Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Sosialisasi Karakter Guru Berintegritas Dalam Pencegahan Tindak Pidana Siber Di Lingkungan Pendidikan Hani Irhamdessetya; Sudijono Sastroatmodjo; Ar-Rahiim Innash; Aris Haryono; Siti Halimah
ABDIMASKU : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 9, No 2 (2026): MEI 2026
Publisher : LPPM UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62411/ja.v9i2.3336

Abstract

AbstrakPerkembangan teknologi digital di lingkungan pendidikan menuntut guru tidak hanya memiliki kemampuan literasi teknologi, tetapi juga karakter integritas dan kesadaran hukum dalam mencegah tindak pidana siber. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman guru mengenai pentingnya integritas profesi, bentuk-bentuk ancaman siber di sekolah, perlindungan data pribadi peserta didik, serta langkah preventif dalam penggunaan teknologi digital. Kegiatan dilaksanakan di SMKN Jateng melalui metode edukatif-partisipatif yang meliputi sosialisasi, diskusi interaktid, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test terhadap 27 peserta. Hasil evaluasi menggunakan pre-test sebesar 60,00 meningkat menjadi 98,15 pada post-test. Sebanyak 25 peserta memperoleh nilai sempurna, 1 peserta memperoleh nilai 80, dan 1 peserta memperoleh nilai 70. Hasil tersebut menunjukkan bahwa sosialisasi efektif dalam memperkuat pemahaman guru mengenai integritas digital dan pencegahan tindak pidana siber di lingkungan pendidikan. Kegiatan ini penting sebagai langkah preventif untuk mendukung terwujudnya budaya sekolah yang aman, etis, dan berkeadaban digital. Kata kunci: integritas guru, tindak pidana siber, pendidikan digital, literasi hukum, keamanan digital AbstractThe development of digital technology in educational environments requires teachers not only to possess technological literacy, but also integrity and legal awareness in preventing cybercrime. This community service activity aimed to improve teachers` understanding of professional integrity, forms of cyber threats in schools, protection of student`s personal data, and preventive measures in the use of digital technology. The activity was conducted at SMKN Jateng using an educational participatory method consisting of socialization, interactive discussion, and evaluation through pre-tests and post-tests involving 27 participants. The evaluation results showed an increase in participants understanding, with the average pre-test score of 60.00 rising to 98.15 in the post-test. A total of 25 participants achieved a perfect score, 1 participant scored 80, and 1 participant scored 70. These results indicate that the socialization activity was effective in strengthening teachers understanding of digital integrity and cybercrime prevention in educational settings. This activity is important as a preventive effort to support the creation of a safe, ethical, and digitally responsible school culture. Keywords: teacher integrity, cybercrime, digital education, legal literacy, digital security
Penguatan Karakter dan Literasi Hukum Terhadap Anak Binaan Pada Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas I Kutoarjo Fikri Ariyad; Dwi Wisnu Kurniawan; Indra Yuliawan; Sudijono Sastroatmodjo
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 3 (2026): Agustus (In Progress)
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/e6rxfc46

Abstract

Tantangan sesungguhnya yang dihadapi oleh Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) sebagai lembaga kunci dalam membina anak yang melakukan kejahatan sangatlah komples. Salah satu permasalahan utama adalah terletak pada diri seorang anak binaan, khususnya rasa kepercayaan diri anak yang semakin berkurang karena merasa dirinya tidak dibutuhkan di dalam masyarakat. Banyak anak binaan yang menganggap bahwa dirinya tidak akan diterima kembali oleh masyarakat karena perbuatan pidana yang pernah dilakukan. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dengan pendekatan pembelajaran secara sosiologis, yaitu dengan mengajak anak binaan diskusi, mendengarkan keluh kesah dan memberikan sosialisai. Pendekatan emosional dijadikan salah satu cara untuk meningkatkan kepercayaan diri anak binaan sekaligus menumbuhkan semangat menjalani hari – hari di dalam LPKA. Selain itu, anak binaan akan diberikan pemahaman literasi hukum yang terkait dengan posisi dirinya di mata hukum. Melalui metode ini, memberi peran kepada anak – anak binaan sehingga tumbuh kesadaran positif dalam dirinya, bahwa masa depannya masih panjang serta masih terbuka lebar untuk meraih cita – cita. Hasil kegiatan menunjukkan anak binaan yang ada di LPKA Kelas 1 Kutoarjo bisa memahami posisinya sebagai anak yang sedang melaksanakan pendidikan untuk mempersiapkan supaya anak tidak nakal kembali, sehingga memiliki kepercayaan diri ketika kembali ke masyarakat umum. Selain itu, kegiatan pengabdian ini menjadikan anak binaan bisa memahami tentang posisi mereka di mata hukum.
Sinergi Pendidikan Karakter dan Literasi Hukum Menuju Visi Indonesia Emas dan SDGs di SMK Perintis 29 Ungaran Dwi Wisnu Kurniawan; Fikri Ariyad; Indra Yuliawan; Sudijono Sastroatmodjo
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 3 (2026): Agustus (In Progress)
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/n1fw2v87

Abstract

Visi Indonesia Emas 2045 menuntut dukungan sumber daya manusia yang tidak hanya kompeten secara keterampilan vokasional, tetapi juga memiliki integritas dan kesadaran hukum yang tinggi. Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk mengimplementasikan pendidikan karakter dan memperkuat literasi hukum bagi siswa di SMK Perintis 29 Ungaran. Kegiatan meliputi penyusunan materi, penyuluhan interaktif, serta evaluasi pemahaman siswa sebelum dan sesudah kegiatan. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui ceramah, focus group discussion, dan simulasi kasus. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan antusiasme peserta mengenai urgensi implementasi nilai-nilai karakter pelajar, membangun budaya antikorupsi dalam kehidupan sehari-hari, serta ranah hukum krusial bagi remaja. Inisiatif pemahaman ini berimplikasi langsung pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 4 (Pendidikan Bermutu) dan Tujuan 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh). Kesimpulannya, sinergi antara pendidikan karakter dan literasi hukum di sekolah vokasi merupakan langkah preventif strategis dan fondasi esensial dalam membangun Generasi Emas Indonesia yang beretika dan taat hukum.