Muzammil
Universitas Al Falah As - Sunniyah Kencong Jember

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

RAHMA EL YUNUSI DALAM PERKEMBANGAN PENDIDIKAN Muzammil; Ahmad Taufiq; Husen; Iwan Fikri; Akhmad Zaeni
SIRAJUDDIN : Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam Vol 5 No 2 (2026): Sirajuddin Juni 2026
Publisher : P3M STAI MIFTAHUL ULUM LUMAJANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55120/sirajuddin.v5i2.2766

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif kontribusi pemikiran dan paradigma pedagogis Rahmah El Yunusiah (1900–1969), seorang tokoh sentral dalam gerakan emansipasi pendidikan Islam perempuan di Indonesia. Fokus utama penelitian terletak pada analisis historis pendirian Madrasah Diniyyah Puteri pada tahun 1923, yang menjadi tonggak lahirnya institusi pendidikan Islam modern khusus perempuan. Menggunakan metode studi pustaka (library research) dengan pendekatan kualitatif-deskriptif, data primer dari dokumen sejarah dan arsip institusi dianalisis melalui teknik analisis isi (content analysis) untuk membedah relevansi pemikiran Rahmah dalam konteks pendidikan kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemikiran Rahmah bersifat transdisipliner, dengan keberanian mengintegrasikan teologi Islam, kurikulum ilmu pengetahuan umum, serta keterampilan praktis yang mampu menyeimbangkan kemandirian intelektual dan spiritual. Model pendidikan ini tidak hanya diakui keunggulannya secara internasional oleh Universitas Al-Azhar, tetapi juga menjadi instrumen perjuangan kebangsaan yang krusial. Atas kontribusi besar dalam mencerdaskan bangsa dan memperkuat basis perempuan dalam kemerdekaan, Rahmah El Yunusiah dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada 10 November 2025. Temuan ini menegaskan bahwa konsep pendidikan Rahmah sangat relevan untuk diadaptasi dalam manajemen pendidikan masa kini, khususnya dalam strategi pemberdayaan perempuan, inklusivitas pendidikan, dan pembentukan karakter pendidik yang memadukan integritas spiritual dengan kecakapan intelektual yang progresif.
MORALITAS DAN PENYIMPANGAN PERILAKU DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM: ANALISIS FAKTOR PENYEBAB DAN UPAYA PENGUATAN KARAKTER Muzammil; Ahmad Taufiq; Husen; Iwan Fikri; Asnawan
SIRAJUDDIN : Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam Vol 5 No 2 (2026): Sirajuddin Juni 2026
Publisher : P3M STAI MIFTAHUL ULUM LUMAJANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55120/sirajuddin.v5i2.2767

Abstract

Fenomena pergeseran nilai moral dan meningkatnya berbagai bentuk penyimpangan perilaku menjadi tantangan serius dalam kehidupan masyarakat modern. Perkembangan teknologi, globalisasi, serta perubahan pola interaksi sosial turut memengaruhi cara individu memahami dan mengamalkan nilai-nilai moral. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penyebab penyimpangan perilaku serta mengkaji upaya penguatan karakter dalam perspektif pendidikan Islam. Penelitian menggunakan metode studi pustaka (library research) dengan memanfaatkan berbagai sumber ilmiah berupa buku, jurnal, dan artikel yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa penyimpangan perilaku dipengaruhi oleh faktor internal, seperti lemahnya kontrol diri dan rendahnya pemahaman nilai agama, serta faktor eksternal yang meliputi lingkungan keluarga, pengaruh teman sebaya, perkembangan media digital, dan menurunnya efektivitas lembaga pendidikan dalam menanamkan nilai moral. Dalam perspektif pendidikan Islam, penguatan karakter dapat dilakukan melalui internalisasi nilai-nilai akhlak, keteladanan (uswah hasanah), pembiasaan perilaku positif, serta sinergi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat. Oleh karena itu, pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang berakhlak mulia, bertanggung jawab, dan mampu menghadapi tantangan perubahan sosial secara bijaksana.
Analisis Kebijakan Supervisi Akademik Kepala Madrasah dalam Meningkatkan Kompetensi Pedagogik Guru Husen; Muzammil; Iwan Fikri; Titin Nurhidayati
SIRAJUDDIN : Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam Vol 5 No 2 (2026): Sirajuddin Juni 2026
Publisher : P3M STAI MIFTAHUL ULUM LUMAJANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55120/sirajuddin.v5i2.2768

