wawancara, kuesioner, dan tes. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah lembar observasi, pedoman wawancara, angket, dan tes pilihan ganda. Analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif kualitatif, deskriptif kuantitatif dan analisis statistik inferensial (uji-t). Subjek penelitian ini adalah 14 orang siswa kelas IV SD Negeri 1 Kampung Anyar Tahun Pelajaran 2017/2018. Hasil penelitian yaitu: (1) Proses pengembangan modul meliputi tiga tahapan yaitu, tahap analisis kebutuhan, tahap desain, dan tahap pengembangan dan implementasi. (2) Modul IPA berbasis pendekatan ilmiah valid dengan: (a) hasil review ahli isi mata pelajaran 87% dengan predikat baik, (b) hasil review ahli desain pembelajaran 97% dengan predikat sangat baik, (c) hasil review ahli media pembelajaran 90,7% dengan predikat sangat baik, (d) hasil uji coba perorangan 97% dengan predikat sangat baik, (e) hasil uji coba kelompok kecil 94,4% dengan predikat sangat baik, (f) hasil uji coba lapangan 95% dengan predikat sangat baik. (3) Modul berbasis pendekatan ilmiah (scientific approach) efektif digunakan dalam pembelajaran. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya hasil belajar siswa setelah menggunakan modul IPA berbasis pendekatan ilmiah (scientific approach).Kata kunci: Hannafin dan Peck, modul, pendekatan ilmiah, pengembangan
PENGEMBANGAN MEDIA MONOPOLI DENGAN MODEL HANNAFIN DAN PECK MATA PELAJARAN IPS DI SD MUTIARA SINGARAJA Inna Nur Khasanah; Desak Putu Parmiti; I Gde Wawan Sudatha
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 6 No. 2 (2018): December
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v6i2.20292

Abstract

Permasalahan yang terjadi di kelas V SD Mutiara Singaraja adalah media pembelajaran IPS kurang inovatif dan masih terbatas hanya menggunakan buku dan atlas saja, sehingga diperlukan media pembelajaran untuk menunjang proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan proses pengembangan media monopoli pembelajaran, (2) mengetahui kualitas pengembangan media monopoli pembelajaran, (3) menguji efektivitas media monopoli pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan. Model pengembangan yang digunakan yaitu model Hannafin dan Peck. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode wawancara, pencatatan dokumen, kuesioner, dan tes objektif pilihan ganda. Analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif kualitatif, deskriptif kuantitatif dan analisis statistik inferensial (uji-t). Subjek penelitian ini adalah 33 orang siswa kelas V SD Mutiara Singaraja semester genap Tahun Pelajaran 2017/2018. Hasil penelitian (1) Proses pengembangan modul meliputi tiga tahapan yaitu: tahap analisis kebutuhan, tahap desain, dan tahap pengembangan dan implementasi. (2) Media monopoli pembelajaran dengan kualitas: (a) hasil review ahli isi mata pelajaran sangat baik (92%), (b) hasil review ahli desain pembelajaran sangat baik (93%), (c) hasil review ahli media pembelajaran sangat baik (95%), (d) hasil uji coba perorangan sangat baik (94,6%), (e) hasil uji coba kelompok kecil sangat baik ( 93,5%), dan (f) hasil uji coba lapangan sangat baik (91,5%). (3) Media monopoli pembelajaran efektif digunakan dalam pembelajaran. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya hasil belajar siswa sesudah menggunakan media monopoli pembelajaran bahwa harga t hitung = 15,039 > t tabel = 2,006. Dengan demikian multimedia pembelajaran ini efektif untuk meningkatkan hasil belajar IPA di SD Mutiara Singaraja.Kata Kunci: Hannafin dan Peck, media monopoli, pengembangan
PENGEMBANGAN MODUL BERBASIS PENDEKATAN SAINTIFIK UNTUK SISWA KELAS IV SD NEGERI 2 LILIGUNDI SAIFUL RAHMAN; Ignatius I Wayan Suwatra; I Gde Wawan Sudatha
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 7 No. 2 (2019): December
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v7i2.21679

