Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

POTENTIAL OF ANTIMICROBIAL AND ANTIOXIDANT ACTIVITIES ON CHOCOLATE BEVERAGE WITH GARAM MASALA ADDITION Anjar Ruspita Sari; Ratih Hardiyanti; Sri Wijanarti
Jurnal Agroindustri Vol 10, No 2 (2020)
Publisher : BPFP Faperta UNIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/j.agroindustri.10.2.99-106

Abstract

PENGARUH PENGGUNAAN JENIS GULA PADA MINUMAN COKELAT TERHADAP TINGKAT KESUKAAN PANELIS Sri Wijanarti; Iman Sabarisman; Ika Restu Revulaningtyas; Anjar Ruspita Sari
JURNAL PERTANIAN CEMARA Vol 17 No 1 (2020): JURNAL PERTANIAN CEMARA (CENDEKIAWAN MADURA)
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/fp.v17i1.625

Abstract

Minuman coklat adalah salah satu produk diversifikasi cokelat yang sangat disukai oleh masyarakat. Hasil servei pada 30 orang panelis menunjukkan bahwa karakteristik sensoris yang paling menentukan bagi produk minuman cokelat adalah rasa. Tingkat rasa manis dan rasa pahit yang tepat menjadi penentu tingkat kesukaan panelis. Penggunaan jenis gula yang berbeda dapat menghasilkan karakteristik sensoris minuman cokelat yang berbeda pula sehingga mempengaruhi tingkat kesukaan konsumen. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan jenis gula pada tingkat kesukaan panelis. Pada penelitian ini dilakukan pembuatan minuman cokelat menggunakan 2 (dua) jenis gula yang berbeda, yaitu gula pasir dan gula semut. Sebanyak 15 orang panelis diminta untuk memilih salah satu diantara dua formula berdasarkan tingkat kesukaannya terhadap rasa manis, rasa pahit, rasa cokelat, rasa gurih, dan rasa keseluruhan. Hasil menunjukkan bahwa penggunaan gula pasir menghasilkan minuman cokelat dengan karakter manis lebih tinggi sehingga sensasi rasa pahit menurun. Hasil secara keseluruhan menunjukkan bahwa 60% panelis menyukai minuman cokelat yang dibuat menggunakan gula pasir. Penggunaan gula pasir pada pembuatan minuman coklat lebih ekonomis dan lebih disukai panelis.
PENGEMBANGAN PRODUK PANGAN LOKAL TALAS BOGOR (Colocasia Esculenta) SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN DONAT MENGGUNAKAN METODE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD) Saraswati Martika Padma; Zulfa Shafira Prihastari; Anjar Ruspita Sari; Ika Restu Revulaningtyas; Diklusari Isnarosi Norsita
Jurnal Ilmiah Teknik Industri Vol 9, No 2 (2021): Jurnal Ilmiah Teknik Industri : Jurnal Keilmuan Teknik dan Manajemen Industri
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jitiuntar.v9i2.10264

Abstract

Talas memiliki nilai ekonomi yang rendah, mudah didapatkan dan nilai kandungan serat yang dapat berguna untuk membantu pencernaan makanan dalam tubuh, sehingga talas cocok digunakan untuk bahan tambahan pada adonan yang dapat menggantikan penggunaan kentang. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi kebutuhan konsumen dalam pengembangan produk donat talas. Metode yang digunakan dalam pengembangan produk donat talas yaitu Quality Funtion Deployment (QFD) dengan menerjemahkan keinginan konsumen ke dalam rancangan teknis. Konsumen didapatkan dari penyebaran kuesioner menggunakan metode teknik sampling purposive sampling non probabilitydengan responden sasaran yaitu berdomisili di Bogor atau wisatawan yang sering berkunjung ke Bogor dan pernah mengonsumsi donat. Berdasarkan hasil kuesioner, menginginkan responden rasa donat yang tidak dominan dengan topping rasa, rasa manis yang pas, teksur yang lembut dan empuk, warna donat yang menarik, aroma donat yang kuat, ukuran donat dengan diameter 5 cm, dan donat tidak hanya dijadikan sebagai makanan camilan saja melainkan donat memiliki manfaat fungsional. Hasil dari analisis House of Quality HOQ menggunakan metode Quality Funtion Deployment (QFD) menunjukkan bahwa kebutuhan teknis yang menjadi prioritas yaitu penambahan warna dan proses penggorengan yang akan mempengaruhi atribut warna serta penambahan talas yang sesuai akan mempengaruhi tekstur donat dan fungsional dari produk donat.
PENINGKATAN KETERAMPILAN PENGOLAHAN KAKAO MENGGUNAKAN MESIN SKALA KECIL PADA PETANI KAKAO DESA BANJAROYA, KALIBAWANG, KULON PROGO, DIY Anjar Ruspita Sari; Diklusari Isnarosi Norsita; Ratih Hardiyanti; Wildan Fajar Bachtiar
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2020)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.4.2.24-31.2020

