Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh Kualitas Pendidikan dan Tingkat Pengangguran Terbuka Terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Sumatera Utara: Penelitian Selpiana; Claudia Tabitha Panjaitan; Adika Sanjaya; Nela Permata Sari Lubis; Muhammad Alhasymi Matondang
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6713

Abstract

Pertumbuhan ekonomi adalah indikator kunci untuk menilai sejauh mana pembangunan suatu wilayah berhasil. Beragam faktor memengaruhi pertumbuhan ekonomi, termasuk mutu pendidikan dan tingkat pengangguran yang terbuka. Pendidikan memiliki peranan penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, produktivitas tenaga kerja, serta kemampuan masyarakat untuk mengadopsi teknologi dan inovasi baru. Di sisi lain, tingginya angka pengangguran terbuka dapat menghalangi aktivitas ekonomi karena menunjukkan bahwa pemanfaatan tenaga kerja belum berjalan dengan optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh mutu pendidikan dan angka pengangguran terbuka terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Sumatera Utara. Metodologi yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang diambil dari publikasi Badan Pusat Statistik. Analisis dilakukan melalui metode regresi linear berganda menggunakan pendekatan Ordinary Least Squares (OLS). Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan tentang hubungan antara mutu pendidikan, tingkat pengangguran terbuka, dan pertumbuhan ekonomi, yang bisa menjadi pertimbangan dalam merumuskan kebijakan pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Pengaruh Upah Minimum dan Investasi Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja di Provinsi Sumatera Utara Zackya Hayati Lubis; Claudia Tabitha Panjaitan; Monika Caramoy Sitorus; Jenaya Febina; Khairani Alawiyah Matondang
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 5 No. 2: Januari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v5i2.12281

Abstract

Tenaga kerja merupakan salah satu faktor kunci dalam pembangunan ekonomi daerah, sehingga peningkatan jumlah angkatan kerja harus diimbangi dengan kemampuan penyerapan yang memadai. Provinsi Sumatera Utara menunjukkan tren pertumbuhan angkatan kerja, yang menimbulkan tantangan tersendiri bagi kebijakan ketenagakerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Upah Minimum Provinsi (UMP) dan investasi terhadap penyerapan tenaga kerja, baik secara parsial maupun simultan. Data yang digunakan berasal dari publikasi resmi Badan Pusat Statistik (BPS), dengan desain penelitian kuantitatif berbasis data time series 2009-2024. Analisis dilakukan menggunakan regresi linier berganda metode Ordinary Least Squares (OLS), yang diawali dengan uji asumsi klasik dan dilanjutkan dengan uji t, uji F, serta penghitungan koefisien determinasi (R²). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan UMP dan investasi berpengaruh signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja di Sumatera Utara, dengan kontribusi sebesar 82,62%. Namun, secara parsial kedua variabel hanya berpengaruh positif tetapi tidak signifikan. Temuan ini menegaskan bahwa kebijakan upah minimum dan investasi memiliki peran strategis jika dioptimalkan secara bersamaan, sehingga dapat menjadi dasar penting dalam perumusan kebijakan ketenagakerjaan dan pembangunan daerah.
Analisis Pengaruh Investasi Luar Negeri dan Impor Terhadap Kurs Rupiah 2009-2024 Olivia Damayanti Marpaung; Claudia Tabitha Panjaitan; Kesia Septina Putri Tarigan; Jenaya Febina
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 5 No. 3: Maret 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v5i3.12383

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menelaah sejauh mana investasi asing dan aktivitas impor memengaruhi nilai tukar rupiah di Indonesia selama periode 2009–2024. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan menerapkan analisis regresi linier berganda berbasis metode Ordinary Least Squares (OLS), menggunakan data sekunder yang bersumber dari Bank Indonesia serta Badan Pusat Statistik. Hasil analisis menunjukkan bahwa investasi luar negeri memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap nilai tukar rupiah. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan aliran investasi dapat memperkuat mata uang domestik melalui peningkatan cadangan devisa. Sementara itu, variabel impor berpengaruh negatif namun tidak signifikan, menandakan bahwa peningkatan impor belum memberikan dampak langsung terhadap pelemahan rupiah. Secara bersamaan, kedua variabel terbukti berpengaruh signifikan terhadap nilai tukar dengan koefisien determinasi sebesar 74,38%. Hasil penelitian ini menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan kebijakan antara investasi dan impor guna mempertahankan stabilitas nilai tukar di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Dampak Rent Seeking terhadap Efektivitas Kebijakan Pembangunan Daerah: Studi Kasus OTT Gubernur Riau Flyover: Penelitian Zackya Hayati Lubis; Olivia Damayanti Marpaung; Claudia Tabitha Panjaitan; Helena Seprina Sitohang; Renaldi Enriko Sigalingging
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5170

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengaruh praktik rent-seeking terhadap efektivitas kebijakan pembangunan daerah melalui studi kasus OTT Gubernur Riau terkait proyek flyover di bawah Dinas PUPR. Menggunakan metode kualitatif berbasis studi dokumen, penelitian ini menelaah putusan hukum, laporan resmi, arsip media, dan literatur akademik untuk mengidentifikasi pola distorsi kebijakan dalam proses perencanaan, penganggaran, dan pengadaan proyek infrastruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rent-seeking muncul secara sistemik melalui desain proyek yang tidak berbasis kebutuhan publik, proses tender non-kompetitif yang melibatkan kolusi birokrat–kontraktor, serta pelaksanaan proyek yang menghasilkan kualitas rendah dan pembengkakan biaya. Praktik ini menyebabkan misalokasi sumber daya, inefisiensi anggaran, dan penurunan manfaat sosial dari proyek infrastruktur. Selain itu, kelemahan tata kelola seperti minim transparansi, lemahnya pengawasan, dan rendahnya akuntabilitas menjadi faktor yang memperkuat terjadinya rent-seeking. Penelitian menegaskan bahwa rent-seeking tidak hanya merugikan secara ekonomi, tetapi juga menurunkan kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah. Diperlukan penguatan tata kelola, transparansi, dan mekanisme pengawasan untuk mencegah distorsi kepentingan dalam proyek pembangunan daerah.