Kasus bullying dan kekerasan seksual pada anak usia sekolah dasar di Kota Bekasi menunjukkan tren peningkatan dalam dua tahun terakhir, sementara sebagian besar guru belum memperoleh pembekalan memadai untuk berperan sebagai agen perlindungan anak secara komprehensif. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemahaman guru sekolah dasar mengenai pencegahan bullying dan pendidikan seksual berbasis nilai perkembangan anak, sebagai upaya mewujudkan sekolah ramah anak. Kegiatan dilaksanakan melalui workshop bertema “Menciptakan Sekolah Ramah Anak: Anti-Bullying dan Sex Education” yang diikuti oleh 17 guru SDN Bantargebang 3, Kota Bekasi, bekerja sama dengan mitra profesional Leader Lab. Materi disampaikan melalui ceramah interaktif, diskusi kelompok, dan studi kasus, dengan efektivitas diukur melalui pretest dan posttest pemahaman peserta (n=16, termasuk 2 data hasil imputasi). Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman guru, dari rata-rata skor pretest 76,25 menjadi 87,50 pada posttest (skala 0–100), dengan rata-rata N-Gain sebesar 0,55 (kategori sedang) dan peningkatan yang signifikan secara statistik berdasarkan uji Wilcoxon signed-rank (p=0,014). Temuan ini menegaskan bahwa pelatihan yang mengintegrasikan pencegahan bullying dan pendidikan seksual efektif meningkatkan kesiapan guru dalam mewujudkan lingkungan sekolah yang aman bagi anak, sehingga perlu direplikasi dan didampingi secara berkelanjutan pada sekolah dasar negeri lainnya, serta ditindaklanjuti dengan penelitian yang menggunakan desain kontrol untuk memperkuat validitas temuan.