Neddyana Pahlawaty
Universitas Negeri Jakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EXPLORATION OF MONUMENTAL TEXTILE TECHNIQUES AS A SENSORY INTERVENTION MEDIUM FOR CHILDREN WITH SPECIAL NEEDS THROUGH A DESIGN THINKING APPROACH Vera Utami Gede Putri; Melly Prabawati; Neddyana Pahlawaty; Kholifatul Novita Ningsih; Prince Clinton Immanuel Christian Damanik
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 02, Juni 2026 Produce
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.44138

Abstract

This study investigates the use of monumental textile techniques as a multisensory intervention medium for children with sensory processing disorders through a Design Thinking approach. Children with sensory challenges often display repetitive behaviors as self-regulation strategies due to difficulties in processing tactile and proprioceptive stimuli. Using qualitative methods including participatory observation, interviews, studio experiments, and limited trials involving three children aged 3 to 7 years, this research developed textile-based sensory media employing ruffling and tucking techniques The findings show that varied textures effectively stimulate sensory responses, increase attention span, and promote positive emotional engagement. The intervention also redirects repetitive behaviors into more structured and adaptive exploratory activities. The Design Thinking approach ensures that the developed media are user-centered, functional, and contextually relevant. However, effectiveness depends on individual sensory profiles, requiring personalized implementation and professional supervision. Overall, monumental textile media demonstrate strong potential as innovative sensory intervention tools to support emotional regulation and adaptive behavior in children with special needs.
Mewujudkan Sekolah Ramah Anak melalui Penguatan Kompetensi Guru Sekolah Dasar dalam Pencegahan Bullying dan Pendidikan Seksual di Kota Bekasi Anastasia Arta Uli; Neddyana Pahlawaty; Maisa Hurul Aeni; Feri Dwi Jayanti; Rizki Achmad Husaeni
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2026): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/ba-jpm.v6i3.5209

Abstract

Kasus bullying dan kekerasan seksual pada anak usia sekolah dasar di Kota Bekasi menunjukkan tren peningkatan dalam dua tahun terakhir, sementara sebagian besar guru belum memperoleh pembekalan memadai untuk berperan sebagai agen perlindungan anak secara komprehensif. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemahaman guru sekolah dasar mengenai pencegahan bullying dan pendidikan seksual berbasis nilai perkembangan anak, sebagai upaya mewujudkan sekolah ramah anak. Kegiatan dilaksanakan melalui workshop bertema “Menciptakan Sekolah Ramah Anak: Anti-Bullying dan Sex Education” yang diikuti oleh 17 guru SDN Bantargebang 3, Kota Bekasi, bekerja sama dengan mitra profesional Leader Lab. Materi disampaikan melalui ceramah interaktif, diskusi kelompok, dan studi kasus, dengan efektivitas diukur melalui pretest dan posttest pemahaman peserta (n=16, termasuk 2 data hasil imputasi). Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman guru, dari rata-rata skor pretest 76,25 menjadi 87,50 pada posttest (skala 0–100), dengan rata-rata N-Gain sebesar 0,55 (kategori sedang) dan peningkatan yang signifikan secara statistik berdasarkan uji Wilcoxon signed-rank (p=0,014). Temuan ini menegaskan bahwa pelatihan yang mengintegrasikan pencegahan bullying dan pendidikan seksual efektif meningkatkan kesiapan guru dalam mewujudkan lingkungan sekolah yang aman bagi anak, sehingga perlu direplikasi dan didampingi secara berkelanjutan pada sekolah dasar negeri lainnya, serta ditindaklanjuti dengan penelitian yang menggunakan desain kontrol untuk memperkuat validitas temuan.