Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

The Role Of Benoa Port In Generating Tourism Business Opportunities In Bali Ni Wayan Purnami Rusadi; Komang Satya Permadi; Ketma Ayu A. Gabriel
Journey : Journal of Tourismpreneurship, Culinary, Hospitality, Convention and Event Management Vol. 9 No. 1 (2026): Journey : Journal of Tourismpreneurship, Culinary, Hospitality, Convention and
Publisher : Politeknik Internasional Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46837/journey.v9i1.364

Abstract

As the primary gateway for international cruise ships in Bali, Benoa Port plays a strategic role in driving the maritime tourism economy. This study aims to analyze the port’s contribution to creating tourism business opportunities, particularly for local micro, small, and medium enterprises (MSMEs) amidst the transformation into the Bali Maritime Tourism Hub (BMTH). A descriptive qualitative method was employed, involving field observations, literature reviews, and in-depth interviews with port authorities, MSME actors, and international tourists. The findings indicate that while cruise passenger surged to 54,000 in 2024, creating a significant multiplier effect and spending potential up to IDR 1,000,000 per visitor, structural barriers remain. Critical "service gaps", particularly the limited food and beverage facilities inside the terminal and rigid operational SOPs, hinder MSMEs from fully capturing these economic spillovers. The study concludes that optimizing "soft infrastructure" through flexible vendor licensing and synergistic partnerships is essential to ensure that the BMTH project fosters inclusive and sustainable local economic growth.
PENGUATAN SUBAK INTARAN SANUR SEBAGAI DESTINASI AGROWISATA MELALUI PENYUSUNAN PAKET WISATA DAN MEDIA VIDEO PROMOSI Ni Wayan Purnami Rusadi; Ni Putu Tiya Paristha; Komang Satya Permadi; Ni Luh Suparwati
BINA CIPTA Vol 5 No 1 (2026): BINA CIPTA
Publisher : Politeknik Internasional Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46837/binacipta.v5i1.131

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mendukung pengembangan Subak Intaran Barat dan Subak Intaran Timur di Desa Sanur Kauh sebagai bagian dari kawasan Subak Lestari di Kota Denpasar melalui peningkatan kapasitas masyarakat dan penguatan produk agrowisata berbasis kearifan lokal. Tujuan jangka panjang dari kegiatan ini adalah terwujudnya kemandirian masyarakat dalam mengelola dan mempromosikan agrowisata secara berkelanjutan, sehingga mampu meningkatkan daya saing destinasi sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pendekatan penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan berbasis partisipatif, yang dilaksanakan secara bertahap mulai dari identifikasi potensi, peningkatan pemahaman masyarakat, pelatihan penyusunan paket wisata dan pembuatan video promosi, hingga pendampingan implementasi dan evaluasi. Hasil dari kegiatan ini yakni tercipta luaran berupa produk agrowisata yang siap dipasarkan, peningkatan keterampilan masyarakat, serta kontribusi akademik dalam bentuk publikasi ilmiah dan pendaftaran hak kekayaan intelektual, sehingga kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek, tetapi juga mendukung keberlanjutan pengembangan agrowisata di Subak Intaran.
Cultural Heritage Tour Package Planning For Salt Education In Kusamba, Dawan District, Klungkung Regency I Wayan Agus Selamet; I Made Weda Satia Negara; Atabuy Frit Elisa Yonce; Komang Satya Permadi; I Made Sudana
Journey : Journal of Tourismpreneurship, Culinary, Hospitality, Convention and Event Management Vol. 8 No. 2 (2025): Journey : Journal of Tourismpreneurship, Culinary, Hospitality, Convention and
Publisher : Politeknik Internasional Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46837/journey.v8i2.334

Abstract

This study aims is cultural heritage tour package planning for salt education in Kusamba, Dawan District, Klungkung Regency. The salt-making traditionan important form of intangible cultural heritage is experiencing decline due to low economic returns and shifting livelihood preferences among local residents. Recognizing its cultural value and tourism potential, this study aims to design an educational tourism package that can support cultural preservation and local empowerment. A qualitative research approach with a phenomenological and content analysis design was employed. Data were collected through field observations, in-depth interviews, and documentation involving salt farmers, community leaders, and tourism stakeholders. Data analysis followed the Miles and Huberman interactive model and was strengthened through triangulation and member checking. The findings reveal that Kusamba’s traditional salt production process provides strong experiential and educational value. Based on these findings, a one-day itinerary titled Cultural Heritage Salt Education Tour Kusamba was formulated. Marketing strategies are carried out through offline collaboration with travel agencies and brochure distribution, as well as online promotion via websites, social media, and online travel agents. TripAdvisor reviews indicate high appreciation for the authenticity and educational aspects of the experience. This research contributes a structured model for transforming declining traditional livelihoods into sustainable heritage-based educational tourism. The novelty lies in positioning salt education tourism as a replicable approach for community-based cultural revitalization in rural Indonesia.
Penguatan Kapasitas SDM Pariwisata Melalui Pembelajaran Bahasa Inggris dan Simulasi Tour Guiding di Jatiluwih Komang Satya Permadi; I Wayan Agus Selamet; Atabuy Frit Elisa Yonce; Ni Putu Tiya Paristha; Edifirmus Jompong
JUPAMU: Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin Vol. 1 No. 3: Mei 2026
Publisher : Ihsan Cahaya Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66031/jupamu.v1i3.289

Abstract

Daya Tarik Wisata (DTW) Jatiluwih di Kabupaten Tabanan, Bali, menghadapi tantangan serius berupa penurunan kunjungan wisatawan dan ketimpangan distribusi manfaat ekonomi akibat keterbatasan kapasitas sumber daya manusia lokal, terutama dalam penguasaan Bahasa Inggris dan keterampilan tour guiding. Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan memperkuat kapasitas SDM pariwisata melalui pelatihan Bahasa Inggris fungsional dan simulasi tour guiding yang kontekstual berbasis nilai budaya subak. Kegiatan dilaksanakan selama satu hari di Jatiluwih Ecofarm dengan melibatkan 20 peserta dari pemuda desa, pelaku UMKM, dan calon pemandu wisata. Metode yang digunakan bersifat partisipatif, menggabungkan penyuluhan, latihan komunikasi interaktif, dan praktik lapangan langsung di area sawah terasering. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam kepercayaan diri, kompetensi linguistik, dan pemahaman budaya lokal. Evaluasi kuesioner menunjukkan 85–95% peserta sangat setuju bahwa kegiatan relevan, bermanfaat, dan layak dilanjutkan. Berdasarkan hasil yang didapatkan, maka dapat disimpulkan bahwa pemberdayaan berbasis keterampilan efektif meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan pariwisata berkelanjutan dan adil di Jatiluwih.