Abstract

Kelompok Tani Ngudi Rejeki adalah kelompok tani di wilayah Banjaroya, Kalibawang, Kulon Progo yang bergerak dalam bidang budidaya dan pengolahan biji kakao. Perkembangan wisata di daerah Kulon Progo dalam beberapa tahun terakhir, mendorong tumbuhnya industri kreatif di bidang pengolahan produk berbasis kakao. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan bekal pada anggota kelompok tani Ngudi Rejeki, Desa Banjaroya mengenai keterampilan pengolahan kakao dari biji terfermentasi menjadi produk olahan berupa bubuk cokelat dan permen cokelat siap konsumsi menggunakan mesin pengolah kakao skala kecil. Kegiatan ini dilakukan dalam beberapa tahapan, yaitu pemberian materi mengenai pemrosesan kakao, praktik langsung menggunakan mesin pengolah kakao skala kecil, pengemasan permen cokelat dengan desain yang menarik, serta evaluasi peserta dalam kegiatan. Hasil yang dicapai melalui kegiatan ini adalah anggota kelompok tani mendapatkan bekal pengetahuan mengenai jenis-jenis produk turunan cokelat yang ada di pasaran, cara pengolahan biji kakao terfermentasi menjadi bubuk cokelat dan permen cokelat, serta praktik secara langsung menggunakan alat pengolah kakao skala kecil mulai dari proses penyangraian, pemastaan, pengepresan lemak kakao, pembuatan permen cokelat, dan pengemasan permen cokelat yang menarik. Berdasar evaluasi program, seluruh materi dapat tersampaikan dengan baik, sehingga anggota kelompok tani paham dan mampu untuk menjelaskan serta mempraktikkan proses pengolahan biji kakao menggunakan alat pengolah kakao skala kecil. Selain itu, peserta mampu memunculkan ide mengenai peluang pengembangan produk olahan kakao. Luaran kegiatan adalah peserta mampu mengoperasikan mesin kakao skala kecil yang merupakan hibah pemerintah setempat pada kelompok tani. Kata kunci: Kakao, Mesin pengolah, Olahan kakao ABSTRACT Keywords: Cocoa bean, Cocoa product, Processing machineNgudi Rejeki is a farmer group in Banjaroya region which is engaged in the cultivation and processing of cocoa beans. Tourism development in Kulon Progo area has encouraged the growth of creative industries in the cocoa processing field. This community service aims to provide the knowledge and increase the members skill of the Ngudi Rejeki farmer group, Banjaroya Village regarding the processing of cocoa from fermented beans into processed products in the form of chocolate powder and chocolate candy using small-scale cocoa processing machines. The activity was carried out in several stages, namely the knowledge delivery on chocolate processing, direct practice using small-scale cocoa processing machines, packaging of cocoa candy with attractive designs, and evaluation of participants in activities. The results achieved through this activity were members of the farmer groups get knowledge about the types of chocolate derivative products on the market, how to process fermented cocoa beans into chocolate powder and chocolate candy, also practice directly using small-scale cocoa processing machines starting from cocoa roasting, cocoa liquor processing, cocoa fat pressing, chocolate candy making, and packing the cocoa candy. Based on the program evaluation, all material can be conveyed well, so that members of the farmer group are able to explain and practice the process of processing cocoa beans using small-scale cocoa processing machine. In addition, they were able to bring up an idea about the opportunities of cocoa products development. Outcome of the program were the member able to operate the small-scale cocoa processing machine that granted by the localgovernment to the Ngudi Rejeki farmer group.
The Effect of Garam Masala Levels Addition on Chocolate Based Functional Beverage Ratih Hardiyanti; Anjar Ruspita Sari
Journal of Applied Food Technology Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : Dept. Food Technology, Faculty of Animal and Agricultural Sciences, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.224 KB) | DOI: 10.17728/jaft.7132