Abstract

Permasalahan yang terjadi dikelas IV SD Negeri 2 Liligundi adalah kurangnya sumber atau bahan ajar lain yang digunakan oleh guru untuk menunjang pembelajaran di kelas, sehingga hasil belajar siswa kurang maksimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) mendeskripsikan proses pengembangan modul berbasis pendekatan saintifik, (2) mendeskripsikan kualitas pengembangan modul IPA berbasis pendekatan saintifik, (3) mengetahui efektivitas modul IPA berbasis pendekatan saintifik. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan. Model pengembangan yang digunakan yaitu model Hannafin dan Peck. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, wawancara, kuesioner, dan tes. Analisis data yang digunakan adalah teknik deskriptif kualitatif, deskriptif kuantitatif dan analisis statistik inferensial. Validitas media diuji coba kepada ahli isi mata pelajaran, ahli desain, ahli media, uji coba perorangan, kelompok kecil dan uji coba lapangan Untuk hasil secara berurutan yaitu 95,3 %, 85,2 %, 92%, 94,6%, 96,08%, dan 97,06%. Hasil uji efektifitas yang dianalisis dengan teknik statistik inferensial (uji-t) mendapatkan hasil rata-rata pretest (62,5) < hasil rata-rata posttest (88,3). Setelah dilakukan perhitungan secara manual dengan menggunakan uji-t didapatkan hasil yang menunjukkan thitung (9,521) > dari ttabel dengan db= n1+n2-2 = 10 pada taraf signifikan 5% yaitu 1,812. Jadi thitung > ttabel, maka berdasarkan ketentuan bila t hitung > t tabel maka H0 ditolak dan H1 diterima. Berarti terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar siswa sebelum menggunakan modul berbasis pendekatan Saintifik dan sesudah menggunakan modul berbasis pendekatan Saintifik.Kata Kunci : Model Hannafin dan Peck, modul, hasil belajar. The problem that occurred in grade IV of SD Negeri 2 Liligundi was the lack of resources or other teaching materials used by teacher to support the learning process in the classroom. So that, student’s learning outcomes were not really optimal. The purpose of this study was to (1) describe the process of developing modules using a scientific approach, (2) describe the quality of a science module development which used a scientific approach, (3) determine the effectiveness of a science module that used a scientific approach. This research was a research development. The development model used was Hannafin and Peck's model. Data collection methods used in this research were observations, interviews, questionnaires, and tests. Analysis of the data used was descriptive qualitative techniques, quantitative descriptive and inferential statistical analysis. The validity of the media was tested on subject matter experts, design experts, media experts, individual trials, small groups and field trials. The results were respectively 95.3%, 85.2%, 92%, 94.6%, 96, 08%, and 97.06%. The results of the effectiveness test were analyzed by inferential statistical techniques (t-test) to obtain an average pretest result (62.5) from the table with db = n1 + n2-2 = 10 at a significant level of 5%, 1,812. So t count> t table, then based on the provisions if t count> t table which could be concluded that H0 was rejected and H1 was accepted. Meaning that there were significant differences in student’s learning outcomes between before and after using modules with scientific approach.keyword : Hannafin and Peck model, module, learning outcome.
Pengembangan Pembelajaran Blended Pada Mata Kuliah Ahara Yoga Semester II di IHDN Denpasar I Gusti Ayu Agung Manik Wulandari; I Gde Wawan Sudatha; Alexander Hamonangan Simamora
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 8 No. 1 (2020): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v8i1.26459

Abstract

Rendahnya hasil belajar mahasiswa disebabkan karena kurangnya media inovatif untuk menfasilitasi mahasiswa dalam belajar, hal inilah yang menjadi penyebab tujuan penelitian ini dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pengembangan pembelajaran blended dan validitas rancangan pembelajaran blended. Jenis penelitian ini adalah penelitian desain dan pengembangan dengan model ADDIE yang meliputi lima tahapan yaitu analisis, desain, pengembangan, implementasi danevaluasi. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu pencatatan dokumen, dan kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini yaitu analisis deskriptif kualitatif dan analisis deskriptif kuantitatif. Rancangan pembelajaran blended valid dengan: (a) hasil review ahli mata kuliah dengan kualifikasi sangat baik (94,6%), (b) hasil review ahli desain pembelajaran dengan kualifikasi sangat baik (95%), (c) hasil review ahli E-learning dengan kualifikasi sangat baik (96,5%), (d) hasil review ahli video pembelajaran dengan kualifikasi sangat baik (98%), dan (e) hasil uji coba perorangan dengan kualifikasi sangat baik (98,3%). Jadi, penelitian menunjukan bahwa pembelajaran blended dengan model flipped classroom pada kualifikasi sangat baik.
Pengembangan Multimedia Pembelajaran Interaktif Mata Pelajaran IPA Untuk Siswa SD Kelas V Gede Cris Smaramanik Dwiqi; I Gde Wawan Sudatha; Adrianus I Wayan Ilia Yuda Sukmana
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 8 No. 2 (2020): December
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v8i2.28934