Abstract

Kebijakan pendidikan nasional secara ajek menempatkan peningkatan kualitas pendidik sebagai pilar utama transformasi mutu di lingkungan madrasah. Sebagai pemimpin instruksional, kepala madrasah memegang peranan yang sangat strategis dalam memantau, mengevaluasi, dan membimbing proses pembelajaran melalui instrumen supervisi akademik. Namun, dalam realitasnya, pelaksanaan supervisi sering kali terjebak dalam formalitas birokratis-administratif, sehingga kurang berdampak nyata terhadap peningkatan kompetensi pedagogik guru di dalam kelas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan (library research). Data dikumpulkan secara sistematis dari pelbagai literatur mutakhir, termasuk regulasi pemerintah, jurnal ilmiah bereputasi, dan buku teks manajemen pendidikan. Proses analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan dengan teknik analisis konten (content analysis) yang ketat guna memastikan validitas dan teoretis yang tinggi. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa efektivitas kebijakan supervisi akademik sangat ditentukan oleh penerapan model klinis yang humanis, transparan, dan dialogis. Melalui komunikasi interpersonal yang apresiatif, supervisi terbukti berdampak linear terhadap penguatan kompetensi pedagogik guru, khususnya dalam merancang pembelajaran berpusat pada siswa, manajemen kelas, integrasi teknologi informasi, serta penyusunan asesmen autentik berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS). Kendala waktu dan budaya pekewuh dapat diatasi secara taktis melalui model supervisi sejawat (peer supervision). Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa keberlanjutan peningkatan kompetensi pedagogik guru memerlukan komitmen jangka panjang dan pengambilan keputusan berbasis data (data-driven decision making). Hasil evaluasi supervisi akademik harus dikonversi menjadi landasan utama penyusunan program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) guru yang tepat sasaran. Dengan menjadikan supervisi sebagai urat nadi pengembangan profesi, madrasah akan bertransformasi menjadi lembaga pendidikan yang adaptif dan bermutu tinggi.
EVALUASI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PADA MATA PELAJARAN FIKIH DI KELAS VIII: STUDI DESKRIPTIF DI MADRASAH TSANAWIYAH Muzammil; Moh.Sahlan
SIRAJUDDIN : Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam Vol 5 No 1 (2025): Sirajuddin Desember 2025
Publisher : P3M STAI MIFTAHUL ULUM LUMAJANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55120/sirajuddin.v5i1.2782

Abstract

Evaluasi pembelajaran merupakan salah satu unsur penting dalam proses pendidikan yang berfungsi untuk mengetahui tingkat pencapaian tujuan pembelajaran, memantau perkembangan peserta didik, serta menjadi landasan dalam upaya peningkatan mutu pembelajaran. Dalam mata pelajaran Fikih pada Pendidikan Agama Islam (PAI), evaluasi tidak hanya diarahkan pada pengukuran kemampuan kognitif, tetapi juga mencakup aspek afektif dan psikomotorik yang tercermin dalam sikap, perilaku, serta praktik ibadah peserta didik dalam kehidupan sehari-hari. Oleh sebab itu, diperlukan sistem evaluasi yang menyeluruh, objektif, dan berkesinambungan agar kompetensi yang ditargetkan dapat tercapai secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses perencanaan, pelaksanaan, dan tindak lanjut evaluasi pembelajaran Fikih di kelas VIII, serta mengidentifikasi berbagai hambatan yang dihadapi guru dan strategi yang diterapkan untuk mengatasinya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara dengan guru Pendidikan Agama Islam, serta studi dokumentasi berupa modul ajar, instrumen penilaian, dan hasil belajar peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan evaluasi telah disusun sesuai dengan tujuan dan capaian pembelajaran yang mengacu pada kurikulum yang berlaku. Instrumen penilaian yang digunakan telah mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Dalam pelaksanaannya, guru menerapkan berbagai teknik evaluasi, seperti tes tertulis, tes lisan, penugasan, observasi sikap, dan praktik ibadah sebagai bentuk asesmen autentik. Namun demikian, penilaian aspek kognitif masih lebih dominan dibandingkan aspek afektif dan psikomotorik. Penelitian ini juga menemukan beberapa kendala dalam pelaksanaan evaluasi, antara lain keterbatasan waktu, jumlah peserta didik yang cukup besar dalam satu kelas, serta kesulitan guru dalam menyusun instrumen asesmen autentik yang mampu mengukur kompetensi peserta didik secara komprehensif. Untuk mengatasi kendala tersebut, guru melakukan variasi teknik penilaian, memanfaatkan teknologi digital dalam pengelolaan hasil evaluasi, dan mengikuti kegiatan pengembangan profesional guna meningkatkan kompetensi dalam bidang asesmen.