Abstract

The increasing popularity of cocoa-based beverage has encouraged the development of various chocolate beverage formulations. Chocolate beverage formulations with addition of garam masala were carried out to produce functional beverage products which are beneficial to consumers and the product itself. Five different concentration of garam masala (0.01%, 0.02%, 0.03%, 0.04%, and 0.05%) were added into chocolate beverage. Preference test was carried out to evaluate panelists’ preference to each formula. Sensory evaluation was performed by giving an assessment using 7-scaled Likert scale for color, aroma, taste, warm sensation (after taste), and overall product. The results showed that the concentration of garam masala addition has an effect (p≤0.10) on the attributes of aroma, warm sensation, and overall product. The most preferred chocolate beverage was with the addition of 0.03% garam masala. Higher concentration of garam masala in chocolate based beverage resulted a higher antioxidant activity as well as phenolic content, as antioxidant component. 
MAPPING OF POTENCY OF AGROINDUSTRY IN JATIREJO VILLAGE, LENDAH, KULON PROGO AS A TYPICAL PRODUCT TO SUPPORT VILLAGE DEVELOPMENT Ratih Hardiyanti; Anjar Kistia Purwaditya; Sri Wijanarti; Wildan Fajar Bachtiar; Anjar Ruspita Sari; Diklusari Isnarosi Norsita; Ika Restu Revulaningtyas; Satria Bhirawa Anoraga; Iman Sabarisman; Mohammad Affan Fajar Falah
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Vol 3, No 1 (2020): MAY
Publisher : Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Sekolah Vokasi UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jp2m.51324

Abstract

In line with the government's program to strengthen tourism destinations in Indonesia, many tourism villages have been initiated, including Kulon Progo Regency. The needs of people to relieve fatigue by visiting tourist attractions, encourage the growth of tourist villages. The existence of a tourism village encourages the growth of typical souvenirs of the tourist village. Jatirejo is one of the villages in the Lendah sub-district, Kulon Progo, which is located at 7o93'22" south latitude and between 110o23'08" east longitude. Jatirejo has an area of 635.89 ha or 17.87% of the area of Lendah District (3,559.19 ha). The location of Jatirejo is close to access pathway of NYIA Airport, so it has great potential to become one of the tourism destinations. It is necessary to develop a tourist village by recognizing the agroindustry product potency owned by Jatirejo. This Community Service aimed to recognize and to document the agroindustry product potency of villages, as a first step in the development of local souvenirs and to support the development of Jatirejo Tourism Village. The method used was a field survey and plot the survey results on a map of Jatirejo Village using Corel Draw software. Based on the results of a survey of 5 hamlets in Jatirejo Village, the potential of processed foods that might be developed including emping melinjo, rice plates, catfish product, benguk/koro tempeh, coconut fiber broom, and also chicken cage.
Antioxidant Level and Sensory of Dragon Fruit (Hylocereus undatus) Peel Tea Infusion Made by Partially Fermented Process Anjar Ruspita Sari; Ratih Hardiyanti
Agroindustrial Journal Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : APTA and DTIP FTP UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (126.834 KB) | DOI: 10.22146/aij.v2i1.24997

Abstract

Dragon fruits are usually consumed by people directly or being processed into juice. Therefore,the major by-product of dragon fruits is the peel. As by-product, dragon fruit peels have higherantioxidant level than pulp especially for White Dragon Fruits (Hylocereus undatus). Thisresearch is carried out in order to evaluate the antioxidant level and sensory of dragon fruitpeel tea which produced through a partially fermented process. The objective of this researchis to investigate the effect of withering time and rolling time on antioxidant level and sensory ofdragon fruit peel tea. Withering time varied in 30, 60, and 120 min while the rolling timevaried in 10, 20, and 30 sec. 2, 2, diphenyl-1-picrylhydrazil (DPPH) assay showed that radicalscavenging activities of dragon fruit peel tea infusion increased with the longer withering timeand shorter rolling time. Likewise the total phenol content (TPC) assay demonstrated theamount of phenol increased with the longer withering time and shorter rolling time. Therewere found that the dragon fruit peel had 29.58% in proportion compared with the whole fruitand vitamin C content in the peel higher than that in the pulp. The longer withering time andshorter rolling time will increase the phenol total content, antioxidant activity, and thelightness color, but decrease the acidity degree of tea infusions. In addition, the withering timewas 120 min and rolling time was 10 sec had higher Antioxidant activity 41.19% and the totalphenol 55.93 mg/L.
PENGEMBANGAN PRODUK PANGAN LOKAL TALAS BOGOR (Colocasia Esculenta) SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN DONAT MENGGUNAKAN METODE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD) Saraswati Martika Padma; Zulfa Shafira Prihastari; Anjar Ruspita Sari; Ika Restu Revulaningtyas; Diklusari Isnarosi Norsita
Jurnal Ilmiah Teknik Industri Vol. 9 No. 2 (2021): Jurnal Ilmiah Teknik Industri : Jurnal Keilmuan Teknik dan Manajemen Industri
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jitiuntar.v9i2.10264

