Ika Rakhmalina
Institut Rahmaniyah Sekayu

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penerapan Metode Storytelling dalam Meningkatkan Keterampilan Bahasa Inggris bagi Anak-Anak di Kampung Inggris Tempirai, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir Rumbiati Rumbiati; Sri Agustina; Ika Rakhmalina; Novitasari Novitasari; Avissa Calista
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/ba-jpm.v6i2.4295

Abstract

Kampung Inggris Tempirai di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) merupakan kawasan dengan potensi pengembangan keterampilan bahasa Inggris yang belum optimal dimanfaatkan, terutama pada anak-anak usia sekolah dasar. Permasalahan utama yang diidentifikasi adalah rendahnya minat dan keterampilan berbahasa Inggris anak akibat metode pembelajaran konvensional yang kurang kontekstual dan tidak mempertimbangkan karakteristik sosial-budaya lokal. Penelitian pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengimplementasikan metode storytelling berbasis kearifan lokal sebagai pendekatan inovatif dalam meningkatkan keterampilan bahasa Inggris anak-anak di lokasi tersebut. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi yang melibatkan aktif orang tua, tutor, dan anak-anak. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan signifikan pada keterampilan listening (dari 45% menjadi 82%), speaking (dari 38% menjadi 76%), dan vocabulary mastery (dari 42% menjadi 79%) setelah delapan kali pertemuan. Keberhasilan program ini didukung oleh integrasi cerita rakyat Panukal Abab Lematang Ilir (seperti Legenda Candi Bumi Ayu, Sumpah Perjodohan Puyang dan Burung Jauh) yang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, sehingga anak-anak dapat belajar bahasa asing sambil melestarikan budaya lokal. Program ini juga menciptakan model pembelajaran berkelanjutan melalui pembentukan "English Storytelling Club" yang dikelola oleh orang tua dan tutor dengan pendampingan tim pengabdi. Temuan ini memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan model pembelajaran bahasa Inggris yang berbasis kearifan lokal di daerah terpencil. Untuk penelitian yang akan datang, direkomendasikan untuk: (1) mengembangkan modul storytelling berbasis digital yang dapat diakses secara luas; (2) melakukan studi longitudinal untuk mengukur dampak jangka panjang metode storytelling terhadap keterampilan bahasa Inggris anak; (3) meluaskan cakupan ke lokasi lain dengan karakteristik serupa; serta (4) mengintegrasikan teknologi mobile learning untuk mendukung keberlanjutan program di era digital.