Abstract

Penelitian pengembangan ini dilaksanakan karena kurangnya pemanfaatan media digital oleh pendidik dalam melakukan proses pembelajaran sehingga peserta didik kurang tertarik dalam belajar dan menyebabkan menurunnya hasil belajar peserta didik secara signifikan. Dilaksankannya penelitian pengembangan ini yaitu bertujuan untuk mendeskripsikan rancang bangun pengembangan multimedia pembelajaran interaktif dan validitas multimedia pembelajaran interaktif. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan model penelitian pengembangan ADDIE (analyze, design, development, implementation, evaluation). Data yang dikumpulkan adalah data kuantitatif dan data kulitatif dengan mengunakan 3 metode pengumpulan data yaitu metode observasi, metode wawancara, dan metode kuesioner. Hasil Penelitian menunjukkan 1) Rancang bangun pengembangan multimedia pembelajaran interaktif meliputi tiga tahapan yaitu: (a) analisis kebutuhan, (b) desain, (c) pengembangan dan implementasi, valid dengan: (a) hasil review ahli mata pelajaran dengan kualifikasi sangat baik (97,33%), (b) hasil review ahli desain pembelajaran dengan kualifikasi sangat baik (100%), (c) hasil review ahli media pembelajaran dengan kualifikasi sangat baik (98%), (d) hasil uji coba perorangan dengan kualifikasi sangat baik (96,67%), (e) hasil uji coba kelompok kecil dengan kualifikasi sangat baik (96,85%). 2) Jadi berdasarkan uji validitas pengembangan multimedia pembelajaran interaktif menunjukkan hasil yang efektif didalam meningkatkan hasil belajar IPA sehingga layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran.
Video Pembelajaran Berpendekatan Kontekstual untuk Meningkatkan Kompetensi IPA I Ketut Tresna Pradnya Yudana; I Gde Wawan Sudatha; Adrianus I Wayan Ilia Yuda Sukmana
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 10 No. 1 (2022): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v10i1.41526

Abstract

Masih banyak guru yang kurang memanfaatkan teknologi dalam mengembangkan media pembelajaran yang menarik bagi siswa. Hal ini disebabkan oleh kurangnya pengetahuan guru mengembangkan media pembelajaran berbasis teknologi, sehingga berdampak pada hasil belajar IPA yang rendah. Tujuan penelitian ini yaitu menciptakan video pembelajaran berbasis kontekstual untuk meningkatkan kompensi IPA pada siswa. Jenis penelitian ini yaitu pengembangan yang menggunakan model ADDIE. Subjek uji ahli terdiri dari 3 orang ahli media pembelajaran, isi pelajaran, dan desain pembelajaran. Subjek uji coba produk terdiri dari 12 siswa. Metode yang digunakan dalam mengumpulkan data yaitu wawancara, observasi, kuesioner, dan pencatatan dokumen. Instrumen yang digunakan yaitu lembar wawancara dan kuesioner. Teknik yang digunakan untuk menganalisis data yaitu analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian yaitu penilaian yang diberikan oleh ahli isi pelajaran yaitu 80% (sangat baik). Penilaian dari ahli desain pembelajaran yaitu 93,33% (sangat baik). Penilaian dari ahli media pembelajaran yaitu 91,11% (sangat baik). Hasil uji coba perorangan, yaitu 97,5% (sangat baik) dan hasil uji coba kelompok kecil yaitu 95,55% (sangat baik). Maka, video pembelajaran berbasis kontekstual valid dan layak diterapkan dalam pembelajaran. Implikasi penelitian ini yaitu video pembelajaran berbasis kontekstual dapat digunakan siswa dalam pembelajaran.
Pengembangan E-Modul Fisika Berbasis Problem-Based Collaborative Learning Untuk Meningkatkan Sikap Ilmiah dan Prestasi Belajar Siswa I N. Widya Artha; I Gde Wawan Sudatha; I Kadek Suartama; I Made Tegeh; I Wayan Sukra Warpala
Cetta: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 9 No 3 (2026): Article in Press
Publisher : Jayapangus Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37329/cetta.v9i3.5519