Abstract

Talas memiliki nilai ekonomi yang rendah, mudah didapatkan dan nilai kandungan serat yang dapat berguna untuk membantu pencernaan makanan dalam tubuh, sehingga talas cocok digunakan untuk bahan tambahan pada adonan yang dapat menggantikan penggunaan kentang. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi kebutuhan konsumen dalam pengembangan produk donat talas. Metode yang digunakan dalam pengembangan produk donat talas yaitu Quality Funtion Deployment (QFD) dengan menerjemahkan keinginan konsumen ke dalam rancangan teknis. Konsumen didapatkan dari penyebaran kuesioner menggunakan metode teknik sampling purposive sampling non probabilitydengan responden sasaran yaitu berdomisili di Bogor atau wisatawan yang sering berkunjung ke Bogor dan pernah mengonsumsi donat. Berdasarkan hasil kuesioner, menginginkan responden rasa donat yang tidak dominan dengan topping rasa, rasa manis yang pas, teksur yang lembut dan empuk, warna donat yang menarik, aroma donat yang kuat, ukuran donat dengan diameter 5 cm, dan donat tidak hanya dijadikan sebagai makanan camilan saja melainkan donat memiliki manfaat fungsional. Hasil dari analisis House of Quality HOQ menggunakan metode Quality Funtion Deployment (QFD) menunjukkan bahwa kebutuhan teknis yang menjadi prioritas yaitu penambahan warna dan proses penggorengan yang akan mempengaruhi atribut warna serta penambahan talas yang sesuai akan mempengaruhi tekstur donat dan fungsional dari produk donat.
OPTIMASI SUHU DAN WAKTU PENGEPRESAN DALAM PEMBUATAN BUBUK KAKAO PADA SKALA KELOMPOK TANI Satria Bhirawa Anoraga; Sri Wijanarti; Iman Sabarisman; Anjar Ruspita Sari
Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem Vol 7 No 1 (2019): Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem
Publisher : Fakultas Teknologi Pangan & Agroindustri (Fatepa) Universitas Mataram dan Perhimpunan Teknik Pertanian (PERTETA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.227 KB) | DOI: 10.29303/jrpb.v7i1.91

Abstract

Pengepresan merupakan proses pemisahan lemak kakao dari pasta hingga batas tertentu dengan menggunakan alat pengepres hidrolis. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan suhu dan waktu pengepresan yang optimal untuk memperoleh bubuk kakao yang standar. Parameter yang diamati adalah rendemen, kadar air, kadar lemak dan warna (kecerahan) bubuk kakao. Optimasi dilakukan dengan dua faktor, waktu (X1) dan suhu (X2) menggunakan minitab. Hasil optimasi menunjukkan suhu dan lama pengepresan mempengaruhi kecerahan warna bubuk kakao secara signifikan, namun tidak berpengaruh terhadap kadar air, kadar lemak, dan rendemen. Pengepresan paling optimal dilakukan pada suhu 70oC dengan waktu waktu 30,114 menit untuk memperoleh kecerahan warna bubuk kakao yang beredar di pasaran.
Formulation and physical characteristics of ready-to-drink chocolate beverages with the addition of xanthan gum: Formulasi Dan Karakteristik Fisik Minuman Cokelat Ready-To-Drink Dengan Penstabil Xanthan Gum Esa, Sonia Dora Febri; Sari, Anjar Ruspita; Sabarisman, Iman; Setyowati, Rini
JITIPARI Vol 10 No 1 (2025): JITIPARI
Publisher : Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33061/jitipari.v10i1.11623

Abstract

Ready-to-drink (RTD) chocolate beverages are increasingly popular, yet traditional formulations often contain dairy components while some consumers are lactose intolerance. The primary challenges in RTD chocolate beverages include achieving acceptable flavor profiles and managing cocoa powder precipitation. This study aimed to formulate a non-dairy ready-to-drink chocolate beverage using a hedonic test and  enhance its physical stability through varied xanthan gum concentrations applying Completely Randomized Design (CRD).A hedonic test involving 30 untrained respondents determined the most preferred formula with the highest preference level (3.7), which consisted of 40% local cocoa powder from Kulon Progo, Yogyakarta, 15% commercial cocoa powder, and 45% castor sugar. Stability analysis involved incorporating xanthan gum at concentrations of 0.1%, 0.15%, and 0.2% (w/v). Results demonstrated that 0.2% xanthan gum concentration yielded the highest viscosity (98 N.s/m²), significantly differing from the control. The lowest precipitation was observed at 0.2% concentration (p-value 0.048). Particle size analysis revealed progressive reduction from 21 μm to 5 μm with increasing xanthan gum concentration. The study conclusively identified 0.2% (w/v) xanthan gum as the most effective concentration for improving chocolate beverage stability, offering a promising approach for developing innovative, dairy-free RTD products.