Abstract

This study aimed to develop a PBCL-based CoLearn Physics E-Module integrated with PhET simulation on Projectile Motion and to evaluate its validity, practicality, and effectiveness in improving students’ scientific attitudes and learning achievement. The study employed a Research and Development (R&D) method using the ADDIE model, which consists of the analysis, design, development, implementation, and evaluation stages. The participants included two subject matter experts, two instructional media experts, two instructional design experts, two physics teachers, and 36 eleventh-grade students of SMAK Harapan. Data were collected using validation sheets, practicality questionnaires, scientific attitude questionnaires, and learning achievement tests. Product effectiveness was examined using a one-group pretest-posttest design and analyzed through paired sample t-test, N-gain, and Cohen’s d. The results indicated that the developed E-Module achieved a very good category based on expert validation, with scores of 81% from subject matter experts, 92% from instructional media experts, and 94% from instructional design experts. The practicality test showed that the E-Module was categorized as highly practical based on teacher assessment (90.00%), individual trials (86.00%), small-group trials (87.80%), and large-group trials (88.72%). The paired sample t-test revealed significant differences between pretest and posttest scores in scientific attitudes (t(35) = -18.260; p < 0.001) and learning achievement (t(35) = -10.051; p < 0.001). The N-gain values were in the moderate category for scientific attitudes (0.33) and learning achievement (0.51), while Cohen’s d indicated large effect sizes for scientific attitudes (1.15) and learning achievement (2.46). Therefore, the PBCL-based CoLearn Physics E-Module integrated with PhET simulation is considered valid, highly practical, and effective for supporting physics learning on Projectile Motion.
SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW: PERAN PENGEMBANGAN E-MODUL DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS Ni Nyoman Serma Adi; I Gde Wawan Sudatha; Made Hery Santosa; I Kadek Suartama
Suluh Pendidikan : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan Vol 24 No 1 (2026): SULUH PENDIDIKAN : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan
Publisher : IKIP SARASWATI TABANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46444/suluh-pendidikan.v24i1.1091

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara sistematis peran pengembangan e-modul dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan mengacu pada prosedur seleksi literatur yang sistematis melalui database jurnal bereputasi. Sebanyak 18 artikel yang terindeks Scopus dianalisis berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Hasil kajian menunjukkan bahwa e-modul memiliki kontribusi yang signifikan dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis, yang ditunjukkan melalui peningkatan pada aspek analisis, evaluasi, argumentasi, dan pemecahan masalah. Efektivitas e-modul sangat dipengaruhi oleh desain pedagogis yang digunakan, seperti integrasi Problem-Based Learning (PBL), pendekatan Higher Order Thinking Skills (HOTS), STEM, serta konteks pembelajaran berbasis kearifan lokal. Selain itu, perkembangan terbaru menunjukkan bahwa e-modul semakin terintegrasi dengan teknologi digital seperti Augmented Reality (AR), Internet of Things (IoT), dan multimedia interaktif yang mampu meningkatkan keterlibatan dan pengalaman belajar peserta didik. Meskipun demikian, masih terdapat beberapa keterbatasan, seperti kurangnya pengembangan model integratif yang menggabungkan aspek pedagogi, teknologi, dan konteks lokal secara simultan, serta minimnya penelitian longitudinal. Oleh karena itu, penelitian selanjutnya disarankan untuk mengembangkan e-modul berbasis pendekatan yang lebih komprehensif dan berkelanjutan guna mendukung penguatan kemampuan berpikir kritis dalam pembelajaran abad ke-21
Measuring TPACK in context: Validating a cross-contextually fair instrument for Indonesian teachers Uwes Anis Chaeruman; Suwarno; Santi Maudiarti; I Gde Wawan Sudatha
Indonesian Journal of Educational Development (IJED) Vol. 7 No. 1 (2026): May 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/ijed.v7i1.6354

Abstract

As technology integration has become increasingly central to contemporary education, the need for valid and contextually fair instruments for assessing teachers' Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) has become more urgent. This study aimed to develop and comprehensively validate a TPACK self-assessment instrument for Indonesian in-service teachers. A total of 1,297 teachers selected through purposive and convenience sampling from diverse provinces, school levels, and geographic locations participated in the study. The 48-item instrument, distributed across seven TPACK dimensions (TK, CK, PK, PCK, TCK, TPK, and TPACK), employed a 4-point Likert scale. Psychometric evaluation followed a multistage approach: (a) construct validity via corrected item-total correlations, in which all items met the r ≥ .30 threshold (range: .57–.79); (b) internal consistency reliability using Cronbach's alpha, with all dimensions exceeding .70 (α = .78–.97); (c) exploratory factor analysis (EFA), which supported the theoretical factor structure (KMO = .968; Bartlett's χ² = 54,279.51, p < .001); (d) confirmatory factor analysis (CFA), which yielded marginal fit indices (CFI = .707; RMSEA = .107), suggesting the need for model refinement; and (e) differential item functioning (DIF) analysis, which revealed minimal gender-based bias but notable location-based DIF. Overall, the instrument demonstrated strong psychometric properties for measuring teachers' TPACK in the Indonesian context. The findings highlight the importance of refining TPACK instruments to ensure greater measurement fairness across diverse educational settings and support future teacher professional development initiatives.